Saturday, January 27, 2018



Semakin majunya keadaan zaman, sepertinya berbanding lurus dengan perkembangan penyakit. Bisa dilihat kok, di sekitar kita betapa banyaknya jenis penyakit saat ini.

"Ada-ada aja macam penyakit sekarang. Zamannya aku muda dulu mana ada penyakit itu." Kata tetangga yang usianya udah lewat 80 tahun ketika mendengar kabar salah satu kerabatnya meninggal karena penyakit tertentu.

Ada benarnya yang dia bilang, tetapi ada salahnya juga. Zaman dulu perkembangan ilmu medis kan juga belum secanggih sekarang, ya. Bisa jadi penyakit yang nenek tadi bilang aneh sebenarnya sudah ada sejak dulu, hanya saja ilmu kedokteran saat itu belum mengenalinya. Ditambah lagi dengan minimnya sarana komunikasi saat itu.

Bicara tentang penyakit tentu saja gak bisa lepas dari yang namanya obat.

"Anak kalo badannya panas, gak usah buru-buru bawa ke dokter, kasih aja air rebusan daun sawo, ntar juga bakalan turun panasnya." Saran salah satu kenalan ketika aku bercerita Aira demam panas.

Air rebusan daun sawo ? Apa iya bisa nurunin panas badan ? Uji medis dan uji klinisnya mana ?

Meskipun bukan orang yang suka mengkonsumsi obat berbahan kimia (karena sebisa mungkin aku berusaha untuk menjaga daya tahan tubuh agar terhindar dari sakit), tetapi aku juga bukan orang yang langsung percaya ketika ada orang yang menyarankan obat-obat tradisional.

Apalagi untuk penyakit-penyakit yang membutuhkan observasi lanjut seperti demam.

Demam panas tidak bisa disepelekan, karena jika tidak ditangani secara cepat dan tepat bisa saja berindikasi penyakit yang lebih berat. Seperti DBD, campak rubela atau yang sedang heboh-hebohnya sekarang itu difteri. Semua penyakit yang mematikan ini diawali dengan demam, kan ?

Jadi sebenarnya obat tradisional bisa mengobati penyakit gak, sih ?

Ada beberapa penyakit yang memang bisa diobati dengan obat-obat tradisional, seperti yang pernah aku alami sebagai berikut :

- Irisan bawang merah dan minyak makan untuk mengobati perut kembung dan masuk angin.
- Daun singkong (dikunyah) untuk mengobati luka kecil seperti jatuh dari sepeda, tergores benda tajam dan lainnya.
- Batang serai yang dipanggang untuk meredakan nyeri keseleo.
- Kecap dan jeruk nipis untuk meredakan batuk
- Daun jambu biji untuk mengobati diare


Untuk penyakit-penyakit yang kategori berat dan butuh analisa lebih lewat rontgen, CT Scan, tes darah dan sejenisnya aku lebih nyaman jika langsung ditangani oleh dokter.

Kesehatan itu sangat penting, yes. Karena itulah, jika sakit sebaiknya segera lakukan tindakan pengobatan yang tepat. Jangan terbuai saran biaya pengobatan yang lebih murah, kemudian langsung setuju menggunakan obat tradisional yang pastinya belum teruji secara medis dan klinis.

Terlebih lagi dalam pengobatan tradisional tidak ada standar pasti yang digunakan sebagai acuan. Padahal beda orang pastinya beda juga kondisi tubuhnya. Seperti pada pengobatan medis, dosis obat tiap orang tidaklah sama. Ada pengelompokan usia, berat badan, dan juga kontraindikasinya.

Oleh sebab itulah, dalam pengobatan penyakit-penyakit yang 'serius' saya lebih percaya dengan pengobatan medis daripada pengobatan tradisional.

Bagaimana dengan kamu, gais ?







1 komentar:

aku sejauh ini masih percaya sama pengobatan tradisional dan konsumsi herbal, kebanyakan suka minum obat cina sih karna di aku lebih efektif.. soalnya trauma pas lagi jauh dulu sempet sakit, ke dokter dikasih obat banyak banget tapi sebulan ga sembuh2. :(

REPLY


Terimakasih telah berkunjung ^.^
Tinggalkan komentar ya, biar kita saling kenal

Meirida.my.id . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | for Meirida.my.id