Follow Us @soratemplates

Thursday, October 25, 2018

Ketika Doa Ibarat Bendera Setengah Tiang

wanita berzikir


Hai, Moms.
Pernah melihat bendera setengah tiang ?
Aku yakin, kita semua pernah melihat bendera setengah tiang. Kalau ngga salah, dulu pasang bendera setengah tiang setiap tanggal 30 September dan 10 November.

Sekarang masih ada ngga, sih ?

Lalu, apa hubungannya bendera setengah tiang dengan doa ?

Percaya nggak, moms ? Kalau aku bilang kebanyakan kita para orangtua ini doanya itu ibarat bendera setengah tiang. Narik talinya kenceng, tapi benderanya ga nyampe ke puncak tiang.

Doa orangtua zaman jigeum mirip nih sama dengan bendera setengah tiang. Doanya kenceng, tapi usahanya setengah-setengah.

Kita ingin anak kita menjadi anak yang saleh dan salihah, berbakti kepada orangtua, dan berguna bagi nusa dan bangsa.

Sebuah doa yang pasti sangat mulia ya, Moms.

Untuk mewujudkan doa itu menjadi nyata, orangtua pun berupaya semaksimal mungkin dengan memasukkan anak ke sekolah-sekolah dengan kualitas pendidikan terbaik. Ditambah lagi dengan MDA sepulang sekolah, dengan harapan si anak menjadi manusia yang beriman dan taat beragama. Bahkan kalau bisa si anak jadi salah satu hafiz Al Qur'an.

Sebuah usaha yang patut banget diacungin jempol.

Tapi, Moms. Sudahkah amalan kita sejalan dengan ilmu yang didapat anak di sekolahnya ?

Di sekolah, anak diajarkan bahwa wanita wajib berhijab. Harus menutup aurat dengan sempurna saat berada di luar rumah atau di saat bertemu dengan laki-laki yang bukan mahramnya.

Tapi, yang anak lihat sehari-hari ibunya masih ga berhijab dengan sempurna. Menyapu halaman masih aja pake daster ga berhijab. Menjemur kain masih aja pake baju tidur tanpa hijab.

"Mak, kenapa mamak ga pakai hijab di luar rumah ?"

"Ah... Di halaman sendiri aja, kok. Ngapain pula mamak harus pake hijab ?"

Anak pun bingung, praktek kok tidak sesuai dengan teori.

Moms, halaman rumah adalah area terbuka yang siapa saja bisa lewat dan bebas melihat kita. Jadi meskipun di halaman rumah sendiri muslimah tetap harus menutup auratnya dengan sempurna. Please, jangan buat anaknya bingung ya, moms. Ustadz di sekolah bilang begini, lha ... Ibunya sendiri mempraktekkan sebaliknya.

Di sekolah, anak diajarkan bahwa sholat itu wajib. Sholat itu tiang agama. Ibadah yang pertama kali dihisab di akhirat nanti adalah sholat.

Tapi di rumah, anak tidak pernah melihat ibunya sholat, tidak pernah melihat ayahnya sholat. Pas azan tiba ibunya tidak beranjak dari depan tivi. Pas azan subuh berkumandang ayahnya masih ngorok di tempat tidur.

Di sekolah, anak di ajarkan bahwa Al Qur'an adalah pedoman hidup umat Islam, yang harus dibaca setiap hari. Adalah haknya Al Qur'an untuk dikhatamkan minimal 2x setahun.

Di rumah, anak gak pernah mendengar ibunya mengaji. Dia juga gak pernah melihat ayahnya pegang kitab suci. Kedua orangtuanya lebih sering pegang hape daripada pegang Al Qur'an.

Moms, anak-anak kita tidak hanya butuh teori dalam hidupnya. Yang terpenting dari semua teori adalah contoh dan teladan dari orangtuanya. Bagaimana bisa anak menjadi saleh dan salihah seperti yang diinginkan jika pemandangan yang anak lihat sehari-hari selalu bersifat keduniawian.

Orangtua menginginkan anaknya menjadi anak yang saleh dan salihah?

Mari ringankan langkah anak-anak kita dengan doa yang diiringi dengan amalan ibadah. Jika orang tua belum bisa sholat, belajarlah sholat segera. Sekiranya malu karena ketahuan ga bisa sholat, sekarang belajar sholat pun sudah bisa lewat aplikasi. Orang tua belum tau cara mengaji, belajarlah mengaji segera. Di playstore ada banyak aplikasi untuk belajar membaca Al Qur'an.

Jangan sampai anak sudah hapal juz 30, orangtua taunya hanya 3 qul. Qulhuwallah, qul a'u dzubirabbinnaas, qul a'u dzubirabbil falaq.

Malu kan sama anak ?
Hehehe.

Intinya, bercita-cita anak menjadi orang saleh dan salihah itu bagus. Tapi maksimalkan juga usaha kita dengan amalan ibadah. Jadi teori yang anak dapat di sekolahnya, nampak dalam kehidupan sehari-hari orangtuanya. Sehingga anak pun semakin mantap dalam mengamalkan ilmu yang dia dapat di sekolah.

No comments:

Post a Comment


Terimakasih telah berkunjung ^.^
Tinggalkan komentar ya, biar kita saling kenal.

Note : Mohon maaf, komentar anonim dan link hidup saya anggap spam, ya.