Wednesday, January 24, 2018




Kalau sudah bicara soal mainan anak, aku benar-benar angkat tangan. Nggak tau, deh. Yang mengalami ini apa aku aja atau ibu-ibu seantero dunia juga merasakan yang sama ?

Mainan yang dibelikan untuk anak itu nggak ada satu pun yang tahan. Paling kuat umurnya satu minggu, setelah itu nggak tahu lagi bagaimana bentuknya.

Kalau itu boneka, wujudnya pasti udah kayak korban mutilasi. Tangan dimana, kaki dimana, kepala pun hilang. *Tepok jidat*

Kalau mobil-mobilan, bannya yang hilang satulah, baterainya yang cepat habislah. Adaaaaa aja yang bikin Maknya ini darting.

Satu-satunya jenis mainan yang cukup bertahan lama adalah boneka kain. Makanya setiap kali Aira minta mainan baru, aku pasti sodorin para 'korban' kreatifitasnya itu. Trus nanya, mainan yang kemarin udah seperti ini, nanti kalau beli lagi mau dibuat seperti apa lagi, nak ?

Kalau aku udah bertanya seperti itu biasanya Aira ga mau lagi minta mainan baru.

Bukannya pelit, tetapi sebagai ibunya aku harus mengajarkan dia cara menghargai barang miliknya. Kalau memang dia sudah tidak suka lagi, lebih baik berikan kepada anak-anak lain yang bisa jadi lebih membutuhkan. Aku tidak ingin Aira tumbuh menjadi pribadi yang suka mubazir.

Apa lagi semua orang juga tahu, harga mainan sekarang tidaklah murah. Jika diakumulasi selama sebulan bisa untuk beli beras 1 karung, lho. Kan sayang duitnyaaaaa.

Tapi aku juga gak maulah jadi ibu yang tidak berperasaan. Sadar banget malah, kalau Aira sudah minta mainan baru berarti dia sudah bosan dengan mainan yang ada. Kalau beli bukan jalan keluarnya, berarti aku harus punya jalan lain untuk mengobati kebosanannya, kan.

Beruntung banget zaman sekarang udah berseliweran tutorial di youtube. Jadinya, ada ide deh untuk membuatkan Aira mainan alternative.

Membuatkan mainan untuk anak sebisa mungkin tidak mengeluarkan biaya, yes. Karena kalo tetap keluar duit, mending beli aja, deh. Nggak perlu capek juga, kan. *Mak pedit mode on*

This time, giliran kaus kaki bekas yang menjadi bahan.

Nggak tahu kenapa, di rumah kami sering banget terjadi insiden kaus kaki hilang sebelah. Tapi berhubung Mak Aira ini tergolong mak-mak pedit, kaus kaki yang kehilangan pasangan itu tetap disimpan rapi. Dengan harapan suatu saat pasangannya kembali.

*Kaus kaki tinggal sebelah aja aku jagain, apalagi kamu*

*Uhuk*

Boneka Kelinci dari Kaus Kaki Bekas

Alat dan bahan :
- kaus kaki
- apron (jika tidak ada bisa diganti kapas atau kain perca)
- mata mainan
- benang
- gunting

Cara membuat :
- Balik bagian dalam kaus kaki ke luar
- Posisikan bagian tumit di bawah, gambarlah bentuk telinga di bagian atasnya
- Jahit pola yang dibentuk dengan kuat
- Balikkan lagi kaus kaki, kemudian isi bagian telinga terlebih dahulu dengan apron, setelah itu bagian badannya sampai penuh.
- Gunting bagian karet kaus kaki, kemudian jahit longgar, dan tarik.
- Buat pola lingkaran pada kaus kaki yang lain, kemudian jahit longgar sekelilingnya.
- Ambil segumpal apron, masukkan ke tengah-tengah lingkaran, sambil ditekan tarik jahitan longgar hingga kencang.
- Pasangkan pada badan boneka kelinci membentuk tangan.
- Bentuklah mulut dengan jahitan longgar pada bagian wajah.
- Kemudian pasangkan kedua mata.
- Bisa dilengkapi dengan hiasan pita pada bagian telinga
- Selesai.



Mainan untuk anak nggak selalu harus dibeli, kan. Alhamdulillaah, Aira suka dengan boneka barunya.

Hmm ... Next time buat boneka apa lagi, ya ?

Ada ide, gais ?







Terimakasih telah berkunjung ^.^
Tinggalkan komentar ya, biar kita saling kenal.

Note : Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan dihapus.

Meirida Blog - Review dan Lifestyle . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | for Meirida.my.id