Saturday, October 14, 2017


Tips Memulai Bisnis Budidaya Lele - Menjadi seorang pengusaha yang sukses ternyata gampang-gampang susah tergantung tips dan trik yang digunakan. Berbagai tantangan besar dan risiko sudah tentu menunggu  sehingga beberapa pertimbangan dan persiapan harus dipikirkan dengan matang. Meski pun begitu, tidak perlu muncul rasa kecil hati atau sudah ciut mental sebelum memulai mencobanya karena dalam sebuah bisnis untung dan rugi memang tidak bisa dihindari.

Kebutuhan lele yang meningkat di masyarakat ternyata bisa dijadikan sebagai salah satu peluang emas bisni, lho. Apalagi jika ternyata di sekitar rumah terdapat banyak sekali penjaja makanan penyet seperti pecel lele dan juga warung makan seperti warung masakan padang maka bisnis budidaya lele ini akan sangat cocok bagi kamu sebagai pemula di dunia bisnis.

Selain itu, pasar tradisional bahkan supermarket juga menyediakan lele sehingga peluang untuk menjadi supplier semakin besar.

Lalu persiapan apa yang harus dipersiapkan untuk memulai usaha ini? Pada penjelasan kali ini akan dibahas mengenai langkah-langkah yang bisa ditempuh untuk memulai usaha budidaya lele tentunya dengan modal kecil.

1.    Pembuatan kolam
Beberapa jenis kolam bisa dipilih sesuai dengan budget yang dimiliki. Bahkan, bisnis ikan lele ini bisa dijalankan meski pun kamu tidak memiliki modal sepeser pun, lho, gais. Hal ini bisa terjadi karena tentunya kamu masih bisa melakukan Pinjaman tanpa jaminan cepat di beberapa tempat.

Kemudahan dalam prosedur peminjaman tentunya tidak akan menghambat perjalanan bisnis yang direncanakan.

Sebenarnya, ikan lele adalah salah satu jenis ikan yang sangat mudah dipelihara sehingga kondisi air tidak terlalu mempengaruhi perkembangan karena kondisi apapun air tersebut tetap dapat dijadikan sebagai media untuk pembesaran pada lele.

Terdapat dua jenis kolam yang biasa digunakan untuk budidaya, yaitu kolam beton dan kolam terpal. Untuk ukuran kolam berkisar antara 5m x 2 m meter yang bisa digunakan untuk budidaya lele kurang lebih sebanyak 1000 ekor lele. Jika ternyata jumlah lele yang akan dipelihara lebih banyak dari 1000 ekor maka luas kolam bisa dikalikan atau kelipatan dengan kisaran jumlah lele yang akan dipelihara.

Untuk memudahkan dalam proses pemindahan kolam. Jenis kolam terpal akan sangat cocok digunakan karena pembuatannya lebih mudah dan sangat praktis. Selain itu, produktivitas dari lele akan tetap pada tingkat yang tinggi. Bahaya dari penyakit and juga hama akan lebih mudah dihindari daripada jenis kolam dengan tanah karena memang jenis kolam dengan tanah tidak ada media perantara antara tanah dan lele. Hasil yang tidak optimal tentunya menjadi mimpi buruk pada pebisnis. Syarat hidup ikan lele juga menjadi hal yang pertimbangkan, meski pun ikan lele dapat hidup diberbagai suhu, namun ikan ini hanya bisa hidup di kondisi tempat dengan kisaran PH antara 7-8.

2.    Persiapan sebelum penebaran benih
Dua langkah yang sangat penting dilakukan sebelum menebar benih dalam kolam adalah memastikan air kolam terisi dan sudah melakukan pemupukan.

Bagaimana langkah ini bisa dilakukan?

Untuk mengisi air kolam maka isikan kolam dengan air yang bersih tentunya tidak tercemar oleh limbah apapun kurang lebih dengan tinggi antara 55 cm – 65 cm. langkah selanjutnya yaitu pemupukan yang dilakukan dengan pupuk kandang dari domba atau kambing. Masukkan pupuk tersebut ke dalam karung dan sesuaikan jumlah pupuk dengan luas kolam lele. Biasanya kisaran ukuran yang digunakan yaitu 1,5 kg pupuk digunakan setiap meter persegi.

Nah, pupuk tersebut masukkan ke dalam dua karung dengan bobot yang sama sehingga nantinya ketika dimasukkan ke dalam kolam, setiap kolam terdapat dua karung pupuk kandang. Setelah itu masukkan pupuk kandang yang sudah dimasukkan ke dalam karung ke kolam lele yang sudah disiapkan. Letakkan secara bebas karena nantinya pupuk tersebut akan bergerak bebas sesuai dengan pergerakan air. Biarkan pupuk tersebut berada di dalam kolam kurang lebih dalam waktu satu minggu. Setelah seminggu berlalu, angkat pupuk kandang tersebut dan pastikan bahwa pupuk tersebut sudah terserap secara total oleh air.



3.    Pilihlah bibit yang unggul
Gak bisa dipungkiri, kunci penting untuk sukses berbisnis budidaya ikan lele selain pada tempat budidaya juga sangat bergantung kepada benih yang dipilih. Meski pun harganya jauh lebih mahal daripada bibit lele dengan kualitas yang rendah, namun kamu akan mendapatkan hasil yang maksimal dan tentunya mendapatkan keuntungan yang berlipat.

Jika ternyata biaya yang dimiliki tidak cukup untuk membeli bibit dengan kualitas yang bagus, sangat dianjurkan bagi kamu untuk melakukan pinjaman uang cepat di beberapa tempat yang khusus melayani peminjaman uang dengan prosedur yang mudah dan pencairan uang yang cepat. Jangan takut tidak bisa melunasi pinjaman tersebut karena panen ikan lele dengan optimal sudah tentu akan memberikan banyak keuntungan.
Lalu bagaimana cara mengetahui bibit tersebut unggul atau tidak?

Berikut ini beberapa ciri-ciri bibit lele yang unggul.
a.    Ikan lele yang berkualitas tentunya memiliki bentuk tubuh yang tidak ada cacatnya, pergerakannya ketika di air sangatlah lincah, warnanya hitam mengkilap, sungutnya tidak pucat bahkan berseri-seri, tubuhnya seimbang antara besar kepala dan juga besar tubuhnya, ekornya bergerak-gerak cepat.
b.    Selain ciri di atas, ciri lain dari bibit lele yang berkualitas adalah kecepatan pergerakan ketika di dalam air. Kelincahan tersebut tentunya tidak akan membuat posisi lele menggantung atau vertikal dengan air dan juga tidak akan memiliki posisi tubuh berdiri ketika ada di dalam air. Kondisi ini tentunya bisa memberikan informasi pada Anda jika bibit tersebut tidak beres.


4.    Penebaran benih dengan cara yang ideal
Sebelum bibit lele ditebar dalam kolam, bibit-bibit tersebut bisa dimasukkan dalam baskom plastik lalu dimiringkan pelan-pelan agar benih tersebut masuk ke dalam kolam dengan sangat baik. Penebaran benih tentunya tidak bisa dilakukan sembarangan, terdapat pilihan waktu yang memang dianggap sangat cocok dan efektif dalam penebarannya yaitu pada sore hari atau pagi hari. Hal ini dilakukan agar bibit lele tidak terkena sinar matahari secara langsung dan juga kondisi air yang tertempa sinar matahari tentunya memiliki kondisi yang panas atau hangat sehingga bibit lele bisa saja setres atau bahkan mati dengan sangat mudah.


5.    Pemeliharaan dan waktu panen yang tepat
Pemeliharaan lele tentunya akan jauh lebih mudah dari beberapa jenis lele yang lainnya. Kunci penting dalam pemeliharaan yang pertama adalah pemberian makan dan yang kedua adalah pengelolaan air kolam. Sebelum melakukan panen, pastikan air kolam pernah diganti minimal sekali dan tidak dilakukan dengan teknik sirkulasi karena akan mempengaruhi pH pada tanah. Pemberian pakan juga harus sangat diperhatikan sehingga dalam waktu 2 sampai 3 bulan saja lele tersebut sudah siap untuk dipanen dan dijual.
Bagaimana, gais ?
Minat berbisnis budidaya ikan lele ?

2 komentar

wah makasiy banyak atas ilmunya yaa

REPLY

Wih, mantap nih tipsnya. Bahasannya unik tapi bermanfaat lho :)

REPLY


Terimakasih telah berkunjung ^.^
Tinggalkan komentar ya, biar kita saling kenal

Meirida.my.id . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | for Meirida.my.id