Wednesday, June 14, 2017

Damainya #Sehatea Dalam Perbedaan

www.meirida.my.id
Berbicara tentang perbedaan, bisakah kamu bayangkan jika lukisan dibuat dengan satu warna ? Hmm ... pasti gak ada indahnya sama sekali, kan ? Kita semua pasti sangat paham, sebuah lukisan tampak indah karena di atasnya dituang bermacam-macam warna. Perbedaan warna itulah yang memberikan keindahan pada sebuah lukisan.

Begitu juga pada sebuah lagu, yang pastinya hanya akan terdengar merdu karena terjadinya harmonisasi nada dari notasi yang berbeda. Apa iya mungkin tercipta lagu dengan satu tangga nada saja ? Pastinya, tidak, kan ?

Daaan, yang tak mungkin bisa dipisahkan dari kehidupan manusia adalah jenis kelamin yang berbeda. Kalau semua manusia dilahirkan dalam bentuk dan rupa yang sama, mungkinkah kita akan mengenal cinta ?

Makanya aku pun menarik kesimpulan, bahwa sejatinya perbedaan itu sangatlah penting dalam kehidupan. Karena perbedaan bisa menghadirkan keindahan, mampu memberikan kekuatan, dan juga bisa menciptakan kebahagiaan.

Tapi mengapa yang terjadi akhir-akhir ini justru sebaliknya, ya ?

Perbedaan justru menjadi suatu ancaman yang menakutkan, sehingga menyebabkan sebagian orang mampu berbuat anarkis demi menyingkirkan hal-hal yang berbeda dengan dirinya. Trus ucapan-ucapan saling hujat, saling caci, saling maki pun bertebaran seperti debu yang diterbangkan angin. Uhuk...uhuk..

Dari pada memahami perbedaan sebagai hal yang mampu menyatukan, orang-orang lebih mudah terpengaruh pada pendapat bahwa perbedaan adalah sesuatu yang sulit untuk disatukan.

Kadang aku suka gak habis pikir. Mengapa sebagian kita lebih fokus pada hal-hal yang berbeda, tetapi luput memperhatikan hal-hal yang mampu menyatukan kita. Sebagai rakyat Indonesia, kita punya Pancasila sebagai dasar negara. Sila demi sila yang dimilikinya tidak ada satu poin pun yang berpihak pada satu golongan. Karena memang sesuai dengan semboyan negara kita, yaitu Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tapi tetap satu. Ya, kita adalah satu, satu Indonesia. Jadi mau apa pun agama kamu, apa pun suku kamu, apa pun warna kulit kamu, selagi kamu memiliki label sebagai rakyat Indonesia, ya, kita adalah satu Indonesia.

Meskipun timeline panas membara, setidaknya aku masih bersyukur karena di dunia nyata hal itu tidak terjadi sama sekali. Hubunganku dengan teman-teman yang berbeda suku, berbeda agama dan berbeda etnis Alhamdulillaah tidak terpengaruh oleh panasnya timeline. Mereka tidak pernah sungkan untuk mengingatkan aku untuk sholat ketika waktunya sholat tiba. Mereka juga gak pernah makan dan minum di depanku saat aku berpuasa. Begitu juga aku, yang tidak pernah keberatan untuk masuk kerja di hari minggu menggantikan teman yang pergi ibadah minggu. Kami #Sehatea, makanya meskipun memiliki perbedaan yang bagaikan langit dan bumi tapi kami tetap mampu menciptakan harmoni.

Tapi kamu tahu, gak, gais ?

Kemampuan seseorang dalam menghargai perbedaan sungguh sangat tergantung pada hati yang sehat.

Maksudnya liver gituh ?
Hahahaha ... Ya, enggaklah, ding !

Hati yang sehat adalah jiwa yang sehat. 

Jadi orang-orang yang gak bisa menghargai perbedaan itu ‘sakit jiwa’ gituh ?
Embeeeerrr .... hahahaha. *just kidding, yea*

Tapi, kurang lebih sih emang gitu, ya. 

Karena sehat itu bukan hanya mencakup fisik, tetapi juga hati. Saat kita sehati dengan sesama, lingkungan dan semesta itu artinya kita sehat secara hati.

Karena orang yang hatinya sehat gak akan pernah menyuarakan perbedaan sebagai bahan untuk tindak pembullyan. 

Orang yang hatinya sehat gak akan pernah tega menyuarakan perbedaan sebagai bahan untuk menghina orang lain. 

Karena orang yang hatinya sehat sangat paham bahwa perbedaan itu datangnya dari Tuhan. Jadi mengkritik perbedaan, ya, sama saja dengan mengkritik kinerja Tuhan. Hmm ... berani loe ?

Makanya, gais. Kita harus #Sehatea agar mampu menghapus pandangan bahwa perbedaan adalah sesuatu yang menimbulkan perpecahan. Dengan #Sehatea, sekalipun kita tidak bisa mengakhiri perbedaan yang ada, tetapi kita dapat membantu dunia agar aman dalam keanekaragaman. 

Apakah hal yang mampu membuat kita-kita yang berbeda jadi #Sehatea ?

Adalah kesamaan tujuan dan cita-cita.

Jika kita sama-sama bertujuan menciptakan perdamaian di bumi Indonesia tercinta ini, maka kita tidak akan menjadikan perbedaan sebagai simbol kekuatan.

Jika kita sama-sama bertujuan untuk memajukan bangsa dan negara, maka kita akan saling berpegangan tangan untuk mencerdaskan anak bangsa, memberantas korupsi, dan menggiatkan pembangunan. 

Jika kita sama-sama bertujuan untuk menjaga kesehatan tubuh, maka kita semua pasti akan berkerja sama memerangi polusi udara, bersama-sama menjaga kebersihan, bersama-sama menjaga asupan nutrisi untuk tubuh.

Contoh nyatanya, nih, ya. Seperti yang aku dan teman-teman kerja sering lakukan, nih. Kami #Sehatea dan sama-sama bertujuan untuk menjaga kesehatan tubuh dan juga selalu menghargai dan mengasihi satu sama lain untuk menjaga kesehatan jiwa. Makanya kami pun selalu mengkonsumsi makanan dan minuman yang sehat

Khusus untuk minuman, nih, kami pun menjatuhkan pilihan pada Teh Hijau Kepala Djenggot.



Tentang khasiat teh hijau ini gak main-main, lho, gais. Dari informasi yang aku baca di Indonews.com nih, ya. Teh hijau ini memiliki kandungan zat-zat berkhasiat seperti EGCG, L-thanine, theophyline, flavonoid, senyawa katekin, fluoride, dan polifenol. 

Tercatat ada 20 Manfaat dan Khasiat Teh Hijau bagi kesehatan tubuh.
1.       Menjaga kesehatan kulit
2.       Menghindari resiko kebotakan
3.       Menurunkan berat badan
4.       Mencegah diabetes
5.       Mengurangi resiko kanker
6.       Mencegah penyakit jantung
7.       Menangkal radikal bebas
8.       Mengurangi resiko radang sendi
9.       Memperkuat tulang dan gigi
10.   Menurunkan kolesterol
11.   Mencegah alzheimer
12.   Mencegah kerusakan hati
13.   Mencegah hipertensi
14.   Mengobati keracunan makanan
15.   Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
16.   Mengobati pilek dan flu
17.   Mengobati asma
18.   Mengobati herpes
19.   Menghilangkan stress
20.   Menyembuhkan alergi

Dari sekian banyak pilihan teh hijau, mengapa kami memilih Teh Hijau Kepala Djenggot ? 

Karena kami tau banget Kepala Djenggot ini bukan brand baru. Sejak tahun 1950 sudah menjadi produsen teh hijau di Indonesia, jadi udah ahlinya bangetlah dalam urusan minuman kesehatan ini.

Ayoooo ... yang generasi 80an, cuuunngg ... !

Kamu pasti sangat familiar dengan iklan yang pernah dibawakan oleh Diana Pungky di tahun 90-an ini, nih.


“Main game watch kepala pusing, dulu gembrot kok sekarang langsing ?”


Gimana-gimana ? Ingat, gaaa ?

*jadi ketahuan deh gue, angkatan berapa*
Hahahaha.

Nah, gais.

Punya pengalaman menarik dengan teman-teman yang berbeda tapi #Sehatea, gak, nih ?

Yuk, share cerita kamu di kolom comment, ya. Atau kamu juga bisa tuliskan di blog kamu sendiri. Yuk, kita #Sehatea memberi inspirasi bagi banyak orang bahwa perbedaan itu adalah indah, perbedaan itu bukan sumber perpecahan, tetapi adalah amunisi untuk membentuk persatuan.









26 comments:

  1. Semoga perbedaan nggak menjadi bumerang ya mbak, padahal perbedaan itu indah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Semoga perbedaan yg ada kembali mempersatukan bangsa ini ya mbak

      Delete
  2. iya aku juga miris lihat orang sekarang ya, sehrsnya dg banyak kepintaran akan lebih mudah menghargai perbedaan tp ini tidak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu dia mbak. Kepintarannya justr digunakan utk membangun kreatifitas dlm membully. Ckckckck

      Delete
  3. Gak jauh-jauh, aku dan suamiku beda banget dari mulai kebiasaan sehari-hari sampai berbeda pola pikir dalam hal praktis sehari-hari, tapi karena ada hal yang menyatukan aku dan suamiku, jadilah setiap perbedaan selalu meruncing menjadi sehatea.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bahagianyaaaa.
      Yg menyatukan itu pasti cinta. Ya,kan, mbak. Semoga langgeng smp akhir hayat ya mbak

      Delete
  4. Saya juga besar dalam perbedaan.Ya di keluarga besar, ya di sekolah. Tapi senang damai aja berteman.:)

    Kalau lihat sekarang di dunia maya, weeew....serem banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Damai itu mmg menyenangkan ya mbak. Untunglah dunia nyata ga seserem dunia maya, ya, mbak.

      Delete
  5. Alhamdulillah aku selalu dikelilingi orang yang berbeda-beda entah kulit hingga agama tapi tetap kompak. Slaam sehatea :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam #sehatea.
      Toss kita mbak. Bahagia ya rasanya hidup berdampingan dg damai gitu.

      Delete
  6. Suka pantunnya deh, hihi jadi gagal fokus. Btw saya pun konsumsi teh hijau kepala djenggot ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha...pantunnya bikin galfok ya mba tian. Teh hijau kepala djenggot ini mmg bagus mbak. Khasiatnya banyak.

      Delete
  7. Iya mbak, aku sekarang mending diem aja terutama di sosial media. Daripada beropini beda dikit, udah disenggol bacok. Padahal berbeda pendapat kan ya wajar selama gak maksain kehendak, fyuuh *seruput teh kepala djenggot*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju mbak.
      *Seruput teh kepala jenggot*

      Delete
  8. Menurut saya perbedaan itu sudah kodrat. Itu di Kehendaki sama Allah agar kita saling kenal dan melengkapi bukan sebagai tembok penghalang. Sedih rasanya cekarut saat ini yang lebih mengedepankan perbedan mbak...Lha Wong sudah diyakini Bhineka Tunggal Eka kok...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener mbak. Yg di Atas aja bikin kita ga seragam ya. Tapi justru yg diciptain yg bikin perbedaan makin nyata.

      Delete
  9. Wah aku jadi inget belum beli teh hijau, bagus juga kan untuk antioxidant

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagus banget mba ev.
      Makanya bagus di konsumsi oleh penderita kanker

      Delete
  10. boro-boro sama org lain sama suami aja beda mba hahaha tp justru ini yg bikin kita #sehatea eaaa
    btw teh hijau ini sering diminum sama teman sebelahku di kantor aku jd penisirin pgn cobain

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eeaaa
      Justru karena beda itu kita nganu ya mbak
      Hahaha
      *Nganu ki opo ??*

      Delete
  11. Setuju..
    Perbedaan bukan penyebab perpecahan.
    Aku,slama hidup di Bali, gaul sm tmn2 yg beda agama, adat dsbg, gk pecah, tmenan biasa aja. So entahlah drmana keyakinan bahwa perbedaan itu penebab perpecahan itu berasal. Kudu disatuin lah, dan segala macamnya. Hadeh.
    Indonesia mah udh cocok dg Bhineka tunggal ikanya.
    :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah...itu.
      Pasti adem banget berada di daerah yg toleransinya tinggi ya mbak

      Delete
  12. Wah sejak 1950 ya teh hijau kepala jenggot ini...mamaku juga minum nih...bagus buat kesehatan apalagi kalau ingin badan tetap langsing.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi... Iya mbak. Aku kalo udah berasa endutan pasti minum teh ini

      Delete


Terimakasih telah berkunjung ^.^
Tinggalkan komentar ya, biar kita saling kenal