Saturday, August 25, 2018




Usia 11 Bulan Bayi Belum Tumbuh Gigi. Normalkah ?


Siang ini aku menerima sebuah email berupa pertanyaan tentang gigi bayi. Pertanyaannya bagus banget, lho. Hanya saja panggilannya yang sedikit bikin malu. Hihihi. Karena di email itu aku dipanggil dengan sapaan ‘dok’.

“Siang dok.. saya mau nanya, anak saya umur 11 bulan belum tumbuh gigi. Kenapa ya ?”

Demikian kurang lebih pertanyaannya.

Terimakasih atas pertanyaannya ya, Mbak. Karena berkat pertanyaan itu, aku jadi kepikiran untuk menulis artikel ini.

Umumnya tanda-tanda pertumbuhan gigi pada bayi akan kelihatan disaat bayi berusia enam bulan. Ciri-cirinya adalah munculnya kuncup putih dan bagian gusi bayi terlihat membengkak. Waktu Aira dulu bahkan disertai demam. Semua ciri-ciri itu normal, ya. Jadi para ibu ga perlu merasa khawatir.

Tumbuhnya gigi pada bayi tentu saja sangat bagus karena itu berarti bayi sudah siap untuk menerima makanan padat. Tapi bagaimana jika hingga usia 11 bulan tidak ada juga tanda-tanda gigi bayi akan tumbuh ?

Menurut ilmu kesehatan, usia normal untuk gigi pertama bayi tumbuh adalah saat bayi berusia 4-15 bulan. Lewat dari itu, jika gigi bayi tidak tumbuh juga, maka bayi harus segera dibawa ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan. 

Siklus normal pertumbuhan gigi bayi dan anak adalah sebagai berikut :
·         4 gigi saat anak berusia 11 bulan
·         8 gigi saat anak berusia 15 bulan
·         12 gigi saat anak berusia 19 bulan
·         16 gigi saat anak berusia 23 bulan
·         20 gigi saat anak berusia 27 bulan
·         Gigi permanen akan tumbuh saat anak berusia 6 tahun.


Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Gigi pada Bayi

1.      Genetik atau keturunan
Faktor keturunan atau genetik sangat mempengaruhi bentuk dan pertumbuhan gigi pada anak. Apabila dalam sebuah keluarga ada riwayat pertumbuhan gigi susu yang terlambat maka hal itu juga bisa terjadi pada anak. Hal ini bisa diturunkan dari ibu ataupun ayah. Sangat disarankan agar orangtua segera berkonsultasi ke dokter gigi secepatnya jika ada masalah seperti ini dalam keluarga.

2.      Kekurangan nutrisi pada bayi
Nutrisi yang buruk sangat berpengaruh pada pertumbuhan gigi bayi. Bukan hanya lewat makanan bayi, bahkan ASI yang diterima oleh bayi selama dua tahun juga harus memiliki nutrisi yang baik. Jika ibu menyusui kurang nutrisi, maka bayi juga bisa mengalami kekurangan nutrisi. Jika hal ini terjadi, maka orangtua harus berupaya keras memenuhi nutrisi bayi dengan memberikan asupan nutrisi tambahan. Pastikan asupan makanan untuk bayi memiliki kandungan vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin D, kalsium, zat besi, mangan dan fosfor.

3.      Bayi terkena hipotiroidisme
Hipotiroidisme adalah suatu kondisi dimana kelenjar tiroid tidak menghasilkan tiroid yang cukup. Hal ini menyebabkan gangguan pada proses metabolisme tubuh sehingga berdampak pada perkembangan bayi. Terlambat berjalan, terlambat bicara, kelebihan berat badan dan pertumbuhan gigi yang lambat adalah beberapa gejala yang bisa muncul jika bayi terkena hiptiroidisme. Untuk memastikan kondisi ini pastikan ayah ibu memahami tahap-tahap perkembangan bayi, dengan begitu bisa melakukan tindakan yang tepat.

4.      Riwayat bayi prematur
Masalah pertumbuhan juga bisa menimpa bayi dengan riwayat prematur. Tubuh mereka yang cenderung lemah membuat pertumbuhan menjadi lebih lambat, termasuk pertumbuhan gigi.

5.      Bayi lahir dengan berat badan kurang
Normalnya saat lahir bayi harus memiliki berat lebih dari 2500 gram. Bayi yang lahir dengan berat badan rendah ini memiliki resiko mengalami keterlambatan pertumbuhan, termasuk pertumbuhan gigi. Bukan hanya itu, masalah gigi lainnya seperti erupsi gigi dan cacat email gigi juga sering dialami oleh bayi yang lahir dengan berat badan kurang.

6.      Bayi memiliki kelainan genetik
Kelainan genetik yang terjadi pada bayi sejak dalam kandungan juga bisa menyebabkan bayi terlambat tumbuh gigi. Hal ini biasanya terjadi pada bayi yang mengalami masalah seperti down sindrom, penyakit trisomi dan jenis penyakit yang menyerang rahang dan mulut bayi. Kelainan genetik ini juga bisa menyebabkan bayi mengalami cacat struktur pada gigi.

7.      Gangguan penyerapan vitamin D
Vitamin D sangat penting dalam pertumbuhan tulang dan gigi, karena vitamin D ini berperan penting dalam mengatur kadar kalsium dan fosfor dalam darah. Tubuh membutuhkan vitamin D agar bisa menyerap kalsium dengan maksimal di usus, dan juga membantu membangun tulang dan gigi yang kuat.

Gangguan penyerapan vitamin D ini pada bayi akan menyebabkan bayi terlambat tumbuh gigi. Selain itu bayi juga beresiko mengalami masalah kesehatan lainnya seperti tulang rapuh dan penyakit rakhitis.


Ajaklah Anak ke Dokter Gigi Sebelum Terlambat

Merasa khawatir dengan pertumbuhan gigi anak yang tidak juga menunjukkan tanda-tanda? Sesuai penjelasan di atas tadi ya, gais. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sebelum terlambat bawalah anak ke dokter gigi jika saat berusia 13 bulan masih juga tidak menunjukkan tanda-tanda gigi akan tumbuh. Dengan begitu dokter akan segera memeriksa kondisi mulut dan rahang anak, sehingga dokter pun bisa menganalisa apa penyebab gigi anak tidak tumbuh. Setelah menemukan penyebabnya, maka dokter pun bisa memberikan solusi yang terbaik untuk anak.

Jangan sembarangan dalam memberi asupan suplemen buatan atau obat tertentu tanpa resep dokter untuk anak, karena bisa menyebabkan efek samping pada gigi anak. Padahal  vitamin penumbuh gigi ini sebenarnya juga bisa didapat dari berbagai nutrisi makanan yang sehat seperti buah, sayuran hijau, susu, daging ayam, daging merah, hati ayam dan makanan lainnya.

Jika memang terdapat gejala hipotioidisme ataupun faktor keturunan dalam keluarga, dokter gigi akan berkerjasama dengan dokter spesialis anak dalam memberikan perawatan.

Jadi orangtua boleh khawatir, tetapi jangan gegabah ya, gais. Tetaplah mengikuti petunjuk dan arahan yang diberikan oleh dokter. Jangan mudah terpengaruh oleh saran dari pihak-pihak yang tidak kompeten di bidangnya. Karena ketika timbul resiko, anaklah yang paling besar menanggung akibatnya.



Oh ya, resiko komplikasi dari keterlambatan pertumbuhan gigi ini tidak bisa dianggap remeh ya, gais. Memang tidak membahayakan jiwa, tetapi resiko besarnya akan terjadi pada anak saat dewasa.



Resiko Komplikasi pada Anak yang Terlambat Tumbuh Gigi

1.      Gigi tetap anak ikut terlambat tumbuh. Hal ini bisa berdampak pada mental anak karena anak akan merasa mereka tidak normal seperti teman-teman seumurannya.
2.      Gigi tetap tumbuh tidak sempurna. Karena gigi susu terlambat tumbuh, maka gigi susu pun tidak lepas pada waktunya. Hal ini menyebabkan pertumbuhan gigi tetap pun menjadi bengkok.
3.      Gigi tetap berlapis. Saat gigi susu belum lepas, sedangkan gigi tetap sudah tumbuh. Hal ini menyebabkan pertumbuhan gigi ganda pada anak. Resikonya saat dewasa anak menjadi tidak percaya diri karena struktur gigi yang tidak rapi.
4.      Resiko perikoronitis. Selain gigi tetap berlapis resiko lain yang terjadi  adalah infeksi pada sekitar mahkota gigi. Infeksi ini bisa menyebar ke semua jaringan di sekitarnya sehingga membutuhkan perawatan yang sangat lama.
5.      Rongga pada gusi. Saat gigi terlambat lepas, biasanya ada rongga yang terbentuk pada bagian dalam. Saat akar gigi tetap tidak muncul, terjadi pembusukan pada bagian dalam, maka infeksi pun bisa menyebar ke semua bagian.

Nah, demikianlah faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan gigi pada bayi. Semoga bermanfaat, ya.

Oh ya, sudah periksa gigi ke dokter belum, nih ?



1 komentar:

Usually, I've never commented on blogs but your article is so convincing that I've never stopped myself to say something about it. You're doing a great job Man. Best article I have ever read

Keep it up!

REPLY


Terimakasih telah berkunjung ^.^
Tinggalkan komentar ya, biar kita saling kenal.

Note : Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan dihapus.

Meirida Blog - Review dan Lifestyle . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | for Meirida.my.id