Follow Us @soratemplates

Wednesday, April 24, 2019

Cara Mengurangi Rambut Rontok Pasca Melahirkan




Problema wanita memang tidak ada habisnya. Mulai dari rasa nyeri saat siklus bulanan, serba-serbi kehamilan, hingga rambut rontok pasca melahirkan.

Masalah rambut rontok memang terkesan sepele. Siapa sih orang di dunia ini yang tidak mengalami rambut rontok? Tetapi rambut rontok yang dialami oleh wanita pasca melahirkan tidak bisa dianggap enteng, ya. Karena jumlahnya sangat banyak, jika tidak segera dirawat bisa saja mengarah pada kebotakan. Bisa dibayangkan dong betapa paniknya para wanita setelah melahirkan yang mengalami kerontokan rambut.

Menurut ahli medis, sebenarnya kerontokan rambut pada wanita setelah melahirkan itu adalah hal yang normal. Jadi tidak perlu cemas atau khawatir berlebihan, karena kondisi ini terjadi disebabkan oleh kadar hormon esterogen yang semasa hamil mengalami lonjakan kembali ke tingkat normal sehingga menyebabkan pertumbuhan rambut pun kembali ke siklus normal. Karena itulah jumlah rambut rontok terlihat lebib banyak dari biasanya.

Cara mengurangi rambut rontok pasca melahirkan sebenarnya tidaklah sulit. Tanpa mengeluarkan biaya yang banyak, merawat rambut rontok bisa saja dilakukan sendiri di rumah. Penasaran?

Check this out, ya.

  • Hindari menguncir, mengepang, atau mengikat rambut ekor kuda.
Untuk mengurangi tingkat keparahannya, perlakukan rambut dengan lembut, aplikasikan gaya rambut yang minim tekanan. Oleh karena itu gaya rambut seperti menguncir, mengepang, dan ikatan ekor kuda sangat tidak dianjurkan. Untuk mengurangi tekanan berlebih pada rambut potongan rambut pendek adalah solusi yang terbaik.

  • Sisir rambut di saat kering.
Setelah keramas keringkanlah rambut dengan handuk, usap lembut dan perlahan. Jangan sisir rambut di saat basah, karena pada saat ini kondisi rambut lebih rapuh sehingga lebih mudah rontok dan patah. Sisirlah rambut dengan pelan, di saat rambut sudah kering.

  • Hindari alat-alat rambut dengan suhu tinggi.
Untuk menghindari kerusakan lebih parah, hindari penggunaan alat-alat rambut bersuhu tinggi seperti hair dryer dan pelurus rambut. Jika tidak nyaman dengan kondisi rambut yang basah, keringkanlah secara alami dengan cara dikipas, atau bisa juga dengan bantuan kipas angin.

  • Keramas dengan shampoo yang tepat, lengkapi dengan conditioner.
Pemilihan shampoo yang tepat adalah salah satu kunci untuk mengurangi rambut rontok pasca melahirkan. Carilah shampoo dan conditioner yang khusus untuk perawatan rambut rontok yang membantu memberikan nutrisi untuk mengembalikan kekuatan rambut.




  • Konsumsi makanan sehat
Pertumbuhan rambut kembali sangat dibutuhkan untuk menghindari kebotakan akibat rambut rontok. Konsumsilah makanan yang mengandung banyak protein dan vitamin, seperti telur, susu, sayuran, dan buah-buahan. Agar rambut tumbuh dengan sehat dibutuhkan zat besi, vitamin D, vitamin C, magnesium, dan omega-3.

  • Konsumsi vitamin prenatal.
Untuk membantu melengkapi kebutuhan nutrisi terutama pasca melahirkan dan sedang menyusui, maka konsumsilah vitamin prenatal dengan teratur. Dengan begitu kebutuhan vitamin tubuh yang terkuras saat proses persalinan kembali dapat terpenuhi.


  • Hindari stress
Mungkin sulit untuk dipercaya, namun ini adalah fakta bahwa stress adalah salah satu penyebab rambut rontok. Di saat stress, produksi hormon testosteron akan meningkat sehingga berpengaruh pada pertumbuhan rambut. Jadi hindarilah stress, usahakanlah untuk membuat tubuh dan pikiran rileks. Bagi wanita yang baru melahirkan mungkin akan sulit, namun bukan tidak mungkin asalkan ada support dari orang-orang terdekat.



Mengatasi permasalahan rambut rontok memang tidak mudah, namun bukan tidak mungkin untuk dilakukan. Asalkan ada niat dan kemauan, maka rambut rontok bukan lagi sebuah momok yang menakutkan. Kuatkan tekad, dan tanamkan keyakinan dalam hati bahwa rambut yang rontok akan tumbuh kembali.

No comments:

Post a Comment


Terimakasih telah berkunjung ^.^
Tinggalkan komentar ya, biar kita saling kenal.

Note : Mohon maaf, komentar anonim dan link hidup saya anggap spam, ya.