Sunday, July 31, 2016

Patah Hati dan 5 Cara Jitu Mengatasinya

broken heart, patah hati
Yang pernah patah hati mana suaranyaaa ??

SAYAAAAAA !!

Cih... patah hati aja kok bangga ?

Iya dong. Aku pernah patah hati yang nyaris buat mati saking sakitnya. Tapi aku tetap hidup sampai sekarang. Alhamdulillaah. Survive dari broken heart itu sesuatu banget buat aku.

Patah hati. Kalau diibaratkan dengan penyakit, patah hati ini mungkin bisa disejajarkan dengan kanker. Ekstrim banget yak ?
Kalo menurut pendapat aku sih iya. Karena ada kok orang yang sampe mau bunuh diri gara-gara patah hati. Berarti patah hati ini cukup mematikan, kan ? Sama dong sama kanker.

Nah, kanker itu sendiri kan ada tingkatannya, yah. Ada stadium 1, 2, 3 dan 4. Stadium 4 ini biasanya udah akut banget. Dari yang aku liat di sinetron-sinetron tuh ya kalo dokternya udah vonis seseorang kena kanker stadium 4, pasti dokternya bilang, "harapan hidupnya gak lama lagi, kurang lebih beberapa bulan lagi." Alasannya karena sel-sel kanker udah menyebar jadi kalaupun dilakukan pengangkatan, kanker itu tidak bisa dihabiskan sepenuhnya. Ngeri ya, gais. Semoga kita semua senantiasa dijauhkan dari penyakit mematikan ini. Aamiin.

Penyebab Patah Hati

Oke, back to the topic.

Karena memiliki kesamaan dengan penyakit kanker, maka patah hati ini juga ada tingkatannya tergantung dari faktor yang menjadi penyebabnya. Tapi tingkatan ini cuma teori aku aja yah gais. Karena beda orang, kan, beda daya tahannya dalam menghadapi masalah. Okeh, sip. Aku kategorikan tingkatan patah hati itu sebagai berikut :

1. Patah hati karena teman

Pernah mengalami putus pertemanan, gais ? Dicurangi teman sekelas waktu ujian misalnya. Atau dicurangi rekan kerja saat persentasi misalnya. Rasanya sakit, udah pasti. Tapi apa iya sampe buat kita pengen mengakhiri hidup ? Menurut aku tergantung masalah yang dicuranginya ya. Kalo hanya sebatas dia curi ide-ide kita saja misalnya, masa iya harus bunuh diri segala ? Toh, tinggal tingkatkan kewaspadaan aja. Karena yakinlah, Tuhan itu ga pernah tidur. Selalu ada karma bagi mereka yang berbuat culas.

Oleh karena itu aku kategorikan level ini pada yang paling ringan. Karena pada level ini orang-orang lebih mudah untuk move on-nya. Bisa dengan mencari kesibukan atau dengan mencari teman baru. Karena di hati dan pikiran kita toh dia bukan siapa-siapa, hanya teman satu sekolah atau hanya sebatas rekan kerja. Jadi mudah bangetlah move on-nya.

2. Patah hati karena sahabat

Aku berpendapat teman itu ga sama dengan sahabat. Ibarat buah, teman itu adalah kulitnya, sementara sahabat adalah isi dalamnya. Hubungan persahabatan itu lebih melibatkan emosi yang dalam satu sama lainnya. Rasa saling percaya diantara mereka pun tinggi banget. Ga jarang seseorang lebih sering curhat sama sahabatnya dibandingkan ke keluarga sendiri.

Nah, patah hati yang disebabkan oleh pengkhianatan seorang sahabat ini berbahaya lho gais. Karena bisa menimbulkan efek samping, salah satunya adalah timbulnya perasaan trauma untuk mempercayai orang lain. Sehingga orang itu cenderung menarik diri dari pergaulan. Dia pun terlihat murung dan selalu menyendiri. Tuh, berbahaya kan ?

3. Patah hati karena pasangan

Duh, ini mulai mematikan nih. Salah satu psikolog bernama Norman Wright menyebutkan bahwa sebanyak 40% orang melakukan bunuh diri karena menuruti kata hati karena gangguan emosi. Hiyyy.. serem banget ya.

Rasa cinta itu ternyata berbanding lurus dengan patah hati lho gais. Semakin besar rasa sayangmu terhadap seseorang maka semakin besar juga rasa patah hatimu saat dikecewakan.

4. Patah hati karena keluarga

Aku meletakkan faktor keluarga pada level ini karena menurutku memang inilah yang paling mematikan dari semua faktor. Patah hati ini bersumber dari orang yang paling terdekat yang sudah pasti curahan kasih sayang, perhatian, harapan dan kepercayaan tertuang kepadanya. Patah hati yang disebabkan oleh keluarga ini paling susah untuk disembuhkan, karena rasa kecewa dan sakit hati itu tumpang tindih dengan rasa cinta yang ga mungkin bisa dihapus begitu saja.

Patah hati karena teman ?
Gampang, cari aja teman baru.

Patah hati karena sahabat ?
Masih bisa diatasi dengan berbagai macam kegiatan positif.

Patah hati karena pasangan ?
Aahh.. cerai aja. Buka hati, trus cari pasangan baru.

Lha.. kalo patah hati karena keluarga ?
Emangnya bisa memutus hubungan darah ?
Mantan istri atau suami sih ada, tapi mana ada mantan ayah ?

Semakin ingin dilupakan rasa sakitnya, semakin perih pula terasa. Mo kabur ga bisa, mo bertahan pun ga kuat. Bener-bener nyiksa lahir batin deh.

Ini karena kita ga bisa memutuskan hubungan kekeluargaan begitu saja. Seburuk apa pun hubungan kita dengan keluarga, sampai mati pun kita ga akan bisa mengingkari darah yang mengalir dalam tubuh kita.

Cara Jitu Mengatasi Patah Hati

Oke, karena telah berhasil melewati beberapa stadium patah hati, boleh dong aku bagi-bagi sedikit tips gimana caranya agar bisa melewati patah hati itu dengan baik.

1. Sibukkan diri dengan hobby positif.

Memiliki hobby itu bagus, ya, gais. Akan sangat berguna disaat-saat kita gundah gulana karena patah hati. Tapi, teteup, yang positif ya. Hobbynya yang baik-baik aja. Bikin prakarya misalnya. Buat doodle, hiking, memancing, atau menulis blog seperti aku ini ? Rajin nulis, rajin posting, ikut lomba ina-inu, trus menang lomba, alhamdulillah yaa.

Nah .. gitu.

Patah hati ga usah dibawa susah, nangis terus-terusan, trus sembunyi dibawah kolong tempat tidur.
*kira-kira ini pengalaman siapa coba ?*
Hadapi aja, kalo ga bisa senyum mah ga usah dipaksain. Tapi ga perlu ngumpet juga. Nangis its oke, tapi ya ga usah sampe berhari-hari juga. Kasih limit pada diri sendiri, maksimal 3 hari misalnya. Berarti hari ke 4 udah, came on.. kita move on.

2. Jauhkan musik-musik sedih

Hati lagi galau, trus dengerin musik slow. Yang ada bukannya move on, tapi galau on.
Dari pada melow-melow marsmellow gitu, mending dengerin musik perjuangan. Maju Tak Gentar misalnya. Atau dengerin musik dangdut juga bisa tuh. Tapi jangan yang lagunya Cita Citakuta yang 'Sakitnya Tuh Disini' itu ya. Sama aja boong. Tetep aja jadi ingat sama sakit hatinya. Intinya buat lingkungan sekitarmu ceria, maka kamu pun pasti ceria.

3. Hindari semua hal yang berbau kenangan

Ini dianjurkan banget bagi yang ngalamin patah hati stadium 3. Jadi biar bisa cepat move on dari sang mantan yang udah nyakitin kita, ya udah buang semua hal yang menyimpan kenangan tentang dia. Karena selagi hal-hal tersebut terpampang di depan mata, dijamin deh kamu susah lepas dari rasa sakit hati.

Tapi mentang-mentang aku bilang buang semua hal yang berbau kenangan, lantas kamu pun membuang si dedek bayi ke tempat sampah. Eitss... ga boleh ! Aku melarang itu yaa.

Anak adalah harta paling berharga yang Tuhan titipkan sama kita. Jadi kalo melihat anak jadi ingat sama mantan itu adalah PR besarnya gimana  agar bisa mendidiknya dengan baik sehingga tingkah lakunya kelak ga akan niru-niru si mantan.

4. Melupakan berarti memaafkan

Pernah dengar ungkapan 'memaafkan tak berarti melupakan ?'
Ungkapan ini menyiratkan rasa dendam yang gaaa berkesudahan sehingga membuat kita selalu terjebak dalam pusaran patah hati. Meski mulut dengan nyaring berkata, "aku udah maafin mereka" tapi nyatanya hati dan ingatan kita masih saja membungkus rasa sakit itu rapat-rapat.

Sekarang mari kita balik kondisinya, tuntun hati kita untuk melupakan semua rasa sakit itu. Salah satunya dengan cara memandang sisi positif dari semua kejadian lalu syukuri hal positif itu. Dengan demikian kata maaf itu akan mengalir dengan sendirinya.


Oke, gaiss ?
Sekian aja tips dari aku. Kalo ada yang mo nambahin, monggooo.

Oh.. ya.. kira-kira patah hati stadium berapa aja yang udah kamu lalui ?



2 comments:

  1. Yang paling sering saya lakukan adalah menyibukkan diri aja mbak sambil menunggu kondisi hati kembali baik lagi hehhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju mba.. cari kesibukan.. biar ga teringat terus sama patah hatinya :)

      Delete


Terimakasih telah berkunjung ^.^
Tinggalkan komentar ya, biar kita saling kenal