Friday, October 24, 2014

A Great lesson from Aira

Aira adalah putri saya yang saat ini berusia 4 tahun 11 bulan. Tanggal 2 November nanti dia genap berusia lima tahun. Kurang-lebih sekitar akhir September yang lalu saya dikejutkan oleh pertanyaan yang diajukan oleh gadis kecil saya itu. Kira-kira percakapan kami sebagai berikut :

Aira : Bunda, tablet tu mahal Nda ?

Saya : Tablet ? (dia mengangguk) O iya nak mahal. Kenapa nak ? Aira mau tablet ?

Aira : (dengan mata berbinar) iya Nda, Aira mau tablet. Suka Aira main game di tablet.

Saya : Kalau Aira mau tablet, Aira harus rajin menabung, dan kurangi jajannya. Nanti kalau uang Aira sudah banyak baru deh kita beli tabletnya

Aira : Menabung ? Seperti ini Nda ? (berlari kedalam, kemudian muncul lagi dengan membawa celengannya kehadapan saya)

Saya : (diam sesaat dan berfikir untuk menolak dengan halus) Iya, pintarnya anak bunda rajin menabung. Gini aja, nanti kalau Aira sudah bisa membaca, Bunda dan Ayah akan belikan tablet untuk Aira. Bunda janji !

Aira : (dia terlihat bingung) membaca ? (saya mengangguk) mengapa ?

Saya : Karena kalau Aira belum bisa membaca nanti Aira susah main tabletnya trus jadi ga bisa main gamenya.

Aira : (dia diam, sepertinya mengerti lalu lanjut bermain lagi)

Dua minggu kemudian, ketika saya dan suami pulang berkerja, kami berdua dikejutkan oleh Aira yang menunggu kami didepan pintu. Ini sedikit aneh, karena biasanya setiap kami pulang kerja, dia tidak bergeming dari layar TV karena asyik menonton film kartun favoritnya.

Aira : Ayah ! Bunda ! (sapanya dengan suara riang)

Saya : Assalamu'alaikum sayang bunda ? Udah mandi ?

Aira : Udah, nenek yang mandikan. Ciumlah ! (dia menyodorkan kepalanya kepada saya)

Saya : Mmm .. wanginya ..

Aira : E .. eh .. bunda lihatlah ! lihat sini ! (dia berlari kedalam, dan saya ikuti dari belakang) Lihat ni Nda (dia menunjukkan buku yang penuh dengan gambar dan coretannya)

Saya : waahh !! bagusnya gambar anak bunda !

Aira : iyalah, Aira kan pintar (dia tersenyum bangga) Lihat ni Nda, 'upin ipin bermain bola'

Saya : (kaget, karena dia membaca tulisan yang ada dibawah gambar yang dia buat) wah ! Anak bunda sudah bisa membaca ya ?

Aira : Iyalah (dengan antusias)

Saya : (masih tidak percaya) Coba bunda test, ayo ini bacaannya apa ? (menunjukkan sampul buku yang bertuliskan 'Aku tidak malu')

Aira : aku tidak malu

Saya : kalau yang ini (menunjukkan tulisan "Upin & Ipin Kembara Kecil-kecilan)

Aira : Upin ipin kembara kecil kecilan

Saya : (takjub, speechless dan bersyukur dalam hati, saya peluk dia dengan erat)

Malamnya, saya berbincang dengan suami membicarakan tentang perkembangan Aira yang menurut saya cukup signifikan. Karena saya masih ingat dengan jelas, dua minggu yang lalu dia masih belum bisa membaca dan masih kesulitan dalam mengeja dan menghapal suku kata. Namun dalam kurun waktu yang singkat dia telah bisa membaca dan menulis dengan lancar. Buat saya itu sungguh sesuatu hal yang amazing.

Saya berbicara disini bukan bermaksud membanggakan anak saya karena saya yakin diluar sana banyak anak-anak yang jauh lebih hebat dan pintar dari pada Aira. Tapi yang menjadi nilai plus bagi saya adalah kegigihan dan keuletan dia dalam memperoleh "tablet impiannya". Entah benar atau tidak, tapi filling saya mengatakan, bahwa percakapan kami yang beberapa hari sebelumnya tentang "dia harus bisa membaca dulu kalau mau memiliki tablet" sepertinya menjadi suatu motivasi sendiri bagi dirinya. Tanpa kami paksa dan tanpa kami suruh, setiap hari dia berlatih tanpa lelah. Dan dia pun menemukan caranya sendiri untuk bisa memahami suku kata dengan baik. Dari yang saya lihat, dia mulai dengan membuat gambar-gambar tokoh atau kartun kesukaannya, dari nama-nama, kemudian dia mulai menambahkan atribut pada tokoh itu seperti kegiatan, kesukaan dan ekspresi. Ketika dia tidur, saya dan suami membuka lembaran demi lembaran buku coretannya. Ada berbagai macam tokoh yang dia gambarkan disana, seperti Keropi, Pororo, Upin & Ipin berikut kawan-kawannya, Marsha tanpa beruangnya, Timmy Time, Spongebob, Patrick dll. Kemudian dibawah gambar tokoh dia menulis 'Pororo sedih', kodok tertawa, dll.

Hari ini dengan penuh haru saya mengatakan bahwa dari seorang Aira, saya mendapat pelajaran yang sangat berharga, bahwa :

  • hidup itu harus memiliki target atau impian yang ingin dicapai

  • tidak menyerah ketika mendapat tantangan

  • tidak berkecil hati ketika orang lain meremehkan kemampuan diri

  • rajin, gigih dan ulet dalam berlatih

  • konsisten pada tujuan

  • kreatif, tidak terpaku pada satu metode

  • penuh syukur atas semua yang dimiliki

Terimakasih Aira, telah menjadi inspirasi bagi Bunda. Bunda & Ayah will always love you.



~ Semoga bermanfaat ~

0 comments:

Post a Comment


Terimakasih telah berkunjung ^.^
Tinggalkan komentar ya, biar kita saling kenal