Monday, November 13, 2017



Lancar atau tidaknya agenda sebuah keluarga ada di pundak ibu rumah tangga. Dari hal sepele sekalipun, kalo ibu rumah tangga udah ga siap, maka seisi rumah pun jadi kalang kabut.
Contoh kecilnya aja, nih. Ibu bangun kesiangan. 

Apa yang terjadi ? 

Heboh, pasti. Bisa-bisa anak dan bapak ga sarapan sebelum pergi beraktifitas. Kalo dipaksain sarapan, terlambat ngantor dan sekolah adalah konsekuensinya. Betul, kaan ?

Jadi, ibu rumah tangga itu kudu setrong alias kuat, ibu rumah tangga harus sehat, dan ibu rumah tangga juga harus cerdas.


Ibu rumah tangga harus kuat

Perkerjaan rumah tangga yang gak ada habis-habisnya itu sudah pasti membutuhkan stamina yang kuat. Bayangin aja dari bangun tidur hingga tidur lagi perkerjaan ibu rumah tangga itu selalu ada. Apa lagi kalo memiliki anak kecil usia batita.
Waaah ... jangan ditanya repotnya kayak apa.
Jadi kalo ada yang bilang profesi ibu rumah tangga itu enak, ya udah, lu ajak aja dia tukeran profesi. Mau gak ? Hahahaha.
*belum pernah di sambit pake popok basah tu orang ya*

Agar selalu kuat, ibu rumah tangga kudu latihan pembentukan otot dong ke gym ?

Hush ... siapa bilang ?

Enggak harus begitu juga kaleeee. Cukup dengan olah raga teratur, seperti senam atau lari-lari kecil sekeliling komplek, trus konsumsi makanan dengan gizi seimbang dan jangan lupa minum susu berkalsium agar tulang selalu kuat dan ga cepat lelah.


Ibu rumah tangga harus sehat

Selain stamina yang kuat, ibu rumah tangga juga harus sehat. Karena bisa dibayangkan betapa semrawutnya kondisi rumah ketika ibu sakit. Rumah berantakan, pakaian kotor gak kecuci, piring kotor numpuk, dan makanan instant pun menjadi pelarian.
Akhirnya pake jasa asisten rumah tangga.
Jadi nambah biaya lagi, kan ?
Udahlah biaya berobat mahal, eeee ... nambah lagi biaya untuk bayar gaji asisten rumah tangga.
Hmm ... banyak kenanya kalo ibu rumah tangga jatuh sakit.

Agar selalu sehat ibu rumah tangga harus minum air putih yang cukup, dan makan makanan yang kaya serat. Jangan pernah menyepelekan serat ini, ya. Karena kurang serat bisa bikin sembelit, dan pastinya sangat mengganggu aktifitas seharian. Emangnya enak bolak-balik ke kamar mandi ?

Serat ada di mana aja ? Banyak, ya, gais. Dari sayur dan buah pastinya. Ga harus buah-buahan mahal, lho. Buah-buahan lokal juga bagus dan kaya serat seperti pepaya, jeruk, semangka, dan lain-lain.


Ibu rumah tangga harus cerdas

  • Cerdas dalam menyiasati biaya rumah tangga
Ini poin nomor wahid, nih. Berapa pun nominal yang disetorkan pak suami setiap bulannya, si ibu rumah tangga kudu bisa mengaturnya sebaik mungkin agar cukup hingga akhir bulan. Dengan kata lain, ibu rumah tangga harus pandai berhemat dan mengutamakan pengeluaran-pengeluaran yang memang skala prioritas.

Sayangnya di sinilah ujian iman terbesar seorang ibu rumah tangga. Ketika awal bulan tiba, ketika kantong masih tebal, semua benda nampak menggiurkan, dan mata pun kalap. Mungkin tidak masalah jika si ibu rumah tangga ini juga memiliki penghasilan sendiri yang nominalnya mendekati penghasilan pramugari yang kabarnya bisa mencapai 30 jeti perbulan itu, wah ... mau beli apa saja sih ga masalah ya, kan ?

Tapi, betapa pun besarnya penghasilan yang dimiliki, berhemat tetaplah pilihan yang bijak. Karena roda kehidupan itu berputar, gak selamanya kondisi keuangan selalu mulus, akan ada masa dimana penghasilan tidak seperti biasanya. Jika hidup hemat tidak dijadikan kebiasaan, maka bisa dipastikan saat-saat sulit itu pun akan terasa seperti neraka.

Aduh, jeng. Sampeyan sih enak, tiap bulan udah ada pasti terima jatah dari suami, kan suami sampeyan karyawan, gajinya bulanan. Lha, gimana dengan saya yang suami kerjanya ngojek, penghasilannya jelas ga pasti.

Bersyukur, mbak. Suami mbak masih punya kerjaan, untuk mendapatkan penghasilan. Coba liat ke bawah, masih banyak lho istri yang harus ikut banting tulang bantu suami cari nafkah karena suaminya sakit. Dan ngomong-ngomong soal ojek, aku justru pernah baca penghasilan go-jek itu bisa mencapai 10 juta perbulan lho. Lebih besar dari gaji suami aku malah. So, bukan berarti ga ada peluang, kan ?


  • Cerdas dalam manajemen waktu  
Menyikapi perkerjaan yang tidak ada habisnya itu, ibu rumah tangga harus cerdas dalam mengatur waktu. Gimana caranya agar tetap bisa menikmati me time tanpa harus menelantarkan kewajiban mengurus keluarga. Gimana caranya agar tetap bisa hangout bareng temen tanpa harus mengabaikan tugas sebagai ibu rumah tangga. 

Nah, dari yang aku alami sendiri nih, semua itu berawal dari bangun tidur yang pastinya jangan pernah kesiangan. Trus biar pagi-pagi ga keteteran sama perkerjaan yang menumpuk, biasakan untuk mencicil sebagian perkerjaan sebelum tidur di malam hari. Misalnya mencuci piring bekas makan malam. Ini nampaknya sepele, ya. Tapi kalo dikerjakan, bisa menghemat waktu sekitar 30 menit lho di pagi hari. 

Dengan adanya 30 menit waktu terluang, bisa banget dimanfaatin untuk melakukan hal-hal bermanfaat lainnya. Misalnya olahraga ringan, atau bagi yang muslim bisa baca Al Qur'an dulu sekitar 1 juz. 
Manajemen waktu yang baik banyak manfaatnya, kan ?
Nah, itu cerita seru aku sebagai ibu rumah tangga.
Kamu ada cerita seru apa nih ?
Share dong ☺☺





Terimakasih telah berkunjung ^.^
Tinggalkan komentar ya, biar kita saling kenal

Meirida.my.id . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | for Meirida.my.id