Monday, January 28, 2019

image:keprabumulih.blogspot.com


Hai, Sobat.

Tau gak sih? Gini-gini sebenarnya aku adalah produk blasteran, lho. Blasteran Barat dan Selatan. Ibuku asli Sumatera Barat, bapakku asli Sumatera Selatan. Jadi ada dualisme aliran darah dalam tubuhku yaitu aliran ‘urang awak’ dan ‘aliran wong kito galo’. Hehehe.

Bapakku lahir di Prabumulih. Sayangnya hingga beliau wafat belum pernah sekali pun aku menjejakkan kaki di kampung kelahiran bapak itu. Lewat cerita-cerita bapak semasa hidupnya, aku kerap mendengar nama-nama kota di Sumatera Selatan seperti Palembang, Prabumulih, Lahat, Muara Enim, Lubuk Linggau, dan banyak lagi lainnya. Kota-kota itu disebutkan bapak lengkap dengan cerita petualangan bapak dari kecil hingga ia dewasa kemudian berjodoh dengan ibuku. Dari sekian banyak cerita bapak, yang paling berkesan bagiku adalah kisah petualangannya di kereta api ketika terpisah dengan kakek.

Ceritanya, waktu itu kakek dan nenek mengajak bapak jalan-jalan ke Lubuk Linggau naik kereta api. Selama di kereta, bapak kecil ga mau duduk diam. Jadi ketika nenek lengah tertidur, sementara kakek ke toilet, bapak kecil pun menyelinap turun dari tempat duduknya. Panjangnya gerbong-demi gerbong yang ia lewati tanpa sadar telah membawa bapak kecil terpisah jauh dari kakek dan nenek. Aku ga bisa bayangkan betapa paniknya kakek dan nenek waktu itu. Untunglah kondektur kereta menemukan bapak yang lagi asyik melihat pemandangan lewat salah satu jendela yang terbuka. Bapak kecil pun kembali bersama kakek dan nenek.

Semenjak mendengar cerita bapak, aku selalu penasaran untuk melihat dan merasakan naik kereta api. Tapi sayang, sampai sekarang usia hampir kepala 4 pun, aku belum pernah sekalipun naik kereta api. Makanya, mumpung beberapa hari lagi liburan imlek, dan kebetulan abinya anak-anak juga lagi cuti, aku pun merancang liburan keluarga ke kampung kelahiran bapak. Momen ini juga bertepatan dengan wedding anniversary kami yang ke-10 tahun. Alhamdulillah, ada sedikit tabungan yang kami kumpulkan sejak beberapa tahun terakhir. Jadi, jika tidak ada kendala ini adalah waktu yang tepat untuk mewujudkan liburan keluarga yang telah lama kami impikan.


Merancang Itinerary Liburan Keluarga dengan Aplikasi Pegipegi Versi Terbaru

Sudah pernah dengar tentang Pegipegi, kan? Sebuah situs perjalanan yang memudahkan kita dalam memesan pesawat, hotel dan kereta api. Nah, sebuah aplikasi terbaru telah dikembangkan demi kepuasan para penggunanya.

Agar agenda liburan berjalan lancar, aku berusaha membuat perencanaan yang matang. Mulai dari jadwal berangkat, transportasi yang digunakan, penginapan, hingga destinasi wisata yang diinginkan. Semua harus direncanakan dengan maksimal agar biaya yang dianggarkan cukup.

Jadi, rencana rute liburan keluargaku kali ini adalah Pekanbaru – Palembang – Prabumulih – Muara Enim – Lahat – Lubuk Linggau – Palembang – Pekanbaru, berangkat tanggal 1 Februari 2019, kembali tanggal 6 Februari 2019.


Agenda tanggal 1 Februari 2019.

Pekanbaru – Palembang dengan pesawat, Palembang – Prabumulih dengan kereta api.

Awalnya aku cek harga tiket pesawat pergi-pulang dari Pekanbaru ke Palembang untuk 2 orang dewasa, 1 anak-anak, dan 1 bayi. Aku pilih biaya penerbangan termurah, dan dapatlah Wings Air dengan total nilai tiket PP sebesar Rp6.540.000,-




Untunglah ada promo Banjir Hoki dari Pegipegi. Aku dapat diskon harga tiket senilai Rp188.000, jadi harga tiket pesawat yang harus aku bayarkan menjadi Rp6.352.000,-

Selanjutnya aku mencari jadwal kereta api dari Palembang menuju Prabumulih. Untunglah ada aplikasi Pegipegi ini, jadi untuk mengetahui jadwal kereta api aku tidak pusing lagi. Ternyata ada 2 jadwal kereta api ke Prabumulih yaitu pukul 08.30 dan 09.30, keduanya kelas ekonomi. Mengingat pesawat tiba di Palembang pukul 07.40 pagi, aku memilih kereta api yang berangkat pukul 09.30 saja, agar tidak terburu-buru. Aku memesan tiket kereta api lewat Pegipegi untuk 4 penumpang, Alhamdulillah cuman dikenai biaya Rp116.000.





Dengan lama perjalanan kurang lebih 1 jam 27 menit, kereta diperkirakan tiba di Prabumulih pukul 10.57. Tanpa membuang waktu, kami langsung menuju Kampoeng Wisata Prabumulih yang juga menyediakan saung untuk beristirahat. Jadi siang hari itu kami akan habiskan waktu di Kampoeng Wisata, merefresh diri sejenak dari penatnya perjalanan. Malamnya menginap di Central City Hotel dengan biaya Rp351.000 permalam.

)
Kampoeng Wisata Prabumulih (Image:kampoengwisataprabumulih.blogspot.com


Keesokan harinya, menjelang berangkat ke Muara Enim, kami menyempatkan diri untuk berjalan-jalan ke Pantai Pasir Payutat. Sebuah pantai yang tidak berada di pinggir laut. Nah, unik, kan? Pantai Pasir Payutat sebenarnya adalah sisi kanan dan kiri dari Sungai Lematang. Namun, karena kedua sisi sungai itu berbentuk padang pasir yang luas menyerupai bibir pantai maka dinamai Pantai Pasir Payutat. Berbaur dengan kearifan lokal Prabumulih, membuat kehadiran pantai ini semakin memesona.




Agenda tanggal 2 Februari 2019.

Prabumulih – Muara Enim dengan kereta api.

Destinasi berikutnya adalah Muara Enim. Jadwal kereta api ke Muara Enim adalah pukul 11.10 dan diperkirakan sampai di Muara Enim pukul 12.50. Aku kembali pesan tiket kereta api untuk 4 orang penumpang, biaya Rp116.000.

Sesampai di Muara Enim sudah siang, kami langsung menuju penginapan berikutnya yaitu Hotel Griya Sintesa Muara Enim. Aku pilih Superior Double Room dengan tarif Rp.394.000 permalam. Setelah istirahat, sholat dan makan, sore harinya kami menyempatkan diri mengunjungi tempat wisata di Muara Enim yaitu Mini Zoo dan Taman Love Bukit Asam yang tempatnya saling berhadapan. Matahari yang tak lagi terik membuat dua tempat wisata ini cocok dijelajahi di sore hari. Malam harinya, bisa dihabiskan dengan menikmati Kolam Retensi dan Taman Adipura Muara Enim. Di sini pengunjung bisa menikmati air mancur menari yang mengikuti likukan alunan musik. Ada juga fasilitas tempat bermain anak dan juga jajanan kuliner. Jadi mata kenyang dengan pemandangan, perut pun kenyang dengan makanan. Balik ke hotel, tinggal mandi dan cuss ke tempat tidur. Langsung pulas.



Agenda tanggal 3 Februari 2019.

Muara Enim – Lahat dengan kereta api.

Check out dari hotel pukul 12.00, sangat pas dengan jadwal keberangkatan kereta berikutnya yaitu pukul 13.00, aku pesan untuk 4 penumpang dengan harga normal Rp116.000.

Waktu tempuh hanya 42 menit, jadi sampai di Lahat hari masih sore yaitu sekitar pukul 13.42, kami langsung bisa check in di Losmen Simpang. Aku sengaja memilih penginapan ini karena berdasarkan ulasan dari pengunjung di Pegipegi, penginapan ini nyaman dan bersih. Dengan fasilitas twin bed dan breakfast harga yang dibandrol Rp155.000 permalam itu sudah cukup murah.

Mumpung masih siang, kami pun punya cukup waktu untuk mengeksplor wisata di kota Lahat. Taman Rekreasi Ribang Kemambang adalah pilihan pertama kami. Sebenarnya ini pilihan abi sih, karena dia pengen menguji kemampuan memancingnya di negeri orang. Hahaha. Taman Rekreasi Ribang Kemambang ini memiliki banyak fasilitas yang bisa dinikmati pengunjung, seperti perahu bebek, flying fox, dan arena pemancingan.

Beberapa hari berjalan tanpa istirahat yang cukup, pasti berat bagi anak-anak. Makanya malam hari di Lahat ini akan kami manfaatkan untuk istirahat sepuasnya sampai pagi. Untuk hotel memiliki fasilitas wifi gratis, jadi anak, ibu dan ayah bisa leluasa berinternetan sampai tidur.

Keesokan harinya menjelang berangkat ke Lubuk Linggau, kami bisa sempatkan diri untuk mengunjungi Air Terjun Bidadari yang berjarak hanya 8 km dari kota Lahat. Di sekitar lokasi Air Terjun Bidadari ini juga ada 3 air terjun lainnya yaitu Air Terjun Bujang Gadis, Air Terjun Sumbing, dan Air Terjun Naga. Jadi sekali merengkuh dayung, 3 pulau terlampau, deh.

Air Terjun Bidadari (image:http://obyekwisataterlengkap.blogspot.com) 




Agenda tanggal 4 Februari 2019.

Lahat – Lubuk Linggau dengan kereta api.

Jadwal kereta api dari Lahat menuju Lubuk Linggau adalah pukul 14.00 untuk kelas ekonomi, kembali merogoh kocek sebesar Rp116.000 untuk harga tiket kereta api. Jarak tempuh yang lumayan jauh, membuat perkiraan sampai di Lubuk Linggau sekitar pukul 17.00.





Berhubung sudah terlalu sore, pastinya tidak akan cukup waktu untuk berwisata hari itu. Jadi kami putuskan untuk beristirahat saja di hotel agar segar kembali untuk berwisata keesokan harinya. Kali ini kami memilih Hotel 929 Lubuk Linggau yang memiliki fasilitas standard room dengan tarif Rp196.281 permalam. Jadi kami bayar Rp392.562 untuk 2 malam.

Gubug Makan Mang Engking (image:tempo.co)

Keesokan harinya, bertepatan dengan hari Imlek, adalah waktu yang tepat untuk menikmati kuliner di Gubug Makan Mang Engking, tempat makan yang menyajikan suasana etnik dengan pemandangan yang memanjakan mata. Puas memanjakan lidah, saatnya memanjakan mata di lokasi wisata berikutnya yaitu Bukit Sulap tempat rekreasi yang cocok untuk keluarga. Malamnya kembali ke hotel, dan bersiap-siap untuk mengakhiri liburan keluarga ini, karena tanggal pukul 9.30 adalah jadwal kereta api yang akan membawa kami ke Palembang kembali. Kali ini harga tiket sedikit lebih mahal dari sebelumnya, aku harus membayar sebesar Rp128.000 untuk 4 penumpang. Diperkirakan pukul 17.00 kami akan kembali sampai di Palembang.

Waktu 3 jam cukuplah untuk mengendorkan otot-otot yang penat selama perjalanan dari Lubuk Linggau ke Palembang. Pukul 20.05 pesawat Wings Air kembali membawa kami pulang ke Pekanbaru.

Berapa sih budget yang aku sediakan untuk perjalanan ini?

Ayo, sama-sama kita hitung, ya.

  • Pesawat (PP) Pekanbaru – Palembang : Rp 6.352.000
  • Kereta api Palembang – Prabumulih : Rp 116.000
  • Kereta api Prabumulih – Muara Enim : Rp 116.000
  • Kereta api Muara Enim – Lahat : Rp 116.000
  • Kereta api Lahat – Lubuklinggau : Rp 116.000
  • Kereta api Lubuklinggau – Palembang : Rp 128.000
  • Hotel/penginapan di Prabumulih : Rp 326.430
  • Hotel/penginapan di Muara Enim : Rp 366.420
  • Hotel/penginapan di Lahat : Rp 144.150
  • Hotel/penginapan di Lubuklinggau : Rp 364.560
  • Taxi – makan – tiket wisata : Rp 1.854.440

Total : Rp 10.000.000


Sepuluh juta rupiah untuk liburan keluarga, berwisata di lima kota, mengunjungi 13 tempat wisata dan menginap di 4 hotel berbeda, selama 6 hari pergi pulang, aku merasa sudah sangat hemat, ya. Sebenarnya biaya penginapan akan jauh lebih mahal jika pesannya bukan via aplikasi Pegipegi. Tapi, berkat aplikasi Pegipegi, tarif hotel rata-rata didiskon 30-35% ditambah kupon diskon 7%, jadi jauh lebih hemat.



Nah, kalau kamu punya rencana liburan kemana nih, Sobat?


Terimakasih telah berkunjung ^.^
Tinggalkan komentar ya, biar kita saling kenal.

Note : Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan dihapus.

Meirida Blog - Review dan Lifestyle . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | for Meirida.my.id