Wednesday, February 26, 2020

Review K-Drama: Crash Landing on You, Perjuangan Cinta di Zona Militer

February 26, 2020 0 Comments

Review Crash Landing on You. TvN kembali mengukir sejarah. Salah satu drama terbaiknya berhasil meraih rating tertinggi sepanjang masa penyiaran mereka. Rekor ini sempat dipegang oleh Goblin yang tayang pada tahun 2017 lalu. Crash Landing on You memang salah satu drama yang paling ditunggu di tahun 2020 ini, karena diperankan oleh aktor keren Hyun Bin dan aktris cantik Son Ye Jin. Sebelum bertemu dalam drama ini, mereka berdua sempat membintangi film Negotiator. Setelah film itu berakhir, penonton pun berharap mereka akan dipertemukan dalam drama romantis. Wajar banget sih, karena gesture mereka berdua memang cocok, didukung oleh pengalaman akting yang mumpuni.

Sinopsis Crash Landing on You


Yoon Se Ri (Son Ye Jin) adalah putri bungsu dari konglomerat Korea Selatan. Meski pun terlahir dari keluarga super kaya, sayangnya Se Ri miskin kasih sayang. Bahkan dua kakaknya terus terang memperlihatkan rasa tidak suka mereka. Semua itu disebabkan karena Se Ri lahir dari hasil selingkuhan bapaknya.

Duuh ... Memanglah, ya, selingkuh ini dampak buruknya pasti anak yang menerima. Padahal anak kan ga punya salaaaah, mak-bapaknya noh yang kegatelan.

Istri pertama ayahnya pun bersikap dingin kepada Se Ri. Ga heran sih ya, lha ... Bukan anak kandungnya juga, kaan. Pasti si ibu selalu teringat si pelakor setiap kali melihat Se Ri. Karena luka dihatinya, si Ibu ini pernah meninggalkan Se Ri sendirian di pantai. Momen ini menjadi fase terkelam dalam hidup Se Ri, yang membuat dirinya merasa terbuang, dan tidak diinginkan

Hal itu membuat Se Ri pernah berniat untuk bunuh diri. Namun gagal karena seseorang.

Untuk mengobati harga dirinya yang terluka, Se Ri pun membangun kerajaan bisnisnya sendiri. Seolah memiliki sentuhan ajaib, semua bisnis yang Se Ri jalankan sukses besar. Hal ini membuat ayahnya semakin yakin untuk mewariskan perusahaannya kepada Se Ri.

Mendengar maksud ayahnya itu, saudara-saudara Se Ri tidak suka. Namun, Se Ri bergeming. Dia merasa dirinya memang layak menerima kepercayaan ayahnya.

Satu hari sebelum rapat direksi dengan agenda penunjukan dirinya sebagai CEO, Se Ri melakukan percobaan langsung atas produk barunya dengan bermain paralayang.

Aktifitas yang awalnya berjalan seru itu, tiba-tiba berubah menjadi bencana. Angin bertiup sangat kencang, menerbangkan Se Ri jauh dari tujuan, sehingga terdampar di demilitary zone Korea Utara.

Setelah pingsan selama 1 malam, keberadaan Se Ri ditemukan oleh Ri Jeong Hyeok seorang perwira Korea Utara yang sedang berpatroli dengan pasukannya.

Setelah mengetahui identitas Se Ri, Ri Jeong Hyeok mengalami dilema. Dia berhadapan dengan 2 pilihan, menyerahkan Se Ri ke Badan Keamanan Militer dengan resiko anak buahnya yang lalai akan dikenai hukuman. Atau diam-diam mengantarkan Se Ri kembali ke Korea Selatan.

Akhirnya Ri Jeong Hyeok memilih opsi yang kedua, diam-diam mengantarkan Se Ri ke perbatasan Korea Selatan.

Sayangnya niat Ri Jeong Hyeok diragukan oleh Se Ri. Kabar tentang keganasan tentara Korea Utara yanh sering ia dengar membuatnya ragu dengan keselamatannya. Di saat Ri Jeong Hyeok lengah, Se Ri pun melarikan diri.

Kejar-kejaran pun terjadi antara Se Ri dengan Ri Jeong Hyeok dan pasukannya. Sayangnya, Se Ri salah arah. Bukannya menuju daerah perbatasan, Se Ri justru sampai di perkampungan militer.

Se Ri hampir saja ketahuan oleh tentara yang sedang patroli, untungnya Ri Jeong Hyeok berhasil menariknya masuk dan bersembunyi di balik pagar. Demi kepentingan masing-masing, Se Ri disembunyikan oleh Ri Jeong Hyeok di rumahnya.

Di sinilah benih-benih cinta di antara mereka mulai bersemi.

Penasaran sama perjuangan cinta mereka di zona militer? Silakan tonton sendiri, yaaa.

Adegan-adegan yang tidak terlupakan dari Crash Landing on You


Drama Crash Landing on You ini mengusung genre komedi romantis, jadi tidak heran kalau ada adegan-adegan lucu yang bikin penonton terpingkal-pingkal, namun disusul dengan adegan romantis yang berhasil membuat hati penonton turut berbunga-bunga.

Berikut beberapa adegan yang tidak terlupakan dari drama Crash Landing on You.

1. Culture Shock

Korea Utara dan Korea Selatan memang sangat bertolak belakang dalam banyak hal. Hal ini mengakibatkan terjadinya cultural shock yang benar-benar lucu dan menggemaskan.

Puncaknya adalah ketika para anggota Ri Jeong Hyeok (aku menyebut mereka F5) ini datang ke Korea Selatan.



Mereka menatap takjup melihat listrik yang tidak pernah padam, air yang selalu mengaliri kran, dan internet yang bisa diakses dimana saja.

Kejadian super kocak adalah ketika 3 di antara mereka berada di depan mesin minuman. Lihat tayangan berikut ini, deh.





2. Aksi dramatis nan romantis.

Jadi Ri Jeong Hyeok mengatur waktu untuk memulangkan Se Ri dengan selamat. Beberapa siasat ia susun dengan pasukannya.

Pertama, menyelundupkan Se Ri lewat kapal. Sayangnya, misi ini gagal. Mereka justru terpaksa melakukan adegan 'yang penonton mau' demi menyamarkan misi mereka. Misi gagal, tapi cipika-cipiki berhasil. Wahaha. Jeong Hyeok menang banyak, ih.



Kedua, menyelundupkan Se Ri lewat ajang olahraga internasional. Lagi-lagi misi ini gagal, karena musuh Jeong Hyeok berusaha menggagalkan lewat penyerangan. Alhasil, Ri Jeong Hyeok mengalami luka tembak. Huhuhu ... Se Ri gagal berangkat, malah makin lengket sama pelet Jeong Hyeok.

Ketiga, ayah Ri Jeong Hyeok turun tangan. Dia mengetahui upaya anaknya untuk memulangkan Se Ri akan selalu gagal karena lawan-lawan politiknya justru pengen menangkap Se Ri, kemudian menggunakannya untuk menjatuhkan karirnya.

Tanpa sepengetahuan Jeong Hyeok, ayahnya mengutus orang untuk 'menculik' Se Ri.

Mengetahui Se Ri hilang dengan cara misterius, Jeong Hyeok panik. Dia langsung bisa menebak, ada campur tangan ayahnya di balik itu.

Tanpa basa-basi, Jeong Hyeok mendatangi ayahnya, menanyakan keberadaan Se Ri. Si ayah mah santuy aja ditanyain anaknya. Tapi ibunya engggak. Oohh ... hati seorang ibu memang gitu, yaa. Mana tega dia melihat anaknya yang udah mengumbar air mata dengan putus asa karena merasa gagal melindungi Se Ri. Si ibu pun mengeluarkan Se Ri dari persembunyiannya.

Reuni Ri Jeong Hyeok dan Se Ri pun berlangsung penuh drama di hadapan si Ayah, yang kemudian hanya bisa memalingkan muka dengan wajah merah sambil menepuk kepala. Hassooy. Asli, lucu banget ekspresi si kakek. Hahaha.

3. Cinta second lead yang bikin baper.

Jadi ceritanya si Jeong Hyeok ini udah punya tunangan nih, gais. Gadis cantik, anak horang terkayah di Korea Utara. Mamaknya punya mall gitu, jadi setailnya bedalah dari cewek-cewek Korut kebanyakan.

Mereka udah tunangan selama 10 tahun, tapi tanpa cinta. Eh, tepatnya cinta sepihak gitu. Tapi, dari kacamata aku nih, ga ada cinta juga sih sebenarnya, Seo Dan cuma terobsesi aja untuk milikin Jeong Hyeok karena ni cowok terkenal guantenge trus anak politikus ternama juga. Jadi sekali menepuk, 3 lalat mati. Nah, kalo mereka jadi nikah ni, Seo Dan merasa semakin 'wow' di mata orang banyak, kekayaan keluarga mereka semakin berlipat, daaan pengaruh mereka pun semakin kuat.

Tapi, sayang. Perjalanan cinta Dan ini terhambat karena Jeong Hyeok justru jatuh cinta dengan Se Ri.

Awalnya sih Dan ini unjuk taring gitu, dengan mencoba menampakkan eksistensinya di depan Se Ri. Dia memata-matai Se Ri lewat Gu Seung Jun, pelarian dari Korsel.

Seung Jun ini sempat dekat dengan Se Ri, tapi gagal karena niat bulusnya ketahuan oleh Se Ri. Trus Seung Jun ini kemudian membalas dendam dengan menipu abangnya Se Ri yang serakah. Dia ambil uangnya, trus kabur ke Korea Utara.

Hubungan Dan dengan Seung Jun yang awalnya hanya karena asas manfaat, justru berkembang menjadi cinta. Aku suka banget niih dengan couple yang satu ini. Karakter mereka cucok meooong. Hanya saja endingnya tragis. Hiiks.

4. Cinta yang menghangatkan hati.

Bukan hanya cinta antara RiRi couple, dan GuDan couple aja yang bikin baper, tapi cinta antara Kapten Ri dengan para anggota timnya pun bener-bener menghangatkan hati.

Aku bener-bener sulit menahan air mata haru ketika melihat adegan Kapten Ri bertemu kembali dengan anak buahnya di Korea Selatan.

Para F5 ini ditugaskan oleh ayahnya Kapten Ri untuk menyusul Kapten Ri ke Korea Selatan.

Di belantara kota Seoul yang padat itu mereka berusaha menemukan Kapten Ri dengan mengikuti jejak Se Ri via berita. Mereka mendatangi Se Ri di kantornya, tapi usaha mereka selalu gagal karena Se Ri di kelilingi oleh pengawalan berlapis.

Akhirnya mereka memberanikan diri menyamar sebagai customer di pusat perbelanjaan yang Se Ri baru resmikan.

Alih-alih menemukan Kapten Ri, mereka justru harus kejar-kejaran dengan petugas keamanan. Padahal petugas keamanan ngejar mereka cuma pengen mengembalikan sepatu Eun Dong yang ketinggalan ajaaah. Hahaha. Mereka justru lari terbirit-birit karena takut.

Untungnya pas Eun Dong jatuh nampak oleh Ri Jeong Hyeok. Kapten yang baik pasti kenal, dong, dengan anggotanya. Kapten Ri pun menyusul mereka.

F5 merasa udah cukup jauh berlari dari petugas keamanan, mereka pun beristirahat di taman. Saat itu mereka baru sadar kalau Eun Dong lari tanpa sepatu. Dalam suasana heboh itu, sepasang kaki melangkah mendekat, kemudian tangannya menyodorkan sepatu ke kaki Eun Dong, dan memasangkannya. Ooh, so sweet. Jelas banget Kapten Ri ini sayang dengan anggotanya. Begitu mengetahui lelaki itu Kapten Ri, mereka pun menghambur ke pelukannya. Aku terharuuu.

Sebenarnya masih banyaaak adegan memorable lainnya, cuman kalo ditulisin semua ntar kamu ga nonton lagi, doong. Jadi membahas adegannya aku stop di sini, ya.

Selanjutnya aku pengen bahas tentang life value dari drama ini. Penting nih, gais. Tontotan memang  hiburan, tapi kalau ga ada life value-nya, jadinya cuma sebatas cuci mata doang. Padahal tontonan itu harus ada manfaatnya, sehingga bisa membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Value of life dari drama Crash Landing on You


Keserakahan akan menghancurkanmu

Keserakahan kakaknya Se Ri terhadap uang dan kekuasaan membutakan matanya. Membuatnya menghalalkan segala cara, untuk mendapatkan keinginannya. Akhirnya, dia justru kehilangan. Jangankan materi, bahkan cinta orangtuanya pun ikut berlalu pergi bersama keserakahannya.

Cinta yang tulus tidak pernah membebani

Ri Jeong Hyeok dan Se Ri saling menyintai. Status kewarganegaraan yang membuat mereka sulit untuk bersatu. Tetapi mereka tidak menjadikan cinta mereka sebagai beban. Mereka memilih untuk tetap menjalani cinta mereka dengan cara yang lain, tanpa harus terjebak dengan status kewarganegaraan.



Persahabatan tidak memandang status

Se Ri putri konglomerat, F5 berasal dari golongan ekonomi bawah, geng ibu-ibu rumpi di perkampungan militer pun masyarakat kelas menengah. Tetapi mereka semua menjadi sahabat baik bukan karena status, tapi karena hati mereka hangat oleh kebaikan.

Jangan siksa diri dengan menjalani hubungan tanpa cinta




Hubungan Seo Dan dan Ri Jeong Hyeok berjalan tanpa cinta. Akibatnya Seo Dan setiap hari harus selalu menahan perasaan gelisah dan was-was. Dengan kekayaan orangtuanya, seharusnya Dan bisa menikmati hidup dengan sukacita. Tetapi hubungan tanpa kepastian dengan Ri Jeong Hyeok membuatnya harus selalu berjalan di atas gunjingan orang lain.

Anak akan selalu menjadi korban dari sebuah perselingkuhan

Selingkuh itu nikmat. Itu kata beberapa pelaku selingkuh yang aku sempat kenal. Tapiii, ketahuilah wahai para selingkuher. Anak kalian akan menjadi korban utama dari prilaku buruk kalian. Mentalnya menjadi rusak karena melihat tingkah buruk orangtuanya. Hatinya akan rusak karena dicap sebagai anak selingkuhan, anak haram, anak pelakor. Hatinya akan terluka karena merasa dirinya tidak dianggap, tidak diinginkan. Lihat saja yang dialami oleh Se Ri. Dia bahkan nyaris kehilangan nyawanya karena kekecewaan istri pertama ayahnya.

Berbuat baiklah ke semua orang. Tuhan pasti Maha Melihat, dan CCTV bisa menjadi saksinya

Salah satu hal yang membuat pemerintah Korsel memutuskan untuk memulangkan Kapten Ri dan pasukannya tanpa mempersulit adalah karena 'jejak kebaikan' Kapten Ri selama di Seoul terekam oleh kamera CCTV.

Alih-alih ingin menemukan aksi spionase, mereka justru menemukan amal-amal sholeh Ri Jeong Hyeok selama di Seoul. Mulai dari ngambilin balon anak yang tersangkut, menolong nenek-nenek mendorong gerobak, daaan yang viral di media sosial ngebantuin orang-orang lewat dengan menahan pintu mall. Sampai-sampai pejabat NISnya bertanya, "Apa kita sedang mencari kandidat tentara teladan?" Hahahaha.

Yah, Tuhan pasti Maha Membalas kebaikan hambaNya.

So, gais.
Pelajaran hidup bisa didapat dari mana saja, ya. Termasuk dari drama Crash Landing on You ini. Yuuk, ambil yang positifnya, buang yang negatifnya. Semoga kita selalu menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Aamiin.

Wednesday, February 5, 2020

Google Family Link, Cara Ampuh Mengontrol Penggunaan Gadget pada Anak

February 05, 2020 1 Comments


Salah satu tantangan terbesar para orangtua dalam mendidik anak saat ini adalah gadget.

Penggunaan gadget pada anak memang sudah berada dalam tahap yang cukup mengkhawatirkan.

Banyak orangtua yang mengeluh anak-anaknya berubah menjadi pemalas, pembangkang, bahkan ada juga kasus anak yang berani mencuri uang demi game online. Kecanduan gadget memang beresiko terhadap gangguan fisik dan psikis anak.

Tetapi hubungan anak dan gadget ini boleh dikatakan seperti ikan dan asam. Kalo ga dikasih asam, ikannya amis, dikasih kebanyakan rasa ikannya pun jadi masam sehingga tidak enak lagi untuk dimakan.

Nah, begitu juga anak dan gadget. Perkembangan zaman menuntut anak untuk harus bisa mengenal gadget sejak dini, karena faktanya banyak sekali tugas-tugas sekolah yang jawabannya harus browsing dulu di internet.

Anak pun dikenalkan dengan gadget, yang akhirnya secara tidak langsung juga menuntun anak mengenal fitur gadget selain browser seperti game, youtube, dan banyak lagi yang lain.

Keseruan bermain game dan menonton youtube inilah yang sering membuat anak-anak sulit lepas dari gadget. Mereka jadi lupa banyak hal karena keasyikan bermain gadget. Hal ini membuat orangtua harus ekstra nyinyir dalam mengingatkan anak-anaknya agar tidak melalaikan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pelajar.


Silakan baca juga: Anak dan Gadget, Kenal Boleh Intim Jangan


Dengan Aira pun aku begitu. Kalau dia sudah asyik dengan gadget, aku harus berulang kali menegur, mengingatkan, bahkan menyuruhnya untuk berhenti main susahnya minta ampun.

"Ra, udah adzan tuh. Sholat dulu."
"Ya, bentar, Nda."

Sepuluh menit berlalu, si anak masih aja dengan gadgetnya. Suara mamak pun naik 3 oktaf.

"Airaaaaa!"

Baru deh dia lepasin gadgetnya.

Itu baru tentang sholat aja, lho. Belum lagi kalau mengingatkan tugas sekolah, makan, mandi, dan lain-lain. Ampun dijeee. Bener-bener banyak drama yang harus selalu diakhiri dengan adegan mamak melontarkan mantra, "Mau bunda buang hapenya?"

Hal ini membuatku berharap ada inovasi untuk mengontrol penggunaan gadget ini pada anak.


Google Family Link, Cara Ampuh Mengontrol Penggunaan Gadget pada Anak




Apa itu Google Family Link?

Google family link adalah sebuah aplikasi dari google yang bisa digunakan orangtua dalam mengontrol penggunaan gadget pada anaknya. 

Manfaat menggunakan google family link:

1. Membatasi waktu.



Dengan aplikasi google family link ini, orangtua lebih mudah dalam mengatur waktu penggunaan gadget pada anak. Fitur ini membuat gadget anak otomatis terkunci jika batas waktu yang diterapkan habis. 

2. Mengontrol pengunduhan aplikasi.



Paket data baru diisi tau-tau udah ga bisa internetan lagi. Usut punya usut ga taunya hape udah penuh sama aplikasi. Pernah mengalami, Moms?

Nah, dengan menggunakan aplikasi family link ini anak tidak bisa mengunduh aplikasi dengan bebas. 

Setiap anak mengunduh aplikasi di gadgetnya, di gadget orangtua akan muncul notifikasi berikut opsi persetujuannya. Jika orangtua klik 'setuju atau izinkan', barulah aplikasi bisa diunduh di gadget anak.

3. Mengawasi aktifitas di ponsel anak.

Google family link juga membuat orangtua bisa mengawasi aktifitas di ponsel anak. Orangtua jadi tahu anak menonton apa dan memainkan game apa.

4. Memeriksa lokasi anak.



Dengan fitur ini orangtua bisa memantau keberadaan anak, tapi dengan syarat anak membawa ponselnya, ya. Kalau ponselnya ditinggal di rumah, sudah pasti ga ada gunanya, ya.

Satu bulan lebih menggunakan aplikasi google family link ini aku benar-benar merasakan manfaatnya. Aku ga capek lagi ngomel kalau anak sudah pegang gadgetnya. Aku juga ga perlu merasa was-was dengan aktifitasnya di ponsel. Semua jauu lebih terkontrol.

So, bagi para orangtua yang merasa kewalahan atas penggunaan gadget pada anak, buruan deh pake aplikasi google family link ini.

Cara Menggunakan Aplikasi Google Family Link


1. Pastikan ponsel orangtua dan ponsel anak sudah memiliki akun google.
2. Unduh aplikasi Family Link for Parents di ponsel orangtua.
3. Unduh aplikasi Family Link for Kids di ponsel anak.
4. Ikuti saja step-by-step arahan yang ada di aplikasi.


Aku percaya, pada dasarnya tidak ada anak yang pemalas, bandel dan pembangkang. Pola asuh dan prilaku orang-orang di sekitarnyalah yang membentuk karakter anak.

Jika kita tidak bisa menjauhkan anak dari penggunaan gadget,  sebagai orangtua kita harus mampu mengontrolnya. Jangan sampai kita menyesal di kemudian hari. Karena jika fisik dan psikis mereka sudah rusak karena efek negatif gadget, semua tools untuk kontrol ini tidak akan berguna lagi.

Prevent is always better.