Wednesday, September 13, 2017

Ketika Anak Takut Menyerupai Ayahnya


Beberapa hari yang lalu aku baru saja selesai menonton K-Drama School 2017. Salah satu life value yang paling berkesan ketika menonton drama School 2017 ini aku catat pada episode terakhir. Bukan berarti episode-episode sebelumnya miskin nilai moral, ya, gais. Bukaaan. Justru banyak banget nilai-nilai kehidupan yang layak dijadikan renungan sepanjang 16 episode drama ini.

Review lengkapnya silahkan baca Review K-Drama : School 2017, Tentang Sekolah, Cinta, Harapan, Orangtua, Orang-orang terdekat dan Lingkungan

Bagi aku yang seorang ibu, dan pastinya juga pernah merasakan posisi sebagai anak remaja, aku sangat tersentuh dengan kata-kata dari Tae Woon kepada sang ayah. “Tahukah ayah yang paling aku takutkan di dunia ini ? Aku takut jika dewasa nanti aku akan menjadi orang seperti ayah.”

Deg !

Kata-kata yang diucapkan dengan suara lirih bergetar dan juga ekspresi penuh kekecewaan ini terlontar dari mulut seorang remaja usia 18 tahun.

Aku pun langsung merenung panjang.

Apa yang dilakukan ayahnya sampai sang anak takut dirinya menyerupai sang ayah ?

Dari yang aku tahu, ayah adalah role model pertama yang dilihat anak dalam masa tumbuh kembangnya. Makanya tidak heran anak pasti suka main obeng kalo ayahnya berkerja sebagai montir. Ya, kan ?

Kehadiran ayah selalu diwakili oleh materi.

Tumbuh sebagai anak tunggal dari pengusaha kaya, ternyata tidak lantas membuat Tae Woon menjadi remaja yang sombong dan bengal. Tetapi semua kesederhanaan itu dia dapatkan bukan dari figur ayahnya, tetapi lewat sahabat-sahabatnya yang berasal dari latar belakang keluarga yang berbeda. Dari sini kita  bisa lihat, bahwa lingkungan adalah salah satu faktor penentu karakter anak.

Tetapi sikap Tae Woon yang humble tadi berubah drastis menjadi dingin, cuek dan arogan pasca tragedi meninggalnya salah satu sahabat karibnya. 

Keputusan sang ayah yang salah telah menggiring Tae Woon menjadi remaja yang pesimis terhadap dunia. Mungkin dia mikir gini, “Aah .. percuma berbuat baik, percuma memberontak, toh .. pada akhirnya uang dan kekuasaan juga yang berbicara.”

Demi reputasi keluarga, sang ayah tega melimpahkan semua kesalahan anaknya terhadap orang lain. Dalam hal ini ayah hadir hanya berupa materi, dia tidak hadir sebagai sosok ayah yang merangkul dan menghibur anaknya yang sedang sedih karena baru saja kehilangan orang terdekat.

Di sinilah mulai tumbuh bibit-bibit ketidakpercayaan Tae Woon pada ayahnya.

Hal tersebut di atas memang hanyalah bagian dari cerita drama. Tapi juga kerap terjadi di dunia nyata, kan? Banyak sekali tayangan di televisi yang memberitakan tentang anak-anak yang berhadapan dengan kasus tertentu tapi karena pengaruh yang dimiliki orang tuanya, kasus itu pun menguap tak berbekas. 

Kasus selesai ? 
Memang.

Tapi perkembangan mental anak ?
Belum tentu.


Ketika berhadapan dengan situasi dimana anak adalah salah satu korban atau pelaku dalam sebuah kasus, maka hendaknya ayah memposisikan diri dengan cara sebagai berikut :
-          Pertama jadilah figur orangtua yang memberikan kepastian bahwa anak tidak sendirian. Seberat apapun persoalan yang sedang ia hadapi orangtuanya akan selalu mendampingi.
-          Jadilah figur teman yang menampung semua keresahannya. Seorang remaja telah memiliki lapisan perasaan yang kompleks. Beda dengan anak-anak, yang mereka tahu masih rasa sakit. Tetapi remaja tidak. Mereka telah memiliki rasa malu, mereka memiliki rasa kecewa, rasa marah dan juga sakit hati. Jika semua keresahan itu tidak tersalurkan maka anak akan rentan stress hingga depresi.
-          Jadilah figur pemimpin yang memiliki sikap tegas. Ini sangat diperlukan agar anak tidak terjerumus dalam tindakan yang merugikan diri sendiri atau orang lain. Katakan kepada anak yang salah adalah salah, dan jangan pernah memberikan pembenaran atas kesalahan yang dilakukan oleh anak.

Ayah Selalu Mengambil Alih Masalah Yang Dialami Anak
Memang benar, ayah adalah orang pertama yang akan memasang badan ketika anak berhadapan dengan masalah. Tetapi bukan dengan berkata, “Sudah, kamu tenang saja. Biar ayah yang bereskan.” Jika ayah melakukan ini, maka jangan salahkan jika nantinya anak akan tumbuh menjadi manusia yang pengecut, selalu mencari kambing hitam dan selalu merasa benar sendiri.


Seorang ayah yang bijak semestinya dia menggenggam tangan anaknya lalu mengajak duduk bersama. Kemudian ajak si anak tadi bercerita dari hati ke hati, sambil menyelidiki pokok permasalahannya. Jika kemudian diketahui bahwa anak itu yang bersalah, maka tuntun si anak tadi untuk berani mengakui kesalahannya. Kesalahan bukanlah aib yang harus ditutupi, tetapi kesalahan adalah pelajaran hidup agar kedepannya tidak lagi terulang.


Ayah adalah orangtua, bukan Tuhan yang harus selalu dipatuhi
Seringkali orangtua merasa diri mereka super power, sehingga mengharuskan si anak mengikuti semua kemauan mereka. Mereka lupa, anak adalah individu berbeda yang memiliki impian tersendiri.
Akibat jarangnya bersentuhan dengan anak dalam proses tumbuh kembangnya, kebanyakan ayah memposisikan diri mereka melebihi Tuhan. Hanya menginstruksikan kehendak tanpa melihat situasi dan kondisi yang dihadapi anak sendiri.
Kamu harus begini !
Kamu tidak boleh masuk ke universitas itu !
Jangan cemarkan nama baik keluarga !
Semuaaa kalimat perintah tanpa ada satu pun kalimat yang sifatnya persuasif.
Alangkah indahnya jika ayah bertanya, “Nak, kamu minatnya ngambil jurusan apa ?”
Atau tiba-tiba sang ayah menemani anaknya belajar kemudian menyeletuk, “Ayah perhatikan kamu jago ya matematika, ntar kuliah kedokteran aja ya.”
Kalau pun si anak tidak suka dengan jurusan yang ditawarkan ayahnya, pasti dia nolaknya juga dengan bahasa yang lembut.  “Aku ga mau jadi dokter, yah. Mau jadi arsitek aja.”
Nah, monggoooo ... dilanjutkan diskusinya. Pasti seru tanpa perlu keluar urat leher.



Gimana dengan kamu, gais ?
Pernah mengalami perasaan yang sama ga nih ?

Tuesday, September 12, 2017

Anak Di Bawah Umur Ingin Jadi Youtubers ? Yay or Nay ?


"menjadi youtubers," jawab anak itu lantang ketika Presiden Jokowi menanyakan cita-citanya saat dewasa nanti, yang tentu saja disambut gelak tawa semua hadirin yang menyaksikan. Termasuk aku yang menonton rekaman ulang acara itu di youtube.

Menonton tayangan video Presiden Jokowi dengan beberapa anak baru-baru ini memunculkan fakta baru, bahwa menjadi youtubers adalah salah satu cita-cita yang diimpikan anak-anak sekarang.



Dan mataku pun semakin terbuka ketika salah satu ponakan yang berusia 10 tahun mengirim pesan di WA, menanyakan tentang cara menjadi youtubers.
*Tantenya pun langsung galau*

Melihat tingginya animo anak-anak terhadap hal ini tak urung membuat saya pun berpikir panjang.

Sudah pantaskah anak-anak di bawah umur memiliki channel youtube sendiri ?

Positifnya apa ? Negatifnya apa ?

Trus, kalo memang akhirnya menyetujui anak memiliki channel youtube sendiri, pertimbangannya apa ?

Dari beberapa channel youtube anak-anak yang sudah ada seperti Azka anaknya Deddy Corbuze, atau yang fenomenal Awkarin (yang ini aku ga nonton, cuma baca beritanya aja) aku berpendapat bahwa youtube's channel by the kids itu ada positif dan negatifnya bagi perkembangan anak.

Sisi positifnya :
- Anak menjadi lebih kreatif
- Anak menjadi lebih percaya diri
- Menumbuhkan kemandirian finansial pada anak

Sisi negatifnya adalah :
- Content yang tidak tepat membuat anak menjadi dewasa sebelum waktunya.
- Fokus anak dalam belajar menjadi berkurang
- Anak menjadi kurang bersosialisasi dengan teman-teman di dunia nyata


Hal-hal yang harus dipertimbangkan dan disepakati orang tua dan anak sebelum mengizinkan anak memiliki channel youtube sendiri.



Mengingat perkembangan teknologi yang sedemikian pesatnya, tentu saja tidak akan terelak oleh orang tua, sehingga membuat orang tua akhirnya luluh dan mengizinkan anak memiliki channel youtube sendiri. Tetapi sebelum itu ada baiknya orang tua membuat kesepakatan dengan anak tentang hal-hal sebagai berikut :

- Cari tahu tentang hal-hal yang akan diunggah anak, tema dan sasarannya siapa saja ?
Sebelum mengizinkan anak memiliki channel youtube sendiri hal pertama yang harus ditanyakan orang tua adalah, "kamu mau posting tentang apa ?" Dengan ini orang tua bisa mempertimbangkan apakah channel anak bermanfaat atau justru beresiko.

- Bagaimana cara mengontrol hal-hal yang diunggah oleh anak
Ini tidak kalah penting. Karena sekali anak mengeklik tombol publish, maka jutaan mata di dunia ini bisa melihat hal-hal yang dia kirimkan.

Nah, sebagai orang tua kita harus memikirkan cara untuk mengontrol apa saja yang anak unggah ke youtube.

Beberapa saran yang mungkin bisa diterapkan adalah sebagai berikut :
1. Gunakan akun email orang tua untuk membuat channel youtube
2. Berbagi tugas dalam pengunggahan video,  anak yang membuat video, mama/papa yang mengunggah ke youtube.

- Buat peraturan tegas tentang hal-hal yang akan di unggah oleh anak.
Menjadi youtubers adalah salah satu kegiatan yang membutuhkan tanggung jawab yang besar.

Ketika anak menyatakan keinginan untuk menjadi youtubers adalah kesempatan bagi orang tua untuk mengajarkan anak tentang pentingnya menjadi manusia yang jujur dan bertanggung jawab.

Buat peraturan tegas seperti tidak boleh hoax, tidak boleh duplikat, tidak boleh tentang pornografi, dan tindakan kriminal lainnya.

- Monetize channel untuk tabungan
Jika channel yang dimiliki anak telah mencapai 10rb view, maka channel anak telah bisa untuk menghasilkan uang lewat youtube adsense.

Bimbing anak untuk membukukan hasil dari channelnya dengan membuka rekening sendiri. Saat ini sudah cukup banyak bank-bank yang support tabungan untuk junior.

Bagaimana, gais ?
Kalo kamu setuju gak kalo anak-anak di bawah umur memiliki channel youtube sendiri ?





Sunday, September 10, 2017

Review K-Drama : School 2017; Tentang Sekolah, Harapan, Cinta, Orangtua, Teman dan Kepedulian Terhadap Orang Lain

Yuhuuu ... dek-adek remaja remaji, annyeong haseyo ? Eonnie harap kamu semua sehat dan berbahagia, yah.  Eonnie punya kabar bagus nih buat kamu semua. Ada drama yang recommended banget untuk kamu-kamu yang masih belia, kinyis-kinyis tapi kritis nih.

Judulnya School 2017.

Gambar :  AsianWiki

Profile

  • Drama: School 2017 (literal title)
  • Revised romanization: Hakgyo 2017
  • Hangul: 학교 2017
  • Director: Park Jin-Suk
  • Writer: Jung Chan-Mi, Kim Seung-Won
  • Network: KBS2
  • Episodes: 16
  • Release Date: July 17 - September 5, 2017
Sesuai dengan judulnya drama ini memang bercerita tentang kehidupan anak-anak remaja di bangku SMA. Ada cerita tentang Tentang Sekolah, harapan, cinta, orangtua, orang-orang terdekat dan lingkungan. Cerita dalam drama ini mengajarkan penonton tentang banyak hal seperti persahabatan, pemberontakan, cinta pertama, cinta orang tua, impian dan cita-cita. Lengkap banget, yah. Iya, makanya eonnie saranin banget kamu-kamu semua untuk tonton drama ini.

Sinopsis K-Drama School 2017

Di sebuah SMA swasta bernama SMA Geumdo, hiduplah sepasang anak manusia terdapat sebuah sistem pendidikan yang sangat aneh. Para siswa terbagi atas kasta-kasta, mulai dari kasta rangking sekolah, hingga kasta ekonomi. Kalo mau makan di kantin, maka yang bisa menikmati makanan duluan itu adalah yang rangking paling atas dan anak-anak dari keluarga kaya. Yang bodoh, yang miskin kudu rela makan sisa-sisa mereka. Hiks...hiks.. Pokoknya kalo lu bodoh trus miskin juga, maka siap-siap aja untuk tertindas di sekolah ini. Makanya agar bisa survive di sekolah, beberapa anak pun rela untuk berbohong tentang kondisi mereka sebenarnya. Dan ada juga yang bersedia menjadi kaki tangan sekelompok siswa lainnya hanya demi terhindar dari pembullyan.

Diskriminasi yang begitu kuat akhirnya menimbulkan percikan kebencian terhadap para petinggi sekolah. Tetapi percikan itu tidak mampu untuk jadi besar, karena sumbernya adalah dari mereka-mereka yang tertindas. Hingga akhirnya muncullah tokoh X yang bersembunyi dibalik jaket hitamnya, mengendap-ngendap di kegelapan malam, kemudian diam-diam melakukan aksi pemberotakan. 

Setiap kali X beraksi, keesokan paginya sekolah pasti gempar. Karena aib kepala sekolah bertebaran dimana-mana.

Merasa dirinya dipermalukan oleh X, kepala sekolah beserta jajarannya pun melakukan siasat untuk menjebak X. Mereka meyakini X adalah salah satu siswa di sekolah itu. Untuk memancing X keluar, kepala sekolah menggunakan taktik adu domba. *beuh ... udah kayak kompeni aja nih si kepsek*
Barang siapa yang bersedia melaporkan hal-hal negatif yang dilakukan temannya, maka dia akan memperoleh tambahan nilai. Dan teman yang dilaporkan itu akan mendapat pengurangan nilai. Taktik yang niatnya untuk menangkap X ini justru mengakibatkan krisis kepercayaan pada siswa. Mereka tidak lagi mengenal teman dan sahabat. 

Demi penambahan nilai, mereka pun mengkhianati teman mereka sendiri.
Hal ini membuat X menjadi geram, dan kembali beraksi. Tidak tanggung-tanggung, X membuat video pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh kepala sekolah beserta wakilnya. Suasana pun semakin panas.

Fffuih ... seru, kan, ceritanya ?

Banget. 

Penasaran bagaimana caranya X bisa merubah sistem sekolah yang diskriminatif itu ?
Tonton aja, yah.


Pengenalan tokoh
Biar menontonnya lebih enak bin nyambung, berikut eonni kasih review tentang tokoh-tokoh yang ada dalam drama School 2017 ini.

Ra Eun Ho
Karakter Ra Eun Ho ini diperankan oleh Kim Se Jong yang juga merupakan runner up tallent show Produce 101. Dan drama ini adalah debutnya di dunia akting.

Ra Eun Ho adalah salah satu siswi yang berada dalam baris kasta terendah. Tidak pintar dan juga tidak kaya. Satu-satunya kelebihan Eun Ho adalah dia jago menggambar. Makanya dia memiliki cita-cita untuk bisa kuliah di universitas Hanguk yang ada jurusan komiknya.

Meskipun tidak pintar dan tidak kaya, tetapi Eun Ho memiliki kepribadian yang hangat, berani dan ceria. Dia tidak pernah merasa malu dan minder dengan semua kekurangannya. Dia juga tidak takut untuk beradu argumen dengan orang-orang yang dia anggap sikapnya merugikan orang lain.

Selain itu Eun Ho ini juga cantik, lho. Senyum dan tawanya khas banget. Bikin jantung berdebar, kalo Tae Woon bilang.

Hyun Tae Woon
Diperankan oleh Kim Jung Hyun. Pernah mendengar nama dia, gak, gais ? Kalo kamu pernah nonton drama Jealousy Incarnate, nah, kamu bakal kenal sama doi yang berperan sebagai adiknya Pyo Na Ri. Tapi berhubung kamu-kamu masih remaja eonni saranin jangan tonton drama Jealousy Incarnate, yah.  Belum cukup umur, kan ? Kalo sekedar pengen tahu jalan ceritanya, baca aja reviewnya yang pernah eonni buat di blog ini.


Nah, Hyun Tae Woon ini adalah anak tunggal dari direktur SMA Geumdo. Dengan kata lain, bapaknya ini yang punya sekolah Geumdo. Karakternya  sombong, dingin dan pastinya sulit punya teman. Kerjaannya di sekolah cuman tidur, trus pulang sekolah menggeber motor di jalanan. Asli, potret anak broken home banget.

Tapiiiii ... itu sebenarnya hanya karakter luarnya aja, lho. Aslinya mah dia gak gitu. Ternyata ada satu peristiwa tragis yang membuat si Tae Woon ini menjadi anak yang kesannya pemberontak gitu.
Saat masih kelas 1 SMA, Tae Woon ini bersahabat dengan 2 orang anak lainnya. Mereka adalah Im Joong Gi dan Song Dae Hwi. Kemana pergi mereka selalu bersama. Meskipun berasal dari latar belakang keluarga yang berbeda tapi tidak mempengaruhi pertemanan mereka. 

Hingga suatu waktu, Tae Woon dan Joong Gi mengalami kecelakaan. Motor yang mereka kendarai terjatuh, sehingga menyebabkan beberapa kendaraan di sekitar mereka pun celaka. Salah satunya adalah bus yang di tumpangi oleh Ra Eun Ho. Melihat bus yang terguling, tanpa mempedulikan luka-lukanya sendiri, Joong Gi pun berinisiatif untuk memberikan pertolongan. Sementara Tae Woon tidak berdaya karena kakinya terjepit di bawah motornya yang berat.

Malang bagi Joong Gi, ketika dia berusaha menyelamatkan korban yang terakhir, ada percikan api yang keluar dari bawah bus. Dan dalam hitungan detik langsung membakar bus dan semua yang ada di dalamnya. Joong Gi pun tewas dalam kecelakaan itu.

Tae Woon yang selamat menghubungi ayahnya untuk meminta pertolongan. Tetapi ayahnya membuat keputusan yang salah. Demi menyelamatkan reputasinya, dia mengkambing hitamkan Joong Gi untuk semua peristiwa yang terjadi. 

Rasa kecewa yang sangat besar terhadap ayahnya, ditambah lagi dengan rasa bersalah terhadap Joong Gi dan juga tuduhan pengkhianat dari Song Dae Hwi akhirnya membuat Tae Woon tumbuh menjadi karakter yang dingin dan menutup diri. 

Tapi hati nuraninya kembali terpanggil ketika Ra Eun Ho menerima tuduhan tidak adil di sekolah. Perlahan namun pasti Tae Woon mulai kembali membuka hatinya untuk pertemanan. Daaan, akhirnya malah jatuh cinta sama Ra Eun Ho. Cinta pertama pun bersemi. So sweet 💗 

Yang bikin aku suka menonton drama ini ada sweet oment-nya Tae Woon dan Eun Ho ini, lho.
Romantis, tapi gak menghilangkan kepolosan masa remaja mereka. Syukak, deh.



Song Dae Hwi
Kalau aku amati, nih, Song Dae Hwi ini adalah karakter idaman banget nih di sekolahan. Dia ganteng, pinter dan juga ketua OSIS. Walaupun berasal dari keluarga miskin, tapi karena kepintarannya, dia tetap mendapat tempat di sekolah.

Tapi, ternyata, semua yang tampak di luar bukanlah keadaan yang sebenarnya. Song Dae Hwi sebenarnya adalah anak yang sangat tertekan dengan semua kelebihannya. Demi bisa diakui dalam pergaulan, Dae Hwi pun harus rela menjadi kaki tangan Hee Chan yang merupakan anak dari ketua komite sekolah. Dae Hwi juga harus mau mengerjakan semua soal-soal untuk Hee Chan. Berkat bantuan dari Dae Hwi, Hee Chan pun mendapat rangking 2 di sekolah. Tapi sayangnya, hal ini tetap saja tidak memuaskan ibunya Hee Chan. Iihh ... aku geram banget nih liat ibunya Hee Chan ini.

Heo Sa Rang
Heo Sa Rang adalah sahabat baiknya Ra Eun Ho. Kalo pepatah lama bilang, mereka berdua ini ibarat amplop dan perangko. Kemana pergi pasti berdua terus. Sadar dirinya juga berada di kasta yang sama dengan Ra Eun Ho, Sa Rang memilih untuk tidak memiliki impian apa pun terhadap bangku kuliah. Cita-citanya cuma satu, ingin menjadi PNS. Tetapi berkali-kali ikut ujian PNS hasilnya selalu gagal.
Heo Sa Rang yang pengertian dan baik hati ini diperankan oleh Park Se Wan. Seperti remaja kebanyakan, Sa Rang juga memiliki artis idola. Dan salah satu hobinya adalah stalking berita idol di internet.
Itulah 4 karakter utama dari drama School 2017. Dan pastinya masih banyak lagi yang lainnya, yah.


5 Alasan Mengapa Drama School 2017 ini bagus ditonton oleh remaja

Tidak ada adegan roman yang vulgar

Tidak seperti drama Korea lain yang bertebaran adegan skinship yang hanya cocok untuk di konsumsi oleh orang dewasa, nah ... drama School 2017 ini boleh dikatakan cukup bersih dari adegan roman seperti itu.
Meskipun salah satu cerita di dalamnya adalah tentang kisah cinta Ra Eun Ho dan Hyun Tae Woon, tetapi disajikan dengan begitu manis tanpa meninggalkan sifat polosnya anak-anak. Drama ini mengajarkan bahwa adegan roman itu ga perlu harus pake adegan hot kissing, bed scene dan sejenisnya. Cukup dengan bertautan jari, rangkul trus tatap-tatapan bapernya ternyata bisa awet lho.



Mengajarkan untuk menjadi pribadi yang berani tampil apa adanya

Salah satu quote yang paling berkesan dari drama ini aku catat di episode terakhir.
“Aku bersembunyi dibalik topeng X, tapi aku belajar kalau melepaskan topeng dan menghadapi dunia dengan berani akan menjadikan seseorang lebih dewasa.”

Kita bisa lihat kok gimana orang-orang berlaku akhir-akhir ini. Banyak yang bersuara lantang di dunia maya, dibalik akun-akun palsu. Dan ada juga orang yang selalu tampil wah di lini masa media sosial, sedangkan aslinya sungguh bertolak belakang. 

Untuk apa, sih ? Demi simbol like, demi emotikon hati ? 

Dek-adek ga perlu contoh perilaku para oom dan tante yang di sosmed itu yah, mending kayak Eun Ho aja, dia ga malu tuh mengakui ayahnya di depan teman-temannya. Padahal saat itu ayahnya sedang jadi buruh kasar di sepanjang jalan menuju sekolahnya. Jangan juga tiru Hong Nam Joo yang pacarnya Song Dae Hwi itu. Masak dia malu ngakuin ayahnya supir taxi. Dan akhirnya dia juga kan yang menerima akibatnya. Dia dicibir, dihina dan dikucilkan oleh teman-temannya karena ketahuan berbohong. Malu banget, kan, yaah.


Mengajarkan bahwa profesi guru bukan hanya sebatas media transfer ilmu dari papan tulis ke buku murid

Value life yang berharga ini dicontohkan dengan sempurna oleh karakter guru Shim yang merupakan wali kelas Ra Eun Ho dan Hyun Tae Woon. 

Pak Shim ini tak pernah memandang remeh semua kritikan yang disampaikan oleh anak-anak didiknya. Dan dia juga berpegang teguh pada prinsip bahwa anak-anak tidaklah bersalah. Kalaupun mereka melakukan kesalahan, pasti ada orang-orang dewasa yang tidak kompeten berada di sekitar mereka.


Sekecil apa pun  impian layak untuk diperjuangkan

Ra Eun Ho memiliki impian untuk menjadi penulis komik, yang langsung dipandang sebelah mata oleh guru-guru di sekolahnya, kecuali Pak Shim.

Tapi Eun Ho tidak berputus asa, dengan dukungan dari Tae Woon dan sahabat-sahabatnya yang lain dia tetap menjalani hobinya itu dengan harapan suatu saat ia akan diterima di universitas Han Guk. Meskipun peluang untuk diterima sangat tipis, tetapi Eun Ho tetap gigih dan terus latihan meningkatkan kualitas karyanya lewat webtoon. 


Seindah apa pun dunia di luar sana, keluarga tetap adalah tempat terbaik untuk pulang.

Tentang value life yang satu ini aku dapat dari sikap Tae Woon ketika memberikan bukti yang memberatkan ayahnya dalam scandal korupsi di sekolah kepada polisi.

Saat itu dengan mimik muka yang sangat sedih Tae Woon berkata, “Aku tidak baik-baik saja. Tetapi jika tidak begini ayahku tidak akan berubah. Dan itu lebih menakutkan bagiku, karena aku bisa saja kehilangan ayahku kapan saja. Aku lebih takut itu. Tolong gunakan ini untuk menghukum ayahku. Aku sangat menyukai ayahku, dia adalah satu-satunya keluarga yang aku miliki di dunia ini. Jadi tolong bantu aku agar aku tidak kehilangan ayahku.”

Tae Woon juga memilih untuk meninggalkan semua kesenangannya demi menemani ayahnya yang hijrah ke desa. Mereka hidup bersama sebagai keluarga yang akur dan saling menyayangi.


Mengedukasi orang tua cara menunjukkan kasih sayang yang benar kepada anak.

Ini adalah the biggest value yang aku sorot di drama ini. Semua orang tua yang ada di drama ini mengaku sayang kepada anak-anak mereka. Tetapi mereka tunjukkan dengan cara yang salah.
Seperti ayah Tae Woon yang memilih untuk menutupi kesalahan anaknya dengan kata-kata,”biar aku yang membereskan.”

Atau ibunya Hee Chan yang selalu berkata, “anakku tidak bersalah.” Kemudian mengirimkan pengacara untuk menyelesaikan kasus yang melibatkan anaknya. Akibatnya Hee Chan tumbuh menjadi anak yang tidak bisa membedakan mana yang benar mana yang salah. Dia suka menyiksa orang-orang yang menurutnya bisa membuka aibnya di depan ayah dan ibunya.

Begitu juga dengan ibunya Bit Na yang menghujani anaknya dengan barang-barang branded, tetapi membebani anaknya dengan ancaman jika barang itu rusak atau hilang. Akibatnya Bit Na tumbuh menjadi anak yang over reaktif ketika benda-benda miliknya hilang. Dia lampiaskan rasa takut akan amarah ibunya dengan melemparkan tuduhan kepada orang-orang yang ia curigai.

Tapi aku suka dengan orangtuanya Eun Ho. Mereka bersikap bijak dengan memarahi anaknya ketika melakukan kesalahan, tetapi kompak menjadi tameng yang kokoh ketika anaknya dijadikan sasaran pelimpahan kesalahan. Mereka mengajarkan bahwa seburuk apa pun anak mereka di mata orang lain, tetapi bagi mereka anak mereka tetap berharga.

***
Dan banyak lagi value life lainnya yang bisa dikutip dari drama ini. Cuman kalo aku terusin bisa mencapai 3000 kata nih. Ini aja udah 2000 lebih lhooo. Hahaha. Ntar kamu bosan lagi bacanya.

Yuk, ah. Biar lebih puas nonton aja dramanya., ya.
Cuma 16 episode kok, dua hari juga kelar.
Hahaha.

Gimana ? Udah nonton drama ini ?
Share pendapat kamu dong di kolom komen.

Gomawo  ☺ 
Annyeong ✋

Thursday, September 7, 2017

Review K-Drama : Bride Of The Water God



Setelah berakhirnya Goblin, sepertinya TVN kecanduan nayangin drama yang bergenre fantasi. Emang sih ya, drama dengan genre ini membuat imajinasi bisa bergerak bebas, sehingga ga ada batasan baku untuk meramunya menjadi sajian yang menggiurkan.

BoTWG ini dibintangi oleh aktor tampan Nam Joo Hyuk. Aku jatuh cinta pertama kali liat doi nih waktu nonton Cheese in the trap. Meski hanya kebagian peran kecil tapi aktingnya cukup mencuri perhatian.




Setelah itu berturut-turut NJH ini main di drama berikutnya. Jadi pangeran ke 10 di Scarlet Hearts Ryeo, trus jadi atlit renang di Weightlifting Fairy Kim Bok Joo. Di sini dia berhasil didapuk sebagai first lead male nya nih, gais.



*Yang pada akhirnya menggiring dia pada hubungan cinta lokasi dengan Lee Sung Kyun* *trus akhirnya putus*
*Malah meng-ghibah*

Ketampanan Nam Joo Hyuk akhirnya mendapatkan ruang tersendiri di hati penggemar seperti diriku. Makanya begitu tau dia jadi first lead di BoTWT, waahh.Aku langsung pantengin deh tuh drama.

Review K-Drama : Bride Of The Water God

Plot :
Drama bergenre fantasi romantis  ini mengisahkan tentang seorang Dewa Air yang bernama Habaek (Nam Joo Hyuk). Ceritanya, dia ini tercipta untuk menjadi Raja di alam dewa. Nah, untuk melengkapi proses penobatannya, Habaek pun di utus untuk turun ke bumi untuk mengumpulkan batu dewa yang saat itu berada di tangan para dewa lainnya. Agar tugasnya berjalan lancar dia dianjurkan untuk mencari keturunan pelayan dewa untuk membantunya selama berada di dunia manusia.

Ujian dan cobaan ternyata ga cuman menimpa para manusia nih gais. Buktinya calon rajanya dewa aja tetep kok kebagian ujian dari ilahi. Ketika turun ke bumi, terjadinya something error yang membuat Habaek gagal 'mendarat' di koordinat yang seharusnya. Sehingga membuat dia harus mendarat darurat disebuah taman. Kebetulan di saat itu seorang psikiater bernama Yoon So Ah sedang meneriakkan kegalauannya. Pertemuan yang tergolong insiden itu akhirnya menimbulkan kesalah pahaman diantara mereka berdua. Naas bagi Habaek, dia pun kehilangan kekuatan Dewa-nya sehingga membuatnya sulit untuk membuktikan ke dewa-annya.

Bagaimana kisah selanjutnya ?
Silahkan tonton sendiri ya gais.

Drama yang disupport penuh oleh agensi konten kreatif.

Diangkat dari webtoon yang fenomenal berjudul sama membuat sutradara dan team harus berkerja super keras untuk menghadirkan tayangan yang sesuai dengan imajinasi pembaca. Untuk itulah penggarapan drama ini sepenuhnya dikerjakan oleh agensi konten kreatif di Korea. Mulai dari efek hingga tata rias aktor. Aku suka banget nih sama riasan Joo Hyuk di sini. Aura dewa-nya kentara banget lho.



Alur cerita yang segar dan tidak membosankan.

Drama BoTWG ini terasa segar banget untuk ditonton karena dibalut dengan dialog- dialog konyol dari si Habaek ini sendiri.



Habaek ini kan calon raja yang karakternya  sempurna dan harus selalu disanjung dan dinomor satukan. Tapi semua itu harus berbenturan dengan situasi dimana tak seorang pun mengenal dan mengakui ke dewa-annya. Disinilah letak lucunya. Ketika dia berbicara dengan style dewa itu, justru terdengar seperti seseorang dengan gangguan sindrom keagungan di telinga Yoon So Ah.

Ketika pengakuannya dianggap sebagai sindrom sakit jiwa, di situ Habaek pengen ngunyah kaktus. Hahaha

Tapi, Habaek ini juga jenius lho gais. Dia mampu menyerap informasi dalam satu kali lihat. Bisa nyetir dalam satu kali lihat. Bisa baca tulis dengan satu kali belajar. Keren, ih.
*Pinjam otaknya Habaek bisa ga*


Skinship yang mendebarkan

Tercatat ada 5 kissing scene di dalam drama ini. Mulai dari level beginner, intermediate, sampe level expert.

 *Lu kate ini lagi kursus pake level segala*

Dan semua skinship mereka so natural. Aku suka banget. Ga berlebihan, ga vulgar, dan chemistry mereka connect. Timing untuk adegan-adegan roman mereka pas, dan sejalan dengan perkembangan cerita, sehingga berhasil banget bikin penonton turut merasakan cinta yang mereka rasakan.
 
 *Nam Joo Hyuk ternyata good kisser euy*







Ending yang menggembirakan

Sebenarnya drama ini berpotensi untuk sad ending lho gais. Karena perbedaan dimensi dari para karakternya yang jika hubungan mereka di paksakan akan berakhir pada penderitaan.
Tapi skenarionya jago nih. Writernimnya tau kalo penonton bakal kecewa kalo Habaek dan Yoon So Ah gagal bersama. Finally Habaek pun menunda penobatannya demi hidup bersama dengan Yoon So Ah. Ahh .. so sweet.