Friday, November 9, 2018




Hai, Moms.

Bayi di atas 6 bulan sudah diperbolehkan memakan menu selain ASI atau disebut juga dengan MPASI (Makanan Pendamping ASI). Hal ini akan membantu anak untuk mengenali rasa dan juga membuat anak kita kenyang lebih lama nih, Moms. Karena anak di usia 6 bulan ke atas biasanya sudah memiliki rasa lapar yang berlebih.

Selain itu mereka juga tidak akan merasa kenyang jika hanya mengonsumsi ASI. Maka Moms bisa menyiapkan menu MPASI 6 bulan yang sehat dan juga lezat untuk bayi tercinta. Sesuai tahapan usia bayi, WHO menjelaskan makanan apa saja yang baik dan juga sehat untuk bayi, termasuk tekstur dan juga rasa.

Tips Menyajikan Menu MPASI Untuk Bayi


Untuk bayi yang memulai menu MPASI atau untuk bayi 6 bulan, Moms bisa memperkenalkan mereka dengan rasa yang berbeda terlebih dahulu. Artinya Moms memberi mereka 1 variasi makanan. Misalnya memberi pure alpukat saja untuk hari pertama dan kedua. Kemudian hari berikutnya Moms bisa memberikan pure pisang dan seterusnya.

Kenapa buah?

Hal ini dikarenakan buah sangat baik untuk bayi ya, Moms. Maka untuk menu MPASI pertama mereka, Moms bisa memberikan buah. Selain pisang dan alpukat Moms juga bisa memberikan pure papaya dan buah sehat lainnya.

Setelah bayi cukup familiar dengan buah, Moms mulai bisa memberikan menu dari bahan lainnya. Namun tetap satu macam ya, Moms. Ini bertujuan agar anak bisa mengenali rasa dengan baik dan juga Moms bisa melihat apa ada reaksi elergi yang timbul pada tubuh bayi.

Selanjutnya Moms bisa memberikan bubur kentang saja atau nasi, dan bisa juga memberikan telur atau udang yang dihaluskan. Dengan begitu akan ketahuan apakah anak memiliki reaksi alergi atau tidak. Dikarenakan ada anak yang memiliki alergi terhadap kedua makanan tersebut.

Nah, jika anak mengalami gatal-gatal atau muncul tanda ruam di bagian tubuh tertentu setelah makan telur atau udang, maka Moms bisa langsung berkonsultasi ke dokter anak. Kemudian jangan berikan lagi kedua bahan tersebut kepada anak ya, Moms. Untuk asupan proteinnya mungkin bisa diganti dengan daging sapi, daging ayam atau ikan.

Setelah anak diberi makanan 1 jenis bahan saja selama 2 atau 3 minggu berturut-turut, Moms bisa mulai mencampur makanan dengan bahan lain. Misalnya membuat bubur nasi dengan dicampur ikan atau ayam. Moms juga bisa mencampur kentang dan wortel, atau bisa membuat jagung dan wortel. Jika Moms ingin mencampur menjadi 3 bahan makanan juga bisa. Moms bisa berkreasi dengan membuat bubur nasi, ikan dan brokoli. Moms tinggal merebus semua bahan tersebut lalu haluskan dengan blender.

Setelah anak mampu memakan bubur halus, Moms bisa mulai mencoba menu MPASI dengan bubur disaring dengan saringan kawat. Biasanya bayi usia 7 bulan ke atas sudah bisa memakan makanan yang disaring. Namun jangan terlalu memaksakan juga apabila mereka belum mampu ya, Moms. Banyak toko bayi yang menjual satu set peralatan makan yang ada saringannya. Jadi Moms tak perlu cemas. Misalnya Moms rebus kentang, wortel dan brokoli. Kemudian jangan diblender tetapi disaring dengan saringan kawat.

Dalam menu MPASI, Moms juga bisa menambahkan lemak tambahan untuk bayi. Selain untuk menghangatkan tubuh bayi, lemak tambahan ini juga bisa menambah berat badan bayi. Karena lemak tambahan tersebut biasanya mengandung vitamin yang baik untuk tubuh. Moms bisa mencampurkan margarine atau keju dalam menu MPASI bayi tercinta. Namun, harus diingat. Gunakanlah margarin dan keju yang dikhususkan untuk bayi. Hal ini dikarenakan keju dan margarine untuk bayi lebih banyak mengandung susu dan bebas dari lemak jahat.


Nah, demikian tips sederhana dalam menyajikan MPASI untuk bayi versi Meirida ya, Moms. Ada masukan berupa kritik dan saran? Jangan sungkan tambahkan di kolom komentar, ya. Semoga bermanfaat. 


Terimakasih telah berkunjung ^.^
Tinggalkan komentar ya, biar kita saling kenal.

Note : Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan dihapus.

Meirida Blog - Review dan Lifestyle . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | for Meirida.my.id