Friday, May 15, 2015

Tetangga Kok Gitu ?

Ini bukannya latah ngikutin judul salah satu sitkom ya, sama sekali bukan. Judul ini saya pilih karena rasanya paling pas buat menggambarkan sikap tentang orang terdekat selain keluarga ini.

Yak.. pada dasarnya tetangga itu kan orang yang terdekat yang berada di lingkungan kita selain keluarga. Bahkan untuk mereka yang hidup di perantauan banyak yang menganggap tetangga mereka lebih dari saudara. Jalinan pertemanan yang semakin akrab, meningkatkan rasa kepedulian, sehingga menumbuhkan rasa sayang diantara mereka menjadi persaudaraan. Yup, itulah gambaran tetangga impian yang ada dalam benak saya.

Tapi, maraknya kasus kriminal yang terjadi ditengah-tengah masyarakat belakangan ini membuat saya mempertanyakan kredibilitas kita sebagai tetangga dari mereka yang menjadi korban atau pun pelaku tindak kriminal tersebut.

Banyak lho tindak kriminal yang terjadi di lingkungan perumahan yang rapat. Namun anehnya, ketika telah terjadi korban, tetangga kiri-kanannya justru ga tau. Padahal dinding rumah mereka aja dempet saking dekatnya. Mereka taunya justru dari berita yang di baca di koran ataupun di televisi.

Seperti kasusnya si TC yang tewas di rumah kost itu contohnya. Apa iya tetangga tidak melihat ada kejanggalan ? Apa benar tetangga tidak curiga melihat ada hal-hal yang tidak wajar ? Rasanya sungguh sangat tidak masuk akallah ada tetangga yang bilang tidak tau apa-apa. Menurut saya, minimal-minimalnya mereka pasti ada mendengar suara-suara tertentu, ataupun melihat hal-hal tertentu yang sedikit aneh ? Cuma di dalam benak banyak orang sudah tertanam doktrin "itu bukan urusan saya".

Sungguh sangat disesalkan bukan ? Ketika mendengar atau melihat prilaku menyimpang yang dilakukan oleh orang-orang di sekitarnya masyarakat cenderung merasa sungkan dan segan untuk 'ikut campur', karena merasa itu adalah privasi orang lain. Namun dengan egoisnya mereka justru sangat kepo dengan barang-barang branded yang tetangga mereka miliki. Ironis banget kan ? Mereka segan mencari tahu hal-hal yang mencurigakan, namun kasak-kusuk melihat barang-barang branded yang orang lain kenakan.

Image result for image tetangga
Sumber
Saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh para tetangga di kawasan Citra Gran Cibubur baru-baru ini. Mereka mau keluar dari zona aman mereka lalu bersama-sama dengan perangkat RT melaporkan tindak kekerasan yang dilakukan orangtua terhadap lima orang anaknya kepada KPAI. Saya yakin, kasus ini bukan satu-satunya yang terjadi di negeri ini. Pasti banyak kasus-kasus lainnya yang akan terus terjadi jika masyarakat selalu merasa tidak nyaman untuk 'ikut campur' dalam hal-hal seperti ini.

Menurut saya, yang dikatakan ikut campur itu adalah ketika kita ikut serta dalam urusan rumah tangga orang lain yang adem ayem, mesra dan baik-baik saja. Tetapi jika kita telah mendengar, juga telah melihat hal-hal yang tidak wajar terjadi, maka sebagai tetangga yang baik kita harus berani mengambil tindakan agar tidak berlanjut sehingga jatuh korban. Coba bayangkan jika kita berada di posisi korban yang tidak berdaya itu ? Sakit banget kan ?

Yuk.. kita jadi tetangga yang baik dengan lebih peka dalam melihat hal-hal yang tidak wajar. Namun tetap jangan pernah main hakim sendiri dengan langsung turun tangan dengan mengerahkan massa. Kepo-lah terhadap hal-hal yang mencurigakan, namun cari tahulah dengan prosedur yang benar. Saya rasa dengan melibatkan perangkat RT adalah langkah utama yang bijak.

Bagaimana menurut teman-teman ?

2 comments:

  1. Sebagai manusia yang hakikatnya adalah makhluk sosial, emang harusnya kita lebih peduli ya, Mbak. Terutama pada orang terdekat.

    Tapi semakin banyak orang yang cenderung individualis dan merasa bukan urusannya kalok menyangkut orang lain. Padahal kan demi kepentingan bersama jugak. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul beb,, kecendrungan masyarakat sekarang yang individualis itulah sebenarnya yang memicu lahirnya tindak kriminal dimana-mana..

      Delete


Terimakasih telah berkunjung ^.^
Tinggalkan komentar ya, biar kita saling kenal