Follow Us @soratemplates

Friday, March 27, 2015

Susahkah untuk Ngantri ?

Selama hidup di muka bumi ini, ada satu hal yang paliiiiingg aku ga suka yaitu Orang yang ga mau antri. Kalo ketemu sama orang tipikal begini, kulit ku bisa mendadak bentol karena alergi. Yak.. aku alergi *pake banget* sama orang yang suka nerobos antrian. Berasa cuman dia aja yang paling penting, paling mendesak, merasa istimewa lantas minta di dahulukan. Huft *sabar*

Berbekal kejadian kemarin sore nih, aku mau share sama teman-teman tentang budaya yang orang Indonesia *khususnya* sering abaikan.

Sebenarnya gejala alergi ku itu mulai muncul waktu siangnya ngantri mengisi bbm di salah satu SPBU di Pekanbaru. Panas terik, antrian panjang, sementara petugas hanya ada dua orang. Bisa kebayang donk panjangnya antrian waktu itu. Udahlah berpeluh-peluh, capek ngantri, eh pas giliranku hampir tiba, sekonyong-konyong dari belakang ada ibu-ibu yang menerobos antrianku, dia minta di dahulukan karena ada keperluan mendesak. Saya sempat protes kepadanya, tapi susah ya bo' ngelawan ibu-ibu, akunya baru ngomong satu huruf eh dianya capcus nyampe tiga paragraf, mengemukakan berbagai alasan yang sepenuhnya aku ga begitu paham. Tapi ya sutralah.. aku coba ikhlas, berlapang dada, menanamkan pikiran positif, mungkin memang benar ada keadaan urgent yang mengharuskan dia menerobos antrian. *alhamdulillah bentol ga jadi muncul*

Sorenya, waktu dalam perjalanan pulang ke Duri, alergi ku kumat lagi. Kejadiannya waktu itu beberapa ratus meter di depan kami, ada mobil mengalami kerusakan. Dan apesnya lagi kerusakan itu terjadi pas di sekitar ruas jalan yang rusak pula. Waduh, dengan kondisi jalan yang rusak aja, sudah pasti kenyamanan berkendara terganggu, ditambah lagi dengan mobil yang rusak pas disitu *garuk-garuk kepala*. Oleh karena itu terciptalah antrian kendaraan yang puuuaaaannjaaaang sekali. Syukurnya dari informasi yang kami dapat, ada petugas dari kepolisian yang mengatur lalu lintas dengan memberlakukan buka-tutup di ruas jalan yang rusak. Lagi bete-betenya ngantri, tiba-tiba mobil lain yang berada di belakang kami, menerobos antrian dengan memacu kendaraan pada ruas jalan disebelah kami yang sengaja dikosongkan agar kendaraan dari arah berlawanan bisa jalan *ternganga*. Belum lagi sempat menutup mulut yang menganga karna kaget, eh aksi mobil tadi justru di ikuti oleh mobil-mobil yang lainnya. Apa yang terjadi berikutnya ? Bisa di prediksilah, kendaraan dari arah depan yang seharusnya bisa lewat, jadi terhambat karena ruas jalan mereka telah diisi penuh oleh kendaraan yang ga sabar ngantri tadi. Sehingga terjadilah macet berlapis. Mau maju ga bisa, mau mundur juga ga bisa. Mau ke kiri ada tebing, ke kanan ada jurang. Jadilah kami kaya ikan pepes yang terjepit di tengah kerumunan kendaraan.

Akibat ulah ketidak sabaran dalam mengantri, kemacetan yang seharusnya bisa diatasi dalam waktu 30 menit, jadi molor hingga berjam-jam. Rasa kesal dan capek berbaur jadi satu sehingga menelurkan bahasa yang tidak sedap dari mulut mereka-mereka yang terjebak dalam situasi itu.

Aku jadi merenung dan bertanya pada diri sendiri, begitu susahkah untuk mengantri itu ? Begitu sulitkah untuk bersabar menunggu waktu giliran tiba ? Begitu beratkah membiarkan orang yang berada lebih di depan untuk menadapatkan kesempatan lebih dulu ?

Untuk semua pertanyaan itu, dengan mudah sih jawab "TIDAK"

Aku belajar pada pada alam yang selalu teratur dan berjalan dengan tertib dalam antriannya. Belajar dari sabarnya bulan yang muncul menghiasi langit setelah matahari puas mengitarinya disiang hari. Belajar dari siang yang mendapatkan giliran setelah pagi, dari sore yang sabar antri dibelakang siang, dan malam yang dengan sigap menggantikan sore kemudian belajar dari sabarnya pagi yang hadir setelah malam yang panjang. Pagi dan senja tak pernah protes mengapa giliran mereka lebih singkat dari pada malam. Siang pun tak pernah protes karena harinya tersengat panasnya matahari. Karena segala sesuatunya telah di atur dengan baik oleh Tuhan Yang Maha Tahu apa yang terbaik bagi hambanya.

Jadi kamu ! *nunjuk yang tadi nerobos antrian panjang*
Susahkah untuk ngantri ??
*masih sebel ternyata*


No comments:

Post a Comment


Terimakasih telah berkunjung ^.^
Tinggalkan komentar ya, biar kita saling kenal.

Note : Mohon maaf, komentar anonim dan link hidup saya anggap spam, ya.