Saturday, September 15, 2018

Hai, gais.
Istilah galaktosemia mungkin masih terdengar awam ya di telinga kita. Gangguan kesehatan yang satu ini memang tergolong langka nih, gais. Jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat bisa berujung pada kematian.

Apa itu Galaktosemia?

Galaktosemia adalah suatu kondisi yang mencegah tubuh mencerna galaktosa, yaitu gula sederhana yang ada dalam susu, baik itu ASI ataupun susu formula. Galaktosemia berarti terlalu banyak kandungan galaktosa dalam darah yang tidak digunakan sehingga bisa menyebabkan masalah kesehatan yang serius jika tidak ditangani dengan tepat.

Penderita galaktosemia tidak mampu mengubah galaktosa menjadi glukosa yang merupakan sumber energi, karena tidak memiliki enzim GALT. Karena tidak dapat dicerna, galaktosa akan tertimbun dalam darah.

Yang lebih menyedihkan adalah ketika galaktosemia ini menimpa bayi yang sudah pasti masih sangat membutuhkan susu sebagai makanan pokoknya. Jika bayi dengan galaktosemia diberikan susu seperti bayi pada umumnya, maka zat yang terbuat dari galaktosa akan menumpuk dalam tubuh bayi. Zat-zat ini akan merusak hati, ginjal, otak dan mata. Jika tidak diobati, 75% dari bayi penderita galaktosemia tidak akan mampu bertahan hidup.

Galaktosemia ini adalah kelainan genetik yang diwariskan dari orangtua. Meskipun orangtua tidak menderita galaktosemia, tetapi mutasi gen tetap bisa terjadi. Kemungkinan ini terjadi karena pada dasarnya setiap orangtua membawa satu salinan gen yang menyebabkan galaktosemia dan kondisi ini diwariskan kepada anak dalam pola resesif autosomal.

Gejala Galaktosemia

Biasanya, galaktosemia ini tidak langsung tampak pada saat bayi lahir. Tetapi beberapa hari atau setelah minum susu akan terlihat munculnya gejala seperti berikut ini:

  • Kejang
  • Iritasi
  • Letargi atau penurunan kesadaran
  • Sulit minum susu (bayi menolak minum susu)
  • Berat badan buruk
  • Menguning pada kulit dan putih mata 
  • Muntah
Penanganan yang Bijak untuk Anak Penderita Galaktosemia

Orangtua dari bayi yang didiagnosa menderita galaktosemia harus sangat berhati-hati dalam memberikan asupan makanan untuk anak. Sebisa mungkin orangtua harus menggunakan formula yang tidak mengandung galaktosa. 

Pada bayi penderita galaktosemia bisa diberikan makan dan minum dengan formula kedelai, susu formula bebas laktosa, formula berbasis daging atau nutramigen dan juga suplemen kalsium yang dianjurkan.

Peluang bayi untuk tumbuh normal lebih besar jika penanganan dilakukan sebelum bayi berusia 10 hari. Meskipun saat anak-anak fase pertumbuhannya agak terlambat, tetapi bisa normal saat dewasa.

Penanganan galaktosemia ini tidak berlangsung hanya saat bayi saja, tetapi berlangsung seumur hidup, karena sampai saat ini belum ditemukan obatnya.

Dari anak-anak hingga dewasa, penderita galaktosemia ini harus memperhatikan asupan makanannya dengan sangat cermat. Menghindari makanan dan minuman yang mengandung laktosa atau galaktosa. Pastikan membaca label makanan dengan seksama sebelum mengonsumsinya.

SGM Eksplor Soya, Memahami Kebutuhan Anak Penderita Galaktosemia


Kabar baik bagi orangtua dari anak penderita galaktosemia karena sekarang sudah tersedia susu formula yang aman dikonsumsi oleh anak-anak penderita galaktosemia.

Sebagai produsen susu dalam negeri, PT. Sarihusada benar-benar memahami kebutuhan nutrisi setiap anak yang dilahirkan di negeri ini. Dan khusus untuk anak penderita galaktosemia ini PT. Sarihusada telah menghadirkan SGM Eksplor Soya. dengan 2 varian rasa yaitu vanila dan madu.



SGM Eksplor Soya merupakan formula yang menggunakan Isolat Protein Kedelai sebagai sumber proteinnya, sehingga bisa diberikan kepada anak-anak usia 1-5 tahun yang memiliki alergi terhadap protein susu sapi dan juga anak yang menderita galaktosemia.

SGM Eksplor Soya dengan Presinutri+ mengandung :
  • Asam Linoleat Omega 6 (560 mg/saji)
  • Protein (4 gr)
  • Vitamin D3 (60%)
  • Kalsium (25%)
  • Vitamin A3 (40%)
  • Zinc (30%)
  • Vitamin C (50%)
  • Zat Besi (40%)
Nah, kalau sudah begini, tidak salah dong jika di artikel sebelumnya aku pernah menulis 5 Alasan Mengapa Susu SGM Eksplor itu Pilihan yang Bijak untuk Anak.

Karena berbekal pengalaman lebih dari 60 tahun, PT. Sarihusa telah berkerjasama dengan para ahli nutrisi anak dari Indonesia, Singapura dan Belanda dalam menyediakan produk nutrisi terbaik untuk anak-anak Indonesia.

Ayo! Dukung terus anak-anak Indonesia menjadi #AnakGenerasiMaju dengan selalu memberikan nutrisi terbaik dalam tumbuh kembangnya.










14 komentar

Waaah...baru tahu istilah Galaktosemia. Berarti seumur hidup tidak boleh minum susu dan teman²nya ya. Makasih sharingnya.

REPLY

Ternyata ada susu jenis ini ya untuk anak usia 1-5 th. Baru tahu deh. Aku taunya susu sgm soya yg buat bayi, penggantinya susu formula biasa bagi yg alergi. Soalnya anakku dulunya alergi susu dan konsumsi susu soya, sampai umur setahun

REPLY

Bahaya banget itu penyakit galaktosemia, untungnya ada SGM Eksplor Soya jadi anak tetap bisa mendapat asupan gizi yang cukup.

REPLY

Whuaa SGM hadir sebagai solusi ya. Semoga sehat terus, cerdas, berakhlak ya anak-anak Indonesia.

REPLY

Ternyata Galaktosemia gejalanya sampai seperti itu ...baru tahu.
Syukur sudah ada produk susu tertentu bagi pederitanya, seperti SGM eksplor Soya ini..:)

REPLY

Beneran lho aku baru tahu mengenai Galaktosemia ini. Kalau penanganan sebelum bayi berusia 10 hari, jadi penasaran nih, cara tahunya bagaimana ya?

REPLY

Anak saya kemarin-kemarin susunya SGM juga Bun tapi bukan yang soya, yang susu dari sapinya. Sekarang lagi ganti susu UHT. Padahal emaknya pengen Erysha sgm aja biar ga bkin karis ke gigi.

REPLY

Wah saya baru tau ada galaktosemia, tulisannya ilmu banget mba, menambah pengetahuan saya banget ttg ini. Wah SGM keren ya, tau banget kebutuhan untuk para ibu yg punya anak galaktosemia ini. Makasih mba sharingnya.

REPLY

Wahh infonya penting nih...Kalau salah penanganan penderita galaktosemia bisa fatal. Beruntung ada perusahaan yang menyediakan susu untuk anak galaktisemia. Sip mb infonya

REPLY

SGM memang bagus, mbak. Dulu waktu anak-anak masih bayi juga minum itu

REPLY

SGM soya bisa untuk anak usia 1-5 tahun yang memiliki alergi terhadap protein susu sapi dan juga anak yang menderita galaktosemia.

REPLY

Produk keren untuk solusi bagi anak-anak yang membutuhkan ya mba.

REPLY

Berarti anak2 sering kejang itu isa juga krn galaktosemia ya.

Perlu infoin ke anak2 nih, biar memberi anaknya SGM soya

REPLY

Luigi pernah minum SGM soya tapi bukan karena galaktosemia, tapi krn diare. Tapi serem ya penyakit galaktosemia krn bikin BB seret juga, semoga anak2 kita semua sehat :)

REPLY


Terimakasih telah berkunjung ^.^
Tinggalkan komentar ya, biar kita saling kenal.

Note : Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan dihapus.

Meirida Blog - Review dan Lifestyle . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | for Meirida.my.id