Saturday, October 6, 2018



Hello, gais.

Kalau kamu baca ini, kemungkinan kamu lagi punya niat nih untuk bikin kartu kredit pertamamu. Supaya nggak salah pilih, pengajuan kartu pertama memang sebaiknya perlu dipertimbangkan dengan matang.

Di tengah-tengah banyaknya penawaran promosi kartu konvensional dari bank, muncul juga opsi lain yang nggak kalah menariknya: kredit online. Pernah dengar?

Udah bukan rahasia lagi kalau pengajuan kartu di bank prosesnya cukup panjang dan memakan waktu. Belum lagi persentase ditolaknya yang cukup tinggi. Ini kemungkinan bisa jadi salah satu penyebab kenapa kata kunci ‘kartu kredit online’ bisa muncul. Sebab, orang di masa sekarang cenderung mau sesuatu yang praktis, ada kepastian, tapi minim risiko, seperti halnya kredit online.

Nggak cuma sekadar kata kunci, kredit online juga bukan hoax dan nyata adanya, lho. Kredivo adalah salah satu contohnya.

Nah, sebenarnya, apa sih bedanya kartu konvensional dari bank dengan kredit online yang seperti Kredivo?

Silahkan dibaca juga : 


Fungsi kredit konvensional vs kredit online

Umumnya, kartu kredit adalah salah satu alat pembayaran atau transaksi yang sah yang diberikan sebagai fasilitas oleh bank kepada nasabah yang dianggap mumpuni secara finansial. Selain memberikan kemudahan dalam melakukan berbagai transaksi, kartu tersebut juga merupakan instrumen kredit yang paling mudah untuk membangun skor kreditmu.

Kartu konvensional yang berupa kartu fisik diterbitkan oleh bank, sementara kredit online umumnya diterbitkan oleh lembaga multifinansial dan medianya bukan melalui kartu fisik melainkan berbasis aplikasi, seperti Kredivo.

Baik kartu konvensional ataupun yang online sebenarnya sama-sama untuk memudahkan transaksi hingga cicilan, dengan menggunakan sistem plafon atau limit kredit. Bedanya, dengan kartu konvensional, kamu bisa bertransaksi di merchant online ataupun offline. Kalau dengan kartu berbasis online atau digital seperti Kredivo, sekarang ini transaksi baru berlaku untuk di merchant-merchant online rekanan Kredivo. Mulai dari Tokopedia, Lazada, Bukalapak, JD.id, Blibli, dan masih banyak lagi merchant lainnya yang bisa kamu cek di sini.

Dengan kartu konvensional, kamu bisa mendapatkan dana tambahan dengan cara gesek tunai. Dengan Kredivo, kamu bisa mendapatkan dana tambahan dengan cara mengajukan pinjaman tunai dalam menu yang tersedia, sesuai dengan limit yang kamu punya selama 6 bulan. Nggak hanya yang konvensional, kredit berbasis online seperti Kredivo juga sudah bisa menjadi instrumen kredit yang membangun skor kreditmu.

Persyaratan daftar kartu konvensional vs kredit online

Untuk apply kartu di bank, kamu perlu menyiapkan kopi atau salinan dari beberapa dokumen yang dibutuhkan, mulai dari kartu identitas, bukti penghasilan, NPWP, surat keterangan bekerja, hingga rekening tabungan. Beda bank, biasanya beda juga persyaratannya. Kamu sebaiknya juga memastikan jumlah penghasilanmu sesuai dengan syarat minimum yang ditetapkan bank untuk pengajuan kartu. Proses daftar kartu ini dilakukan langsung di bank dengan membawa dokumen yang dibutuhkan.

Sementara untuk apply kredit online seperti Kredivo, syarat utamanya hanya ada tiga: WNI berusia minimum 18 tahun, punya penghasilan minimum Rp 3 juta, dan berdomisili di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang, Palembang, Medan, atau Denpasar. Dokumen yang dibutuhkan antara lain adalah KTP, bukti tempat tinggal (STNK dan KK), dan juga bukti penghasilan (slip gaji dan rekening koran). Bedanya, semua dokumen ini nggak perlu dikopi, melainkan cukup difoto dengan kamera hp, lalu upload satu per satu sesuai instruksi yang diberikan di aplikasi Kredivo. Lebih praktis dan hemat waktu.

Cara daftar kartu konvensional vs kartu kredit online

Kalau dokumen yang dibutuhkan sudah siap, langkah selanjutnya adalah datang ke bank dan mengajukan proses pembuatan kartu konvensional. Umumnya, akan ada tahap verifikasi data dan juga survei telepon atau lapangan yang dilakukan pihak bank. Proses ini tentunya memakan waktu berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu.

Untuk Kredivo, kalau sudah memenuhi 3 syarat utama di atas, kamu perlu download aplikasi Kredivo terlebih dulu di Google Play Store atau App Store. Buka aplikasi, lalu ikuti instruksi pendaftarannya. Mulai dari menyambungkan akun Facebook untuk verifikasi, akun e-commerce dengan riwayat transaksi, hingga mengupload dokumen yang dibutuhkan satu per satu sesuai dengan opsi kredit yang dipilih: “Bayar dalam 30 hari” atau “Cicilan”. Setelah submit, kamu hanya perlu menunggu proses approvalnya dalam waktu kurang lebih 1 x 24 jam. Apabila diapproved, secara otomatis akan ada notifikasi di aplikasi. Kamu juga bisa langsung mengecek berapa plafon atau limit kredit yang kamu dapatkan dari Kredivo. Maksimal plafon kredit yang bisa diberikan Kredivo sebagai kartu berbasis digital adalah hingga Rp 20 juta.


Suku bunga & biaya-biaya kartu konvensional vs kredit online

Salah satu hal penting yang perlu diingat sebelum mengajukan kartu konvensional ke bank adalah aneka biaya yang mengiringinya. Mulai dari suku bunga, biaya materai, biaya bulanan, biaya tahunan, biaya tarik tunai, biaya keterlambatan, biaya overlimit, hingga biaya ganti kartu. Biaya-biaya ini sebaiknya kamu tanyakan dengan detail kepada pihak bank sebelum mengajukan kartu supaya nggak terjadi kekeliruan di kemudian hari. Meski nggak melakukan transaksi, biasanya tetap akan ada tagihan yang muncul baik berupa iuran bulanan atau biaya tahunan. Suku bunga yang ditetapkan bank untuk kartu kredit untuk saat ini berkisar mulai dari 2% - 3% yang mengacu pada kebijakan bank Indonesia.

Kalau nggak mau dibebani dengan aneka biaya tambahan, kredit online seperti Kredivo bisa jadi pilihan yang tepat. Hanya ada dua biaya yang dibebankan oleh Kredivo: suku bunga dan biaya keterlambatan. Suku bunga untuk cicilan adalah 2,95% per bulan dengan pilihan tenor 3, 6, atau 12 bulan. Sementara untuk opsi kredit dalam 30 hari, nggak ada bunga yang dikenakan atau 0%. Sama dengan kartu biasa, apabila terlambat bayar tagihan, kamu akan dikenakan biaya keterlambatan oleh Kredivo sebesar 3%. Menariknya, untuk cicilan barang apapun, nggak ada dp yang perlu dibayarkan apabila menggunakan Kredivo. Bedanya dengan kartu biasa, kamu hanya perlu bayar tagihan apabila bertransaksi pakai Kredivo. Kalau nggak melakukan transaksi, maka nggak akan ada tagihan

Proses transaksi kartu konvensional vs kredit online

Bertransaksi dengan kartu konvensional bisa dilakukan dengan menggunakan nomor kartu ataupun dengan cara digesek di mesin EDC. Selain itu, untuk verifikasi keamanannya umumnya dengan menggunakan PIN dan juga OTP.

Sementara untuk kredit online seperti Kredivo, proses transaksinya saat ini juga berbasis online melalui aplikasi. Kalau mau bertransaksi, kamu hanya perlu buka aplikasi dan memilih merchant online. Apabila sudah yakin dengan barang yang mau dibeli, lanjutkan transaksi dan pilih metode pembayaran Cicilan Tanpa Kartu dengan Kredivo. Kamu akan diarahkan ke laman login yang membutuhkan nomor hp dan PIN. Kalau memilih cicilan tenor, simulasi cicilan juga akan ditampilkan secara transparan di awal sebelum menyelesaikan transaksi. Selanjutnya, OTP akan dikirimkan melalui SMS ke nomor hpmu untuk verifikasi keamanan transaksi. Simple banget, yaaaah.

Bagaimana, gais? 
Tertarik untuk memiliki kartu kredit online?



Terimakasih telah berkunjung ^.^
Tinggalkan komentar ya, biar kita saling kenal.

Note : Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan dihapus.

Meirida Blog - Review dan Lifestyle . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | for Meirida.my.id