Saturday, April 21, 2018




Sebagai ibu rumah tangga, tentu saja tidak akan pernah lepas dari yang namanya rutinitas. Jika perkerja kantoran ada libur, cuti dan sejenisnya, maka ibu rumah tangga adalah salah satu profesi yang tidak mengenal kata libur dan cuti. Bahkan semakin berwarna tanggal di kalender, makin meningkatlah kesibukan ibu rumah tangga. Kadang jadi ga suka sama kalender, ya.

*nyari temen*

Jam kerjanya pun ibarat ruang angkasa yang tidak bertepi. Dari bangun tidur hingga tidur lagi selalu saja ada yang dikerjakan. Makanya tidak heran jika banyak ibu rumah tangga yang stress menghadapi kesehariannya. 

Apalagi jika sudah menyangkut urusan domestik seperti uang belanja. Harga kebutuhan pokok yang selalu meroket adalah tantangan sehari-hari yang dihadapi ibu rumah tangga. Para suami mana mau tahu gimana jungkir baliknya ibu rumah tangga dalam mengatur keuangan. Tahunya disaat jam makan, hidangan tersedia. KZL. 

Eh, tapi ... rumus ini berlakunya untuk masyarakat kelas menengah ke bawah seperti akyu, ya. Kalau kelas atas sih udah bukan urusan perut lagi yang jadi problema mereka.

Dulu ketika media sosial belum ada, kegalauan ibu rumah tangga ini tidak pernah terdeteksi oleh orang banyak. Paling-paling yang tahu cuman tetangga, atau teman curhat di warung tempat ngutang. Tapi, semenjak media sosial ada, bertebaran deh tuh curhatan para emak. Seakan mewakili suara hati para ibu rumah tangga yang selama ini diam-diam hanya bisa teriak dibalik baskom cucian, curhatan itu pun viral. Bahkan ada yang pakai hashtag #HanyaEmakYangTahuRasanya, #SuamiHarusBaca, dan  #IRTJugaManusia. 

Aku pun berkaca sembari mengajukan pertanyaan dalam hati. Apakah aku juga merasakan hal yang sama dengan ibu-ibu di luar sana ?

Ternyata tidak semua yang mereka keluhkan itu aku rasakan. Kalau pusing dalam mengatur keuangan sih terkadang iya. Sejak resign dari perkerjaan, otomatis aku mengandalkan penghasilan suami sebagai satu-satunya sumber pendapatan keluarga. Makanya terkadang keteteran juga mengatur keuangan agar tetap cukup hingga periode gajian berikutnya. Tapi soal rutinitas yang tidak ada habisnya kok aku merasa baik-baik saja, ya ?

Karena penasaran dengan hal ini aku pun coba nongkrong dengan para ibu rumah tangga lainnya. iseng-iseng coba menggali informasi tentang kegalauan mereka dalam mengurus rumah tangga. 

Nah, dari sekian banyak ibu rumah tangga yang aku temui, akhirnya aku mendapatkan benang merah sehingga bisa menarik kesimpulan penyebab ibu rumah tangga ini merasa tidak bahagia. 

Berdasarkan kesimpulan itu juga berikut ini aku rumuskan cara Menjadi Ibu Rumah Tangga Bahagia dalam 5 Langkah.

1.   Manajemen Waktu dan Skala Prioritas
Perkerjaan kalau dituruti memang tidak akan ada ujung pangkalnya. Oleh karena itu, dibutuhkan manajemen waktu yang baik agar semua perkerjaan dapat terlaksana tanpa perlu merasa dikejar-kejar. 
Tips simpelnya adalah mulailah mengurutkan prioritas perkerjaan dan mencicil perkerjaan kecil di waktu malam. 
Contohnya, agar proses penyiapan bekal besok pagi berjalan cepat dan lancar, tidak ada salahnya segala perintilannya disiapkan pada malam hari sebelum tidur. Seperti menyiapkan bumbu, memotong sayur, dan lain-lain. Keesokan paginya tinggal eksekusi, deh. Jadinya lebih hemat waktu. Sisa waktu yang dimiliki bisa dimanfaatkan untuk perkerjaan lainnya seperti mencuci dan membersihkan rumah. Setelah anak dan suami berangkat, cucian selesai, rumah pun bersih. 
Hari masih pagi tapi perkerjaan sudah kelar semua ? Berarti punya waktu luang menjelang anak pulang sekolah. Wah, selamat ya, Bu. Anda baru saja mendapatkan ‘harta karun’. Waktu luang adalah harta karun tak ternilai untuk ibu rumah tangga. Bisa banget dimanfaatkan untuk melakukan banyak hal. Bisa untuk leyeh-leyeh sambil nonton tivi, bisa untuk belajar menjahit, atau ngobrol sama teman. 
2.   Menghindari sifat perfeksionis
Poin nomor dua ini adalah salah satu hal yang paling menyiksa para ibu rumah tangga. Terlalu perfeksionis. 
Pengen terlihat ‘wow’ dimata orang lain, tapi justru membebani diri sendiri. Sehingga hal yang seharusnya bisa diselesaikan dalam waktu singkat, menjadi berlarut-larut. Akibatnya ibu rumah tangga terjebak pada satu perkerjaan dalam waktu lama, sedangkan antrian perkerjaan lainnya masih panjang menanti. Akhirnya stress sendiri karena perkerjaan gak kelar-kelar.
Pakaian harus disetrika semua, dari celana dalam sampai ke daster digosok semua. Padahal daster itu dipakai untuk kerja di rumah, ngerjain yang jorok-jorok, membersihkan toilet, menyapu halaman. Daster itu dipakai ya untuk menyerap keringat disaat berkerja. Jadi mengapa juga harus disetrika segala ? Waktu menyetrika yang seharusnya kelar dalam waktu 30 menit, membengkak jadi 3 jam. Coba seandainya waktu yang 2,5 jam tadi dimanfaatkan untuk menciptakan quality time bersama anak. Lebih bermanfaat, kan ?
Rumah harus rapi terus, anak bikin berantakan karena mainan berserakan selalu diomeli panjang kali lebar. Padahal kecerdasan anak justru terstimulasi lewat aktifitas bermain yang dia lakukan. 
Tidak usah terlalu perfeksionis ya, Bu. Apalagi kalau menyangkut dunia anak. Tidak apa mereka membuat rumah berantakan, kan sebagai ibunya kita bisa ajak mereka kembali merapikannya setelah selesai main. Hitung-hitung sambil ngajarin mereka untuk bertanggung jawab terhadap apa yag mereka lakukan. 
Toh, mereka bikin berantakan itu juga gak bakalan lama kok. Paling cuma sampai usia 5 tahun. Beneran tidak akan terasa kok, bu. Tidak lama lagi ibu akan merasa rindu lho dengan tingkah anak yang pecicilan, trus bikin status baper di media sosial, “time fliest so fast”, “jangan cepat besar ya naak”.
Tips simpelnya, lakukan perkerjaan sesuai porsinya saja. Jangan berlebihan, tetapi juga jangan asal-asalan. 
Tidak usah terpaku dengan penilaian orang lain terhadap kita. Karena semaksimal apa pun usaha kita dalam mewujudkan apa yang orang lain suka, tetap saja akan ada orang yang berkata tidak suka.
Segala sesuatunya tidak ada yang akan bisa sempurna, jadi mari stop berusaha untuk jadi yang sempurna. 
3.   Sediakan waktu untuk diri sendiri.
Karena terlalu larut dengan rutinitas, ibu rumah tangga banyak yang tidak memiliki waktu untuk diri sendiri atau me time. Padahal me time ini sangat diperlukan untuk mengendalikan emosi agar tetap selalu berada pada tempatnya.
Banyak cara kok sebenarnya untuk menikmati me time ini. Bisa dengan melakukan hobi, manjain diri ke salon, berkunjung ke rumah teman atau sekedar hangout dengan teman-teman di luar rumah. 
Atau bisa juga melakukan eksperimen di dapur. Mencoba resep-resep masakan baru, atau berkreasi mengolah bumbu dapur menjadi homemade skin care.
Yang pasti, sebelum Anda menikmati me time, pastikan semua perkerjaan rumah tangga yang urgent telah diselesaikan. Seperti memasak makanan. Jangan sampai karena sibuk dengan me time, anak pulang sekolah ga ada makanan yang mau dimakan. Akhirnya masakan instant jadi pelarian. Atau pengen segera hangout bareng sahabat, tapi cucian menumpuk ditinggalkan. Kembali ke poin pertama tadi, atur waktu dan perkerjaan dengan baik.
4.   Pandai-pandai dalam berteman
Teman adalah orang lain di luar lingkungan keluarga yang membuat kita bisa merasa nyaman. Biasanya berkumpul dengan teman-teman yang seide bisa menjadi salah satu obat untuk menghilangkan pikiran negatif. Makanya saling mengunjungi sesama teman itu adalah hal yang sangat baik dalam bersosialisasi. 
Ketika ada teman yang berkunjung ke rumah kita, pastilah kita merasa senang sekali. Sebagai tuan rumah kita akan berusaha memberikan pelayanan yang terbaik untuk tamu. Tapi, satu hal yang harus kita ingat juga. Teman yang baik mestinya juga tahu kapan waktu berkunjung yang tepat. 
Nah, orang yang berkunjung tanpa memperhatikan waktu, tentu saja bukan orang yang tepat untuk dijadikan teman dekat. Ada lho ibu-ibu yang hobinya ngerumpi. Pagi-pagi udah datang bertamu, trus cerita panjang lebar dari utara sampai selatan.
Sebagai tuan rumah jangan pernah tenggelam dalam buaian cerita teman seperti ini. Kalau tidak enak untuk mengusir secara langsung, ladeni dia bercerita tanpa meninggalkan perkerjaan utama kita. Biarkan saja dia berceloteh tapi kita tetap lanjut berkerja. Biasanya nih, kalo hasrat bercerita dia lagi tinggi, dia pasti ngekorin kita kemana saja. Hahaha. 
 *pengalaman pribadi*
Dan tips simpelnya jangan pernah terpancing ketika si dia mulai menyebut nama orang lain. Hati-hati dengan ghibah ya, Buuu. Kalau sinyal-sinyal gosipnya mulai terbaca, alihkan secepatnya ke topik yang lain. Tentang drama Korea misalnya. Ceritanya kan bagus-bagus, cocok deh untuk jadi bahan cerita.
Atau sodorin aja dia biskuit Julie’s Peanut Butter Sandwich. Kalau mulutnya sudah disumpal dengan kelezatan biskuit Julie’s Peanut Butter Sandwich, bisa dipastikan hasrat menggosipnya akan berkurang. Karena ntar dia bakal sibuk menikmati biskuit Julie’s yang tampilannya berwarna emas creamy, dengan selai kacang yang lumer di mulut. Rasa manisnya yang pas, dan rasa kacangnya juga ga berlebihan. Jadi si bigos alias biang gosip tadi gak bakalan punya kesempatan untuk menggosip lagi.
Tapi, kalau dia masih ngotot juga mau menyebut si anu, si una sampai si hantubelau, please ... akhiri saja pembicaraan itu dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. 
*enak aja udah ngembat biskuit Julie’s sampai ke akar-akarnya masih juga ngegibah. Nehi ... nehiiiii*


Oh, ya. Biskuit Julie’s Peanut Butter Sandwich ini rendah kalori lho, hanya 90 kkal saja per dua kepingnya, pas banget untuk dijadikan camilan disela-sela kesibukan. Sebagai muslimah, aku juga gak perlu khawatir dengan kehalalannya, karena telah mengantongi sertifikat halal dari MUI. Makanya, biskuit yang diproduksi di Malaysia ini akhirnya menjadi camilan favorit aku dan Aira. Kami berdua kalo udah ketemu dengan Julie’s Peanut Butter Sandwich ini bisa jadi manusia terakus di jagad raya. Gimana enggak? Lha, 3 bungkus Julie’s Peanut Butter Sandwich bisa habis dalam waktu 15 menit. Kadang jadi sangsi juga, tadi yang makan cuman berdua, atau bertiga ? 
*satu lagi siapaaaa?*
*mendadak horor*

5.   Cari aktifitas yang bisa menghasilkan uang tambahan
Eng, ing, eng ... money alert berbunyi. Ibu rumah tangga sering berkeluh kesah karena tidak memiliki side job untuk menambah pundi-pundi keuangan keluarga. Kegalauan mereka akan rutinitas dan keuangan keluarga hanya diatasi dengan cara curhat atau nonton sinetron di televisi. Solusi ga didapat, yang ada pikiran mumet karena jalan cerita sinetron tidak berkembang sesuai harapan. “Itu si Ratna kenapa jadian sama si Dodi, sih ? Dia kan kere.”
*emangnya Ratna dan Dodi itu siapa?*
Wahai ibu rumah tangga! Ingin mendapatkan uang 10 juta perhari hanya dengan goyang jempol di rumah ? 
*aku juga maulah*
Pleaase, ga usah terpedaya sama seruan usaha yang kayak begituan. Aku tidak percaya ada hasil maksimal dengan upaya minimal.
Jadi yang realistis aja ya, Bu.
Banyak cara untuk menghasilkan uang lewat internet. Anda punya ponsel dan quota internet ? Sudah bisa digunakan untuk modal utama menghasilkan uang. 
Misalnya jualan online. Jualan online tidak selalu butuh modal besar dan juga gak harus stock barang, karena sudah ada pilihan untuk menjadi reseller, dropship atau afiliasi. 
Jualan pulsa. Usaha yang satu ini jauh lebih mudah. Dengan deposit 100.000 saja sudah bisa transaksi. Untungnya lumayan banget untuk jajan anak. Atau kalau dikumpulin sebulan, bisa juga lho untuk beli bedak. Kan lumayaaan,dari pada lu manyun ? Hehe.
Atau seperti aku aja jadi blogger. Untuk jadi blogger tidak harus punya komputer, lho. Karena banyak aplikasi yang bisa support blogger untuk menulis di ponsel.
Silahkan baca juga : Ngeblog Asyik LewatPonsel
Tidak jago menulis ? Ah, aku juga tidak jago kok, Bu. Bisa dilihat sendiri tulisan-tulisan di blog ini kebanyakan juga curhat doang. Tapi sedikit-sedikit sudah bisa menghasilkan uang. Hasilnya lumayan banget, bisalah ditabung buat beli tiket pesawat biar bisa bareng hubby. Hehehe.
Sekarang banyak banget komunitas-komunitas online yang memberikan ilmu-ilmu penulisan secara gratis. Intinya, di mana ada kemauan di sana pasti ada jalan. 
Oh, iya. Hampir aja lupa.
Ada lagi cara yang lebih jitu untuk menambah penghasilan kita-kita para ibu rumah tangga ini, lho! Yaitu dengan ikutan lomba foto yang diadakan oleh Julie’s Biscuit. Hadiahnya kece lho, Buibu. Ada microwave, alat masak dan juga voucher belanja dengan nilai total jutaan rupiah. Wah, jadi pengen ikutan juga nih. Yok, ayooo. Ada yang mau saingan sama aku gak nih ? Baca info lengkap lombanya di link berikut ya.
Jangan lupa follow juga media sosialnya.
FB : @JuliesIndonesia
IG : @julies.ind
So, let’s stop berkeluh kesah. Ibu rumah tangga juga bisa kok happy, menikmati hobi, atau me time dengan hangout bareng teman-teman asalkan bisa mengatur waktu dengan baik. 
Karena sejatinya kebahagiaan itu kita yang menentukan kok, Bu. Bukan perlakuan orang lain yang membuat kita bahagia, tetapi karena hasrat kita yang dipenuhi oleh orang lain. 
Lagi pengen makan apel, trus suami pulang bawa apel. Apakah suami yang buat kita bahagia ? Enggak, yang bikin kita bahagia ya karena hasrat untuk makan apelnya terpenuhi. Coba suami datang tanpa bawa apapun, masih bisa ngerasain rasa bahagia yang sama nggak ?
Jadi bukan tumpukan rutinitas yang bikin kita gak nyaman. Tapi hasrat kita sendiri yang menganggap rutinitas itu sebagai beban. Jika kita pandang semua sebagai amal ibadah ? Inshaa Allah, semuanya akan terasa indah.
Nah, siap untuk jadi ibu rumah tangga yang bahagia ?


Terimakasih telah berkunjung ^.^
Tinggalkan komentar ya, biar kita saling kenal

adv

Meirida.my.id . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | for Meirida.my.id