Saturday, April 27, 2019




Ahaaai ... adakah yang tidak suka nasi goreng di sini? Nasi goreng adalah salah satu menu masakan khas nusantara yang keberadaannya sudah dikenal luas oleh dunia internasional. Bahkan mantan presiden USA Barack Obama saja doyan makan nasi goreng, lho.

Sewaktu kecil dulu, aku pernah didongengkan oleh nenek (alm) tentang asal usul nasi goreng ini.

~Konon~

Pada zaman dulu hiduplah seorang raja dengan seorang ratu, dan 3 putrinya yang cantik. Kecantikan putri-putri raja ini tersohor hingga ke kerajaan lainnya. Ketika para putri beranjak dewasa, datanglah pinangan beberapa pangeran dari kerajaan lain, salah satunya adalah pangeran Durjana yang terkenal dengan kekejamannya.

Raja dan ratu sangat ketakutan. Dia tidak ingin memiliki menantu yang jahat dan kejam, tapi dia juga tidak berdaya untuk menolak. Diam-diam raja mengadakan kerjasama dengan para pangeran lainnya untuk berperang melawan Pangeran Durjana. Demi keselamatan putri-putrinya, raja pun memerintahkan para pengawal setianya untuk mengantarkan putri-putri kesayangannya ke tengah hutan yang tidak terlalu jauh dari kerajaan Pangeran Durjana, untuk bersembunyi dalam sebuah lubang bekas sumur tua. Agar para putri tidak kelaparan, mereka dibekali dengan banyak bahan masakan dan juga beberapa peralatan masak sederhana. Putri-putri dibekali persediaan untuk sekitar 5 hari.

Keesokan harinya, raja menghembuskan desas desus bahwa para putri diculik oleh Pangeran Durjana. Desas desus ini berhasil menimbulkan kemarahan rakyat. Bersama dengan para pangeran dari kerajaan lain, mereka pun menyerang Pangeran Durjana. Ternyata nama besar Pangeran Durjana bukan isapan jempol belaka, perkiraan mereka meleset, Pangeran Durjana masih bertahan walaupun perang telah berlangsung selama 5 hari.

Raja pun mulai risau, dia mengkhawatirkan keselamatan putri-putrinya yang pasti telah kehabisan persediaan makanan. Tetapi untuk mengantarkan tambahan bahan makanan juga tidak mungkin, karena hal itu bisa saja diketahui oleh pasukan Pangeran Durjana.

Berkat perjuangan yang tiada henti, Pangeran Durjana akhirnya dapat dilumpuhkan pada hari ke-7. Tanpa membuang waktu raja pun segera menjemput putri-putrinya. Dalam bayangannya, putri-putri pasti dalam keadaan lemah karena sudah tidak makan selama dua hari. Ternyata raja salah. Saat dikeluarkan dari sumur tua itu, putri-putri tampak segar dan bugar. Ternyata dua hari terakhir dilewati putri-putri dengan makan nasi goreng. Nasi dingin sisa makan sebelumnya mereka olah jadi nasi goreng. Begitulah cara mereka bertahan hidup di lubang yang sempit itu.

Sejak itu, nasi goreng pun menjadi menu masakan di kerajaan mereka.

~Tamat~

Dongengnya ngasal, ya. Sepertinya nenekku ngarang indah biar kami mau makan saat itu.
Hahaha. Tapi usaha nenekku memang ga sia-sia ternyata, karena sampai hari ini nasi goreng adalah salah satu menu makanan kesukaan kami sekeluarga.

Kelezatan nasi goreng memang tidak terbantahkan terutama oleh lidah orang Asia. Buktinya di Korea Selatan juga ada menu nasi goreng kimchi, lho. Di Indonesia sendiri varian rasa nasi goreng ini juga banyak banget, dan satu yang paling populer adalah nasi goreng pete.

Resep nasi goreng pete pun dengan mudahnya kita temukan di internet dalam bervariasi gaya olahan.  Hal ini membuktikan bahwa nasi goreng itu rasanya memang lezat dan sukses bikin nagih.


Resep Nasi Goreng Pete ala Meirida


Yuhuuu, ada yang ga suka pete karena baunya? Hm, tau ga sih aroma pete itu kalo di tambahkan ke nasi goreng bisa bikin kamu lupa jalan pulang, lho. Hahaha.

Ga percaya?

Cobain deh resep nasi goreng pete ala Meirida ini, dan buktikan sendiri efeknya.

Bahan:

  • 400 gr Nasi putih.
  • 4 bh Bawang merah, haluskan.
  • 2 siung Bawang putih, haluskan.
  • 7 bh Cabe rawit, haluskan.
  • 50 gr Pete, dikupas.
  • 2 btr Telur.
  • Daun bawang, iris tipis, secukupnya.
  • Seledri, iris-iris, secukupnya.
  • Garam, secukupnya.
  • 2 sdm, Mentega Blue Band.


Cara membuat:
- Panaskan mentega, tumis bawang yang sudah dihaluskan sampai harum, kemudian masukkan cabe rawit, tumis hingga bau sangitnya hilang.
- Masukkan telur, aduk sampai berbentuk orak-arik.
- Masukkan daun bawang, seledri, pete, dan garam, tunggu sampai daun bawang dan seledrinya layu.
- Masukkan nasi, aduk rata.
- Sajikan dengan tambahan irisan timun, tomat, selada, telur ceplok dan kerupuk.
- Selesai.

Khusus untuk menumis aku pakenya Blue Band, ya, karena ada sensasi rasa yang unik, yang lidah aku ga dapatkan kalo pake minyak goreng biasa. Tapi ini kembali soal selera, ya. Jadi sah-sah aja kalau teman-teman lebih suka menggunakan minyak goreng.

Hm, yummy banget ini, gais.
Rasa pedasnya dapet, gurihnya dapet, dan aroma petenya asli bikin pengen nambah lagi dan lagi. Bagi teman-teman yang menyukai bakso dan sosis, juga bisa ditambahkan ke dalam nasi goreng petenya, dijamin rasanya semakin joss.

Oh ya, ada yang heran mengapa aku tidak menambahkan kecap?
Khusus untuk resep nasi goreng pete ini aku memang tidak menambahkan kecap, karena ingin mempertahankan ke-original-an rasa pete dan rawit yang khas

Nah, teman-teman punya resep nasi goreng pete ala-ala sendiri?
Yuk, share di kolom komentar, ya.

====
Image: cookpad
====



Terimakasih telah berkunjung ^.^
Tinggalkan komentar ya, biar kita saling kenal.

Note : Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan dihapus.

Meirida Blog - Review dan Lifestyle . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | for Meirida.my.id