Saturday, May 21, 2016

No Excuse ! Anak-anak Dibawah Umur Tidak Pantas Mengendarai Kendaraan Bermotor !

Suka kesel ga sih kalo di jalan ketemu sama anak-anak di bawah umur ngendarain motor, ugal-ugalan, kebut-kebutan trus pake atraksi akrobatik pula ? Di jalanan umum lagi, ga peduli keselamatan diri sendiri, apa lagi keselamatan orang lain. Seolah-olah bangga banget kalo bisa memacu kendaraannya ala-ala Valentino Rossi gitu.

Image result for foto anak dibawah umur mengendarai kendaraan bermotor

Kesel, ya ?
Banget !
Rasanya pengen tangkepin mereka satu-satu, trus ikatin di tiang bendera, gantung tinggi-tinggi, biar jadi bendera sekalian. Huft .. sebel banget !

Rasanya suara ini udah habis neriakin mereka setiap kali ketemu, tapi bukannya mereka berhenti, eh malah nyengir dan tetap aja mutar gasnya kenceng-kenceng. Ga sopan banget, kan ?

Kalo udah gitu, dalam kepala pasti deh langsung nyalahin orang tua mereka. Tuh orang tua mereka pikirannya pada kemana sih ? Anak-anak umur segitu kok udah dikasih izin bawa motor sendiri ?

Aku pernah berbincang dengan salah satu kenalan, dia adalah salah satu orang tua yang aku anggap ga punya 'pikiran' tadi. Karena kesibukan mereka yang ga sempat buat antar jemput anaknya sekolah, sementara kendaraan umum untuk menuju sekolah anaknya tidak ada, makanya mereka pun kasih anaknya motor untuk dibawa sendiri kesekolah. Alasannya sebenarnya simple kan ya, dan masuk akal juga.

Tapi sebenarnya secara ga langsung mereka udah mengarahkan anaknya sendiri untuk jadi 'mesin pembunuh'.

Masih ingat sama kasus kecelakaan yang melibatkan Dul anaknya Ahmad Dhani tu kan ?
Atau kecelakaan yang menimpa Bu Lilis, yang meninggal saat berboncengan dengan anaknya yang masih berusia 13 tahun ? Suatu peristiwa yang sebenarnya bisa dielakkan jika orang tua tidak mempercayakan kendaraan kepada anaknya yang masih dibawah umur


Sumber

Sumber



Ya itu dia, gais, mesin yang bisa melaju sampe kecepatan 180 km/jam (bahkan lebih) itu adalah sangat mematikan jika berada pada seseorang yang tidak memiliki kemampuan yang baik dalam menggunakannya.

Kemampuan berkendara yang baik itu bukan hanya sebatas skill berkendara aja kan ? Bukan hanya sebatas tau nyalain motor, masukin gigi, putar gas lalu injak rem. Berkendara kan tidak hanya sebatas itu. Ada lagi yang namanya etika berkendara di jalan raya. Gimana etikanya kalo mau mendahului kendaraan lain ? Gimana etikanya kalo mau belok ? Gimana etikanya kalo mau ngerem ? Gimana etika kalo berkendara di tempat ramai ? Semua itu kan ada aturannya, bukan hanya asal injak pedal dan putar kemudi aja, kan ?

Nah, ketika orang tua memutuskan untuk memberikan kendaraan kepada anak-anak mereka yang masih di bawah umur ada mikirin etika-etika berkendara itu ga ? Alangkah bijaksananya jika orang tua yang mengalami kendala karena kesibukan tadi tidak lantas mengambil jalan pintas dengan langsung mempercayakan kendaraan kepada anak mereka. Aku rasa pasti ada jalan keluar untuk masalah ini jika para orang tua mau duduk bersama untuk mencari solusinya. Misalnya saja bus angkutan sekolah. Memang sih, pengadaan sarana ini di sekolah pasti membuat orang tua harus merogoh kocek lebih dalam untuk biaya sekolah, tapi anak-anak kita kan aman, orang-orang yang ada disekitar mereka juga nyaman.

Image result for bus sekolah
Sumber

Atau cara lainnya, cari jasa ojek terpercaya. Saya sengaja tekankan kata 'terpercaya' disini, karena mengingat adanya bebera kasus pelecehan yang dilakukan oleh tukang ojek pastinya para orang tua rada-rada khawatir untuk mempercayakan antar-jemput anaknya kepada orang lain. Tapi kalo ojeknya ibu-ibu ga pa-pa kan ? Banyak kok ibu-ibu rumah tangga yang nyambil jadi ojek anak sekolahan.

Image result for ojek perempuan
Sumber

Jadi ga ada alasan untuk mempercayakan kendaraan kepada anak-anak di bawah umur. Ayolah para orang tua, buka mata hati dan pikiran kita, jangan biarkan anak-anak kita tumbuh jadi pribadi yang mengabaikan keselamatan dirinya dan juga keselamatan orang lain. Mari kita arahkan mereka menjadi anak-anak yang sadar bahwa masa depan mereka masih panjang dan masih sangat layak untuk diperjuangkan. Jangan sampai kelalaian kita, membuat mereka salah langkah, kemudian hidup mereka kedepannya akan selalu dihantui oleh perasaan bersalah karena telah mencelakai orang lain.

Aku di sini memang lebih suka menekankan tanggung jawab ini kepada orang tua. Karena orang tua adalah pihak pertama yang bersentuhan dengan anak. Terkadang rasa sayang yang berlebih dari orang tua kepada anaknya, membuat para orang tua lupa. Bahkan ada orang tua yang mau melakukan tindakan curang dalam membuat SIM demi anaknya bisa berkendara. Ini kan salah banget !

Maka dari itu, tanggung jawab utama memang pada orang tua, tapi bukan berarti melepaskan tanggung jawab pengawasan dari pemerintah atau dalam hal ini pihak kepolisian. Justru seharusnya peran polisi dalam hal ini sangat diperlukan. Polisi harusnya benar-benar tegas dalam menindak pengendara dibawah umur ini. Tidak cukup hanya berupa surat teguran. Dalam hal ini tidak ada kata 'tidak tega' untuk menghukum pelaku, karena resiko yang bisa terjadi sungguh sangat fatal.

Begitu juga lembaga pendidikan yang menaungi anak-anak ini. Pihak sekolah harus membuat peraturan yang jelas agar tidak ada anak-anak yang mengendarai kendaraan sendiri kesekolah. Sebisa mungkin pihak sekolah harus menyediakan bus angkutan sekolah agar tidak ada lagi alasan anak-anak untuk membawa kendaraan sendiri ke sekolah.

Jadi, intinya, dibutuhkan kerja sama semua pihak untuk melarang anak-anak dibawah umur ini dalam mengendarai kendaraan bermotor.

Image result for foto anak dibawah umur mengendarai kendaraan bermotor
Sumber
Oh ya, satu lagi. Bagi para orang tua yang udah menerapkan peraturan pelarangan kepada anak-anaknya untuk berkendara sendiri itu udah bener banget. Jadi, jangan pernah berubah pikiran ya bapak-bapak n ibu-ibu. Tapi ada satu yang perlu aku ingatin nih, melarangnya sih udah, tapi kalo bapak atau ibu naroh kunci motor atau mobilnya sembarangan tetap aja kan anaknya bisa ambil, trus kabur deh sama motornya. Berarti sebagai orang tua kita bener-bener ga boleh lalai ya.





12 comments:

  1. Sebetulnya saya juga gak setuju anak di bawah umur udah dikasih motor. Tapi bicara sama orang tuanya, malah mereka bangga anaknya bisa mengendarai motor serta berbagai alasan lainnya. Bicara sama anaknya juga gak akan didengar karena orang tuanya mengizinkan mereka bawa motor. Jadi saya kadang bersikap 'au ah, gelap'

    Trus, sewot banget kalau udah ugal-ugalan plus akrobat segala. Hadeuuhh ... Geram rasanya. Saya penasaran sama pola asuhnya. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya maak, emang geramnya sampe ke ubun2 deh ngeliat kebengalan mereka, makanya kdg suka ga habis pikir, ini ortunya yang cuek atau emang dasar anaknya yang dablek ?

      Delete
  2. Memang begitulah mbak kalau anak dibawah umur sudah mengendarai kendaraan bermotor pasti bawaannya pengen ngebut mulu, itu biasanya karena pikirannya masih labil jadi belum jelas dan belum mengatahui cara berkendara yang baik, sebenarnya kalau dibiarkan sih berbahaya juga untuk pengendarah lain tapi harus gimana lagi, kalau saya mending biarkan saja nanti dia juga akan merasakan sendiri akibatnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo cuma ngerugiin diri dia sendiri sih sebodo ya mak, yg kita kuatirin kan aksi kebut2annya itu juga bisa membahayakan orang lain, lha kalo yang kesenggol sama mereka itu anak2 kita gimana ?

      Delete
  3. sedih kalo ngeliat anak-anak bawa motor, bonceng 3 dan pake baju seragam SD, SMP gitu :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mab tanti, ada rasa sedih juga melihat mereka begitu, sedihnya bukannya apa2, sedih aja membayangkan mereka yang tidak mempedulikan keselamatan diri sendiri :)

      Delete
  4. yup setuju dengan judul diatas, motor bagaikan sebuah killer machine untuk anak2..untuk ortu juga harus bisa mengawasi anaknya dengan baik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Toss kita.. anak-anak plus motor adalah killer machine

      Delete
  5. rasanya udah jadi kebiasaan anak lulus SD dikasih izin naik motor sama ortunya. padahal lulus SD itu masih seprecil-precil badannya. apalagi pola pikirnya.

    aneh ya ortu itu. lha kita? ortu. *duh*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbaakk..makanya suka miris deh

      Delete
  6. SUsahnya itu kalo ternyata teman sepermainan anak malah udah kasih izin bawa motor sendiri. Kejadian sama saya, usia 12 tahunan udah berani curi-curi bonceng tiga. Walopun cuma di jalanan komplek yang sepi, tapi ya tetep aja saya jadi deg-degan luar biasa...

    ReplyDelete
  7. makanya sangat dibutuhkan kerjasama dari orang tua ya mbak. maunya semua org tua berpikiran sama bahwa anak-anak di bawah umur belum pantas untuk mengendarai kendaraan

    ReplyDelete


Terimakasih telah berkunjung ^.^
Tinggalkan komentar ya, biar kita saling kenal