promo enfa

Thursday, November 26, 2020

Inilah Resiko Pembeli yang Tidak Meminta Struk Belanjaannya




Disclaimer: Tulisan ini dibuat hanya sebagai pengingat diri tanpa ada niat menyudutkan pihak lain.

Aku yakin sekali, teman-teman pasti pernah bahkan mungkin sering berbelanja di minimarket modern yang kasirnya sudah menggunakan mesin kasir canggih, dan mengeluarkan struk sebagai bukti pembayaran.

Nah, saran dari aku nih, berapapun nominal belanja kita, jangan pernah lupa meminta struk dari kasir.

Beberapa kejadian berikut mungkin bisa jadi catatan kita bersama, inilah resiko yang terjadi jika pembeli tidak meminta struk belanjanya.

1. Nominal pembayaran melebihi harga sebenarnya


Aku membeli beberapa barang, nilainya sekitar Rp46.000. Tetapi oleh kasir ditagih Rp50.000.

Dalam hati aku mau protes langsung, tapi urung karena ingin melihat sejauh mana kejujurannya.

Aku serahkan uang senilai Rp50.000, kasir itu kemudian menyerahkan barang belanjaan disertai ucapan terimakasih.

Aku terima barang-barang tersebut, sementara tidak melepaskan pandangan dari layar monitor di depanku. Ternyata dia belum 'close' transaksi itu.

"Struknya mana, Mbak?" Tanyaku pura-pura tidak tahu.

"Oh, iya. Sebentar ya, Bu," jawabnya gugup. Beberapa saat terdengar suara ketikan di keyboard, disusul suara printer yang mengeluarkan struk.

"Ini struk dan kembaliannya, Bu. Maaf, ada diskon rupanya."

Aku menerima struk dan kembalian itu tanpa bicara. Meskipun dalam hati mengomel panjang lebar, aku putuskan untuk diam saja. Dari kejadian ini aku yakin kasir itu sudah cukup dapat pelajaran. Ditambah dengan tatapan tajam dari orang-orang yang antri di belakangku. 




2. Penambahan produk tanpa diketahui pembeli


Normalnya, satu pembeli dapat satu struk. Namun, ada beberapa pembeli yang hanya membeli 1 item barang, yang tidak meminta struk. Nah, oleh kasir tadi transaksi 1 item barang ini tidak di 'close', jadi begitu ada pembeli berikutnya item yg dibeli oleh pembeli sebelumnya masuk ke dalam transaksi pembeli berikutnya.

Nah, jika kita tidak jeli memerhatikan struk belanja kita, maka kita sudah membayar barang yang tidak kita beli. Daaan, kasirnya yang untung karena 1 produk dibayar dua kali. Ga tau deh, uangnya masuk ke kas mana, kas toko, kaaah? Atau kas pribadinya kasir? Wkwkwk.

3. Bonus yang tidak diberikan

Ketika berbelanja di minimarket modern, pasti sering menemukan promo berupa bonus seperti free produk, stamp, bahkan voucher diskon.

Bonus-bonus ini biasanya tertera di struk pembelian, lho.

Nah, kalau pelanggan tidak meminta struknya, bonus itu bisa dimanfaatkan oleh pihak lain, lho.

Bagi sebagian orang mungkin nominal bonusnya kecil, ya. Tetapi kalau untuk ibu rumah tangga sepertiku bonus 1000-5000 rupiah itu berharga banget. Udah bisa dibelanjain banyak hal ituuuh. Hahaha.

Nah, itu beberapa resiko yang nyaris aku alami seputar struk belanja.

Kalian pernah alami hal serupa ga, nih? Atau ada pengalaman berbeda lainnya? Feel free, yaaa. Silakan berbagi pengalamannya di kolom komentar.

See you ...

34 comments:

  1. Terimakasih remindernya ya mba, saya pernah bonus pembelian gak dikasiin ke saya
    Sejak itu kalau beli barang cek tulisan promo, dan pas bayar bilang ke kasirnya nama bonus yang harusnya saya dapat, namanya emak bonus retceh juga lumayan hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buat kita bukan soal harga barangnya ya, Mbak. Tapi hak kita sebagai pembeli. Kalau mereka ga kasih, jatuhnya kan zalim, ya.

      Delete
  2. Aku SELALU disiplin minta struk mbaaa.
    Soale beberapa kali nyaris dikibulin kasir.
    Kembalian pernah lho, hampir diembat 15 ribuan, paraahhh dah
    apa dikiranya emak2 nih kagak lulus matematika apa yha wkwkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Busyet, sampai 15 ribu mereka embat? Gilaaa, untungnya Mbak cepat tahunya, ya. Hahaha... Kalau urusan matematika pas belanja emak mah jagoan. Sambil merem juga ga bakal meleset hitungannya 😁😁😁

      Delete
  3. Adriana Dian11/27/20, 9:48 AM

    Iya betul emang mesti teliti kita sebagai pembeli yaaaa.. Aku kalo lagi buru buru dan kasirnya agak lama, aku males minta struk, kalo lagi nyantai baru biasanya aku minta struk.. Hihi. Terus suka meriksain struknya lagi juga kalo abis belanja, takutnya ada barang gaib masuk ke struk.. wehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, iyaaa. Kalau buru-buru kita ga lupa minta, ya. Resikonya mungkin ga di kitanya, tapi pada pembeli berikutnya, Mbak. Hehe.

      Delete
  4. Reminder banget nih artikelnya, mbak Meri.
    Kan kadang kita cuek aja tuh kalo belanja, pikirnya kita udah bayar, barang udah di tangan, ya udah...
    Eh padahal ternyata bisa aja kita dirugikan sama kasirnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Kalau kita ga teliti, bisa dirugikan.

      Delete
  5. Aku pakai struk buat ngecek pengeluaran belanja sekalian. Jadi pasti aku minta. Cuma memang kadang suka gak ngecek di tempat. Kagetnya pas udah sampe rumah. Eh kok aku gak merasa beli barang tapi ada di struk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, kan? Kalau ga jeli kita rentan jadi korban, Mbak.

      Delete
  6. Kalau saya nagih bonus sih bukan masalah rupiahnya ya, Mba.. tapi lebih ke masalah kejujurannya. Kalau kasir udah ga jujur biasanya saya males belanja disitu lagi. Dan kalau struk ga dikasih walau saya belinya by online, saya pasti komplain.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener, Mbak. Kejujurannya yg kita nilai. Kita kan jadi males belanja lagi. Kasian yg punya toko jadinya.

      Delete
  7. Wah ternyata ada kasir2 yang sengaja nakal gini ya? Aku pernah sih sampai rumah merasa uang kembalian kurang, kupikir karena mereka salah hitung aja, tapi bisa jadi karena unsur kesengajaan ya ehehe, btw thanks mbak sudah berbagi pengalaman

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada, Mbak. Aku beberapa kali hampir kena di toko yang berbeda. Gila, kan?

      Delete
  8. Emak-emak mah jangan dibilang kalau urusan numerisasi. Seceng, goceng aja itu bermanfaat banget buat nambahin beli bumbu dapur. Btw, aku termasuk orang yang minta struk kalau jajan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju! Seceng goceng mah judulnya tetap duit ya, mbak. Hehe

      Delete
  9. wahh iya, penting bgt ya struk pembelanjaan
    aku juga selalu cek struk tiap belanja, terutama belanja ke mini market

    ReplyDelete
  10. Membaca tentang struk belanja ini, aku jadi sadar, sering banget tidak memperhatikan lagi setelah membayar. Karena yakin 100 persen kasirnya jujur dan gak aneh-aneh. Setelah membaca pengalaman Mbak, sejak saat ini akan bertekat memperhatikan struk belanja. Makasih sharingnya Mbak :)

    ReplyDelete
  11. Mba, aku kadang perhatiin isi struk, Tapi pernah juga nggak telaten euy. Tapi pernah kejadian tuh teryata harusnya diskon malah nggak diskon

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tuh, kaaan. Kalau kita ga jeli memang rentan jadi korban ya, Mbak.

      Delete
  12. Aku sekarang teliti mbak soal struk karena kadang barang diskon jadi ngga diskon kalo nggak kita cek...parah memang...

    ReplyDelete
  13. Saya termasuk yang selalu memperhatikan isi struk mbak. Soalnya pernah kejadian beda hampir 100an ribu. Itu udah saya bayar. Untung sebelum pergi saya cek ulang kok jadi mahal banget dan ternyata emang kasirnya yang salah input. Itu di supermarket gede, jadinya si kasir agak ribet karena kudu manggil supervisornya dulu buat benerin data.

    ReplyDelete
  14. Aku banget ini yang kadang ngga minta struk belanja.. karena suka numpuk di tas kalo akau ambil huhu padahal ya dengan menerima stuk kita meminimal risiko terjadinya kecurangan yang bisa menyebabkan kerugian pada kita ya mbak.. sip sip

    ReplyDelete
  15. bener banget,, apalagi kalau pas cek di rumah kok sepertinya ada yang ga cocok ya... Atau serignya baru merhatiin struk udaah di rumah, mestinya kan pas depan kasir ya

    ReplyDelete
  16. Nah iya aku pas di medsos bnyak yg complain ttg struck yg gak sesuai jadi sekarang hrs minta struck Dan periksa sblum ninggalin kasir dulu sih cuex bangt

    ReplyDelete
  17. Penambahan produk tanpa diketahui pembeli ... what?

    Saya ternganga, Mbak .... gak terpikir astaga. Mana saya orangnya gak telitian. Biasa pun ambil struk saya main samber saja, gak ceki-ceki dulu. Waduh, harus mulai teliti, nih. Terima kasih Mbak Mer, jadinya saya diingatkan nih untuk lebih teliti lagi.

    ReplyDelete
  18. Aku selalu minta struk belanja, soalnya dipakai catatan keuangan juga. Pernah banget juga ngalamin, dilist ada pisang, di belanjaan ga ada, untung belom keluar hehe

    ReplyDelete
  19. Wah noted banget nih, aku tu gak aware ma struk, eh tapi suka liatin yang di mesin kasir itu lho
    Beda ma suamiku dia lbh teliti. Wah ku jd pengen lbh rajin mintain dan teliti lg soal struk ini TFS

    ReplyDelete
  20. Biasanya d kasir suka ada tulisan untuk mengingatkat pembeli agar minta struk. Kalau tanpa struk ga bayar...mungkin itu untuk memastikan kejujuran karyawan juga ya

    ReplyDelete
  21. Aku termasuk jarang nih merhatiin struk. Kalau kasirnya ga jujur dan ketahuan besoknya aku ga bakalan belanja di sana lagi

    ReplyDelete
  22. Kalau di keluarga kami, yang teliti banget sampai mendetail begini suamikuu..
    Sama sahabatku yang memang ex-kerja di Bank.
    Ya Allah..
    Kalau jalan bareng sahabatku ini, aku bahagia banget.
    Masalahnya kaya yang kak Merida bilang, seringkali diskon gak dimasukkan...
    Hal-hal simple gini kalau dikumpulin bisa jadi bukit, tenyata...

    ReplyDelete
  23. au termasuk yang jarang mak liat struk selama hitungannya sama dengan yang kuhitung sebelum bayar gpp sebenarnya xD yang penting ga terlalu beda jauh

    ReplyDelete


Terimakasih telah berkunjung ^.^
Tinggalkan komentar ya, biar kita saling kenal.

Note : Mohon maaf, komentar anonim dan link hidup saya anggap spam, ya.