Thursday, February 16, 2017

Sumber : manduabatam.wordpress.com


Kalo dipikir-pikir, banyak banget faktor penyebab terjadinya kenakalan pada anak, yang pada akhirnya bisa menyeret mereka pada dekadensi moral dan ketidakberhasilan pendidikan mereka dalam masyarakat.

Dan yang lebih menyesakkan dada, banyak dari mereka yang terjebak dalam kenyataan bahwa kehidupan yang mereka jalani begitu pahit dan penuh "kegilaan". Dan akhirnya beragam sumber kejahatan pun semakin menjerat mereka dari berbagai sudut.

Sebagai orangtua, hal ini benar-benar menjadi perhatian yang serius dan patut untuk diprioritaskan, karena aku sadar sepenuhnya bahwa orangtua itu memikul tanggung jawab dan amanat yang kelak harus dipertanggung jawabkan di hadapan Allah.

Tetapi mengemban tugas dan tanggung jawab seberat itu tanpa mengetahui faktor-faktor yang dapat menimbulkan kelainan pada anak berikut cara menanggulanginya, adalah sebuah kesia-siaan belaka, yang akhirnya akan melahirkan banyak generasi yang rusak dan pada akhirnya menyebabkan banyak masalah di masyarakat.

Islam dengan prinsip-prinsipnya yang lurus sebenarnya telah sedemikian rupa memikirkan masalah ini, dengan meletakkan fondasi dan metode yang bijak untuk memelihara anak dari kenakalannya, dan secara tidak langsung juga telah melindungi masyarakat dari malapetaka dan kesia-siaan.


Kemiskinan yang Menerpa Keluarga

Jika anak tidak dapat menikmati sandang dan pangan secara layak di dalam rumahnya, tidak memiliki  orang yang akan memberinya sesuatu yang menunjang kehidupannya, kemudian ia juga melihat di sekitarnya penuh dengan kemiskinan dan kesusahan, maka anak akan berontak dan pergi meninggalkan rumah untuk mencari rezeki dan bekal penghidupan.

Akibatnya ia akan mudah diperdaya oleh orang-orang tidak bertanggung jawab dan tidak bermoral. Sehingga ia akan tumbuh di dalam masyarakat menjadi orang yang tidak baik.

Dalam hal ini, Islam telah meletakkan prinsip yang kuat dan tentunya dengan syariatnya yang adil. Islam menetapkan hak hidup yang mulia untuk setiap orang, dan meletakkan undang-undang yang menjamin batas minimum bagi setiap individu untuk mendapatkan tempat tinggal, pakaian dan makanan, serta memberikan beberapa metode praktis untuk mengentaskan kemiskinan.

Beberapa metode itu dicontohkan sebagai berikut :

  • memberikan jaminan mata pencaharian bagi setiap warga
  • memberikan gaji bulanan dari baitulmal (kas negara) kepada setiap kaum lemah
  • memberlakukan undang-undang untuk memberikan santunan bagi setiap orang tua yang tidak mempunyai kelurga dan anak-anak
  • memberikan perlindungan kepada anak-anak yatim, janda dan orang tua jompo
Dan banyak lagi cara dan metode lainnya yang jika setiap orang yang memiliki kelebihan rezeki mau dengan senang hati mewujudkan hal ini dan menerapkannya dalam masyarakat. Tentu saja, jika hal ini dilakukan terus menerus tanpa putus, aku yakin faktor-faktor yang menyebabkan penderitaan dalam masyarakat akan terhapuskan dengan sendirinya.




Disharmoni Antara Bapak dan Ibu


Di antara sekian banyak persoalan yang menyebabkan kenakalan pada anak, salah satu yang paling rentan terjadi adalah faktor disharmoni hubungan ayah dan ibu disaat mereka berkumpul dan bertemu.

Jika dari bangun tidur anak telah berhadapan dengan pertengkaran orangtuanya, maka hal ini akan membuat anak jadi malas pulang lalu kabur dari rumah.

Anak yang kalut dan terombang-ambing dalam kemelut persoalan orangtuanya, akan mencari pelampiasan kegalauan di luar rumah lewat teman-temannya. Nah, inilah hal yang paling mengkhawatirkan. Tidak ada yang berani menjamin bagaimana karakter orang-orang yang ia gauli di luar rumah.

Kita bersyukur jika anak kita berteman dengan anak-anak yang baik juga, tetapi jika teman yang ia temui sama galaunya dengan dirinya, bisa dibayangkan pengaruh negatif apa yang akan ia terima. Mulai dari narkoba, miras sampai ke tindak kriminal lainnya.

Dengan dasar-dasar yang bijaksana dan abadi, Islam telah menggariskan metode yang bijak bagi individu yang akan melamar untuk mencari atau memilih seorang istri yang baik, sebagaimana telah menggariskan pula cara yang utama bagi para wali dan anak-anaknya yang dilamar untuk memilih calon suami yang baik.

Semua itu dimaksudkan untuk mewujudkan rasa cinta kasih, saling pengertian dan tolong menolong antara suami istri, di samping untuk menghindari dilematika keluarga dan perselisihan yang biasa terjadi di antara suami istri. Tidak diragukan lagi bahwa prinsip-prinsip untuk memilih suami atau istri sesuai dengan ajaran Islam merupakan cara yang tepat dalam mempersiapkan rumah tangga bahagia dan keluarga teladan yang saling mencintai dan penuh pengertian.

==========================================================

Dikutip dari buku Tarbiyatul Aulad Fil Islam.
Karya Sbdullah Nasih Ulwan.
Oleh :@lailacahyadi
==========================================================



Terimakasih telah berkunjung ^.^
Tinggalkan komentar ya, biar kita saling kenal

Meirida.my.id . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | for Meirida.my.id