Sabtu, 01 Agustus 2015

Halal, Bukan Hanya Soal Bahan


Aku pernah membaca status di FB, yang ditulis oleh Farah Quinn tentang halal atau tidaknya makanan di luar negeri. Berikut aku tampilkan screenshot-nya :


Dari yang beliau sampaikan, aku pribadi sangat menghargai informasi yang diberikannya. Karena dengan begitu aku jadi tahu betapa negara-negara maju tersebut sangat menghargai perbedaan. Dan terutama sekali mereka juga sangat mengedepankan hak-hak konsumen sehingga membuat peraturan yang sangat ketat sehubungan dengan kebersihan dan kesehatan bahan makanan.

Ok, salut buat mereka, semoga negara kita bisa menerapkan hal yang sama ya, aamiin.

Tapi, bicara tentang kehalalan makanan tidak bisa disamakan dengan kebersihan dan kesehatan. Karena makanan yang kebersihannya terjaga sudah pasti baik, tapi belum tentu halal, kan ? Nah, disinilah pointnya.


Halal, bukan hanya soal bahan.

Sebagaimana yang disebutkan di dalam kitab suci Al Qur'an, bahwa suatu makanan bisa dikatakan halal jika memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
1.Suci, bukan najis atau yang terkena najis. Allah berfirman :

إنما حرم عليكم الميتة و الدم و لحم  الخنزير وما أهل به لغير الله

“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang disembelih dengan nama selain Allah.” [QS. Al Baqarah:173].
2.Aman, tidak bermudharat baik yang langsung maupun yang tidak langsung. Allah berfirman :

ولا تلقوا بأيديكم إلى التهلكة

“Dan janganlah kamu menjerumuskan diri kamu kedalam kebinasaan.” [QS. Al Baqarah:195].
3.Tidak memabukkan. Rasulullahصلى الله عليه وسلم  bersabda : “setiap yang memabukkan adalah khamar dan setiap khamar adalah haram.” [HR.Muslim,2003].
4.Disembelih dengan penyembelihan yang sesuai dengan syari’at jika makanan itu berupa daging hewan.
- See more at: http://belajarislam.com/2011/03/makanan-halal-dan-haram/#sthash.NNbX3TvA.dpuf



1.Suci, bukan najis atau yang terkena najis. 

Allah berfirman :

إنما حرم عليكم الميتة و الدم و لحم  الخنزير وما أهل به لغير الله
“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang disembelih dengan nama selain Allah.” [QS. Al Baqarah:173].

2.Aman, tidak bermudharat baik yang langsung maupun yang tidak langsung.
Aman yang dimaksud disini adalah tidak mengandung zat-zat berbahaya seperti bahan kimia, racun dan bahan berbahaya lainnya.

Allah berfirman :
ولا تلقوا بأيديكم إلى التهلكة
“Dan janganlah kamu menjerumuskan diri kamu kedalam kebinasaan.” [QS. Al Baqarah:195].

3.Tidak memabukkan. 

Rasulullah SAW bersabda : “setiap yang memabukkan adalah khamar dan setiap khamar adalah haram.” [HR.Muslim,2003].

4.Disembelih dengan penyembelihan yang sesuai dengan syari’at jika makanan itu berupa daging hewan.

Lebih lengkap baca disini ya.
1.Suci, bukan najis atau yang terkena najis. Allah berfirman :

إنما حرم عليكم الميتة و الدم و لحم  الخنزير وما أهل به لغير الله

“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang disembelih dengan nama selain Allah.” [QS. Al Baqarah:173].
2.Aman, tidak bermudharat baik yang langsung maupun yang tidak langsung. Allah berfirman :

ولا تلقوا بأيديكم إلى التهلكة

“Dan janganlah kamu menjerumuskan diri kamu kedalam kebinasaan.” [QS. Al Baqarah:195].
3.Tidak memabukkan. Rasulullahصلى الله عليه وسلم  bersabda : “setiap yang memabukkan adalah khamar dan setiap khamar adalah haram.” [HR.Muslim,2003].
4.Disembelih dengan penyembelihan yang sesuai dengan syari’at jika makanan itu berupa daging hewan.
- See more at: http://belajarislam.com/2011/03/makanan-halal-dan-haram/#sthash.NNbX3TvA.dpuf

Tuh, bener kan ?

Halal itu bukan cuma soal bahan, tapi juga proses. Sekalipun bahan makanan itu berasal dari bahan kualitas terbaik, tapi jika proses atau pengolahannya tidak sesuai syariat tetap saja kehalalannya jadi diragukan. 

Masih mending kalo hukumnya jadi makhruh. Dimakan boleh alias ga dosa, tapi ga dimakan justru berpahala. Lha, kalo ternyata haram gimana ? Kan jadi dosa. Dosa yang lain aja belum diampuni ama Allah, masa mo nambah dosa lagi. Ga keren, kan, yaa :)



8 komentar:

  1. saya pernah keluar negeri mak, masih asia tenggara sih hehe, kalo aku biar jelas halal nggaknya yah cari warung akannya warung makan timur tengah, india atau malaysia. karena negara-negara tersebut muslimnya banyak, dan makanannya juga rata-rata halal :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hmm,, klo ada yg ginian ga khawatir lg y mba..

      Hapus
  2. Menurut saia wadah yg digunakan untuk olah makanan harus jelas , maksudnya pernahkah digunakan untuk membuat makanan yg tak halal.
    Salam kenal mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju tuh mbak,, mulai dr mangkok sampe pisau nya 'steril' ga dr bhn non halal? Thx for visiting, salam kenal juga mba :)

      Hapus
  3. kalau lagi di luar mah paling bener makan di resto vegetarian. pasti halal. pasti. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hmm,, bisa jd pertimbangan itu mba :)

      Hapus
  4. ah iya...
    pengen deh rasanya daging ayam/sapi yang dijual di pasar tradisional berlabelkan halal, biar tenang mengolah dan makannya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Deuuu.. maunya kita gitu y mbak,,jd ga prlu waswas lg,,

      Hapus


Terimakasih telah berkunjung ^.^
Tinggalkan komentar ya, biar kita saling kenal