Saturday, January 12, 2019




Bagaikan memancung air, hubungan ibu dan anak memang tidak akan bisa terputuskan, sekalipun berada dalam kondisi terburuk.

Review K-Movie: Keys to The Heart, Sebuah Kisah yang Menghangatkan Hati


Kim Jo Ha (Lee Byung Hun) adalah mantan petinju yang gagal dan berkerja serabutan untuk menutupi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Di usianya yang mendekati 40 tahun, Kim Jo Ha masih belum menikah. Ada semacam trauma membekas dalam ingatannya terkait hubungan keluarga. Ketika masih anak-anak, Jo Ha menyaksikan sendiri penyiksaan yang dilakukan ayahnya kepada ibunya. Dia yang masih kecil tidak berdaya, hanya bisa menangis melihat ibunya yang berteriak-teriak kesakitan. Tidak tahan dengan siksaan yang ia terima, ibu Jo Ha kabur dari rumah dengan niat bunuh diri di sungai Han. Tapi seorang lelaki yang baik hati menyelamatkannya. Ibu Jo Ha pun menikah dengan lelaki itu dan memiliki seorang anak laki-laki yang diberi nama Oh Jin Tae (Park Jung Min).

Sepeninggal kepergian ibunya Jo Ha hidup sebatang kara karena tidak lama berselang ayahnya mendekam di penjara. Jo Ha remaja pun tumbuh menjadi pria dewasa yang dingin dan tidak bersahabat. Kerasnya kehidupan membuatnya tampak garang di luar, tetapi jauh di dasar hatinya Jo Ha adalah seorang anak yang haus kasih sayang.

Setelah sekian tahun berlalu, tanpa disengaja Jo Ha kembali bertemu dengan ibunya yang berkerja sebagai pelayan warung makan. Dia sempat menghindar, tapi kegigihan ibunya berhasil melembutkan hatinya. Jo Ha kembali tinggal bersama ibunya meskipun hanya dengan niat agar dapat tempat tinggal dan makan gratis aja.

Oh Jin Tae, adiknya beda ayah, ternyata mengidap autisme. Dia bertubuh dewasa, tetapi cara bicara dan tingkah lakunya seperti anak TK. Meskipun tidak lancar dalam berkomunikasi, Oh Jin Tae memiliki bakat piano yang jenius.

Menurutku akting Park Jung Min cukup cemerlang memerankan tokoh Oh Jin Tae yang autis ini. Mungkin didukung oleh wajahnya yang baby face, ya. Jadi terasa pas antara wajah dan karakter yang dimainkan.

Aku paling suka dengan scene ketika Jo Ha kehilangan JIn Tae, namun ternyata Jin Tae sedang asyik bermain piano di sudut taman jalan. Momen inilah yang membuka mata Jo Ha akan potensi yang dimiliki oleh Jin Tae.

Reuni ibu dan anak dan juga proses menyatunya dua anak dengan background pengasuhan yang berbeda ini benar-benar berhasil membuatku meneteskan air mata berkali-kali. Awalnya aku sempat kesal dengan sikap Jo Ha yang kasar dan ketus kepada ibunya. Tetapi seiring berjalannya waktu, Jo Ha yang tadinya bersikap apatis justru mulai membuka diri, bahkan terhadap Jin Tae.





Aku merasa greget sendiri ketika disuatu momen ibunya memarahi Jo Ha dengan melontarkan kata-kata yang meremehkan tanpa mencari tahu lebih dahulu permasalahan sebenarnya, padahal Jo Ha sendiri telah melakukan yang terbaik. Pada scene ini hatiku bergetar hebat, aku bisa merasakan luka di hati Jo Ha yang awalnya mulai pulih namun kembali tersakiti oleh kata-kata ibunya. Berkali-kali aku membatin dalam hati, "Makanya sebelum marah-marah, bok ya cari tau dulu kebenarannya gitu, lho."

Menonton film Keys to The Heart ini mengingatkanku akan hubungan ibu dan anak yang memang sering mengalami pasang surut ketika anak beranjak dewasa. Cinta yang dimiliki ibu memang sering berbenturan dengan ego yang dimiliki oleh anak.

Tetapi, betapapun runyamnya suasana hati akibat peristiwa kelam di masa lalu, sebuah cinta yang tulus akan selalu mampu menjadi kunci untuk membuka pintu hati yang tertutup.

Filmography:
Judul: Keys To The Heart / That’s Only My World / Geugeotmani Nae Sesang (그것만이 내 세상)
Sutradara: Choi Sung-hyun
Penulis: Choi Sung-Hyun
Produser: Min Kyung-Wook, Joo Seung-Hwan
Rilis: 17 Januari 2018
Durasi: 120 menit
Distributor: CJ Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/ Korea

8 komentar

hmmm... jadi penasaran ingin menonton. apalagi ada tokoh penyandang autis. keren..

REPLY

Boleh juga nih filmnya.. kayaknya menarik bisa jadi buat pelajaran buat diri sendiri hehe

REPLY

Hihihi saya dari dulu nggak hobi Drakor, tapi kapan2 boleh lah di coba nonton ya, padahal kisahnya seru2 yaaa 😁

REPLY

Wah ini rilis 2018 yaa, aku belom pernah liat trailernya sama sekali dan sukses penasaran karena review ini.

Penasaran kisah Jo Ha sama adeknya

REPLY

Aku bukan pribadi yg doyan Drakor, sekali2nya cuma dulu doang nonton Winter Sonata :D
Kapan2 aku coba nonton pas senggang :)

REPLY

Duh tisu aja pasti gak cukup kalo nonton film ini. Musti nyiapin kanebo kek nya. Hehehe

REPLY

Wajar sih kalau awalnya Jo Ha menolak kehadiran Ibu. Rasanya seperti telah dibuang mengingat ibunya menikah lagi dan tidak bersamanya. Meski maksudnya tidak demikian, tetap saja Jo Ha merasa kesepian dan rindu sosok ibu. Beruntung akhirnya ibunya gigih mendekatkan diri ya. Pengen nonton jadinya. Bakal nangis gak ya..

REPLY

Aku juga nggak pernah lihat drakor mba..malah seringnya film nasional😀

Tapi thanks..kisahnya menarik. Diantara sekian genre film...aku paling suka yang drama, karena jarang pake senjata

REPLY


Terimakasih telah berkunjung ^.^
Tinggalkan komentar ya, biar kita saling kenal.

Note : Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan dihapus.

Meirida Blog - Review dan Lifestyle . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | for Meirida.my.id