promo enfa

Wednesday, October 14, 2020

5 Ciri Kulit Sensitif dan Cara Tepat Merawatnya

October 14, 2020 0 Comments



Kulit merupakan salah satu organ tubuh yang sangat penting. Selain sebagai pelindung, kulit juga berfungsi sebagai pengatur suhu, sekresi berbagai komponen zat pembentuk vitamin D, serta fungsi estetika atau keindahan. So, tidak heran, jika kulit yang sehat dan indah bisa meningkatkan rasa percaya diri, ya.

Btw ... Bagaimana sih ciri-ciri kulit yang sehat itu? 

Apakah putih dan kinclong itu ciri-ciri kulit sehat?

Kulit sehat itu tidak harus putih, namun secara kasat mata harus tampak bersih, tanpa satupun jerawat, komedo, dan flek dipermukaannya.

Warna kulit yang merata juga merupakan salah satu ciri kulit sehat. Jika ada bagian kulit yang tampak lebih gelap terutama pada bagian yang tertutup, itu menandakan pigmen kulit tidak terdistribusi dengan baik. Pada area kulit yang lebih gelap, telah terjadi penumpukan pigmen yang berlebihan. Begitu juga sebaliknya, jika ada bagian kulit yang lebih pucat dari area lainnya, itu menandakan aktivitas melanin atau pigmen sangat kurang.

Elastisitas yang baik, tekstur yang halus, serta tidak adanya rasa yang mengganggu seperti gatal, nyeri, dan perih.

Jika pada kulit timbul rasa yang memicu perhatian seperti gatal, perih, dan nyeri dalam kondisi tertentu, maka patut diwaspadai, karena bisa jadi kamu memiliki kulit sensitif.



Apa itu kulit sensitif, dan apakah penyebabnya?


Kulit sensitif merupakan suatu kondisi dimana kulit bereaksi berlebihan terhadap produk dan lingkungan tertentu. Reaksi itu muncul berupa iritasi, rasa gatal, perih, serta kulit terasa kencang.


Kulit sensitif bisa dipicu oleh beberapa faktor, yaitu:


1. Paparan sinar matahari dan polusi udara.

2. Perubahan suhu udara yang drastis dan terus menerus.

3. Kurang istirahat dan terlalu banyak begadang.

4. Perubahan hormon pada masa menstruasi.

5. Tingkat stres yang tinggi.

6. Dehidrasi.

7. Produk perawatan kulit yang mengandung pewangi, alkohol, dan etanol.




Ciri-ciri Kulit Sensitif


Ciri kulit sensitif beberapa di antaranya adalah berikut ini:


1. Muncul bercak atau ruam pada kulit.

Bercak atau ruam muncul pada kulit setiap kali memakai produk tertentu. Atau pada perubahan suhu yang ekstrim. Jika kamu mengalami hal ini, waspadailah karena itu merupakan tanda bahwa kamu memiliki kulit sensitif. Berhati-hatilah, terutama dalam hal menggunakan produk perawatan kulit.


2. Kulit tidak menyerap wewangian.


Ketika menggunakan wewangian, kita berharap aromanya menempel lama di kulit. Tetapi pada orang dengan kulit sensitif, aroma wewangian ini tidak terserap dengan baik.

Hati-hati ya, gais. Jangan paksakan diri untuk menggunakan wewangian dengan aroma yang kuat, karena pada kulit sensitif wewangian dengan aroma yang kuat bisa menyebabkan kulit mengalami iritasi.




3. Kulit memerah dan terasa panas.


Kulit memerah dan terasa panas setelah menggunakan produk perawatan kulit merupakan pertanda bahwa kamu memiliki kulit sensitif.

Untuk amannya, sebaiknya kamu menghindari produk-produk dengan bahan kimia yang kuat. Pertimbangkanlah untuk menggunakan produk dengan bahan-bahan alami



4. Timbul rasa gatal dan iritasi.


Jika kulit terasa gatal dan iritasi setelah menggunakan produk tertentu, waspadalah karena besar kemungkinan kamu memiliki kulit sensitif.


Sebaiknya hentikan penggunaan produk sementara waktu, agar kondisi kulit normal kembali.


5. Kulit sering mengelupas.


Jika kulit sering mengelupas itu menandakan kelembaban kulit kamu bermasalah.

Kulit mengelupas karena mengalami dehidrasi. Gunakanlah pelembab yang mengandung asam hyaluronic agar kekeringan kulit teratasi.







Cara Merawat Kulit Sensitif



1. Tes produk baru sebelum digunakan.


Sebelum menggunakan produk baru, pastikan untuk menguji reaksi kulit kamu terlebih dahulu. Oleskan pada lengan bagian dalam. Jika kulit kamu sensitif, kulit akan menunjukkan reaksi dalam waktu 3-5 hari.


2. Jaga kebersihan kulit.


Kotoran berupa debu, asap, dan sisa-sisa make up bisa memicu terjadinya kulit sensitif. Jagalah kebersihan kulit dengan rajin mencucinya. Hindari paparan debu dan polusi. Jangan lupa bersihkan sisa-sisa make up dengan semaksimal mungkin.



3. Jaga kelembaban kulit.


Pastikan mengonsumsi air putih yang cukup agar kulit tidak dehindrasi. Jika perlu, lengkapi dengan penggunaan pelembab berbahan dasar air.


4. Gunakan produk dengan bahan alami.


Produk-produk berbahan alami umumnya aman untuk kulit sensitif. Pastikan untuk memilih produk dengan bahan-bahan yang kaya antioksidan.

Kandungan alami tersebut, selain melindungi kulit, juga meningkatkan proses perbaikan sel di kulit.



5. Gunakan sunscreen saat beraktivitas di luar ruangan.


Kulit sensitif tidak bersahabat dengan sinar matahari. Berada di bawah sinar matahari langsung beresiko membuat kulit sensitif mengalami sunburn.


Untuk mencegahnya, pastikan untuk selalu menggunakan sunscreen saat beraktivitas di luar ruangan.




6. Hindari produk yang mengandung alkohol dan pewangi yang kuat




Alkohol dan pewangi yang kuat bisa menyebabkan kulit mengalami iritasi. Gunakanlah produk-produk yang khusus untuk kulit sensitif.




7. Konsultasi dengan dokter.




Solusi terbaik untuk masalah kulit sensitif adalah dengan berkonsultasi ke dokter. Daripada kulitmu jadi ajang coba-coba, sebaiknya kamu mendapatkan saran dan arahan yang tepat dari dokter.




Nah, itulah ciri-ciri kulit sensitif dan cara tepat untuk merawatnya. Memang tidak nyaman pastinya, namun jika dirawat dengan baik reaksi-reaksi yang tidak diinginkan tersebut bisa dihindari.




Semoga bermanfaat, ya.

Sampai jumpa di postingan selanjutnya.

Bye.

Wednesday, October 7, 2020

Online Gathering Blogger, Melestarikan Hutan Lewat Adopsi Hutan

October 07, 2020 23 Comments



Undangan yang Nyaris Terlewatkan



Tanggal 23 September 2020 menjadi hari yang bersejarah dalam hidupku. Sore itu aku baru saja selesai mengerjakan beberapa deadline yang menumpuk. Sambil menyelonjorkan kaki, aku membuka email yang notifikasinya menampilkan angka lebih dari satu.


Dari sekian info spam yang masuk, perhatianku terpaut pada satu email yang masuk tanggal 22 September, dengan subjek "Undangan Online Gathering Hutan Itu Indonesia X BP Network".


Di akhir email terdapat pesan yang menegaskan bahwa undangan itu harus dibalas selambat-lambatnya tanggal 23 September 2020 pukul 20.00 WIB.


Kulirik jam di dinding, ternyata sisa beberapa jam saja menuju deadline. Darahku terkesiap kaget. Ya, Allah. Kok bisa aku ga periksa email kemariiiiin? Hampir saja terlambat, nyariiiis saja undangan berharga ini terlewatkan.


Tanpa membuang waktu lagi, segera aku balas email itu untuk menyatakan kesediaanku mengikuti acara Online Gathering Hutan Itu Indonesia X BP Network.




Drama di Hari H



Hari H yang dinanti pun tiba. Sejak pukul 13.30 aku sudah standby menyalakan laptop. Tapiii, qadarullah, Dek Ziqi rewel bangeeet. Aku tebak dia pasti ngantuk. Lagian emang jadwalnya dia tidur siang sih saat itu. Duduududu... Resiko emak blogger ya kek gini, nih. Di saat yang penting, anak malah bertiiiing ... kah. Hahaha.


Yoweslah, emak ngalah dulu.


Demi bisa mengukuti webinar dengan lancar, segera kubawa Dek Ziqi ke tempat tidurnya. Nina boboin, elus-elus, kasih susu. Harapannya tuh bocah segera tidur gitu, kaaan. Ga taunya, setengah jam berlalu, mata si bocah masih saja terbuka lebar. Wakaka.


Padahal acara sudah dimulai. Sempat gondok aku sama si krucil, nih. Nyaris tak cubit saking keselnya. 😅


Tapi aku ingat lagi sama kodrat dan kewajiban. Apapun agendaku, anak tetap prioritas utama. Yes, emak masih sangat waras.


Alhamdulillah.


Buah dari kesabaran, akhirnya pukul 14.15 Dek Ziqi pun tidur pulas. Dengan berjingkat, aku berjalan menuju laptop yang sudah menyala. 


Wajah lelah setelah berjibaku menidurkan anak 😅



Meski terlambat, akhirnya aku bisa juga mengikuti acara Online Gathering Hutan Itu Indonesia X BP Network dengan tema Melestarikan Hutan lewat Adopsi Hutan





Online Gathering Hutan Itu Indonesia X BP Network, Webinar Asyik Bertabur Hadiah



Aku melewatkan pembukaan acara yang ternyata setelah aku tonton ulang di youtube meriah banget. Ada kuis bertabur hadiah yang pastinya disambut antusias oleh semua peserta webinar. Sayang banget aku ga bisa ikutaaaan. Huhuhu.


Tapi no problemo, karena informasi yang aku dapat dalam acara ini sungguh tidak ternilai harganya.


Setelah menonton ulang acara pembukaannya aku baru tahu ternyata para blogger yang diundang untuk mengikuti webinar ini adalah para finalis lomba blog dengan tema adopsi hutan yang diselenggarakan oleh Hutan Itu Indonesia dan BP Network dalam rangka Hari Hutan Indonesia 7 Agustus 2020 lalu.


Wow! Daebak!


Aku bener-bener merasa surprise sendiri, karena ga menyangka artikel yang aku tulis dengan judul Jaga Hutan, Jaga Dunia, dengan Adopsi Hutan ini lolos sebagai salah satu finalis. Ada 30 finalis terpilih, dan jujur saja aku merasa bersyukur sekali, karena bisa terpilih dari 200an artikel yang mengikuti lomba. Alhamdulillaah.


Online Gathering Hutan Itu Indonesia X BP Network ini dipandu oleh MC kondang yang udah wara-wiri di layar kaca yaitu Rian Ibram. Familiar kan sama namanya? Kalo masih samar-samar coba deh buka tayangan infotainment. Pasti ketemu dengan dia yang jadi hostnya.





Webinar ini menghadirkan tiga orang narasumber yaitu Christian Natalie, Irham Hudaya Yunardi, dan Satya Winnie. Hmm, penasaran ga mereka ini profesinya apa? 



Simak lebih lanjut, ya.


1. Christian Natalie




Pria yang akrab disapa Mas Tian ini merupakan lulusan ITB, yang saat ini menjabat sebagai Progam Manager di Hutan Itu Indonesia.


Dalam sambutannya Mas Tian menekankan banyaknya benefit yang bisa kita peroleh dari aktifitas menjaga hutan. Hutan merupakan sumber kehidupan. Melestarikan hutan sama halnya kita melestarikan kehidupan di muka bumi.


Dengan melestarikan hutan, masyarakat akan terjaga dari ancaman bencana akibat ulah manusia seperti banjir, tanah longsor, dan kekeringan. Hutan yang terjaga akan menyimpan persediaan air, sehingga aliran sungai pun terjaga.


Mas Tian juga mengharapkan peran aktif blogger untuk mencari informasi tentang kondisi hutan Indonesia. Dengan begitu blogger bisa menjadi perpanjangan tangan untuk memberi tahu kepada khalayak ramai, terutama masyarakat perkotaan yang jauh dari hutan.


Lewat tulisan yang blogger buat, diharapkan bisa mengedukasi masyarakat bahwa jauh dari hutan bukanlah hambatan untuk berperan dalam menjaga hutan.


Hutan Itu Indonesia, sejak tahun 2016 membangun kampanye donasi untuk mendanai operasional para penggerak peduli hutan.


Lewat tulisan kita bisa mengkampanyekan kegiatan-kegiatan positif yang bisa menjadi solusi untuk permasalahan hutan Indonesia. Seperti program adopsi hutan yang bisa dilakukan oleh siapa saja dan di mana saja.


Permasalahan hutan di Indonesia itu sudah ada sejak lama, yaitu pembalakan liar, perambahan, dan perburuan liar yang menyebabkan terancamnya kehidupan flora dan fauna yang ada di hutan.


Sebagai salah satu contoh adalah Hutan Leuser di Provinsi Aceh.


Indonesia patut berbangga diri karena berdasarkan faktor fauna, keanekaragaman hayati hutan Indonesia itu nomor 2 di dunia, setelah Amerika yang memiliki hutan Amazon. Tidak hanya itu, hutan Leuser merupakan satu-satunya hutan di dunia yang memiliki 4 mega fauna, yaitu gajah, badak, harimau sumatera, dan orang utan.


Itu sebabnya, adalah tanggung jawab kita bersama untuk menjaga keanekaragaman hayati ini agar keseimbangan alam berjalan dengan semestinya.



2. Irham Hudaya Yunardi




Alumnus St. Olaf, Minnesota, Amerika Serikat ini merupakan putra asli Aceh yang saat ini menjabat sebagai Campaign and Communication Officer di Forum Konservasi Leuser (FKL).


Beliau menjelaskan tentang peran para ranger dalam menjaga hutan Leuser.


Ranger merupakan pasukan terdepan yang menjaga hutan Leuser dari aktifitas-aktifitas yang mengancam eksistensi flora dan fauna hutan leuser seperti illegal logging, perambahan, dan perburuan satwa.


Para ranger ini direkrut dari unsur masyarakat setempat, baik itu dari masyarakat biasa, mantan pemburu, bahkan mantan anggota GAM.


Dengan bergabungnya mereka sebagai ranger, maka para perkerja penyelamatan hutan menjadi terbantu karena mereka sangat paham dengan kondisi lapangan di hutan Leuser. Hal ini membuat kerja para tim penyelamatan hutan menjadi lebih ringan dan terarah.


Lebih lanjut Irham menjelaskan bahwa di hutan Leuser ada Stasiun Penitian Soraya tempat dilakukannya riset bagi penelitian satwa dan tumbuhan di hutan Leuser. Stasiun riset ini terbuka bagi peneliti satwa dan tumbuhan baik domestik ataupun dari mancanegara. 


Saat ini, para staff di Stasiun Penelitian Soraya telah memasang kamera pemantau di beberapa titik hutan Leuser. Bersama dengan polisi hutan, tindakan ini dilakukan dengan tujuan agar tindakan yang merusak hutan beserta isinya dapat segera diatasi.




3. Satya Winnie




Satya Winnie merupakan travel blogger yang sangat suka berpetualang di hutan. Dia lulusan Trisakti, namun juga aktif sebagai pegiat mapala Universitas Indonesia.


"Tanpa gadget manusia bisa hidup, tapi tanpa hutan manusia akan mati."



Kalimat dari Mbak Satya Winnie itu menancap dalam di hatiku.


Bener banget yang Mbak Satya katakan.


Kita dapat udara bersih dan air jernih dari hutan. Kita harus bersyukur sebagai orang Indonesia karena negeri ini diberkahi hutan yang menjadi paru-paru dunia seperti hutan Leuser.


Mbak Satya Winnie lebih lanjut mengatakan bahwa berkunjung ke hutan tidak bisa disamakan dengan aktifitas mendaki gunung.


Saat mendaki kita lebih fokus untuk secepatnya mencapai puncak. Semakin tinggi yang kita daki, maka semakin besar pula rasa bangga kita.


Saat ke hutan, kita tidak akan menemukan jalanan yang terjal dan tanjakan. Semuanya tampak datar saja, namun keseluruhan indera kita lebih sensitif terhadap semua yang kita temui di hutan. Perhatian kita akan teralihkan ke arah aneka tumbuhan, dan hewan-hewan yang kita temui. Ada tumbuhan yang ukurannya super duper besar, ada pula aneka jamur yang ukurannya tiny sehingga tampak lucu dan menggemaskan.


Dari pengalamannya Mbak Satya Winnie, saat berada di hutan kita harus menjaga tingkah laku kita agar tidak mengganggu hewan-hewan yang ada. Kita dilarang untuk berisik, mengumpat, serta memberi makan satwa liar. Isu-isu tentang hantu sudah pasti ada, itu sebabnya kita dilarang keras untuk bertindak semaunya di hutan.


Aku merasa kesulitan untuk menyembunyikan decak kagumku ketika Mbak Satya Winnie bercerita tentang sebuah desa bernama Ketambe. Jujur saja, kalau bukan karena acara ini aku tidak akan pernah tahu kalau Indonesia memiliki desa yang sangat indah bernama Ketambe.


Ketambe ini berada di Kutacane, Aceh Tenggara. Jaraknya kurang lebih sekitar 7 jam perjalanan dari Bandara Kuala Namu, atau sekitar 13 jam dari Banda Aceh.


Menurut penjelasan Mbak Satya Winnie, penduduk desa Ketambe sangat ramah dan welcome dengan para pengunjung. Beberapa pemuda di Ketambe juga sudah sangat terlatih untuk menjadi pemandu bagi pengunjung yang ingin jalan-jalan ke hutan.


Ingin camping di hutan Ketambe? Bisa banget!


Masyarakat setempat telah menyediakan beberapa pilihan paket untuk pengunjung yang ingin camping di hutan. Tarifnya bervariasi, tergantung berapa lama waktu yang kita perlukan.


Dengan memilih paket yang mereka tawarkan, pengunjung tidak perlu lagi repot memikirkan makan, minum, dan tidur, karena semua sudah difasilitasi oleh penduduk setempat.


Ada satu himbauan dari Mbak Satya Winnie kepada para blogger terutama blogger yang berasal dari Sumatera Utara.


Mbak Satya Winnie menemukan bahwa Sumatera Utara merupakan salah satu provinsi yang paling banyak kasus pengalihan fungsi hutan menjadi kebun kelapa sawit. Sebagai blogger, kita harus 'berisik' kepada pemerintah provinsi agar menyadari betapa pentingnya hutan di wilayah Sumatera Utara.


"Yang muda harus berkarya, yang muda harus punya suara dan aksi untuk mengembalikan fungsi hutan seperti sedia kala." Pungkas Mbak Satya Winnie menutup sambutannya.



Pengumuman Pemenang Lomba Blog Adopsi Hutan tahun 2020



Seperti yang aku tuliskan di atas, acara Online Gathering ini merupakan acara puncak dari lomba blog dengan tema adopsi hutan yang diselenggarakan oleh Hutan Itu Indonesia dan BP Network.


Maka pada sesi berikutnya adalah pengumuman pemenang lomba blog adopsi hutan tahun 2020.


Wah, ini merupakan moment yang cukup mendebarkan bagi para peserta lomba.


Pemenangnya adalaaaaah .... Jreng ...jreng ...



Juara Pertama, Nabilla DP dengan artikel yang berjudul "Mengadopsi Hutan Bambu, Menjaga Ekosistem tetap Terasuh."



Di blognya www.bundatraveler.com, Mbak Nabilla membahas tentang hutan bambu Lumajang yang sangat berperan dalam menaikkan debit air dan meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar.


Bersama suaminya, Mbak Nabilla sempat melakukan riset, dan menemukan bahwa hutan bambu di Indonesia cukup banyak, hanya saja gerakan adopsi hutan bambu belum gencar dilakukan. Padahal jika dilakukan dengan maksimal, hutan bambu juga bisa memberikan kontribusi yang baik bagi lingkungan.




Juara Kedua, Panji Gusti Akbar dengan artikel berjudul "Andoke dan Jambu Mete: Kisah “Gencatan Senjata” dari Tepian Hutan Lambusango."



Artikel Mas Panji ini unik banget. Mengisahkan tentang hubungan benci dan cinta para petani jambu mete dengan gerombolan monyet di tepian hutan Lambusango.


Di satu sisi, kawanan monyet yang disebut dengan Andoke ini merupakan hama yang memakan jambu para petani. Tapi, saat musim panen tiba para petani justru ingin kawanan monyet ini memakan jambu-jambu mereka.


Aneh, ya?


Ternyata monyet-monyet ini memakan jambu, namun menyisakan bijinya yang justru merupakan bagian yang paling berharga. Biji-biji jambu yang dibuang monyet inilah kemudian dikumpulkan oleh para petani.

Di sini Mas Panji mengajak kita untuk melihat langsung keselarasan hubungan antara manusia dan alam.

Penasaran pengen baca artikelnya? Kunjungi langsung blognya ya, www.crazybirdguy.wordpress.com




Juara ketiga, Fajar Laksana dengan artikel yang berjudul "Seperangkat Cerita yang Menghidupi Hutan."



Artikel Mas Fajar ini lain lagi keunikannya. Sesuai dengan tema blognya www.jawasastra.com, cerita pembuka artikelnya mengangkat kisah Dewi Suretna yang kabur dari istana karena menolak perjodohan dari orangtuanya, kemudian lari ke hutan Lawu.


Sesampainya di hutan, Dewi Suretna mulai dicekam rasa takut, terlebih lagi di hadapannya muncul 3 hewan hutan yaitu kijang, bangau, dan banteng. Namun ketakutan Dewi Suretna kemudian sirna ketika mendapati hewan-hewan itu bisa berbicara.


Kisah pembuka yang menurutku menarik banget, karena Mas Fajar membawa imajinasi kita kepada situasi hutan yang ramah dan indah.


Kemudian dengan perlahan Mas Fajar menyajikan fakta-fakta tentang deforestasi hutan yang membuat kita bergidik ngeri.


Wow!


Memang sangat pantas mereka ini menjadi pemenang lomba blog adopsi hutan tahun 2020. Cerita yang mereka bagikan, informasi yang merek sajikan, benar-benar berhasil membuka mataku betapa indahnya hutan, dan betapa pentingnya keberadaan hutan bagi kita manusia.


Selamat ya untuk semua pemenang. Kalian keren 👍



Penutup


Program adopsi hutan yang digagas oleh Hutan Itu Indonesia memang selayaknya bersama-sama kita dukung sepenuhnya agar kelestarian hutan kita terjaga.


Tanpa harus bersusah payah mengunjungi hutan, tanpa harus meninggalkan rutinitas kita dalam mencari nafkah, kita tetap bisa berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan hutan.


Hanya dengan memberikan donasi kita melalui program adopsi hutan, kita sudah turut berpartisipasi menjaga hutan Indonesia.


Jika bukan kita, siapa lagi?

Jika bukan sekarang, kapan lagi?


Karena sejatinya hutan itu memang untuk kita, dan untuk anak cucu kita kelak. Semoga hutan kita akan selalu ada hingga akhir zaman.


Mari salurkan donasimu ke Hutan Itu Indonesia. Jangan sungkan, jangan malu. Bahkan hanya dengan 10 ribu rupiah saja, peran kita sangat berarti bagi para penggerak peduli hutan.








Saturday, October 3, 2020

Cara Kerja dan Tips Menggunakan Genset Supaya Tahan Lama

October 03, 2020 0 Comments




Yuhuuu, siapa yang kesel kalau listrik padam? Aku yakin boleh dikatakan kita semua pasti kesel banget kalau ada pemadaman listrik. Apalagi kalau kita sedang melakukan perkerjaan penting, tiba-tiba listrik padam, beeeuuhh ... bisa ngomel panjang lebar, tuh.Trus menghayal, deh. Coba kalau ada genset, listrik padam gini ya no problemo. Hehehe. 

Genset memang menjadi alat yang paling dibutuhkan pada saat terjadi pemadaman listrik, khususnya di daerah yang ramai, seperti pusat perbelanjaan, perkantoran, dan rumah sakit. Tapi, mengoperasikan genset ini juga tidak bisa sembarangan, ya. Salah-salah mengoperasikan, listrik tidak menyala, bahkan instalasi atau mesin gensetnya bisa rusak.

Maka dari itu, sebagai daya listrik cadangan, ada baiknya kita mengetahui bagaimana prinsip kerja genset ini agar kita tidak salah dalam mengoperasikannya dan tahu cara memakainya dengan baik dan benar.

Simak penjelasan berikut, ya. 


Jenis-jenis Genset

Genset itu terdiri atas dua jenis, yaitu generator listrik dinamo (DC) dan generator listrik alternator (AC).

1. Generator Listrik Alternator (AC)

Jenis arus listrik yang dihasilkan oleh alternator ini adalah jenis alternatif dengan bentuk gelombang. Amplitudo tergantung pada kekuatan medan magnet, jumlah putaran kawat dan luas penampang kumparan dan frekuensi putaran kumparan sama dengan frekuensi poros. 


2. Generator Listrik Dinamo (DC)

Cara kerja genset listrik DC mirip dengan cara kerja generator listrik AC. Satu-satunya perbedaan adalah bahwa sumber daya DC ini menggunakan cincin split atau umumnya saklar di bagian output.



Cara Kerja Mesin Genset

Cara kerja mesin genset, mesin (engine) memutar rotor dalam sebuah generator, hal ini akan menimbulkan medan magnet pada kumparan generator. Setelah itu medan magnet ini akan membuat rotor berputar yang kemudian akan menghasilkan arus listrik.

Ketika listrik sudah hidup kembali, switch yang terdapat pada genset secara otomatis akan mengalihkan powersupply dari genset ke PLN dan akan mematikan genset dalam 5 detik. Switch yang secara otomatis bisa mengalihkan powersupply dari genset ke PLN itu adalah ATS (Automatic Transfer Switch).

Itulah cara kerja mesin genset sehingga ketika terjadi pemadaman listrik, lampu akan tetap menyala tanpa harus khawatir mengganggu aktivitas. 


Tips Menggunakan Genset Supaya Tahan Lama

Saat ini banyak sekali yang menyediakan genset berbagai spesifikasi tergantung dari kekuatannya, contohnya ada genset yang berkekuatan 5000 watt, genset 2000 watt, dan genset 1000 watt, serta masih banyak pilihan tegangan listrik yang lain, sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan.

Untuk memaksimalkan penggunaan genset agar tidak menimbulkan bahaya, sebelum menggunakan genset, harus mengetahui cara kerjanya genset terlebih dahulu.

Bingung cara mendapatkan informasinya di mana?

Gak usah galau, Temanku. 

Informasi lengkap sehubungan dengan cara kerja genset bisa didapat melalui https://sewatama.com/produk/power-rental/sewa-genset-solusi-kelistrikan/ agar genset dapat bekerja secara efisien sehingga genset bisa tahan lama.

Selain itu, kunjungi sewa loadbank disini agar dapat mengendalikan genset sesuai dengan tegangan listriknya.







Tips Cegah Diare dan Sakit Perut Saat di Perjalanan

October 03, 2020 0 Comments


Tips Cegah Diare dan Sakit Perut Saat di Perjalanan


Sebagian orang mungkin pernah mengalami diare saat di perjalanan. Biasanya hal ini sering terjadi ketika musim mudik atau libur panjang yang membuat banyak orang bepergian ke luar kota. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan diare saat di perjalanan, yakni cuaca yang belum bersahabat, tubuh yang lelah, serta makanan yang tidak jelas higienitasnya.


Hal utama yang harus diperhatikan akibat dampak diare adalah dehidrasi. Bolak balik buang air besar bisa menghabiskan cairan di dalam tubuh sehingga kita rentan diare.


Bayangkan, bagaimana rasanya harus sulit menahan hasrat ingin bolak balik ke kamar mandi saat sedang di perjalanan? Atau rasanya lemas karena dehidrasi lantaran diare di tengah perjalanan? Sangat menyiksa, bukan?


Untuk itu, sebelum hal tersebut terjadi, pastikan kamu menerapkan langkah-langkah pencegahan agar diare tidak lagi menyerang di tengah perjalanan jauh. Apa saja yang harus kamu lakukan? Yuk, simak selengkapnya! 


Tips Mencegah Diare Saat di Perjalanan


Perjalanan yang aman dan nyaman akan sangat mengasyikan. Sebab mood seketika bisa hilang jika tubuh merasa tidak nyaman atau menunjukkan gejala adanya penyakit. Untuk menikmati perjalanan dengan tenang, yuk cegah diare dengan cara-cara berikut ini! 


Memperhatikan higienitas makanan


Sebagaimana kita ketahui bahwa salah satu penyebab diare adalah adanya infeksi bakteri, virus dan parasit. Mikroorganisme tersebut bisa berasal dari makanan yang dikonsumsi ketika di perjalanan. Pastikan bekal yang kamu bawa merupakan makanan yang bersih serta aman dari bahaya mikroorganisme yang dapat menyebabkan diare.

Jika kamu tidak sempat membawa bekal, pastikan kamu tidak membeli makanan terbuka di pinggir jalan. Sebab, makanan terbuka yang belum dipastikan kebersihannya merupakan pantangan diare yang wajib dihindari. 


Membawa Bekal Makanan dengan Porsi Kecil


Selama berada di perjalanan, pastikan bekal yang kamu bawa adalah makanan dengan porsi kecil alias sekali habis. Makanan dengan porsi besar memberikan peluang masuknya bakteri akibat sering dibuka dan ditutup. Jika diperkirakan kurang, kamu bisa membawa lebih dari satu.
Memilih Jenis Makanan yang Dapat Mencegah Diare

Ketika hendak melakukan perjalanan jauh pastikan kamu memilih bekal jenis makanan yang dapat mencegah diare. Kamu bisa membawa berbagai makanan berikut ini. 

1. Nasi

Nasi putih memiliki karbohidrat yang tinggi serta rendah serat sehingga dapat mencegah diare ketika sedang bepergian jauh. Selain mencegah diare, nasi putih juga dapat membuat kamu tidak lemas karena adanya cadangan energi dari karbohidrat yang terkandung di dalam nasi putih. 

2. Kentang Rebus

Kentang rebus memiliki rasa yang hambar, tinggi karbohidrat namun rendah serat. Makanan yang satu ini bisa dijadikan cemilan sehat ketika kamu sedang ingin bepergian. Selain sehat, membawa kentang rebus sebagai bekal di perjalanan akan sangat menghemat keuangan kamu. 

3. Daging ayam

Nggak selalu harus hambar untuk mencegah diare saat bepergian. Bawalah daging ayam sebagai lauk atau bisa dijadikan cemilan untuk bekal kamu di perjalanan. Wah semakin semangat nih menempuh perjalanan nyaman dan aman.
 
4. Jahe

Jika kamu mempunyai wadah yang dapat menahan suhu panas air (termos), kamu bisa membawa air jahe sebagai bekal saat hendak perjalanan jauh. Jahe memiliki banyak manfaat bagi tubuh, termasuk dalam mengatasi mual dan muntah hingga diare. Selain bebas diare, kamu juga tidak perlu khawatir dihantui rasa mual dan muntah saat di tengah perjalanan. Jika kamu tidak punya termos, cukup konsumsi segelas air jahe sebelum berangkat ya. 

5. Yoghurt

Sebagian orang mengira bahwa yoghurt justru akan memperlancar sistem pencernaan sehingga dapat menyebabkan diare jika dikonsumsi secara berlebihan. Padahal, bakteri baik yang terdapat yoghurt justru sangat baik untuk memperbaiki kondisi lambung. Namun perlu diperhatikan bahwa yoghurt tidak bisa berlama-lama di suhu ruang untuk mempertahankan bakteri baik di dalamnya tetap hidup dan bermanfaat bagi tubuh.



Jika kamu termasuk orang yang sering diare ketika perjalanan jauh, tidak ada salahnya kamu membawa obat diare, contohnya seperti entrostop yang bisa kamu beli di toko obat terdekat. Meskipun sudah melakukan tindakan pencegahan, berjaga-jaga pun tidak ada salahnya. Kini, kamu siap bepergian tanpa khawatir lagi!





Thursday, September 24, 2020

7 Gejala Awal Kanker Limfoma, No. 5 yang Sering Diabaikan

September 24, 2020 0 Comments


 
7 Gejala Awal Kanker Limfoma, No. 5 yang Sering Diabaikan


Hai, Teman. Kamu tahu, gak? Kalau setiap tanggal 15 September diperingati sebagai Hari Limfoma Sedunia atau World Lymphoma Awareness Day? Menurut data dari National Cancer Institute, Limfoma merupakan satu dari 10 jenis kanker ganas yang paling mematikan di dunia, lho. Hiyy, serem, ya.


Limfoma dikenal juga dengan sebutan kanker kelenjar getah bening, yaitu sistem limfatik yang merupakan bagian terpenting dalam sistem kekebalan tubuh manusia.


Sistem limfatik inilah yang menghubungkan kelenjar limfe atau kelenjar getah bening yang ada di seluruh tubuh. 


Limfoma terdiri atas dua jenis, yaitu:

• Limfoma Hodgkins

• Limfoma non-Hodgkins


Apakah Penyebab Limfoma?


Sebab penyakit kelenjar getah bening ini sayangnya sampai saat ini belum bisa diketahui secara pasti. 


Namun, para ahli meyakini bahwa ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan resiko seseorang terkena penyakit limfoma ini, beberapa di antaranya adalah:


Pernah terpapar virus Eipstein-Barr atau EBV


Virus EBV disebut juga virus herpes manusia 4, merupakan virus yang menyebabkan demam kelenjar atau mononukleosis. 


Mononukleosis ini akrab juga dengan sebutan 'the kissing disease' karena penularannya terjadi melalui air liur atau droplet yang keluar saat bersin dan batuk. 


Secara umum infeksi mononukleosis ini bukanlah infeksi yang serius, namun dalam beberapa kasus bisa menyebabkan komplikasi sehingga proses penyembuhan menjadi lebih lama.


Faktor usia


Orang-orang yang berada dalam kelompok usia 15-30 tahun, dan lansia di atas 55 tahun lebih beresiko mengidap Limfoma Hodgkins. 


Sedangkan Limfoma non-Hodgkins lebih rentan menyapa orang-orang dalam kelompok usia lansia di atas 60 tahun saja. 


Sering terpapar bahan kimia berbahaya seperti herbisida dan pestisida


Herbisida adalah senyawa yang digunakan sebagai penyiang gulma di lahan pertanian.


Pestisida merupakan bahan kimia yang digunakan sebagai pembasmi hama, sering digunakan untuk mengendalikan, menolak, ataupun membasmi organisme pengganggu seperti serangga, tikus, burung, dan lain-lain.


Sistem kekebalan tubuh yang lemah


Kondisi ini dialami oleh penderita HIV/AIDS, lupus, hepatitis C, dan pengguna obat imunosupresan yaitu jenis obat yang sering diberikan kepada pasien yang menjalani tranplantasi organ.


Faktor genetik


Faktor genetik atau keturunan merupakan salah satu faktor resiko seseorang mengidap limfoma. Artinya jika salah satu anggota keluarga inti mengidap penyakit ini, maka meningkatkan resiko anggota keluarga lainnya mengalami hal yang sama.


Obesitas


Obesitas memang sering kali dikatakan sebagai salah satu faktor resiko seseorang mengidap penyakit-penyakit serius. Dalam hal Limfoma ini, wanita yang mengalami obesitas lebih rentan daripada pria yang obesitas.



Apakah Gejala Awal Limfoma?


Berikut 7 gejala awal limfoma, sayangnya yang nomor 5 sering diabaikan orang karena ciri-cirinya juga serupa dengan gejala penyakit lainnya.


1. Ada benjolan tanpa rasa sakit di leher, ketiak, atau pangkal paha.


Benjolan ini biasanya berukuran kurang lebih 1 cm, dan ukurannya sedikit membesar ketika orang itu sedang demam atau sakit. Namun ukuran benjolan akan kembali mengecil ketika orang itu sembuh dari sakitnya.


Jika diameter benjolan lebih dari 1cm disaat tubuh tidak sedang sakit, ada baiknya lakukan pemeriksaan untuk memastikan benjolan itu tidak berbahaya.


2. Berat badan turun tanpa sebab yang jelas.


Tidak sedang diet, namun berat badan turun terus tanpa diketahui sebabnya. Sebaiknya segera lakukan pemeriksaan jika mengalami hal ini.


3. Demam yang berlangsung tidak normal.


Biasanya kita mengalami demam sekitar 3-7 hari. Waspadailah jika demam berlangsung tidak normal. Terkadang sembuh, namun tanpa alasan yang jelas kambuh lagi secara terus menerus.


4. Keluar keringat berlebih pada malam hari.


Metabolisme tubuh kita sudah berkerja dengan teratur. Normalnya tubuh hanya mengeluarkan keringat di saat kita beraktifitas. Semakin berat aktifitas fisik yang dilakukan maka semakin banyak juga keringat yang keluar.


Malam hari merupakan waktunya tubuh untuk beristirahat. Jika suhu tidak panas, nomalnya tubuh tidak mengeluarkan keringat. 


Waspadailah jika kamu mengalami keringat berlebih pada malam hari.


5. Rasa gatal di seluruh tubuh.


Rasa gatal yang terjadi tanpa alasan yang jelas sering dianggap sebagai reaksi tubuh ketika mengalami alergi. Itu sebabnya gejala ini sering diabaikan oleh orang banyak.


Padahal reaksi alergi hanya akan muncul jika terjadi kontak langsung tubuh dengan alergen atau zat pemicu alergi. Seperti udang, telur, kacang, udara dingin, dan lain-lain. 


Sementara itu, rasa gatal di seluruh tubuh yang terjadi tanpa alasan semestinya patut diwaspadai.


6. Kehilangan nafsu makan.


Makan merupakan kebutuhan primer bagi tubuh. Jadi tubuh secara otomatis akan meminta ketika membutuhkan. 


Namun, jika mengalami gejala awal limfoma, orang akan kehilangan nafsu makan dengan sendirinya. Tubuh tidak lagi menuntut untuk diberi makan, sehingga orang itu pun tidak merasakan lapar.


Kondisi ini jika berlangsung lama bisa menyebabkan tubuh kehilangan energi.


7. Tubuh terasa lemah.


Ketika sel kanker tumbuh, untuk terus berkembang sel kanker akan menyedot semua nutrisi yang ada dalam tubuh.. Akibatnya orang itu akan merasa lemah tidak berdaya. 



Bagaimanakah cara pencegahan Limfoma?


Meskipun penyebab pasti limfoma ini belum diketahui, namun bukan berarti limfoma ini tidak bisa dicegah.


Pencegahan limfoma bisa dilakukan dengan cara menerapkan pola hidup sehat.


Beberapa hal yang harus dilakukan adalah:

• Perhatikan asupan nutrisi tubuh.

• Rutin berolah raga.

• Cukupi kebutuhan cairan tubuh.

• Jauhi rokok, alkohol, dan narkoba.

• Istirahat yang cukup.


Setiap tahunnya, jumlah kasus kanker Limfoma ini terus meningkat. Pada tahun 2012 saja, Global Burden Cancer mencatat adanya peningkatan jumlah pasien kanker Limfoma (non-Hodgkin) untuk pasien laki laki sebesar 6 persen dan pasien perempuan mencapai 4,1 persen per tahun. 


Data Kementrian Kesehatan Republik Indonesia menunjukan, ada sekitar 1 juta orang di dunia ini menderita kanker Limfoma pada 2013. Ironisnya, dari total tersebut, sebanyak 14.905 pasien berasal dari Indonesia.


So, Teman-teman.


Kitalah yang paling mengenal tubuh kita. Selama jiwa masih berada di dalam raga kita, maka selayaknya kita jaga dan rawat tubuh kita dengan baik.


Mari jaga pola hidup kita dengan menjalankan pola hidup sehat. Mencegah akan selalu jauh lebih baik dari pada mengobati. 


Jangan menunda-nunda jika menemukan adanya gejala limfoma ini. Segera temui dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lengkap dan diagnosis yang benar. Semakin cepat ditangani, maka kemungkinan untuk sembuh pastinya juga lebih besar.


Wednesday, September 23, 2020

Deteksi Dini, Kenali Gejalanya, dan Obati Pikun Segera

September 23, 2020 0 Comments


Deteksi Dini, Kenali Gejalanya, dan Obati Pikun Segera


Kenali Gejala Pikun dalam Keluarga


Beberapa waktu lalu kami hampir saja mengalami musibah. Waktu itu sore hari, aku sedang menemani Dek Ziqi bermain di depan tivi, tiba-tiba aku mencium bau sesuatu terbakar. Dengan cepat aku berlari menuju dapur. Aku syok ketika melihat ruangan dapur sudah dipenuhi asap. Di atas kompor yang menyala tampak jelas panci rebusan obat papa sudah hangus, sementara tidak ada seorangpun di dapur.



Tanpa buang waktu segera kumatikan kompor dan membuka jendela dapur untuk mengeluarkan asap. Tidak lupa aku nyalakan kipas angin agar semua asap itu cepat keluar.



"Papa merebus daun obat?" tanyaku setelah berhasil menemukan papa. Papa terkesiap kaget mendengar pertanyaanku.



"Ya, Allaah. Iya, papa lupa. Sudah kamu matikan kompornya? Gimana? Hangus? Duuuh, inilah orangtua nih. Padahal niat papa tadi cuma mau ke depan sebentar kok, tapi lupa. Dasar pikuuuun." Papa memukul-mukul keningnya berkali-kali.



Sejak itu kami tidak izinkan lagi papa untuk beraktivitas di dapur tanpa pengawasan.



"Mer, kamu ada lihat kunci motor papa, gak? Perasaan tadi papa gantungin di sini deh, tapi kok ga ada, ya?" Tanya papa siang itu dengan wajah bingung. Aku yakin dengan karakter papa yang lumayan keras itu, dia pasti sudah mencari lebih dari 10 menit.



Aku tinggalkan aktivitas sejenak, kemudian menghampiri papa. Beberapa langkah mendekati papa, aku melihat ada sesuatu yang tergantung di lehernya.



"Nih, kunci motornya tergantung di leher Papa," jawabku seraya meraih kunci itu.



"Wah, itulah. Udah pikun kali papa nih. Maklumlah ... Faktor U. Hehehe. Makasih, ya," papa mengambil kunci yang tergantung di lehernya dengan wajah sumringah.



Sedangkan aku masih berdiri termangu sambil mengulang-ulang kata yang papa sebutkan tadi.


Pikun ...

Maklumlah ...

Faktor U ...


Pikun, bagi sebagian masyarakat kita sudah dianggap hal yang wajar jika dialami oleh lansia. 



Padahal, pikun merupakan sebuah penyakit yang seharusnya diobati, bukan sesuatu yang bisa dengan santainya dianggap wajar.


Inilah poin penting yang aku dapatkan ketika mengikuti webminar kesehatan dalam rangka Festival Digital Bulan Alzheimer Sedunia yang berlangsung pada hari Minggu, 20 September 2020 lalu.







Apa itu Festival Digital Bulan Alzheimer Sedunia?




Festival Digital Bulan Alzheimer Sedunia merupakan bagian dari Program Kampanye Edukatif #ObatiPikun yang diselenggarakan oleh PT. Eisai Indonesia (PTEI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI), dalam rangka memperingati Alzheimer Awareness Month yang diperingati pada bulan September setiap tahunnya.



Festival Digital Bulan Alzheimer Sedunia ini membahas berbagai topik mengenai Demensia Alzheimer, deteksi dini dan penanganannya, yang keseluruhan kegiatannya tidak hanya ditujukan untuk dokter tetapi juga untuk masyarakat awam.



Festival ini diselenggarakan dengan tujuan untuk mengajak dokter dan masyarakat mengenali gejala dan segera obati pikun, yang di dunia medis disebut dengan Demensia. 


Festival ini menghadirkan beberapa narasumber yang ahli dibidang. Informasi lengkap tentang festival ini aku paparkan di akhir artikel, ya. 



Kali ini aku ingin menyampaikan bahwa acara ini benar-benar berhasil membuka mata dan kesadaranku tentang penyakit pikun atau demensia yang selama ini selalu dianggap hal yang wajar dialami oleh lansia.




Apa itu pikun dan bagaimana gejalanya?



Pikun alias Demensia merupakan sebuah sindrom gangguan penurunan fungsi otak yang dapat memengaruhi fungsi kognitif, emosi, daya ingat, prilaku, dan kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.






Gangguan penurunan fungsi otak ini menyebabkan penderitanya menunjukkan beberapa gejala berupa penurunan daya ingat dan kecepatan berpikir, serta perubahan prilaku yang membuat seseorang membutuhkan waktu lama untuk mengingat sesuatu dan lupa dengan apa yang baru saja ia lakukan.





Demensia ini terdiri dari beberapa jenis, yaitu:

• Demensia Alzheimer

• Demensia Vaskuler

• Demensia Elwy Bodies

• Demensia Frontotemporal

• Demensia Parkinson






Demensia ini memiliki beberapa faktor resiko, yaitu:

• Yang bisa dimodifikasi, seperti penyakit vaskular, hipertensi, metabolik, diabetes, dislipidemia, pasca cedera kepala, depresi, dan pendidikan rendah.

• Yang tidak bisa dimodifikasi, seperti usia lanjut, dan faktor genetik yaitu turunan dari anggota keluarga yang memiliki riwayat demensia alzheimer.






Alzheimer's Disease International dan WHO melansir bahwa terdapat lebih dari 50 juta orang di dunia mengalami demensia, dan hampir 10 juta kasus baru setiap tahunnya. Dari jumlah yang besar itu, Demensia Alzheimer merupakan kasus terbanyak dengan persentase sekitar 60-70%.


Bagaimana dengan Indonesia?


Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar, diperkirakan ada sekitar satu juta orang yang mengalami Alzheimer pada tahun 2013. Jumlah ini diprediksi akan meningkat dua kali lipat di tahun 2030, dan menjadi empat kali lipat pada tahun 2020.


Mengapa itu bisa terjadi?


Karena masih minimnya pengetahuan masyarakat tentang penyakit pikun ini. Masyarakat menganggap pikun itu wajar pada lansia, tidak mengenali gejala yang ada, dan tidak melakukan pengobatan. 


Satu hal yang kita harus pahami, bahwa Demensia Alzheimer ini memiliki sifat kronis progresif yang artinya seiring bertambahnya usia maka semakin bertambah pula kerusakan otak yang terjadi.


Seperti yang sudah aku singgung di atas, Demensia Alzheimer merupakan penyebab utama ketidakmampuan dan ketergantungan lansia terhadap orang lain. Hal ini tentu saja berdampak secara fisik, psikologis, sosial, bahkan beban ekonomi tidak hanya bagi penderita tetapi juga orang-orang yang berada di sekitarnya.


Kurangnya pengetahuan dan kesadaran tentang Demensia Alzheimer ini juga mengakibatkan terbentuknya stigma kewajaran di masyarakat sehingga menghambat proses diagnosis dan perawatan.


Oleh karena itu, deteksi dini sangat perlu dilakukan untuk mengurangi percepatan kepikunan ini. Semakin cepat ditangani, maka semakin besar pula peluang untuk memperlambat laju kepikunan ini.




Deteksi Dini Demensia Alzheimer dengan Aplikasi E-MS (Electronic Memory Screening)







Pada acara Festival Digital Bulan Alzheimer yang diadakan pada hari Minggu, 20 September 2020 lalu, diluncurkan aplikasi E-MS atau Electronic Memory Screening.


Aplikasi E-MS ini akan menilai kondisi memori seseorang dengan memberikan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan kemampuan dan fungsi kognitif yang dimiliki oleh pengguna aplikasi.






Cara kerja aplikasi E-MS ini adalah sebagai berikut:

• Unduh aplikasi E-MS di playstore.

• Daftarkan data pengguna aplikasi.

• Isi data partisipan. Dalam hal ini tidak terbatas hanya pengguna aplikasi saja, namun juga bisa dilakukan pada orang-orang yang pengguna aplikasi daftarkan.

• Jawab beberapa pertanyaan yang muncul di layar.

• Setelah semua pertanyaan terjawab, di akhir akan muncul skor atau nilai. Skor inilah yang menentukan tindakan berikutnya. Jika nilai skor menunjukkan kondisi abnormal, maka selanjutnya pengguna aplikasi akan diarahkan ke menu 'directory' yang memberi rujukan kepada dokter-dokter terpercaya yang ada di sekitar pengguna aplikasi berdasarkan GPS. Dalam daftar directory yang muncul juga tersedia informasi jarak, nama dokter, spesialisasi dokter, serta nomor call center RS yang bisa dihubungi.


Selain memindai memori pengguna, aplikasi ini juga memberikan menu-menu informatif lainnya seperti artikel-artikel akurat seputar demensia, serta tips dan trik dalam merawat Orang Dengan Demensia (ODD). Semua penjelasan dipaparkan dengan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh orang awam sekalipun.



Mengapa menggunakan aplikasi? Seberapa efektifkan aplikasi E-MS ini dalam menilai kinerja otak pengguna?



Menurut dr. Pukovisa Prawiroharjo, SP. S(K) yang hadir sebagai salah satu narasumber, teknologi informasi dipercaya bisa menjadi solusi penanggulangan demensia karena beberapa alasan, yaitu:


• Masyarakat Indonesia sudah melek dan aktif menggunakan gadget.

• Infomasi yang dikelola baik melalui IT bisa merubah paradigma masyarakat.

• Terdapat paradigma masyarakat yang menganggap pikun itu merupakan sebuah hal yang wajar dialami oleh lansia.

• Masyarakat butuh edukasi terpercaya dari ahli, deteksi dini berbasis teknologi, dan direktori rujukan yang jelas dan terpercaya.



Terkait aplikasi E-MS ini, dr. Pukovisa Prawiroharjo, SP. S(K) menyatakan bahwa:



E-MS = Alat Deteksi Dini Demensia: Menggunakan AD8-INA, direktori doctor spesialis neurologis dan Rumah Sakit dan artikel demensia E-MS milik PERDOSSI yang disupport oleh PT Eisai Indonesia (PTEI)





Sedangkan untuk Tujuan Utama E-MS, Dokter Pukovisa menjelaskan sebagai berikut: 


• E-MS sebagai Alat Edukasi: E-MS digunakan sebagai alat edukasi untuk masyarakat umum untuk mengetahui tentang penyakit dementia.

• E-MS sebagai Alat Skrining Demensia: E-MS digunakan Alat Skrining untuk deteksi dini demensia.Tersedia direktori/ daftar Rumah sakit yang mempunyai klinik memori dan dokter spesialis neurologis yang praktek



Ragam Informasi Bermanfaat dalam Festival Digital Bulan Alzheimer Sedunia






Festival ini dibuka secara virtual oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan NAPZA Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Siti Khalimah, Sp.KJ, MARS, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) PERDOSSI, DR. dr. Dodik Tugasworo P, SpS(K), dan President Director PT Eisai Indonesia (PTEI), dr. Iskandar Linardi. 


Beberapa topik yang disampaikan pada festival ini terbagi atas 2 yaitu untuk dokter dan masyarakat umum.



Untuk Dokter (dokter spesialis saraf, dokter umum, dokter seminat), topik yang dibahas adalah tentang:

• Pentingnya Pengobatan Sejak Dini Pasien Demensia 

• Kendala dan Tantangan Dokter dalam Pengobatan Pasien Demensia 



Untuk masyarakat umum, topik yang dibahas adalah tentang:

• Obati Pikun dengan Mengenal Gejalanya

• Demensia di Masa Pandemi



Dalam sambutannya saat membuka acara, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Siti Khalimah, Sp.KJ, MARS mengatakan, 



“Saat ini kita mulai memasuki periode aging population, dimana terjadi peningkatan umur harapan hidup yang diikuti dengan peningkatan jumlah lanjut usia (lansia). Indonesia mengalami peningkatan jumlah penduduk lansia dari 18 juta jiwa (7,56%) pada tahun 2010, menjadi 25,9 juta jiwa (9,7%) pada tahun 2019, dan diperkirakan akan terus meningkat dimana tahun 2035 menjadi 48,2 juta jiwa (15,77%). Jumlah lansia yang terus meningkat tersebut dapat menjadi aset bangsa bila tetap sehat dan produktif. Namun lansia yang tidak sehat dan tidak mandiri akan berdampak besar terhadap kondisi sosial dan ekonomi bangsa. Demensia Alzheimer merupakan salah satu ancaman bagi lansia di Indonesia saat ini."




Selanjutnya, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) PERDOSSI, DR. dr. Dodik Tugasworo P, SpS(K) dalam sambutannya mengatakan, 


“Edukasi kepada masyarakat dan tenaga kesehatan secara terus menerus sangat penting. Sebagai bagian dari program kampanye edukatif #ObatiPikun yang kami canangkan bersama dengan PT. Eisai Indonesia (PTEI), maka kami mengadakan Festival Digital Bulan Alzheimer Sedunia ini. Para peserta akan mendapat penjelasan menyeluruh mengenai Demensia Alzheimer dari berbagai narasumber dibawah naungan PERDOSSI. Dalam kesempatan itu pula, peserta akan diperkenalkan pada sebuah aplikasi deteksi dini Demensia Alzheimer bernama aplikasi E-Memory Screening (EMS). Melalui Aplikasi E-MS ini kami berharap semakin banyak masyarakat yang mengetahui gejala awal Demensia Alzheimer dan juga bagaimana penanganannya.”




President Director PT Eisai Indonesia (PTEI), dr. Iskandar Linardi, dalam kesempatan ini menyatakan, 



“PT Eisai Indonesia (PTEI) memiliki filosofi human health care (hhc) dan telah berkontribusi dalam kesehatan masyarakat di Indonesia selama 50 tahun. PT Eisai Indonesia (PTEI) berkomitmen memberikan edukasi mengenai penyakit Demensia Alzheimer, terutama karena penyakit ini dapat dideteksi sejak awal sehingga dapat dilakukan penanganan secepat mungkin. Dalam rangka merayakan 50 tahun PT Eisai Indonesia (PTEI), kami bangga bisa mendukung PERDOSSI melaksanakan program kampanye edukatif #ObatiPikun dan mengembangkan Aplikasi E-Memory Screening (EMS).” 



Pembicara berikutnya, adalah dr. S.B. Rianawati, SpS (K) yang memaparkan seputar "Obati Pikun dengan Mengenali Gejalanya." 





Dokter Rien menyatakan bahwa pikun terjadi karena fungsi kognitif menurun disertai gangguan aktivitas keseharian, misalnya:


• Lupa nama orang yang sering ketemu

• Mengeluh lupa hanya bila ditanya, tidak bisa memberikan contoh apa yang dilupakan

• Sering kesulitan menemukan kata yang tepat saat berbicara

• Sering lupa hal penting, kemampuan bicara sangat terganggu

• Kehilangan minat untuk aktifitas sosial

• Tersesat, bahkan dilingkungan sekitar rumahnya



Dokter Rien juga menegaskan bahwa

Pikun bukanlah hal yang normal dalam proses penuaan. 


Lantas, bagaimanakah cara mengatasi penyebab pikun? Yaitu dengan meringankan gejala, memperlambat perkembangan penyakit serta membuat penderita dapat hidup semandiri mungkin.







Beberapa penanganan pikun ini meliputi:



• Karena tumor otak: operasi dan kemoterapi.

• Karena kurang nutrisi: makan bergizi seimbang; meresepkan suplemen

• Karena obat-obatan: memperbaiki gejala pikun dan meningkatkan fungsi otak

• Terapi stimulasi kognitif: untuk memperbaiki fungsi kognitif, efektif meningkatkan kualitas hidup. berolahraga atau permainan fisik, bermain kata atau angka, membaca buku cerita, menggambar, mewarnai, membuat karya seni, memasak, berkreasi

• Perawatan Paliatif: keadaan yang sudah parah, misal kanker stadium akhir dengan demensia: meningkatkan kualitas hidup di sisa umurnya, mengurangi rasa sakit dan membina kondisi psikisnya, konseling dan dukungan dari teman dan keluarga.


Narasumber selanjutnya adalah Dr. dr. Junita Maja Pertiwi, Sp.S(K), yang memberikan materi dengan tema "Demensia di Masa Pandemi COVID-19".



Menurut beliau, penyakit Alzheimer atau pikun berada di urutan ketiga dalam daftar penyakit yang paling sering menimpa lansia di Indonesia, sehingga pastinya perlu perhatian dari kita semua. Mengingat penyakit ini telah mengganggu fungsi luhur tubuh kita: fungsi tertinggi makluk hidup yang membedakan manusia dengan makluk lainnya.



Dokter Maja mengulas tentang banyaknya masalah yang terjadi pada Orang Dengan Demensia (ODD) maupun Caregiver-nya di masa pandemi COVID-19 ini. 



Dampak Pandemi COVID-19 pada ODD bisa terjadi dari: 


• Faktor Eksternal: risiko terpapar COVID-19, risiko menjadi pasien COVID-19, risiko depresi, risiko perburukan kognitif, risiko perburukan perilaku, risiko perburukan penyakit penyerta

• Faktor Internal: komunikasi verbal berkurang, relasi keluarga berkurang, proses berpikir terganggu, perawatan diri terganggu, higiene diri terganggu, imbalans nutrient, risiko cidera, risiko infeksi, inkontinesia, konstipasi



Sedangkan dampak pandemi pada Caregiver adalah: 



Adaptasi: Menjaga diri, Menjaga kebersihan, Menjaga jarak, Menjaga hati, Menghindari kelelahan, Menghindari stress, Menyadari keadaan



Maka Caregiver perlu Komunikasi Gaya Baru, dan juga Menerima Kenyataan Baru: ketika penyandang DA menjadi seseorang yang lain: buat situasi yang menunjang. Ketika caregivers tidak dapat mengubah keadaan: Menikmati keadaan dan tetap baik, meski ODD tidak lagi mengenali kita, namun mereka masih mengerti akan kebaikan hati (Bahasa hati).



Mendengarkan penjelasan dari beberapa narasumber yang ahli di bidangnya membuatku semakin paham bahwa penyakit pikun ini terjadi karena adanya gangguan penurunan fungsi otak.


Demensia bukanlah hal yang wajar dalam proses penuaan manusia. Bahkan jika kondisinya semakin parah, demensia bisa menyebabkan penderitanya bahkan orang-orang di sekitarnya berada dalam bahaya.. 


Finally, mari bersama-sama kita kenali gejala, deteksi dini, dan obati pikun segera.


Download Aplikasi EMS - Sahabat Kesehatan Otak Keluarga untuk membantu kita mendeteksi dini Demensia Alzheimer.





Semakin cepat dideteksi, semakin cepat didiagnosis, dan semakin cepat pula ditangani oleh para ahli, dengan begitu peluang sembuhnya demensia ini pun semakin besar

Tuesday, September 22, 2020

Mama's Choice Moisturizing Hand Gel, Lindungi Buah Hati dari Kuman dan Bakteri Penyebab Penyakit

September 22, 2020 0 Comments
Hand sanitizer bayi



Tangan merupakan salah satu media penularan penyakit pada tubuh manusia. Kebersihan tangan yang tidak terjaga dengan baik, akan mengantarkan kuman, bakteri, virus-virus penyebab penyakit lewat sentuhan pada mulut, mata, hidung, dan rongga terbuka lainnya. Tidak hanya itu, tangan yang kotor juga bisa mencemari makanan yang disentuh. Itulah sebabnya sangat penting bagi kita untuk selalu menjaga kebersihan tangan.

Terutama bagi bayi dan anak-anak yang masih dalam fase tumbuh kembang, di mana proses pertumbuhan dan perkembangannya berjalan lewat aktivitas bermain.

Bayi yang masih merangkak, selalu mengandalkan tangannya untuk bereksplorasi. Dalam tahap ini, bayi sering memasukkan jari-jari tangannya ke dalam mulut. Bisa dibayangkan, berapa banyak kuman dan bakteri yang menempel pada tangan turut masuk ke mulut bayi.

Itulah sebabnya sebagian orangtua membatasi anaknya dengan mengeluarkan aturan berupa larangan. Jangan begini, jangan begitu. Tidak boleh begini, tidak boleh begitu.

Di satu sisi, mungkin memang anak terhindar dari hal-hal yang kotor ya, Moms. Tapi, membatasi gerak anak dengan banyaknya larangan justru bisa menghambat pertumbuhan anak.

Anak bergerak lincah dan aktif merupakan ciri-ciri anak cerdas dan sehat. Membatasi gerak anak dalam bereksplorasi beresiko menghalangi perkembangan anak.

Maka dari itu, sudah saatnya Moms mengurangi rasa khawatirnya ketika anak tengah bereksplorasi.

Daripada membatasi gerak anak dengan berbagai larangan, sepertinya akan lebih bijak jika Moms memberikan anak perlindungan agar anak terbebas dari kuman dan bakteri.

Mama's Choice Moisturizing Hand Gel, Lindungi Buah Hati dari Kuman dan Bakteri Penyebab Penyakit


Mama's Choice Moisturizing Gel bukan Hand Sanitizer Biasa


Saat ini sudah banyak brand yang mengeluarkan produk-produk berupa hand sanitizer yang bisa digunakan untuk melindungi tangan dari berbagai kuman dan bakteri. Tetapi tidak semua produk itu aman dan ramah bagi anak, apalagi bayi karena produk-produk tersebut mengandung alkohol.






Alkohol dalam hand sanitizer bisa membunuh kuman, tetapi penggunaan yang berulang bisa menyebabkan tangan kering dan iritasi ringan.

Pada 2019, Food and Drug Administration Amerika menyatakan bahwa hand sanitizer yang boleh dipasarkan adalah yang mengandung etil alkohol (etanol), isopropil alkohol (isopropanol), atau benzalkanium klorida. Selain tiga bahan tersebut, produk hand sanitizer tidak efektif membunuh kuman.

Inilah alasan keluargaku menjatuhkan pilihan pada Mama's Choice Moisturizing Hand Gel karena sudah terbukti merupakan hand sanitizer aman untuk bayi.






Kandungan aktif dalam Mama's Choice Moisturizing Hand Gel


Mama's Choice Moisturizing Hand Gel merupakan salah satu rangkaian produk yang khusus di desain dengan formula yang aman dan ramah untuk bayi dan anak-anak.

Terbuat dari bahan-bahan alami dan bebas alkohol, Mama's Choice Moisturizing Hand Gel memastikan tangan anak selalu bersih dan bebas dari kuman.

Berikut bahan aktif yang ada dalam Mama's Choice Moisturizing Gel:

Benzalkonium Klorida

Merupakan senyawa aktif yang tidak mudah terbakar dan tidak beracun. Penggunaannya di tangan juga sangat efektif dalam memberikan perlindungan terhadap kuman. Selain itu, hand sanitizer non alkohol juga memiliki risiko yang lebih rendah bila tidak sengaja tertelan atau terkena api.

Hypochlorous Acid

Asam hipoklorit terbukti 99,9% mengurangi bakteri. Hal ini ditunjukkan dalam studi in-vitro termasuk beberapa bakteri (misalnya, S. aureus [MRSA], S. pyogenes, Klebsiella spp, P. Aeruginosa, Enterobacter spp,
Proteus mirablis, spora C. difficile, lain-lain) dan Candida albicans.
Asam hipoklorit, tidak seperti pemutih klorin, 100% aman dan tidak menyebabkan iritasi. Tidak menimbulkan bahaya jika
mengenai kulit atau mata.


Apa saja keunggulan Mama's Choice Moisturizing Hand Gel?


Ada 9 keunggulan Mama's Choice Moisturizing Hand Gel yang membuatku semakin yakin memberikannya kepada anak.

1. Bersertifikasi halal.
2. Sudah teruji secara dermatologis
3. Sudah teruji hipoalergenik
4. Terbuat dari bahan yang ramah lingkungan
5. Tidak mengandung alkohol
6. Antibakteri aktif
7. Tidak lengket di kulit
8. Tanpa pewangi buatan
9. Lembut di tangan

Mama's Choice Moisturizing Hand Gel ini berbentuk gel yang tidak mudah lumer di tangan, warnanya bening, dan nyaris tidak berbau lho, Moms. Anak-anak tidak merasa risih dan terganggu meskipun dipakai berkali-kali.


Mama's Choice #KurangiWorry, Mama dan Bayi Aman dari Hati


Mama's Choice merupakan salah satu brand yang concern dan peduli pada kebutuhan bayi dan anak-anak.

Mama's Choice hadir sebagai jawaban atas kekhawatiran para ibu akan terbatasnya pilihan akan produk yang aman dan bebas toksin untuk ibu hamil dan menyusui di Indonesia.

Untuk itulah, bersama para ahli, orangtua, dan praktisi terbaik, Mama's Choice menyediakan rangkaian produk yang aman, halal, natural, dan teruji secara klinis.

'Aman' di sini tidak hanya sekedar lulus sertifikasi BPOM, tetapi juga menyangkut dalam proses pemilihan bahan terbaik dengan mengeliminasi bahan-bahan mengandung toksin yang berbahaya bagi perkembangan janin, bayi, dan kesehatan diri.

Sesuai dengan tagline, "Aman dari Hati, untuk Mama dan Bayi", Mama's Choice berusaha mengurangi kekhawatiran para ibu sejak awal kehamilan, kelahiran, hingga proses membesarkan anak.

Berikut beberapa produk Mama's Choice lainnya yang aku rekomendasi agar Moms bisa #KurangiWorry dalam melindungi buah hati.


1. Mama's Choice Baby Detergent





Mama's Choice Baby Detergent merupakan deterjen khusus bayi, yang diformulasi untuk melindungi kulit bayi yang sensitif.

Deterjen bebas toksin, efektif membersihkan noda pada baju, dan diperkaya dengan anti bakteri alami dari ekstrak Tea Tree.

Mama's Choice Baby Detergent ini bisa digunakan di mesin cuci, namun tetap lembut sekalipun digunakan untuk mencuci dengan tangan.


2. Mama's Choice Baby Liquid Cleanser





Mama"s Choice Baby Liquid Cleanser merupakan sabun pencuci khusus bayi. Aman digunakan untuk membersihkan berbagai macam peralatan bayi seperti peralatan makan bayi, dot, teether, dan aksesoris bayi lainnya.

Mama's Choice Baby Liquid Cleanser ini juga bisa digunakan untuk mencuci buah dan sayur karena mengandung anti bacterial alami dengan formula food grade.


Mama's Choice Pilihan Aman untuk Mama dan Buah Hati


Sebuah penelitian membuktikan hampir 300 toksin ditemukan pada bayi yang baru lahir karena terpapar melalui tubuh ibunya setiap hari.

Tanpa kita sadari ya, Moms. Aktifitas perawatan tubuh yang kita lakukan sehari-hari ternyata bisa menjadi gerbang masuknya zat-zat berbahaya (toksin) sehingga menyebabkan terpaparnya buah hati.

Mulai dari yang Moms pakai, ataupun yang Moms makan, semuanya akan sampai ke bayi melalui aliran darah, sehingga meningkatkan resiko berbagai penyakit di kemudian hari.

Itu sebabnya sangat penting bagi kita para ibu ini untuk selalu memastikan bahwa produk-produk yang kita gunakan minim dan bebas resiko.

Menghindari akan selalu lebih baik daripada mengobati. Sebelum hal-hal yang buruk terjadi mari kita proteksi diri dan buah hati sedini mungkin.

Saatnya bagi Moms untuk menggunakan produk-produk pilihan berkualitas dari Mama's Choice yang memberi perlindungan dari kuman dan bakteri dengan cara yang aman dan teruji klinis.

Oh, ya.

Sekarang ini sedang ada promo di Shopee Mama's Choice nih, Moms.

Setiap pembelian produk-produk Mama's Choice senilai minimum Rp150.000, Moms bisa dapatkan diskon senilai Rp25.000. Cukup gunakan kode voucher MAMAMRIDA saat berbelanja.

Cara menggunakannya cukup mudah ya, Moms.

1. Buka profile
2. Klik voucher saya
3. Masukkan kode voucher MAMAMRIDA

Jangan keliru ya, Moms. Kode vouchernya MAMAMRIDA dengan huruf besar semua.

Ayo, Moms. Jangan lewatkan kesempatan emas ini. Beli produk-produk berkualitas dari Mama's Choice untuk buah hati tercinta.