Follow Us @soratemplates

Friday, March 10, 2017

#HaqySelmaJourney : Devotion vs Temptation



Beberapa hari ini timeline media sosial ramai dengan berita pernikahan Haqy Rais dengan Selmadena Aquilla. Hmm.. sebenarnya bukan hal yang aneh sih, putra pesohor negeri itu menikah kan bukan hal yang baru kan ?

Tapi kenapa netizen sedemikian gempar dan sibuk beropini, bahkan beberapa rekan blogger sampai menulisnya ke dalam bentuk artikel ?

Jawabannya, apa lagi kalo bukan kisah dibalik pernikahan itu yang dishare oleh pengantin wanitanya dengan hashtag #haqyselmajourney.

Dari akun.@selmadena sendiri aku baca bahwa sebelum menikah dengan Haqy dia menjalin hubungan jarak jauh dengan pria yang statusnya masih mahasiswa.

Meskipun.LDRan, tapi hubungan itu berjalan mulus tanpa ada gangguan.dari pihak ke tiga. Tetapi cerita mereka jadi berbeda ketika Selma mengenal Haqy.

Devotion vs Temptation

Dari postingan-postingannya di media sosial, Selma menggambarkan bahwa Haqy adalah sosok pria sempurna yang diidamkan banyak wanita. Dia mapan, religius dan juga gentlement. Berani melamar wanita, langsung tanpa meminta memacarinya.

Dan kata Selma lagi nih. Haqy itu pemuda yang sopan dan santun, dia sangat memghormati pacar Selma. Makanya meskipun tertarik, dia tidak memacari Selma.

Sekarang logikanya yah mbak :)

Dimana letak gentlementnya Haqy yang berani melamar pacar orang lain ?
Jika memang seperti yang dia bilang, bahwa dia menghorrmati pacarnya Selma, lha trus ngapain dia pake telpon-telpon pacar orang sampai ngobrolin hal-hal pribadi gitu ?

Makanya aku ga sependapat dengan orang-orang yang bilang Haqy itu gak salah. Sekecil apa pun, dia tetap punya andil dalam kandasnya hubungan Selma dan Sena.

Emangnya kalo si.Haqynya gak rayu Selma dengan modus 'gentle' gitu mereka bakal nikah apa ?

Gak mungkin si Selma ini berani mengorbankan kesetiaannya kalo Haqy tidak menawarkan posisi sebagai ratunya.

Jadi baik Selma atau pun Haqy sama.

"Pria berhak memilih, tapi wanita yang berhak memutuskan"

Quote dari Selma ini emang jleb banget nih, terutama bagi kamu-kamu yg saat ini mungkin lagi terombang-ambing dalam kegalauan cinta.

Sebenarnya aku juga pernah berada di posisi Selma ini, LDRan trus akhirnya memutuskan untuk menikah dengan orang lain. Bedanya cowokku saat itu bukan mahasiswa, dan pria yg kunikahi bukanlah satria berkuda putih. Hahaha

Aku yakin keputusanku saat itu menyisakan luka di hati sang mantan, tapi aku yakin itu adalah keputusan terbaik yang aku buat saat itu.

Dan aku gak menyesali keputusan itu. Dan alhamdulillah, hubungan pertemanan aku dengan mantan juga baik-baik saja sampai  saat ini.

Kok bisa adem-ayem-aman-damai terkendali-tentram-sentosa gitu ?

Karena masing-masing kami sadar, bahwa Tuhan tidak mentakdirkan kami untuk bersama. As simple as that, atuhlah.

Dan yang pasti juga, dalam kandasnya hubungan kami tidak ada yang mengklaim satu sama lain sebagai kambing hitam.

It's pure, because we are not "berjodoh".

Tentang #HaqySelmaJourney

Beberapa hari setelah pernikahannya dengan Haqy, Selma pun mengeluarkan statement untuk mengklarifikasi tentang keputusannya menikahi Haqy.

Di statement itu dengan panjang lebar Selma mengungkapkan alasannya ketika memutuskan menerima lamaran Haqy.

Pertanyaannya, "untuk apa sih semua alasan itu ?"

Agar ia tidak disalahkan ?
Agar orang-orang mengerti ?
Atau agar sang mantan baca, memahami trus memaafkan gitu ?

Hidup loe, ya elo yang mutusin. Ngapain juga repot-repot mikirin pendapat orang lain lantas sibuk membuat semua alasan itu.

Kalau Selma dengan percaya dirinya memiliki prinsip "pria berhak memilih, tapi wanita berhak memutuskan", sekarang Selma cukup menguatkan hati untuk "HADAPI KENYATAAN DAN RESIKO DARI KEPUTUSAN YANG DIBUAT".

Gak perlu membuat pembenaran atas keputusan itu, karena itu memang adalah hak dirimu dalam membuat keputusan.

Tidak perlu menyiram asam di atas luka. Karena rasanya pedih nian, sayang.

Sudahlah berpaling hati, tapi dirimu pun menyalahkan dia atas semua keputusan yang kamu buat.

Tak perlu mencari kambing hitam, kasihan ... bukan maunya dia berbulu hitam. Kalo bisa milih semua kambing pengen berbulu putih, biar ga terus-terusan disalahin sama manusia. Hahahaha...

Gitu juga Senna, aku yakin dia bukan orang yang picik yang bakal menyudutkan Selma atas keputusannya. Dia pasti berjiwa besar, dan bisa memahami.

Tapi luka dihatinya jangan lagi ditambahi dengan semua caption-caption ituh. Ngajak perang, loe ???
*kompor meledug mode-on*

Kalau toh memang harus melalukan klarifikasi, lakukanlah secara langsung, bertatapan muka dengan sang mantan.

Dialah orang yang harus diberi penjelasan.

Dialah orang yang harus diberi pengertian.

Dan yang terutama sekali dialah orang yang harus dimintai kata maaf. Mintalah maaf dengan tulus, kemudian doakan dia agar kelak mendapatkan wanita yang tepat dan juga bahagia.

Setelah itu silahkan hidup berbahagia selama-lamanya dengan Haqy.

Toh semua orang berhak untuk hidup bahagia, tapi janganlah bahagia di atas penderitaan orang lain.








No comments:

Post a Comment


Terimakasih telah berkunjung ^.^
Tinggalkan komentar ya, biar kita saling kenal.

Note : Mohon maaf, komentar anonim dan link hidup saya anggap spam, ya.