Monday, May 13, 2019

Yuhuuu!

Apa kabar puasanya hari ini? Semoga lancar terus, ya.

Kalo aku puasa kali ini terpaksa harus nyerah dulu, karena masih dalam periode ASI ekslusif untuk si bayik. Sempat sih puasa 2 hari, tapi dampaknya si bayik rewel seharian. Padahal jumlah ASI sih ga berkurang, tapi mungkin berperngaruh ke rasanya, ya. Karena memang keliatan banget, si bayik ga nyaman  waktu menyusu. Satu dua kali hisap, dia langsung lepaskan lagi. Setelah itu dia menangis. Begitu terus dari siang sampai malam. Si bayik baru tenang setelah tengah malam, mungkin karena capek menangis seharian, akhirnya dia tidur pulas juga.

Merasa ada something wrong dengan ASI akhirnya aku pasrah untuk ga puasa Ramadhan kali ini.

Okey, back to topic.

Teman-teman, pernah ga merasa jenuh dengan rutinitas sehari-hari?

Kalo aku jujur aja nih, akhir-akhir ini mudah sekali merasa jenuh. Mungkin karena sedang riweh dengan si bayik, ya, rasanya duniaku bener-bener jalan di tempat. Berputar hanya antara kamar tidur, ruang keluarga, dan kamar mandi. Begituuuuu setiao harinya. Kadang timbul juga rasa iri liat temen-temen di media sosial pada posting foto jalan-jalan dan makan-makan di luar. Hati kecil terkadang berbisik, kapan ya bisa jalan-jalan seperti mereka?

Tetapi hidup memang seperti ini ya, kan.

Tidak selamanya kita bisa bebas bergerak kemana saja. Ada kalanya kita harus terikat pada satu hal, berdiam diri pada satu titik, hanya bisa melihat dari kejauhan, hanya bisa mengomentari tanpa bisa terlibat langsung.

Jenuh? Pasti.

Tapi tidak mungkin juga rasa jenuh ini dibiarkan berlarut-larut. Karena jika dibiarkan, akan banyak pihak yang dirugikan nantinya. Yang paling merugi adalah diri sendiri, karena bisa berdampak badmood, hilang semangat, kemudian emosi kepada siapa saja.

See? Mudharatnya banyak sekali.

Jadi daripada larut dalam kejenuhan mengapa tidak mencari kegiatan untuk menghilangkan kejenuhan?

Alhandulillah, aku tipikal orang yang suka mengerjakan hal-hal sepele yang bagi sebagian orang gak penting, tapi bagiku justru bisa jadi terapi dari kejenuhan. Salah satu yang paling suka aku lakukan adalah membuat kreasi dari barang-barang bekas.

Nah, me time seruku kali ini adalah membuat kreasi dari stik bekas.

Kebetulan bulan puasa ini lumayan sering membeli es krim stik, alhasil stik-stiknya lumayan juga kalo di kumpulin. Daripada menyumbang sampah, mengapa stick bekas ini tidak dimanfaatkan saja?

Berikut kreasi ala-ala Meirida dari stick bekas.


Tempat pensil dari stick bekas


tempat pensil dari stick



Rumah dari stick bekas



rumah dari stick


Mengapa aku memilih untuk me time dengan kreasi dari stick bekas?

  • Menyenangkan, karena bisa menghasilkan sesuatu dari barang yang sebelumnya sudah dijadikan sampah.
  • Bermanfaat, bisa mengurangi sampah.
  • Tidak butuh modal besar, hanya lem kayu, karton, dan stick.
  • Meningkatkan kesabaran.
  • Meningkatkan kreatifitas.


Me time ini sangat penting untuk pemulihan jiwa agar terhindar dari stress. Akhir-akhir ini beban hidup semakin berat, dan rentan memicu stress. Jika tidak dikendalikan secepatnya, stress ini bisa berdampak fatal.

Me time ini bisa dilakukan dengan banyak cara ya, gais. Tidak harus berkreasi dari barang bekas seperti yang aku lakukan. Bisa juga dengan menonton, bisa dengan mendengarkan musik, bisa dengan jalan-jalan, hangout bareng sahabat, dan hal-hal lainnya yang menyenangkan.

Nah, inilah cerita me time-ku kali ini.
Kalau kamu me timenya ngapain aja, nih?


1 komentar:

Waah...me time yang bermanfaat sekali, Mbak.
Bisa menghasilkan karya seni dari barang yang sudah tidak terpakai lagi. Keren!

REPLY


Terimakasih telah berkunjung ^.^
Tinggalkan komentar ya, biar kita saling kenal.

Note : Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan dihapus.

Meirida Blog - Review dan Lifestyle . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | for Meirida.my.id