Thursday, October 25, 2018

bayi bebas biang keringat



Hai, Moms.

Biang keringat memang bukan hal yang baru kita alami, termasuk bagi bayi. Tapi, bukan berarti biang keringat ini bisa diabaikan begitu saja, lho.

Biang keringat disebut juga miliria atau prickly heat merupakan masalah medis yang terjadi karena sumbatan pada saluran kelenjar keringat di kulit tubuh. Ada 2 jenis kelenjar keringat di kulit manusia yaitu kelenjar ekrin dan apokrin. Nah, biang keringat ini terjadi karena adanya gangguan pada kelenjar ekrin yang menutupi hampir seluruh permukaan kulit dan bertugas mendinginkan tubuh melalui penguapan air dalam keringat.

Mengapa bayi rentan mengalami biang keringat?

Karena pada bayi sistem regenerasi kulitnya belum sempurna, sehingga kelenjar keringat ini mudah tersumbat oleh beberapa faktor seperti cuaca yang panas, bahan pakaian yang tidak menyerap keringat, dan lain-lain.

Berdasarkan tingkat sumbatan pada kelenjar keringat, biang keringat ini bisa dibagi atas 3 yaitu:

  • Miliaria Kristalina
Biang keringat jenis ini adalah yang paling ringan, sering terjadi pada bayi baru lahir dengan bentuk menyerupai bintil-bintil kecil berisi cairan jernih sebesar 1-2 mm. Muncul pada area tubuh, terutama pada bagian yang terpapar suhu panas. Namun, miliaria kristalina ini akan hilang dengan sendirinya sehingga tidak meninggalkan keluhan yang berarti.

  • Miliaria Rubra
Jenis biang keringat ini lebih berat dari pada jenis yang pertama. Sering dijumpai pada area lipatan seperti leher dan paha, dan juga area-area yang banyak mengalami gesekan. Selain bintil-bintil kemerahan, gejalanya juga disertai dengan rasa gatal yang pastinya sangat tidak nyaman bagi bayi. 

  • Miliaria Profunda
Biang keringat jenis miliaria profunda ini adalah jenis biang keringat yang paling berat, karena sumbatan terjadi pada lapisan kulit yang lebih dalam. Miliaria profunda ini rentan terjadi apabila miliaria rubra tidak diatasi dengan baik, sehinga terjadi secara berulang-ulang. Gejalanya berupa bintil putih yang keras berukuran 1-3 mm. Memang tidak gatal, tetapi perlu diwaspadai karena apabila berlanjut bisa menyebabkan infeksi bakteri sehingga dibutuhkan perawatan khusus.


Mengatasi Biang Keringat pada Bayi dengan 6 Cara Mudah



Sudah mengetahui penyebab dan jenis-jenis biang keringat pada bayi? Sekarang saatnya kita mengetahui cara mengatasi biang keringat pada bayi. Caranya ternyata cukup mudah ya, Moms. Yuk ikuti 6 cara berikut ini:

1. Perhatikan Suhu Ruangan.

Suhu ruangan harus menjadi hal pertama yang diperhatikan karena kulit bayi sangat sensitif. Hindari bayi dari ruangan yang suhunya terlalu panas ataupun terlalu lembab. Agar kulit bayi sehat, tempatkanlah bayi di ruangan yang sejuk dengan sirkulasi udara yang baik. 


2. Perhatikan Bahan Pakaian.

Salah satu penyebab terjadinya biang keringat adalah bahan pakaian yang dipakai. Pilihlah pakaian dengan bahan serat alami seperti katun yang menyerap keringat. Bahan yang bukan serat alami akan menyerap panas, sehingga rentan menimbulkan biang keringat dan juga iritasi pada kulit bayi.





3. Perhatikan Keleluasaan Bayi dalam Bergerak.

Bayi yang selalu terkekang tanpa bisa bergerak bebas akan sangat rentan mengalami biang keringat. Hal ini terjadi karena ketika tidak bisa bergerak dengan leluasa suhu tubuh bayi akan meningkat, bayi mudah gerah maka timbullah biang keringat.


4. Perhatikan Kebersihan Pakaian Bayi.

Pakaian bayi memang lebih mudah kotor karena banyak hal seperti air liur, sisa-sisa makanan, gumoh, dan juga keringat. Agar terhindar dari biang keringat yang berat, gantilah pakaian bayi sesering mungkin. Karena kebersihan pakaian bayi sangat berpengaruh terhadap kesehatan kulitnya.


5. Usap dengan Air Hangat.

Untuk mengurangi dampak dari biang keringat seperti gatal dan ruam, usaplah kulit bayi dengan air hangat secara berkala. Agar kulit bayi tidak iritasi, gunakan kain dengan tekstur yang halus, dan jangan lupa pastikan suhu air tidak terlalu panas, cukup suam-suam kuku saja.


6. Taburkan Bedak Bayi.

Bedak bayi merupakan pilihan terakhir dalam mengatasi biang keringat pada bayi. Penggunaan bedak bayi untuk mengatasi biang keringat hendaklah atas rekomendasi dokter. Pada prinsipnya bedak bisa menyebabkan pori-pori tersumbat, sehingga biang keringat semakin parah. Selain itu tidak semua jenis bedak aman untuk kulit bayi yang sensitif. Oleh karena itu, rekomendasi dari dokter sangat dibutuhkan. Biasanya dokter akan menyarankan bedak bayi dengan kandungan calamine atau menthol yang memberikan rasa dingin untuk mengurangi gatal. 




Nah, itulah cara mengatasi biang keringat pada bayi. Cukup mudah ya, Moms. 

Ayo jaga si Kecil dari biang keringat dengan selalu memperhatikan kebersihan tubuhnya. Jangan lupa perhatikan juga gejalanya ya, Moms. Jika kulit semakin memerah, gatal tidak tertahankan, disusul dengan cairan bening berubah menjadi nanah beserta rasa nyeri, segeralah bawa buah hati ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat. 

Semoga buah hati kita terhindar dari semua penyakit dan selalu dalam keadaan sehat agar bisa tumbuh dan berkembang secara maksimal.

Oh, ya. Punya cerita tentang biang keringat gak, Moms?
Sharing di komentar, ya.




Terimakasih telah berkunjung ^.^
Tinggalkan komentar ya, biar kita saling kenal.

Note : Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan dihapus.

Meirida Blog - Review dan Lifestyle . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | for Meirida.my.id