Wednesday, May 6, 2015

Menjadi seorang ibu adalah satu karunia terindah dalam hidup seorang wanita. Melihat tumbuh kembang anak setiap detiknya selalu menjadi moment-moment yang paling mengharukan dalam hidup. Tidak heran memang, jika kemudian banyak orang yang rela menggelontorkan uang dalam jumlah besar demi menghadirkan suara bayi dirumah mereka.

Saya sendiri terkadang masih sulit untuk mempercayai makhluk yang dulunya bergerak-gerak dalam perut sekarang telah menjelma menjadi manusia kecil yang menakjubkan. Rasanya baru kemarin di dalam perut, eh sekarang udah besar aja. Malah udah bisa dijadikan teman bercerita juga lawan berimajinasi.

Diusianya yang 5 tahun ini, Aira semakin aktif dan juga kritis. Kami tidak lagi bisa menonton tivi dengan leluasa karena selalu ada pertanyaan yang keluar dari mulut mungilnya. Mengapa begini ? mengapa begitu ? Siapa yang begini? siapa yang begitu? apa artinya ini ? apa artinya itu ? Adaaaa aja yang jadi pertanyaan dikepalanya. Sepertinya kepalanya itu menyerupai gumpalan awan yang di dalamnya memuat jutaan tanda tanya.


Seperti semalam, ketika ayahnya menonton acara ILC di TV One, dia yang sedang asyik menggambar tiba-tiba memindahkan perhatiannya ke layar tivi karena mendengar suara-suara keras orang-orang yang berdebat di acara itu. Spontan dia mendekati ayahnya, lalu bertanya "orang itu kenapa kelahi, Yah ?" Suara keras dalam perdebatan itu dianggapnya suara perkelahian. Belum lagi ayahnya sempat menjawab, pertanyaan berikutnya kembali menyusul "Siapa yang jahat ? Kok dia teriak-teriak ? Ga baik teriak-teriak, buk guru bilang ga sopan".. bla..bla..bla.. Ayahnya bengong mendengar celotehannya.

Dilain waktu, dia ditegur oleh kakeknya lari-larian bersama teman-temannya yang laki-laki. Kakeknya merasa kasihan melihat dia yang nampaknya mulai kelelahan. Satu-dua kali dipanggil untuk pulang, dia tidak juga menurut, ketiga kalinya kakeknya memanggil dengan suara yang sedikit keras. Akhirnya dia menurut pulang, lalu menemui kakeknya, tapi kemudian protes "Atuk kok marah-marah sama Aira ? Atuk gak kasian ? Nanti cucunya sedih, siapa cucu atuknya lagi ?" *atuk melongo*. Begitulah, selalu ada kejadian-kejadian lucu sekaligus mengharukan dalam proses pembelajarannya.

Beberapa hari yang lalu, dia meminta sebuah pena, katanya mau menulis. Saya suruh memakai pensil dia menolak, "tangan Aira pegal pake pensil', alasannya. Padahal saya tau, sebenarnya dia lebih suka menulis dengan pena karena tulisannya bisa nampak lebih jelas dan rapi. Karena lagi sibuk dengan sesuatu, dia saya suruh untuk mengambil sendiri di dalam tas kerja saya. Rupanya dia melihat buku agenda saya yang berwarna pink. Dia merengek mau menulis di buku itu. Tentu saja saya larang, karena didalamnya banyak catatan penting perkerjaan dan juga beberapa draft cerpen saya. Jadi untuk menenangkannya, saya janjikan untuk membelikan dia buku yang serupa.

Sorenya kami pergi ke toko buku, begitu sampai di sebuah rak, matanya tertuju pada agenda mungil berwarna merah bata, dalam hitungan menit buku itu pun menjadi miliknya. Wajahnya sumringah sekali disepanjang perjalanan pulang.

Awalnya saya mengira buku itu akan menjadi sasaran aneka gambar seperti buku-buku sebelumnya. Sebelumnya ketika awal-awal PAUD, dia pernah kami belikan buku tulis biasa, tapi oleh dia habis dijadikan buku gambar. Makanya saya pun berpikir, ah agenda kecil itu juga pasti berakhir sama.

Ternyata saya salah lho teman-teman. Sangat salah. Ternyata dia benar-benar menulis cerita di buku itu. Saya aja sampai kaget dibuatnya ketika pulang kerja disodorkan buku itu. Didalamnya tertulis cerita mungil, semungil dirinya, yang membuat mata saya mengembun karena haru. Kakeknya pun dengan seloroh bertanya, "Cucu atuk mau jadi penulis ya ?" Dengan mata berbinar dan wajah malu-malu dia pun mengangguk. Hihi.. Aira..Aira.. seperti tau aja penulis itu apa.

Apapunlah cita-citamu Nak, mau itu penulis, dokter, polwan, guru dan banyak profesi lainnya, yang jika memang bisa membuatmu bahagia dan juga bermanfaat bagi orang lain, bunda dan ayah pasti akan berjuang untuk mewujudkannya. We luph you so much. *big hug*






2 komentar

Semoga cita2nya tercapai ya, mak. Dukung bakat pintarnya agar berkembang dan bermanfaat buat dirinya juga.

REPLY

aamiin.. iya mak, insya Allah pasti kita dukung terus.. terimakasih ya mak..

REPLY


Terimakasih telah berkunjung ^.^
Tinggalkan komentar ya, biar kita saling kenal

Meirida.my.id . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | for Meirida.my.id