promo enfa

Wednesday, October 14, 2020

5 Ciri Kulit Sensitif dan Cara Tepat Merawatnya

October 14, 2020 0 Comments



Kulit merupakan salah satu organ tubuh yang sangat penting. Selain sebagai pelindung, kulit juga berfungsi sebagai pengatur suhu, sekresi berbagai komponen zat pembentuk vitamin D, serta fungsi estetika atau keindahan. So, tidak heran, jika kulit yang sehat dan indah bisa meningkatkan rasa percaya diri, ya.

Btw ... Bagaimana sih ciri-ciri kulit yang sehat itu? 

Apakah putih dan kinclong itu ciri-ciri kulit sehat?

Kulit sehat itu tidak harus putih, namun secara kasat mata harus tampak bersih, tanpa satupun jerawat, komedo, dan flek dipermukaannya.

Warna kulit yang merata juga merupakan salah satu ciri kulit sehat. Jika ada bagian kulit yang tampak lebih gelap terutama pada bagian yang tertutup, itu menandakan pigmen kulit tidak terdistribusi dengan baik. Pada area kulit yang lebih gelap, telah terjadi penumpukan pigmen yang berlebihan. Begitu juga sebaliknya, jika ada bagian kulit yang lebih pucat dari area lainnya, itu menandakan aktivitas melanin atau pigmen sangat kurang.

Elastisitas yang baik, tekstur yang halus, serta tidak adanya rasa yang mengganggu seperti gatal, nyeri, dan perih.

Jika pada kulit timbul rasa yang memicu perhatian seperti gatal, perih, dan nyeri dalam kondisi tertentu, maka patut diwaspadai, karena bisa jadi kamu memiliki kulit sensitif.



Apa itu kulit sensitif, dan apakah penyebabnya?


Kulit sensitif merupakan suatu kondisi dimana kulit bereaksi berlebihan terhadap produk dan lingkungan tertentu. Reaksi itu muncul berupa iritasi, rasa gatal, perih, serta kulit terasa kencang.


Kulit sensitif bisa dipicu oleh beberapa faktor, yaitu:


1. Paparan sinar matahari dan polusi udara.

2. Perubahan suhu udara yang drastis dan terus menerus.

3. Kurang istirahat dan terlalu banyak begadang.

4. Perubahan hormon pada masa menstruasi.

5. Tingkat stres yang tinggi.

6. Dehidrasi.

7. Produk perawatan kulit yang mengandung pewangi, alkohol, dan etanol.




Ciri-ciri Kulit Sensitif


Ciri kulit sensitif beberapa di antaranya adalah berikut ini:


1. Muncul bercak atau ruam pada kulit.

Bercak atau ruam muncul pada kulit setiap kali memakai produk tertentu. Atau pada perubahan suhu yang ekstrim. Jika kamu mengalami hal ini, waspadailah karena itu merupakan tanda bahwa kamu memiliki kulit sensitif. Berhati-hatilah, terutama dalam hal menggunakan produk perawatan kulit.


2. Kulit tidak menyerap wewangian.


Ketika menggunakan wewangian, kita berharap aromanya menempel lama di kulit. Tetapi pada orang dengan kulit sensitif, aroma wewangian ini tidak terserap dengan baik.

Hati-hati ya, gais. Jangan paksakan diri untuk menggunakan wewangian dengan aroma yang kuat, karena pada kulit sensitif wewangian dengan aroma yang kuat bisa menyebabkan kulit mengalami iritasi.




3. Kulit memerah dan terasa panas.


Kulit memerah dan terasa panas setelah menggunakan produk perawatan kulit merupakan pertanda bahwa kamu memiliki kulit sensitif.

Untuk amannya, sebaiknya kamu menghindari produk-produk dengan bahan kimia yang kuat. Pertimbangkanlah untuk menggunakan produk dengan bahan-bahan alami



4. Timbul rasa gatal dan iritasi.


Jika kulit terasa gatal dan iritasi setelah menggunakan produk tertentu, waspadalah karena besar kemungkinan kamu memiliki kulit sensitif.


Sebaiknya hentikan penggunaan produk sementara waktu, agar kondisi kulit normal kembali.


5. Kulit sering mengelupas.


Jika kulit sering mengelupas itu menandakan kelembaban kulit kamu bermasalah.

Kulit mengelupas karena mengalami dehidrasi. Gunakanlah pelembab yang mengandung asam hyaluronic agar kekeringan kulit teratasi.







Cara Merawat Kulit Sensitif



1. Tes produk baru sebelum digunakan.


Sebelum menggunakan produk baru, pastikan untuk menguji reaksi kulit kamu terlebih dahulu. Oleskan pada lengan bagian dalam. Jika kulit kamu sensitif, kulit akan menunjukkan reaksi dalam waktu 3-5 hari.


2. Jaga kebersihan kulit.


Kotoran berupa debu, asap, dan sisa-sisa make up bisa memicu terjadinya kulit sensitif. Jagalah kebersihan kulit dengan rajin mencucinya. Hindari paparan debu dan polusi. Jangan lupa bersihkan sisa-sisa make up dengan semaksimal mungkin.



3. Jaga kelembaban kulit.


Pastikan mengonsumsi air putih yang cukup agar kulit tidak dehindrasi. Jika perlu, lengkapi dengan penggunaan pelembab berbahan dasar air.


4. Gunakan produk dengan bahan alami.


Produk-produk berbahan alami umumnya aman untuk kulit sensitif. Pastikan untuk memilih produk dengan bahan-bahan yang kaya antioksidan.

Kandungan alami tersebut, selain melindungi kulit, juga meningkatkan proses perbaikan sel di kulit.



5. Gunakan sunscreen saat beraktivitas di luar ruangan.


Kulit sensitif tidak bersahabat dengan sinar matahari. Berada di bawah sinar matahari langsung beresiko membuat kulit sensitif mengalami sunburn.


Untuk mencegahnya, pastikan untuk selalu menggunakan sunscreen saat beraktivitas di luar ruangan.




6. Hindari produk yang mengandung alkohol dan pewangi yang kuat




Alkohol dan pewangi yang kuat bisa menyebabkan kulit mengalami iritasi. Gunakanlah produk-produk yang khusus untuk kulit sensitif.




7. Konsultasi dengan dokter.




Solusi terbaik untuk masalah kulit sensitif adalah dengan berkonsultasi ke dokter. Daripada kulitmu jadi ajang coba-coba, sebaiknya kamu mendapatkan saran dan arahan yang tepat dari dokter.




Nah, itulah ciri-ciri kulit sensitif dan cara tepat untuk merawatnya. Memang tidak nyaman pastinya, namun jika dirawat dengan baik reaksi-reaksi yang tidak diinginkan tersebut bisa dihindari.




Semoga bermanfaat, ya.

Sampai jumpa di postingan selanjutnya.

Bye.

Wednesday, October 7, 2020

Online Gathering Blogger, Melestarikan Hutan Lewat Adopsi Hutan

October 07, 2020 23 Comments



Undangan yang Nyaris Terlewatkan



Tanggal 23 September 2020 menjadi hari yang bersejarah dalam hidupku. Sore itu aku baru saja selesai mengerjakan beberapa deadline yang menumpuk. Sambil menyelonjorkan kaki, aku membuka email yang notifikasinya menampilkan angka lebih dari satu.


Dari sekian info spam yang masuk, perhatianku terpaut pada satu email yang masuk tanggal 22 September, dengan subjek "Undangan Online Gathering Hutan Itu Indonesia X BP Network".


Di akhir email terdapat pesan yang menegaskan bahwa undangan itu harus dibalas selambat-lambatnya tanggal 23 September 2020 pukul 20.00 WIB.


Kulirik jam di dinding, ternyata sisa beberapa jam saja menuju deadline. Darahku terkesiap kaget. Ya, Allah. Kok bisa aku ga periksa email kemariiiiin? Hampir saja terlambat, nyariiiis saja undangan berharga ini terlewatkan.


Tanpa membuang waktu lagi, segera aku balas email itu untuk menyatakan kesediaanku mengikuti acara Online Gathering Hutan Itu Indonesia X BP Network.




Drama di Hari H



Hari H yang dinanti pun tiba. Sejak pukul 13.30 aku sudah standby menyalakan laptop. Tapiii, qadarullah, Dek Ziqi rewel bangeeet. Aku tebak dia pasti ngantuk. Lagian emang jadwalnya dia tidur siang sih saat itu. Duduududu... Resiko emak blogger ya kek gini, nih. Di saat yang penting, anak malah bertiiiing ... kah. Hahaha.


Yoweslah, emak ngalah dulu.


Demi bisa mengukuti webinar dengan lancar, segera kubawa Dek Ziqi ke tempat tidurnya. Nina boboin, elus-elus, kasih susu. Harapannya tuh bocah segera tidur gitu, kaaan. Ga taunya, setengah jam berlalu, mata si bocah masih saja terbuka lebar. Wakaka.


Padahal acara sudah dimulai. Sempat gondok aku sama si krucil, nih. Nyaris tak cubit saking keselnya. 😅


Tapi aku ingat lagi sama kodrat dan kewajiban. Apapun agendaku, anak tetap prioritas utama. Yes, emak masih sangat waras.


Alhamdulillah.


Buah dari kesabaran, akhirnya pukul 14.15 Dek Ziqi pun tidur pulas. Dengan berjingkat, aku berjalan menuju laptop yang sudah menyala. 


Wajah lelah setelah berjibaku menidurkan anak 😅



Meski terlambat, akhirnya aku bisa juga mengikuti acara Online Gathering Hutan Itu Indonesia X BP Network dengan tema Melestarikan Hutan lewat Adopsi Hutan





Online Gathering Hutan Itu Indonesia X BP Network, Webinar Asyik Bertabur Hadiah



Aku melewatkan pembukaan acara yang ternyata setelah aku tonton ulang di youtube meriah banget. Ada kuis bertabur hadiah yang pastinya disambut antusias oleh semua peserta webinar. Sayang banget aku ga bisa ikutaaaan. Huhuhu.


Tapi no problemo, karena informasi yang aku dapat dalam acara ini sungguh tidak ternilai harganya.


Setelah menonton ulang acara pembukaannya aku baru tahu ternyata para blogger yang diundang untuk mengikuti webinar ini adalah para finalis lomba blog dengan tema adopsi hutan yang diselenggarakan oleh Hutan Itu Indonesia dan BP Network dalam rangka Hari Hutan Indonesia 7 Agustus 2020 lalu.


Wow! Daebak!


Aku bener-bener merasa surprise sendiri, karena ga menyangka artikel yang aku tulis dengan judul Jaga Hutan, Jaga Dunia, dengan Adopsi Hutan ini lolos sebagai salah satu finalis. Ada 30 finalis terpilih, dan jujur saja aku merasa bersyukur sekali, karena bisa terpilih dari 200an artikel yang mengikuti lomba. Alhamdulillaah.


Online Gathering Hutan Itu Indonesia X BP Network ini dipandu oleh MC kondang yang udah wara-wiri di layar kaca yaitu Rian Ibram. Familiar kan sama namanya? Kalo masih samar-samar coba deh buka tayangan infotainment. Pasti ketemu dengan dia yang jadi hostnya.





Webinar ini menghadirkan tiga orang narasumber yaitu Christian Natalie, Irham Hudaya Yunardi, dan Satya Winnie. Hmm, penasaran ga mereka ini profesinya apa? 



Simak lebih lanjut, ya.


1. Christian Natalie




Pria yang akrab disapa Mas Tian ini merupakan lulusan ITB, yang saat ini menjabat sebagai Progam Manager di Hutan Itu Indonesia.


Dalam sambutannya Mas Tian menekankan banyaknya benefit yang bisa kita peroleh dari aktifitas menjaga hutan. Hutan merupakan sumber kehidupan. Melestarikan hutan sama halnya kita melestarikan kehidupan di muka bumi.


Dengan melestarikan hutan, masyarakat akan terjaga dari ancaman bencana akibat ulah manusia seperti banjir, tanah longsor, dan kekeringan. Hutan yang terjaga akan menyimpan persediaan air, sehingga aliran sungai pun terjaga.


Mas Tian juga mengharapkan peran aktif blogger untuk mencari informasi tentang kondisi hutan Indonesia. Dengan begitu blogger bisa menjadi perpanjangan tangan untuk memberi tahu kepada khalayak ramai, terutama masyarakat perkotaan yang jauh dari hutan.


Lewat tulisan yang blogger buat, diharapkan bisa mengedukasi masyarakat bahwa jauh dari hutan bukanlah hambatan untuk berperan dalam menjaga hutan.


Hutan Itu Indonesia, sejak tahun 2016 membangun kampanye donasi untuk mendanai operasional para penggerak peduli hutan.


Lewat tulisan kita bisa mengkampanyekan kegiatan-kegiatan positif yang bisa menjadi solusi untuk permasalahan hutan Indonesia. Seperti program adopsi hutan yang bisa dilakukan oleh siapa saja dan di mana saja.


Permasalahan hutan di Indonesia itu sudah ada sejak lama, yaitu pembalakan liar, perambahan, dan perburuan liar yang menyebabkan terancamnya kehidupan flora dan fauna yang ada di hutan.


Sebagai salah satu contoh adalah Hutan Leuser di Provinsi Aceh.


Indonesia patut berbangga diri karena berdasarkan faktor fauna, keanekaragaman hayati hutan Indonesia itu nomor 2 di dunia, setelah Amerika yang memiliki hutan Amazon. Tidak hanya itu, hutan Leuser merupakan satu-satunya hutan di dunia yang memiliki 4 mega fauna, yaitu gajah, badak, harimau sumatera, dan orang utan.


Itu sebabnya, adalah tanggung jawab kita bersama untuk menjaga keanekaragaman hayati ini agar keseimbangan alam berjalan dengan semestinya.



2. Irham Hudaya Yunardi




Alumnus St. Olaf, Minnesota, Amerika Serikat ini merupakan putra asli Aceh yang saat ini menjabat sebagai Campaign and Communication Officer di Forum Konservasi Leuser (FKL).


Beliau menjelaskan tentang peran para ranger dalam menjaga hutan Leuser.


Ranger merupakan pasukan terdepan yang menjaga hutan Leuser dari aktifitas-aktifitas yang mengancam eksistensi flora dan fauna hutan leuser seperti illegal logging, perambahan, dan perburuan satwa.


Para ranger ini direkrut dari unsur masyarakat setempat, baik itu dari masyarakat biasa, mantan pemburu, bahkan mantan anggota GAM.


Dengan bergabungnya mereka sebagai ranger, maka para perkerja penyelamatan hutan menjadi terbantu karena mereka sangat paham dengan kondisi lapangan di hutan Leuser. Hal ini membuat kerja para tim penyelamatan hutan menjadi lebih ringan dan terarah.


Lebih lanjut Irham menjelaskan bahwa di hutan Leuser ada Stasiun Penitian Soraya tempat dilakukannya riset bagi penelitian satwa dan tumbuhan di hutan Leuser. Stasiun riset ini terbuka bagi peneliti satwa dan tumbuhan baik domestik ataupun dari mancanegara. 


Saat ini, para staff di Stasiun Penelitian Soraya telah memasang kamera pemantau di beberapa titik hutan Leuser. Bersama dengan polisi hutan, tindakan ini dilakukan dengan tujuan agar tindakan yang merusak hutan beserta isinya dapat segera diatasi.




3. Satya Winnie




Satya Winnie merupakan travel blogger yang sangat suka berpetualang di hutan. Dia lulusan Trisakti, namun juga aktif sebagai pegiat mapala Universitas Indonesia.


"Tanpa gadget manusia bisa hidup, tapi tanpa hutan manusia akan mati."



Kalimat dari Mbak Satya Winnie itu menancap dalam di hatiku.


Bener banget yang Mbak Satya katakan.


Kita dapat udara bersih dan air jernih dari hutan. Kita harus bersyukur sebagai orang Indonesia karena negeri ini diberkahi hutan yang menjadi paru-paru dunia seperti hutan Leuser.


Mbak Satya Winnie lebih lanjut mengatakan bahwa berkunjung ke hutan tidak bisa disamakan dengan aktifitas mendaki gunung.


Saat mendaki kita lebih fokus untuk secepatnya mencapai puncak. Semakin tinggi yang kita daki, maka semakin besar pula rasa bangga kita.


Saat ke hutan, kita tidak akan menemukan jalanan yang terjal dan tanjakan. Semuanya tampak datar saja, namun keseluruhan indera kita lebih sensitif terhadap semua yang kita temui di hutan. Perhatian kita akan teralihkan ke arah aneka tumbuhan, dan hewan-hewan yang kita temui. Ada tumbuhan yang ukurannya super duper besar, ada pula aneka jamur yang ukurannya tiny sehingga tampak lucu dan menggemaskan.


Dari pengalamannya Mbak Satya Winnie, saat berada di hutan kita harus menjaga tingkah laku kita agar tidak mengganggu hewan-hewan yang ada. Kita dilarang untuk berisik, mengumpat, serta memberi makan satwa liar. Isu-isu tentang hantu sudah pasti ada, itu sebabnya kita dilarang keras untuk bertindak semaunya di hutan.


Aku merasa kesulitan untuk menyembunyikan decak kagumku ketika Mbak Satya Winnie bercerita tentang sebuah desa bernama Ketambe. Jujur saja, kalau bukan karena acara ini aku tidak akan pernah tahu kalau Indonesia memiliki desa yang sangat indah bernama Ketambe.


Ketambe ini berada di Kutacane, Aceh Tenggara. Jaraknya kurang lebih sekitar 7 jam perjalanan dari Bandara Kuala Namu, atau sekitar 13 jam dari Banda Aceh.


Menurut penjelasan Mbak Satya Winnie, penduduk desa Ketambe sangat ramah dan welcome dengan para pengunjung. Beberapa pemuda di Ketambe juga sudah sangat terlatih untuk menjadi pemandu bagi pengunjung yang ingin jalan-jalan ke hutan.


Ingin camping di hutan Ketambe? Bisa banget!


Masyarakat setempat telah menyediakan beberapa pilihan paket untuk pengunjung yang ingin camping di hutan. Tarifnya bervariasi, tergantung berapa lama waktu yang kita perlukan.


Dengan memilih paket yang mereka tawarkan, pengunjung tidak perlu lagi repot memikirkan makan, minum, dan tidur, karena semua sudah difasilitasi oleh penduduk setempat.


Ada satu himbauan dari Mbak Satya Winnie kepada para blogger terutama blogger yang berasal dari Sumatera Utara.


Mbak Satya Winnie menemukan bahwa Sumatera Utara merupakan salah satu provinsi yang paling banyak kasus pengalihan fungsi hutan menjadi kebun kelapa sawit. Sebagai blogger, kita harus 'berisik' kepada pemerintah provinsi agar menyadari betapa pentingnya hutan di wilayah Sumatera Utara.


"Yang muda harus berkarya, yang muda harus punya suara dan aksi untuk mengembalikan fungsi hutan seperti sedia kala." Pungkas Mbak Satya Winnie menutup sambutannya.



Pengumuman Pemenang Lomba Blog Adopsi Hutan tahun 2020



Seperti yang aku tuliskan di atas, acara Online Gathering ini merupakan acara puncak dari lomba blog dengan tema adopsi hutan yang diselenggarakan oleh Hutan Itu Indonesia dan BP Network.


Maka pada sesi berikutnya adalah pengumuman pemenang lomba blog adopsi hutan tahun 2020.


Wah, ini merupakan moment yang cukup mendebarkan bagi para peserta lomba.


Pemenangnya adalaaaaah .... Jreng ...jreng ...



Juara Pertama, Nabilla DP dengan artikel yang berjudul "Mengadopsi Hutan Bambu, Menjaga Ekosistem tetap Terasuh."



Di blognya www.bundatraveler.com, Mbak Nabilla membahas tentang hutan bambu Lumajang yang sangat berperan dalam menaikkan debit air dan meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar.


Bersama suaminya, Mbak Nabilla sempat melakukan riset, dan menemukan bahwa hutan bambu di Indonesia cukup banyak, hanya saja gerakan adopsi hutan bambu belum gencar dilakukan. Padahal jika dilakukan dengan maksimal, hutan bambu juga bisa memberikan kontribusi yang baik bagi lingkungan.




Juara Kedua, Panji Gusti Akbar dengan artikel berjudul "Andoke dan Jambu Mete: Kisah “Gencatan Senjata” dari Tepian Hutan Lambusango."



Artikel Mas Panji ini unik banget. Mengisahkan tentang hubungan benci dan cinta para petani jambu mete dengan gerombolan monyet di tepian hutan Lambusango.


Di satu sisi, kawanan monyet yang disebut dengan Andoke ini merupakan hama yang memakan jambu para petani. Tapi, saat musim panen tiba para petani justru ingin kawanan monyet ini memakan jambu-jambu mereka.


Aneh, ya?


Ternyata monyet-monyet ini memakan jambu, namun menyisakan bijinya yang justru merupakan bagian yang paling berharga. Biji-biji jambu yang dibuang monyet inilah kemudian dikumpulkan oleh para petani.

Di sini Mas Panji mengajak kita untuk melihat langsung keselarasan hubungan antara manusia dan alam.

Penasaran pengen baca artikelnya? Kunjungi langsung blognya ya, www.crazybirdguy.wordpress.com




Juara ketiga, Fajar Laksana dengan artikel yang berjudul "Seperangkat Cerita yang Menghidupi Hutan."



Artikel Mas Fajar ini lain lagi keunikannya. Sesuai dengan tema blognya www.jawasastra.com, cerita pembuka artikelnya mengangkat kisah Dewi Suretna yang kabur dari istana karena menolak perjodohan dari orangtuanya, kemudian lari ke hutan Lawu.


Sesampainya di hutan, Dewi Suretna mulai dicekam rasa takut, terlebih lagi di hadapannya muncul 3 hewan hutan yaitu kijang, bangau, dan banteng. Namun ketakutan Dewi Suretna kemudian sirna ketika mendapati hewan-hewan itu bisa berbicara.


Kisah pembuka yang menurutku menarik banget, karena Mas Fajar membawa imajinasi kita kepada situasi hutan yang ramah dan indah.


Kemudian dengan perlahan Mas Fajar menyajikan fakta-fakta tentang deforestasi hutan yang membuat kita bergidik ngeri.


Wow!


Memang sangat pantas mereka ini menjadi pemenang lomba blog adopsi hutan tahun 2020. Cerita yang mereka bagikan, informasi yang merek sajikan, benar-benar berhasil membuka mataku betapa indahnya hutan, dan betapa pentingnya keberadaan hutan bagi kita manusia.


Selamat ya untuk semua pemenang. Kalian keren 👍



Penutup


Program adopsi hutan yang digagas oleh Hutan Itu Indonesia memang selayaknya bersama-sama kita dukung sepenuhnya agar kelestarian hutan kita terjaga.


Tanpa harus bersusah payah mengunjungi hutan, tanpa harus meninggalkan rutinitas kita dalam mencari nafkah, kita tetap bisa berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan hutan.


Hanya dengan memberikan donasi kita melalui program adopsi hutan, kita sudah turut berpartisipasi menjaga hutan Indonesia.


Jika bukan kita, siapa lagi?

Jika bukan sekarang, kapan lagi?


Karena sejatinya hutan itu memang untuk kita, dan untuk anak cucu kita kelak. Semoga hutan kita akan selalu ada hingga akhir zaman.


Mari salurkan donasimu ke Hutan Itu Indonesia. Jangan sungkan, jangan malu. Bahkan hanya dengan 10 ribu rupiah saja, peran kita sangat berarti bagi para penggerak peduli hutan.








Saturday, October 3, 2020

Cara Kerja dan Tips Menggunakan Genset Supaya Tahan Lama

October 03, 2020 0 Comments




Yuhuuu, siapa yang kesel kalau listrik padam? Aku yakin boleh dikatakan kita semua pasti kesel banget kalau ada pemadaman listrik. Apalagi kalau kita sedang melakukan perkerjaan penting, tiba-tiba listrik padam, beeeuuhh ... bisa ngomel panjang lebar, tuh.Trus menghayal, deh. Coba kalau ada genset, listrik padam gini ya no problemo. Hehehe. 

Genset memang menjadi alat yang paling dibutuhkan pada saat terjadi pemadaman listrik, khususnya di daerah yang ramai, seperti pusat perbelanjaan, perkantoran, dan rumah sakit. Tapi, mengoperasikan genset ini juga tidak bisa sembarangan, ya. Salah-salah mengoperasikan, listrik tidak menyala, bahkan instalasi atau mesin gensetnya bisa rusak.

Maka dari itu, sebagai daya listrik cadangan, ada baiknya kita mengetahui bagaimana prinsip kerja genset ini agar kita tidak salah dalam mengoperasikannya dan tahu cara memakainya dengan baik dan benar.

Simak penjelasan berikut, ya. 


Jenis-jenis Genset

Genset itu terdiri atas dua jenis, yaitu generator listrik dinamo (DC) dan generator listrik alternator (AC).

1. Generator Listrik Alternator (AC)

Jenis arus listrik yang dihasilkan oleh alternator ini adalah jenis alternatif dengan bentuk gelombang. Amplitudo tergantung pada kekuatan medan magnet, jumlah putaran kawat dan luas penampang kumparan dan frekuensi putaran kumparan sama dengan frekuensi poros. 


2. Generator Listrik Dinamo (DC)

Cara kerja genset listrik DC mirip dengan cara kerja generator listrik AC. Satu-satunya perbedaan adalah bahwa sumber daya DC ini menggunakan cincin split atau umumnya saklar di bagian output.



Cara Kerja Mesin Genset

Cara kerja mesin genset, mesin (engine) memutar rotor dalam sebuah generator, hal ini akan menimbulkan medan magnet pada kumparan generator. Setelah itu medan magnet ini akan membuat rotor berputar yang kemudian akan menghasilkan arus listrik.

Ketika listrik sudah hidup kembali, switch yang terdapat pada genset secara otomatis akan mengalihkan powersupply dari genset ke PLN dan akan mematikan genset dalam 5 detik. Switch yang secara otomatis bisa mengalihkan powersupply dari genset ke PLN itu adalah ATS (Automatic Transfer Switch).

Itulah cara kerja mesin genset sehingga ketika terjadi pemadaman listrik, lampu akan tetap menyala tanpa harus khawatir mengganggu aktivitas. 


Tips Menggunakan Genset Supaya Tahan Lama

Saat ini banyak sekali yang menyediakan genset berbagai spesifikasi tergantung dari kekuatannya, contohnya ada genset yang berkekuatan 5000 watt, genset 2000 watt, dan genset 1000 watt, serta masih banyak pilihan tegangan listrik yang lain, sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan.

Untuk memaksimalkan penggunaan genset agar tidak menimbulkan bahaya, sebelum menggunakan genset, harus mengetahui cara kerjanya genset terlebih dahulu.

Bingung cara mendapatkan informasinya di mana?

Gak usah galau, Temanku. 

Informasi lengkap sehubungan dengan cara kerja genset bisa didapat melalui https://sewatama.com/produk/power-rental/sewa-genset-solusi-kelistrikan/ agar genset dapat bekerja secara efisien sehingga genset bisa tahan lama.

Selain itu, kunjungi sewa loadbank disini agar dapat mengendalikan genset sesuai dengan tegangan listriknya.







Tips Cegah Diare dan Sakit Perut Saat di Perjalanan

October 03, 2020 0 Comments


Tips Cegah Diare dan Sakit Perut Saat di Perjalanan


Sebagian orang mungkin pernah mengalami diare saat di perjalanan. Biasanya hal ini sering terjadi ketika musim mudik atau libur panjang yang membuat banyak orang bepergian ke luar kota. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan diare saat di perjalanan, yakni cuaca yang belum bersahabat, tubuh yang lelah, serta makanan yang tidak jelas higienitasnya.


Hal utama yang harus diperhatikan akibat dampak diare adalah dehidrasi. Bolak balik buang air besar bisa menghabiskan cairan di dalam tubuh sehingga kita rentan diare.


Bayangkan, bagaimana rasanya harus sulit menahan hasrat ingin bolak balik ke kamar mandi saat sedang di perjalanan? Atau rasanya lemas karena dehidrasi lantaran diare di tengah perjalanan? Sangat menyiksa, bukan?


Untuk itu, sebelum hal tersebut terjadi, pastikan kamu menerapkan langkah-langkah pencegahan agar diare tidak lagi menyerang di tengah perjalanan jauh. Apa saja yang harus kamu lakukan? Yuk, simak selengkapnya! 


Tips Mencegah Diare Saat di Perjalanan


Perjalanan yang aman dan nyaman akan sangat mengasyikan. Sebab mood seketika bisa hilang jika tubuh merasa tidak nyaman atau menunjukkan gejala adanya penyakit. Untuk menikmati perjalanan dengan tenang, yuk cegah diare dengan cara-cara berikut ini! 


Memperhatikan higienitas makanan


Sebagaimana kita ketahui bahwa salah satu penyebab diare adalah adanya infeksi bakteri, virus dan parasit. Mikroorganisme tersebut bisa berasal dari makanan yang dikonsumsi ketika di perjalanan. Pastikan bekal yang kamu bawa merupakan makanan yang bersih serta aman dari bahaya mikroorganisme yang dapat menyebabkan diare.

Jika kamu tidak sempat membawa bekal, pastikan kamu tidak membeli makanan terbuka di pinggir jalan. Sebab, makanan terbuka yang belum dipastikan kebersihannya merupakan pantangan diare yang wajib dihindari. 


Membawa Bekal Makanan dengan Porsi Kecil


Selama berada di perjalanan, pastikan bekal yang kamu bawa adalah makanan dengan porsi kecil alias sekali habis. Makanan dengan porsi besar memberikan peluang masuknya bakteri akibat sering dibuka dan ditutup. Jika diperkirakan kurang, kamu bisa membawa lebih dari satu.
Memilih Jenis Makanan yang Dapat Mencegah Diare

Ketika hendak melakukan perjalanan jauh pastikan kamu memilih bekal jenis makanan yang dapat mencegah diare. Kamu bisa membawa berbagai makanan berikut ini. 

1. Nasi

Nasi putih memiliki karbohidrat yang tinggi serta rendah serat sehingga dapat mencegah diare ketika sedang bepergian jauh. Selain mencegah diare, nasi putih juga dapat membuat kamu tidak lemas karena adanya cadangan energi dari karbohidrat yang terkandung di dalam nasi putih. 

2. Kentang Rebus

Kentang rebus memiliki rasa yang hambar, tinggi karbohidrat namun rendah serat. Makanan yang satu ini bisa dijadikan cemilan sehat ketika kamu sedang ingin bepergian. Selain sehat, membawa kentang rebus sebagai bekal di perjalanan akan sangat menghemat keuangan kamu. 

3. Daging ayam

Nggak selalu harus hambar untuk mencegah diare saat bepergian. Bawalah daging ayam sebagai lauk atau bisa dijadikan cemilan untuk bekal kamu di perjalanan. Wah semakin semangat nih menempuh perjalanan nyaman dan aman.
 
4. Jahe

Jika kamu mempunyai wadah yang dapat menahan suhu panas air (termos), kamu bisa membawa air jahe sebagai bekal saat hendak perjalanan jauh. Jahe memiliki banyak manfaat bagi tubuh, termasuk dalam mengatasi mual dan muntah hingga diare. Selain bebas diare, kamu juga tidak perlu khawatir dihantui rasa mual dan muntah saat di tengah perjalanan. Jika kamu tidak punya termos, cukup konsumsi segelas air jahe sebelum berangkat ya. 

5. Yoghurt

Sebagian orang mengira bahwa yoghurt justru akan memperlancar sistem pencernaan sehingga dapat menyebabkan diare jika dikonsumsi secara berlebihan. Padahal, bakteri baik yang terdapat yoghurt justru sangat baik untuk memperbaiki kondisi lambung. Namun perlu diperhatikan bahwa yoghurt tidak bisa berlama-lama di suhu ruang untuk mempertahankan bakteri baik di dalamnya tetap hidup dan bermanfaat bagi tubuh.



Jika kamu termasuk orang yang sering diare ketika perjalanan jauh, tidak ada salahnya kamu membawa obat diare, contohnya seperti entrostop yang bisa kamu beli di toko obat terdekat. Meskipun sudah melakukan tindakan pencegahan, berjaga-jaga pun tidak ada salahnya. Kini, kamu siap bepergian tanpa khawatir lagi!