Jumat, 13 Februari 2015

Susahnya untuk Khusyuk

Teman-teman ada yang ngalamin seperti aku ga ? Aku tuh kok susaaaah banget buat khusyuk dalam sholat. Pasti ada-ada aja godaan yang datang lalu membawa pikiran ini melayang-layang kesana-kemari. Ingat soal kerjaan lah, ingat tentang anak lah, ingat tentang suami lah. Semua bacaan sholat yang meluncur dari mulutku hanya gerakan tanpa arti. Bener-bener susah untuk fokus n kyusuk .. huufft..

Bermacam cara aku coba lakukan untuk mencapai kekhusukan dalam sholat, seperti sholat di tempat yang suasananya tenang tetap aja ga bisa. Coba pahami arti bacaan sholat, jadi ketika mulut berucap hati memaknai, tetap juga ga bisa, yang ada aku malahan lupa sama jumlah raka'at yang udah aku kerjain. Trus aku coba berjamaah, eehh malah makin ga khusyuk, karena ketika imam membaca ayat-ayat yang aku ga hapal, kan aku jadinya nyimak doang, alhasil pikiran ku kembali joged dangdut .. astaghfirullah..

Setelah mencoba semua cara yang aku tahu dan gagal terus, aku nyaris nyerah. Nyerah yang aku maksud disini bukan berarti nyerah trus ga mo sholat lagi, bukan lagi-lagi bukan ! Yang aku maksud adalah aku nyerah mencoba untuk khusyuk dan nyaris terbawa setan pada kesimpulan "ah.. yang penting kan niat aku bener, aku niatnya sholat, dan aku udah kerjakan sholat, urusan khusyuk atau ga belakangan aja, Allah kan Maha Tahu niat hambanya"

Gak ! aku ga mau terbawa hasutan setan yang berusaha menyesatkanku lebih dalam. Terlebih lagi aku pernah dengar ceramah di radio yang mengatakan bahwa penyebab seseorang sukar untuk meraih kekhusyukan dalam sholat adalah karena banyaknya dosa dan kesalahan yang telah dilakukan sehingga semua dosa dan kesalahan ini akan menjadi hijab yang menutup dan menghalang perhubungan spiritual kita dengan Allah. Astaghfirullaah..

Menyadari akan banyaknya salah, khilaf dan dosa yang telah aku lakukan membuat aku sadar bahwa benar itulah penyebab susahnya aku untuk khusyuk. Agar hati yang hampir membeku oleh semua dosa itu bisa mencair, maka aku segera bertobat dan memohon ampun kepada Allah. Menyadari sesadar-sadarnya semua kesalahan yang aku lakukan, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Segera aku berwudhu, mensucikan hati dan raga. Kemudian ku dirikan sholat, dan membaca bacaannya dengan suara lirih, sehingga telinga bisa menangkap bisikan bacaanku dari hati terdalam. Memang benar rupanya, dari takbir hingga salam, alhamdulillah pikiranku tak lagi melayang kian kemari. Tentu saja aku belum bisa menyatakan bahwa aku telah khusyuk, namun dengan berkurangnya pikiran-pikiran lain hadir dalam sholat adalah salah satu langkah besar bagiku untuk meraih khusyuk. Semoga kekhusyukan bisa selalu hadir dalam setiap sholatku. Aamiin ya Allah..

Allah SWT berfirman:
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), “Aku itu dekat”. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

(Al-Baqarah: 186)

2 komentar:

  1. iyaa mba meridaa... samaaa, saya juga mencoba untuk khusyuk dengan mencoba mulai meluruskan niat saat sholat,, saya butuh bertemu Rabbku... ^_^ makasih mba sudah saling menginspirasi...

    BalasHapus
  2. bener mbak.. rasanya tenang sekali hidup ini jika sudah bertemu dg Rabb kita.. thx ya mba udah mampir

    BalasHapus


Terimakasih telah berkunjung ^.^
Tinggalkan komentar ya, biar kita saling kenal