promo enfa

Wednesday, June 3, 2020

3 Alasan Aku Tidak Menonton Drama Korea The World of The Married



Dua bulan terakhir, dunia maya dihebohkan oleh drama Korea The World of The Married. Drama dengan genre keluarga ini sukses besar meraih rating paling tinggi sepanjang sejarah perdramaan Korea. 

Saking viralnya drama ini, salah satu pemerannya sampai dihujat di akun media sosialnya.

Ckckckck...
Padahal itukan acting, kakaaak.
Bedain dengan kehidupan nyata dong, ah!

Sebagai salah satu K-Drama addicted, yang melahap semua jenis genre, aku justru tidak tertarik sedikitpun untuk menonton drama ini. Padahal biasanya setiap kali ada drama yang viral, aku pasti tidak mau melewatkan kesempatan untuk menontonnya. Tetapi, pas giliran drama The World of The Married ini viral, aku benar-benar tidak tergoda untuk ikut menonton.

Mengapa?

Ini dia 3 alasan aku tidak tertarik menonton drama Korea The World of The Married

1. Tema ceritanya klise

Kisah rumah tangga yang rusak karena perselingkuhan bukan hal yang baru dalam drama. Hanya cara penyajiannya saja yang berbeda.

Ibarat makan pisang, ada yang digoreng, direbus, atau dimakan langsung. Rasanya, ya tetap rasa pisang, kaaan.

Nah, begitulah drama ini dalam pandanganku. Ceritanya klise.

Jauuuuh sebelum drama ini viral, sudah banyak drama Korea yang mengusung isu perselingkuhan ini, bahkan dengan intrik yang lebih bikin greget. Namun ratingnya tidak se-booming TWOTM ini karena pada saat drama itu tayang orang-orang masih beraktifitas dengan normal. Jadi benar-benar hanya penikmat drama Korea aja yang menonton. Sedangkan drama TWOTM ini tayangnya bertepatan dengan momen orang-orang #stayathome karena pandemi. Jadi orang-orang yang biasanya tidak menonton drama Korea jadi latah ikutan nonton. Makanya banyak yang merasa kaget, dan merasa 'wow' dengan cerita di drama ini. 

Kamu bisa tanyain pada orang-orang yang k-drama addicted, pendapat mereka pasti ga jauh beda dengan pendapatku sekarang, ga seheboh orang-orang yang baru menonton drama Korea lewat drama TWOTM ini. 

Aku pribadi udah bisa  membaca value life drama ini sejak episode awal. Yang namanya perselingkuhan pasti merusak keharmonisan rumah tangga, bahkan berujung perceraian.
Anak sudah pasti merupakan korban utama dari keegoisan orangtua. 

Aku merasa drama ini hanya memainkan perasaan penonton yang pastinya merasa relate dengan adegan yang ada.

Jadi aku  merasa tidak ada hal yang begitu istimewa di drama ini, yang membuatku penasaran untuk ikut mikirin jalan cerita selanjutnya.

2. Tidak membuatku terhibur

Bagiku menonton drama Korea itu adalah sarana 'me time' yang membuatku terhibur, baik dari visual pemainnya, keunikan cerita, soundtrack, dan background.

Visual pemain

Ini merupakan salah satu magnet yang membuatku memutuskan untuk menonton drama Korea. Aktor dan aktrisnya cakep, gak? Kalo cakep dan populer, seperti Lee Min Ho, Song Joong Ki, Hyun Bin, Gong Yoo, So Ji Sub, Kim Jae Wook, Ji Chang Wook, Lee Jong Suk, Park Hae Jin, dan lain-lain, apapun tema dramanya aku bakalan nonton. Cuci mata, booook. Hahaha.

Keunikan cerita

Sekalipun tidak dibintangi oleh aktor-aktor yang visualnya memanjakan mata, tapi kalau ceritanya unik aku tetap bakalan nonton. Seperti drama Oh My Ghost, Tunnel, Tell Me What You Saw, Hospital Playlist, Full House, dan banyak lagi lainnya. Pemainnya kan gak yang 'wow' banget, tapi alur cerita dramanya bagus, bikin hepi, bikin hati hangat, bikin baper, bikin berasa jatuh cinta lagi. Makanya aku tetap tonton. 

Soundtrack

Ada ga drama yang kalian suka tonton berulang kali karena suka dengan soundtracknya? Nah, kalo aku banyak, nih. Beberapa di antaranya adalah Jealous Incarnate, My Mister, The Greatest of Love, dan lain-lain. Lagu-lagu soundtrack yang enak ini membuat jalan cerita jadi terasa lebih hidup. Makanya aku biasanya suka kepo cari info soundtrack drama yang sedang tayang. Kalo soundtracknya bagus, biasanya aku coba tonton juga, sekalipun di awal sempat ga tertarik.

Background

Beberapa drama Korea menjadi begitu menarik untuk ditonton karena tempat syutingnya yang bagus-bagus. Seperti Goblin, Backpacker, All In, dan lain-lain.

Jadi bisa dibayangin gimana reaksi aku nonton drama yang visual pemainnya 'oke', ceritanya unik, sountracknya bagus, truus backgroundnya juga bagus? Whuuaaahh ... Itu drama bisa dipastiin bakal ditungguin jam tayangnya, trus dibaperin setiap hari. 

3. Scene++ yang cukup banyak

Aku suka dengan adegan roman yang ada di dalam drama, tapi tidak adegan yang berlebihan. 

Aku lihat beberapa cut-scene drama ini yang beredar di media sosial rasanya tidak nyaman aja untuk dilihat di drama. Apalagi ketika drama ini tayang juga di TV swasta nasional, aku sangat keberatan dengan jam tayangnya yang begitu mudah diakses anak-anak di bawah umur. Sekalipun adegannya sudah cukup banyak disensor, tetap saja cerita drama ini tidak cocok dikonsumsi oleh remaja.

Aku udah menonton baaaaanyaak sekali drama Korea, tetapi adegan romannya biasanya hanya sebatas kissing. Aku tidak begitu suka adegan roman yang diperlihatkan dengan begitu 'hot'.

So, itulah 3 alasan aku tidak menonton drama Korea The World of The Married ini.

Itu semua pendapat aku pribadi ya, gais. Selera orang kan ga sama, ya. Jadi aku bakalan tetap welcome dengan kamu yang suka nonton drama ini. 

No debate, yach. 
Peace πŸ™

Kalau kamu udah nonton drama ini, belum? Kalo udah gimana kesannya? Kalo belum, kenapa ga nonton? Share di komen, yaaaa.





4 comments:

  1. bundahasbyla6/19/20, 8:46 PM

    aku sehati sama dirimu ...aku juga penggemar drakor , tapi aku ga suka dan ga tertarik nonton TWoTM, dengan alasan yang kurang lebih sama :)

    ReplyDelete
  2. Sama ga tertarik dgn TWoTM, drakor yg lbh Dr 1x ak tonton that winter the wind blows, love rain, that's ok it's love, marry me marry, goblin temperature of love n encounter❤️. Menurut ak ceritanya agak berbeda dgn yg lain😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, nih. Ceritanya B aja, yah. Justru lebih banyak drama lain yg ceritanya lebih unik.

      Delete


Terimakasih telah berkunjung ^.^
Tinggalkan komentar ya, biar kita saling kenal.

Note : Mohon maaf, komentar anonim dan link hidup saya anggap spam, ya.