Friday, February 2, 2018



Kosmetik bukan lagi sesuatu yang asing bagi wanita. Mulai dari desa hingga ke kota semua wanita menggunakan kosmetik. Bedanya wanita di desa masih banyak yang menggunakan kosmetik tradisional seperti bedak dingin yang terbuat dari beras.

Mengapa wanita memakai kosmetik ? Jawaban sudah pasti agar wajah tampak segar sehingga aura kecantikan pun terpancar.

Sayangnya belakangan ini terjadi pergeseran fungsi kosmetik ini. Yang semula hanya untuk menghias wajah, berubah menjadi untuk merubah bentuk wajah.  Yang semula kulitnya hitam ingin berubah menjadi putih. Yang kulitnya kasar ingin kulitnya mulus seperti pualam.

Ada yang salah dengan keinginan ini ? Tentu saja tidak sepenuhnya. Hanya saja mind set bahwa kulit putih itu lebih cantik dari kulit hitam seharusnya tidak menjadi tujuan berkosmetik. Karena pada dasarnya semua wanita itu cantik, yang membedakan mereka adalah kepribadian mereka.

Karena mind set 'putih itu cantik' telah menancap begitu jauh dalam pikiran orang-orang, akhirnya para produsen kosmetik pun berlomba-lomba memproduksi kosmetik yang menjanjikan kulit putih mulus dalam waktu singkat.

Wanita yang tergiur tanpa melakukan pemeriksaan terlebih dahulu langsung terbuai. Akibatnya tidak sedikit wanita ini menjadi korban. Kulit wajah mereka rusak sehingga menyisakan trauma dengan benda yang berjenis kosmetik.

Aku punya kenalan, yang sampai hari ini tidak mau bersentuhan dengan kosmetik, bahkan bedak sekali pun. Gara-gara dulu dia tergiur dengan krim pemutih wajah. Padahal aku lihat foto-fotonya sebelum menggunakan krim itu cantik-cantik kok. Tapi ya itu tadi. Manusia memang tidak pernah puas.

Menggunakan kosmetik tidak dilarang. Bahkan agama pun menganjurkan wanita untuk berhias di depan suaminya. Tapi pilihlah kosmetik yang aman dan tidak berbahaya.

Bagaimana cara mengenali kosmetik yang berbahaya ?

Standar dari BPOM menyebutkan kosmetik itu bisa dikategorikan aman jika memenuhi unsur KLIK (Kemasan, Label, Izin edar, Kadaluarsa).
- Kemasan
Produk harus dalam keadaan baik, tidak cacat atau luntur. Memiliki warna, bau dan konsistensi yang baik dan stabil serta tidak terdapat bercak kotoran.

- Label
Produk yang utuh mencantumkan dengan lengkap nama kosmetik; kegunaan; cara penggunaan; komposisi bahan; nama produsen; ukuran bersih; peringatan; nomor BETS serta peringatan atau perhatian untuk kontra indikasi.

- Ijin edar
Pada kemasan harus tercantum dengan jelas No. BPOM, juga harus memiliki ijin edar dari dinas perdagangan.

- Kadaluwarsa
Syarat aman sebuah kosmetik adalah masih berada dalam periode sebelum tanggal kadaluwarsanya.

Sebelum membeli sebuah produk kosmetik pastikan dulu apakah unsur KLIK tadi terpenuhi.

Selain itu, ketika ditawari sebuah kosmetik oleh seseorang maka kita tetap harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
- Jangan tergiur dengan produk yang menjanjikan hasil instan.
- Carilah merk penjual yang terpercaya
- Cek notifikasi BPOM lewat http://notifkos.pom.go.ig
Cantik itu butuh proses ya, teman. Mari kita jaga pemberian alami Tuhan dengan tetap berhati-hati memilih kosmetik. Berhias itu memang sunnah, tapi mari kita lakukan dengan cara yang penuh rahmah.

Setuju ?


2 komentar

Wah berarti kita bersyukur banget ya termasuk orang yang nggak mudah kemakan iklan hihihi. Ia saking banyaknya orang berlomba2 mempercantik fisik ttp jd lupa bagaimana caranya mempercantik hati dan akhlak ya

REPLY

Merawat dan menjaga anugerah Ilahi harus kita lakukan, termasuk merawat wajah dengan menggunakan kosmetik yang baik dan halal ya mbak. Jangan mudah tergiur kosmetik yang nggak jelas dan tidak bisa dipercaya, apalagi yang instan

REPLY


Terimakasih telah berkunjung ^.^
Tinggalkan komentar ya, biar kita saling kenal

adv

Meirida.my.id . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | for Meirida.my.id