Wednesday, July 3, 2019



Batuk tak kunjung reda harus diwaspadai. Jangan-jangan yang kamu alami adalah tanda difteri.

Penyakit difteri sempat mewabah kembali di Indonesia pada November 2017 lalu. Salah satu tanda difteri yang perlu diwaspadai adalah kondisi batuk yang tak kunjung mereda.

Dilansir dari BBC, data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa pada 2017 terdapat 95 kabupaten dan kota dari 20 provinsi melaporkan kasus difteri. Bila data tersebut digabungkan, terdapat sekitar 622 kasus difteri, dan 32 di antaranya meninggal dunia.

Hal ini karena menurut dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, difteri ternyata dapat membuat kerusakan pada jaringan jantung, otak dan saraf di area tenggorokan, setelah bakteri Corynebacterium diphtheriae masuk ke dalam tubuh selama beberapa jam. Bakteri ini menyerang saluran pernapasan pada umumnya. Lalu, apa saja kah tanda penyakit difteri?



Penularan penyakit difteri sendiri dapat melalui droplet yang berasal dari batuk penderita, kontaminasi benda yang dipakai penderita dan belum dicuci, serta kontaminasi barang rumah tangga yang digunakan bersama.

“Bakteri yang masuk ke dalam tubuh tersebut akan berkembang biak pada permukaan selaput pernapasan, lalu memproduksi racun yang kemudian merambat ke jaringan di sekelilingnya. Jika tak segera ditangani, racun akan menyebar ke seluruh tubuh melalui darah,” jelas wanita yang akrab dipanggil dr. Vita tersebut.

Bila racun yang diproduksi terlalu banyak, maka infeksi akan membentuk pseudomembran berwarna putih keabu-abuan, yang sulit diangkat dan mudah berdarah. Dari kondisi ini, sebaiknya batuk penderita semakin diwaspadai.


Kenali batuk yang merupakan tanda difteri

Batuk yang dimaksud di sini tentunya berbeda dengan batuk biasa. Pada penderita difteri, biasanya batuk terjadi dalam 2-5 hari setelah infeksi, dan disertai dengan demam yang menggigil, munculnya kelenjar bengkak di leher (bull neck), sakit tenggorokan serta suara yang serak.

Selain itu, berdasarkan pemaparan dr. Vita, ada beberapa hal yang perlu diwaspadai juga, yakni kondisi penderita yang sulit menelan dan kerusakan otot jantung. Sebaiknya, penanganan difteri dilakukan sebelum penderita mengalami kedua hal tersebut.


Penyakit difteri yang telah mewabah di Indonesia lebih dari sekali tak bisa dianggap sepele. Oleh sebab itu, kenali berbagai tanda difteri, yang salah satunya adalah batuk dengan kondisi tertentu. Dengan mengenali tanda-tanda yang telah dijelaskan oleh dr. Vita di atas, harapannya kamu menjadi lebih waspada. 

Terakhir, jangan lupa vaksin difteri, ya!


Terimakasih telah berkunjung ^.^
Tinggalkan komentar ya, biar kita saling kenal.

Note : Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan dihapus.

Meirida Blog - Review dan Lifestyle . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | for Meirida.my.id