Monday, September 3, 2018

Hai, gais!

Pernah mendengar kata 'Revolusi Industri 4.0'?

Kalau jawaban kamu belum, toss dulu kita. Sampai akhir Agustus 2018 lalu aku juga belum pernah mendengar kata revolusi industri 4.0.

Nah, kata ini bergaung hebat di acara SELISIK 2018 yang diadakan oleh STT Bandung pada tanggal 1 September 2018 kemarin, lho. Bertempat di Hotel Harris Convention Bandung.



SELISIK 2018 adalah singkatan dari Seminar Nasional Telekomunikasi dan Informatika memiliki tema Menyiapkan Sumber Daya Manusia untuk Menghadapi Industri 4.0

Demi menghadapi ekonomi digital yang semakin berkembang pesat, pemerintah sedang menggaungkan tentang revolusi industri 4.0 ini dengan meluncurkan Roadmap "Making Indonesia 4.0". Peluncuran program ini diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 4 April 2018 lalu.





Roadmap ini bertujuan sebagai strategi Indonesia untuk dapat bersaing dalam industri global, dimana konektifitas indutri 4.0 melalui teknologi, informasi dan komunikasi yang terintegrasi akan lebih efisien serta meningkatkan kualitas produk industri manufaktur. Untuk mewujudkannya dibutuhkan langkah kolaboratif dari pemangku kepentingan seperti institusi pemerintahan, asosiaai dan pelaku industri hingga unsur akademisi.

SELISIK merupakan media bagi para praktisi dan akademisi untuk saling berbagi ide dan pengalaman baru mengenai disiplin ilmu di bidang informatika dan telekomunikasi.

Seminar ini merupakan kerjasama dari STT Bandung (Sekolah Tinggi Teknologi Bandung), APTIKOM (Asosiasi Perguruan TInggi Ilmu Komputer)  Jawa Barat, IndoCEISS (Indonesian Computer Electronics and Instrumentation Support Society, dan NERIS. Didukung juga oleh sejumlah perguruan tinggi lainnya di Indonesia seperti STIKOM Bali, STIMIK AMIKOM Purwokerto,  AMIKOM Cipta Darma Surakarta, STMIK Atma Luhur Pangkal Pinang, STIKOM Banyuwangi, STMIK Bumigora Mataram-NTB, STMIK PalcomTech, Politeknik  PalcomTech dan MICROSKIL.

Untuk membangkitkan rasa nasionalisme, acara diawali dengan dinyanyikannya lagu Indonesia Raya. Kemudian dilanjutkan dengan pementasan Tari Rempak Gendang oleh Mahasiswa STT Bandung.

Acara pun semakin terasa berbobot dengan kedatangan 2 orang pemateri yaitu:

  • Ir. Priyantono Rudito, M. Bus., Ph.D selaku Direktur Eksekutif Co-Branding Wonderful Indonesia di Kementrian Pariwisata.
  • Prof. Dr. M. Suyanto, M. M, selaku Rektor Universitas Amikom Yogyakarta.

Menyiapkan Sumber Daya Manusia untuk Menghadapi Industri 4.0 dengan Mengembangkan Digital Mastery



Ini adalah judul materi pertama yang disampaikan oleh Ir. Priyantono Rudito, M. Bus., Ph.D. Untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi industri 4.0 dibutuhkan 3C yaitu context, concept, dan content.

Hadirnya era digital merubah pola pikir manusia dari yang linear menjadi exponential. Dari yang nyaman dengan rutinitas statis, berubah menjadi dinamis yang kreatif juga kritis. Sehingga bisa menghasilkan suatu karya baik berupa produk ataupun jasa yang pada akhirnya memberikan keuntungan dalam materi ataupun non-materi.



Jadi untuk menghadapi industri 4.0, yang paling utama harus disiapkan adalah Human Capital atau Sumber Daya Manusia. Penyiapan human capital ini harus sejalan dengan pengembangan digital mastery yang mencakup digital leadership dan digital capability. Jangan sampai manusia dikalahkan oleh mesin. Secanggih apapun mesin yang diciptakan, jangan sampai menggantikan peran manusia itu sendiri dalam mengatur kehidupannya.

Untuk membangun Digital Mastery ini dibutuhkan trilogi pendekatan, yaitu:
- Experiential Learning
- Coaching
- Unlocking Within



"Inti dari semua teknologi dan industri kita yang maju ini, bukan karena semata-mata ingin menghasilkan keuntungan, tapi bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi sesama, dan yang paling penting Blessing of The World -  Rahmatan Lil 'Alamin"           ~ Ir. Priyantono Rudito, M. Bus., Ph.D ~

Human Capital Development in Industri 4.0, Amikom University Experience

Materi ini disampaikan oleh Prof. Dr. M. Suyanto, M.M, selaku rektor Universitas Amikom Yogyakarta. Universita yang sebelumnya bernama Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Yogyakarta ini merupakan perguruan tinggi swasta yang menjadi Percontohan Dunia Model Private Entrepreneur oleh UNESCO (Unesco New Dynamic: Private Higher Education, 2009) dan juga menjadi Top 100 Perguruan Tinggi di Asia Tenggara versi Webometric 2014.

Ada 4 profesi yang akan bertahan dalam dunia industri 4.0, yaitu:
- Profesional
- Entrepreneur
- Scientist
- Arts

Perkembangan generasi muda yang bisa mustitasking sangat dibutuhkan untuk dunia industri yang bergerak melebihi 24 jam sehari. Karena kemampuan yang seperti ini, salah satu mahasiswa Universitas AMIKOM Yogyakarta berhasil menjadi bagian dari tim desain perusahaan General Electric. *keren*

Selain itu, Universitas Amikom Yogyakarta juga mendapatkan 45 penghargaan internasional dan 150 penghargaan nasional. Salah satunya adalah film The Battle of Surabaya. Hal ini bisa diraih karena Universitas Amikom Yogyakarta mempunyai tujuan yaitu Purposing Culture.



Purposing Cultuter adalah budaya yang dibangun berdasarkan pada tujuan hidup yang mulia, berkarya dan berprestasi yang paripurna bukan untuk menperoleh materi semata melainkan karena bentuk kecintaan kepada Tuhan.


Pemaparan yang sangat intens dari kedua pemateri dalam SELISIK 2018 membuat mata kita terbuka lebar bahwa revolusi industri 4.0 bukanlah impian kosong semata jika kita paham bagaimana menciptakan generasi yang kompeten di era digital, dan juga tenaga pendidik yang mampu beradaptasi dengan kecepatan perubahan di era distruption ini.

#MakingIndonesia4.0
#Selisik2018
#STTBandung




Terimakasih telah berkunjung ^.^
Tinggalkan komentar ya, biar kita saling kenal.

Note : Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan dihapus.

Meirida Blog - Review dan Lifestyle . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | for Meirida.my.id