Tuesday, December 4, 2018

Hai, Gais.
Pernah mendengar istilah Generasi Z?

Pada saat sedang memberikan sebuah kuliah umum di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta pada tahun 2017 silam, Presiden Joko Widodo menyebut-nyebut tentang Generasi Z atau yang sering juga disebut dengan Gen Z. Pak Presiden mengatakan jika  para remaja sekarang ini akan dapat mengubah lanskap politik dan lanskap ekonomi dalam kurun waktu 5 hingga 10 tahun kedepannya.

Generasi Z merupakan sebuah kelompok umur yang muncul setelah hadirnya Baby Boomers yang lahir pada tahun 1946 hingga 1964, lalu disusul Generasi X yang lahir pada 1965 hingga 1976, dan juga generasi Y yang lahir pada tahun 1977 hingga 1995.

Generasi Z di Indonesia adalah mereka yang lahir pada pertengahan tahun 1990-an yang mengacu kepada penggunaan perdana internet secara komersial hingga pertengahan tahun 2000-an.  Jumlah Generasi Z hingga tahun 2010 mencapai lebih dari 68 juta orang, dan jumlah ini lebih banyak 2 kali lipat jika dibandingkan Generasi X. 

Usia paling tua dari Generasi Z ini adalah mereka yang berusia 21 tahun, yang artinya mereka sudah pernah mengikuti pemilihan presiden dan wakilnya serta mengikuti pemilu legislatif. Nanti akan semakin banyaknya remaja dari Generasi Z yang akan mengikuti pemilihan presiden pada tahun 2019, baik yang baru pertama kali atau juga yang sudah berulang-ulang kali.

Lalu bagaimanakah Generasi Z ini akan membawa perubahan terhadap lanskap politik di Indonesia?

Berikut beberapa fakta menarik Generasi Z dapat merubah lanskap politik di Indonesia di antaranya yaitu:

1.       Generasi Digital Native

Ciri utama dari Generasi Z ini adalah mereka yang masuk ke dalam kategori pribumi digital atau digital native. Hal ini akan menjadikan posisi mereka sangat menarik jika dibandingkan dengan generasi-generasi yang sebelumnya. Generasi ini bukan imigran digital yang harus bertransisi dari dunia analognya.



Generasi Z ini sangat melek dengan internet yang sudah ada di dalam genggamannya. Terhadap kemudahan dan kepraktisan Internet mereka tidak merasa kagum. Bagi mereka internet merupakan normalitas. Internet sudah menjadi bagian utama bagi kehidupan sehari-hari. Ini bisa berarti jika Generasi Z ini akan lebih tahan terhadap hoaks yang akhir-akhir ini sangat mengkhawatirkan dan juga menjijikkan. Dimana literasi media digital dengan mudahnya akan membolak-balikkan mental, karena pengguna ponsel canggih atau smartphone akan dengan sangat mudah untuk meneruskan berbagai kabar melalui sarana berkirim pesan seperti WhatsApp misalnya.

Menurut sebuah riset yang dilakukan oleh Mastel atau Masyarakat Telematika Indonesia mengatakan jika wabah hoaks nasional ini sebanyak 68,2% dan akan menerima hoaks melalui aplikasi chatting. Inilah yang menjadi keunikan dari Generasi Z yang tidak menempatkan kecepatan sebagai faktor penting di dalam mencari berita karena kecepatan ini bukanlah sebuah keberuntungan tetapi merupakan sebuah kewajaran.

2.       Meraih Generasi Z

Generasi Z ini tidak akan terpesona terhadap partai yang pengikutnya itu banyak atau tokoh politik yang banyak umatnya. Generasi ini akan lebih tertarik kepada keunikan yang ditawarkan oleh sebuah partai politik atau juga tokoh politik pada saat sedang berkampanye.



Menurut sebuah riset yang dilakukan oleh Tirto kepada 1201 responden Generasi Z di Jawa dan Bali pada tahun 201,7 maka kecenderungannya Generasi Z ini pikirannya akan lebih terbuka, asyik dengan teknologi, dan akan menghendaki adanya perubahan sosial.

Itulah beberapa fakta menarik Generasi Z dapat merubah lanskap politik di Indonesia. Kecenderungannya Generasi Z ini akan lebih individualis jika dibandingkan dengan generasi yang sebelumnya.


Hm, kalo kamu tergolong generasi mana nih, gais?


Terimakasih telah berkunjung ^.^
Tinggalkan komentar ya, biar kita saling kenal.

Note : Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan dihapus.

Meirida Blog - Review dan Lifestyle . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | for Meirida.my.id