Tuesday, December 20, 2016

Jadi Mombassador SGM Eksplor, Hebatnya apa, sih ?

Hai.. hai.. gais !
Apa kabar hari ini ? Semoga semua dalam keadaan sehat ya. Karena apapun agenda kita hari ini kita butuh tubuh dan pikiran yang sehat untuk melakoninya. Setuju, gais ?

Hmm, sebenarnya hari ini aku mau berbagi cerita tentang keseruan acara Temu Bunda 2016 Mombassador SGM Eksplor di The Westlake Resort Yogyakarta pada tanggal 13-15 Desember 2016 lalu.

Tapi sebelumnya aku mau jawab pertanyaan yang beberapa hari sebelum aku berangkat banyak ditanyain sama orang-orang di sekelilingku.

Cerita detail acara ini ntar di postingan yang berbeda ya.

Mombassador SGM Eksplor itu apa sih ?


Jika dilihat dari kata-katanya sebenarnya udah bisa diprediksi, ya.

"Mom" dan "ambassador".

Jadi mombassador SGM Eksplor itu sebenarnya adalah sebuah komunitas yang dibentuk oleh PT. Sarihusada sebagai produsen susu SGM Eksplor dengan tujuan untuk mengedukasi para ibu tentang nutrisi yang tepat untuk anak. Nah, para ibu yang terpilih inilah nantinya yang akan menjadi perpanjangan tangan SGM Eksplor untuk meneruskan semua informasi itu kepada para ibu yang ada di semua penjuru negeri ini.

Mombassador yang terpilih secara berkala akan mendapatkan pelatihan mengenai sosial media, nutrisi, parenting, tumbuh kembang anak, kepedulian sosial, produk-produk SGm Eksplor dan banyak lagi.

Mombassador SGM Eksplor ini sebenarnya bukan agenda baru dari PT. Sarihusada, karena telah dimulai sejak tahun 2014 silam. Hanya saja jumlah ibu-ibu yang diundang masih sedikit, sekitar 12 orang, mereka di kelompokkan pada Mombassador Batch-1. Ini berhubungan dengan agenda SGM Eksplor sendiri yang masih berfokus di daerah pulau Jawa. 

Mombassador Batch-2 dan 3 di tahun 2015, dengan jumlah yang lebih banyak dari batch-1, yaitu sekitar 30 orang. Nah, batch-4 yang dipilih pada tahun 2016 ini adalah Mombassador dengan jumlah terbanyak, mencapai jumlah 61 orang dan itu berasal dari berbagai propinsi di Indonesia. Ada dari Maluku, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Bengkulu dan pastinya juga dari pulau Jawa sendiri. 

Semua Mombassador ini berasal dari berbagai latar pendidikan dan perkerjaan, nih, gais. Tapi, meskipun berbeda-beda semuanya memiliki tujuan yang sama, yaitu ingin menjadi ibu yang terbaik bagi anak-anaknya dan bercita-cita menjadikan anaknya menjadi manusia yang berhasil dibidangnya masing-masing.

Apa sih hebatnya Mombassador SGM Eksplor itu ?


Pertanyaan bernada nyinyir ini aku dapat setelah menjelaskan hal yang aku sebutkan di atas. Ga salah sih mereka sampe nanya dengan segitunya, karena dalam pikiran mereka ini hanya sebuah komunitas biasa seperti komunitas parenting lainnya. 

Tapi, mereka tidak tahu kalo Mombassador SGM Eksplor itu tidak sama dengan komunitas parenting lainnya. 

Nah, biar kamu-kamu yang punya pemikiran seperti tadi itu bisa paham, berikut ini aku jabarin beberapa hal yang membuat Mombassador SGM itu pantas dibilang hebat.
  • Mombassador SGM Eksplor mendapat perlakuan eksklusif dengan diundang secara khusus untuk menghadiri acara Temu Bunda 2016 di Yogyakarta. 
  • Semua peserta dijemput di rumah masing-masing dan diantar langsung ke bandara. *berasa seperti incess Syahrini ga sih lo ?* lol
  • Semua peserta diberi kenyamanan yang luar biasa dengan menginap di The Westlake Resort Yogyakarta, sebuah resort yang sangat asri dan juga mewah, makan malam di Sekar Kedhaton Resto, makan siang di Rama Shinta Resto.
  • Mombassador SGM Eksplor mendapat kesempatan untuk mengunjungi pabrik Sarihusada. Melihat secara langsung proses pembuatan susu SGM dan juga mendapatkan penjelasan langsung dari orang-orang yang kompeten tentang step-by-step proses pembuatan susu SGM itu mulai dari pemerahan sapi hingga sampai ke masyarakat.
  • Semua peserta juga berkesempatan mendapatkan hadiah uang tunai lewat workshop yang ada.
  • Dan, dari 61 orang Mombassador SGM batch-4, sebanyak 12 orang diantaranya dipilih untuk mengikuti FGD (Fokus Group Discussion) bersama dengan tim pengembang SGM Eksplor. Mereka diajak berdiskusi tentang berbagai hal, mulai dari product planning, materi untuk iklan sampai ke rancangan kemasan. *bangga banget bisa jadi bagian dari tim khusus ini*
  • Semua fasilitas dan akomodasi peserta selama acara Temu Bunda tersebut ditanggung oleh pihak SGM Eksplor.
  • Dan tidak lupa, ada banyak voucher belanja dan juga cendramata pastinya.
Nah, selain hal-hal yang aku sebutin di atas itu, tuh. Mombassador juga berkesempatan untuk menjalin kerjasama dengan SGM Eksplor untuk berbagai kegiatan sosial yang positif. Tuh, kesempatan emas banget, kan ?

Gimana, gais ? 
Masih berpikir kalo Mombassador SGM itu sama standarnya dengan komunitas parenting lainnya ?

Satu hal yang membuat aku merasa nyaman dalam komunitas ini adalah kata-kata dari Digital Marketing SGM yaitu Bapak Suhakri atau akrabnya disapa Mas Akri. Dia bilang gini, "Kita adalah keluarga, dalam keluarga itu tidak ada kata mantan. Jadi begitu anda bergabung di komunitas ini maka anda adalah selamanya keluarga Sarihusada."

Dan kata-kata Mas Akri itu terbukti banget, lho. Suasana kekeluargaan emang kerasaaaa banget. Secara personal kita di touch oleh para koordinator acara. 

Dan aku rasa, gak bakal ada habisnya keseruan acara ini untuk dibahas. Jadi bagi kamu yang berminat untuk jadi bagian dari komunitas ini, pantengin terus fanpagenya Aku Anak SGM di facebook ya, siapa tahu dalam waktu dekat pemilihan untuk menjadi Mombassador SGM diadakan lagi. 

Oke, gais. 
Biar kamu bisa turut merasakan keseruan acaranya, nih, silahkan lihat tayangan berikut ini ya. 
Selamat baper :)
Ha..ha..








This entry was posted in

Monday, December 19, 2016

Cintai Musik Dengan Permainan Puzzle Nada

Hai, gais. Apa kabar ?
Semoga gak bosan dengan cerita aku yaaaa.

Sebagai orangtua, aku tuh pengen banget suatu saat anakku jadi orang yang berhasil. Tetapi tidak semata-mata hanya berhubungan dengan materi ya. Bagi aku pribadi, seseorang itu sudah bisa dikategorikan berhasil ketika dia bisa mandiri dengan perkerjaannya tetapi juga tetap bisa menikmati passionnya. Jadi tidak melulu soal harta, tidak melulu soal rupa dan jabatan. Meskipun perkerjaan yang ia lakukan bukanlah sebuah profesi yang 'wah' dimata banyak orang, tetapi asalkan dia bisa mandiri dengan perkerjaan itu, dan tetap bisa melakukan aktifitas yang merupakan passionnya maka orang itu sudah layak diberi label "berhasil."

Untuk menjadi orang yang berhasil di hari tuanya, orangtua harus rela berkerja keras untuk memberikan modal bagi anaknya. Ada anaknya yang dileskan musik, dimasukkan klub olahraga, dan ada juga anak yang diberikan bimbingan khusus secara private di rumah. Apapun bentuknya itu, tujuannya hanya satu, yaitu membentuk anak menjadi manusia yang multitalenta agar kelak bisa survive menjadi manusia yang multitasking.

Nah, untuk Aira sebenarnya aku pengen banget daftarin dia disekolah-sekolah ataupun tempat-tempat kursus yang memberi pelajaran musik. Tapi ... ya ... gitu, deh. Bayarannya masih mahal buanget cuiiii. Di kota ku aja nih ya, untuk les piano itu sejamnya bayar 50 ribu, lho. Atau kalau mau yang bulanan pun boleh, itu sekitar 180-200 ribu perbulan untuk 4x pertemuan. Jelas, angka senilai itu bukan hal yang mudah bagi kita-kita.

Makanya biar anak tetap bisa belajar musik, aku mengajaknya melakukan permainan edukatif yaitu PUZZLE NADA. Permainan ini bertujuan, agar anak bisa mengenali not angka, memainkan notasinya dan juga semakin peka terhadap musik.

Ga tau kalo sama orang lain ya, tapi kalo aku pribadi nih musik itu membantu banget disaat jiwa sedang dilanda kegalauan. Ada semacam spirit baru yang didapat ketika mendengarkan musik. Karena itu aku juga ingin anakku Aira memahami musik, agar ntar kalo dia udah besar bisa menjadikan musik sebagai salah satu temannya.

Belajar Not Angka Dengan Permainan Puzzle Nada


Untuk anak seumuran Aira, sebenarnya udah bisa banget dilesin musik. Tapi yah kembali ke alasan itu tadi, mihil cuiii. Jadi biar dia gak buta-buta amat sama musik, aku coba ngenalin dia dengan alat musik beserta notasi sederhananya. Mudah-mudahan ntar ada rejeki aku bisa lesin dia ke tempat yang lebih kredibel. Doa'in ya.

Sekarang biar dia mengerti nada dasar dan bisa memainkan melodi sederhana dengan alat musik, aku mengajarkan dia pada not angka. Salah satu caranya adalah lewat permainan Puzzle Nada.

Cara memainkannya adalah sebagai berikut :
1. Buatlah Papan Puzzle dari lembaran karton tebal (boleh dari dus bekas) yang telah di potong, dan ditulisi nada sebuah lagu.
2. Kemudian siapkan kepingan-kepingan puzzle yang berisikan not angka.
3. Untuk meningkatkan daya ingat anak, selain not angka pada Papan Puzzle dan Kepingan puzzle juga dilengkapi dengan gambar atau motif tertentu. Ini bertujuan, selain memberi stimulasi kecerdasan musikal, tetapi juga memberi stimulasi kecerdasan visual spasial. Mengapa gambar atau motif ini perlu ? Karena jika papan puzzle dan kepingan puzzle hanya berisikan notasi saja, maka akan terlalu mudah bagi anak untuk melakukannya tanpa berpikir. Karena mereka tinggal mencocokkan Do dengan angka 1 dan seterusnya. Sedangkan kita tahu, dalam sebuah lagu, pasti selalu ada pengulangan not yang sama. Nah, disinilah peran gambar atau motif tadi sebagai pembeda antara notasi yang sama.
4. Mintalah anak untuk menyusun kepingan puzzle itu pada papan puzzle sesuai dengan notasi dan gambar yang tepat.
5. Setelah selesai, mintalah anak untuk memainkan notasi tersebut pada alat musik.
6. Kemudian minta dia untuk menebak judul lagu tersebut.

Naah, gimana gais ? Mudah, kan ?
Biar lebih jelas lihat video berikut ini ya, gais.



Wednesday, December 7, 2016

Antara Impian, Kesempatan dan Restu Suami

Hai.. hai.. gais.
Apa kabar ? Semoga semua dalam keadaan sehat ya.

Antara Impian, Kesempatan dan Restu Suami

Aku rasa, nih, ya, semua orang di dunia ini pastilah memiliki impian. Sederhana atau tidaknya sebuah impian itu relatif banget. Sederhana bagi seseorang, tapi bisa jadi mahal banget bagi orang lain. Itu kembali ke selera masing-masing indvidu. 

Tul, gak, gais ?

Membangun impian semenjak muda itu penting banget. Seperti yang pernah aku baca pada sebuah buku *judulnya lupa*, orang yang memiliki impian ibarat kereta api yang melaju di relnya. Jika bukan karena sesuatu yang error, maka rel itu pasti berhasil membawa kereta api ke tujuannya. Begitu juga impian, jika orang itu selalu fokus pada impiannya, berusaha tanpa mengenal kata menyerah, cepat atau lambat impiannya itu pasti bakal jadi kenyataannya.

Lantas bagaimana dengan orang-orang yang justru membangun impiannya setelah ia dewasa. Bahkan setelah menikah dan punya anak ? 

Itu sah-sah saja sih menurut aku. Karena bisa jadi impian semasa mudanya tidak tercapai, dan dia merasa tidak ada harapan atas impiannya itu, maka dia berubah haluan, mengganti impiannya dengan hal yang lain. Makanya beruntung bangetlah mereka-mereka yang impiannya tercapai disaat usia masih muda. Karena dengan begitu, dia memiliki waktu yang panjang untuk terus membangun impian-impian berikutnya.

Aku sendiri, adalah termasuk satu diantara sekian banyak orang yang membangun impian setelah menikah. Bukannya aku tidak memiliki impian sebelumnya ya, tapi karena aku gagal mencapainya sebelum menikah.

Setelah menikah dan melahirkan anak, satu persatu impian saat masih lajang dulu jatuh berguguran. Karena fokus telah teralihkan kepada kewajiban terhadap anak dan suami. Aku udah gak kepengen lagi tuh keliling dunia, aku juga udah ga kepengen lagi lanjutin kuliah. Mindset aku betul-betul terkotakkan pada peran sebagai ibu rumah tangga. Dalam kepala ini yang ada hanya ingin menjadi ibu yang baik bagi anak dan menjadi istri yang baik bagi suami.

Tapi seiring waktu berjalan, ketika anak sudah sekolah, dimana mulai ada waktu yang terluang saat anak di sekolah, berawal dari mencari kesibukan sehingga akhirnya aku memutuskan untuk kembali berkarir. Saat itu belum ada impian apa pun, hanya sebatas kerja, cari kesibukan semata. 

Dan hal itu pun berubah ketika sebuah kesempatan datang.

Dan perlu kamu tahu, ya, gais. Sebuah kesempatan itu datang tidak pernah tanpa alasan. Dia datang memang karena kamu dianggap pantas untuk mendapatkan kesempatan itu. Bisa jadi karena totalitas, bisa jadi karena skill yang mumpuni atau bisa jadi memang keberuntungan. Meskipun untuk poin yang terakhir itu kemungkinannya hanya sepersekian persen. Tapi yakinlah, kesempatan itu datang karena kamu memang layak mendapatkannya.

Tapi sayangnya kesempatan itu datang seringnya pada waktu yang tidak tepat. Seperti aku nih misalnya. Disaat anak lagi sibuk ujian, mertua lagi umroh, kerjaan di kantor lagi numpuk tiba-tiba kesempatan untuk jadi Mombassadornya SGM Eksplor datang. Dilema banget, kan ? Mana eventnya di adain di Yogyakarta lagi, itu kan sebuah kota destinasi wisata impian aku sejak muda dulu. Bisa kebayang nggak betapa galaunya aku saat ini ?

Itulah dia, kesempatan yang datangnya suka tiba-tiba, tanpa bisa diduga sama sekali. Kehadirannya diharapkan, tapi datangnya suka pada waktu yang tidak tepat.

Sekarang pilihannya adalah pergi atau tidak ? 
Ambil kesempatan atau tidak ?

Jika kesempatan ini di ambil mudharatnya apa ?
Jika ga diambil kerugiannya apa ?
Mikirin hal ini bolak-balik seharian sampe sol sepatu tipis juga aku masih pusing tujuh keliling.

Sampai akhirnya restu suami ambil bagian.

Menurut aku, bagi seorang istri, restu suami itu sama pentingnya dengan restu orangtua. Kalo ingin semua hal yang dilakukan berjalan lancar maka kantongilah restu orangtuamu. Itu adalah pesan uztadzah tempatku mengaji dulu. Dan untuk seorang istri, jika ingin semua pintu surga terbuka untuknya maka kantongilah restu suami. Itu salah satu nasehat Mamah Dedek yang aku ingat sejak dulu sampai hari ini.

Mengapa restu suami itu penting ?

Ketika ijab kabul diucapkan, maka saat itu juga istri menjadi tanggung jawab suami. Bahkan ketika seorang istri tidak menjalankan kewajibannya kepada Allah, maka suami turut menanggung dosanya. Begitu besar tanggung jawab yang emban seorang suami. Makanya jangan pernah kualat sama suami ya, gais ?

Tapi ...

Ini ada tapinya lho ya. Kamu para suami jangan geer dulu baca paragraf di atas.

Masih ada tapinya.

Tapi ... suami yang seperti apa dulu yang wajib dipatuhi oleh seorang istri ?

Itu adalah suami yang hanya taat kepada perintah Allah.
Suami yang gak pernah melalaikan kewajibannya.
Suami yang berkomitmen menggerakkan setiap anggota tubuhnya lillahita'ala untuk menafkahi keluarganya.

Itulah suami yang harus didengarkan dan dipatuhi oleh seorang istri.

Nah, ketika dilema melanda seperti yang aku alami di atas, maka tidak ada orang selain suami yang pantas aku mintai pertimbangan. 

Ketika seorang istri dengan sadarnya, penuh pengabdian menjunjung tinggi harga diri suaminya, meminta pertimbangan atas sebuah kesempatan yang ada di depan matanya, maka selayaknya suami memberikan jawaban yang merupakan sebuah hasil analisa dari berbagai sudut pandang. Manfaat dan mudharatnya apa ? Trus anak bagaimana ? Trus kewajiban sebagai istri bagaimana ? Dan yang terpenting yang juga tidak bisa diabaikan adalah, perasaan istri bagaimana ? Mungkinkah kesempatan yang sama datang lagi ? Seberapa penting impian itu bagi istri ?

Tidak mudah memang menjadi seorang suami, karena dia adalah kepala keluarga, dan keputusan yang ia buat hendaklah adil dan tidak merugikan salah satu pihak.

Dan tidak juga mudah menjadi seorang istri yang memiliki kesempatan di depan matanya, haruslah berlapang dada menerima apa pun keputusan suami. Kalau memang kesempatan yang datang pada saat yang kurang tepat itu lebih banyak mudharatnya dari pada manfaatnya, maka tidaklah rugi jika kesempatan itu diabaikan. Karena yakin aja, kalo emang rejeki, gak akan nyasar kemana-mana. Bukankah ada pepatah yang bilang, "rejeki gak pernah salah alamat" ?

Nah, buat kamu-kamu semua yang saat ini sedang mendapat kesempatan yang datang tidak pada saat yang tepat, berbesar hati ya gais. Jika memang kesempatan itu harus dilepas demi kebaikan orang-orang yang kita sayangi, ikhlaskan aja. Insya Allah, nanti Allah akan menggantinya dengan kesempatan yang jauh lebih baik. 

Aamiin.


Monday, December 5, 2016

Mengajarkan Anak Untuk Lebih Kritis Lewat Permainan Count & Choose

Hai..hai..
Apa kabar, gais ?
Semoga semua dalam keadaan sehat ya. Aamiin.

Pentingnya Anak-anak Berpikiran Kritis, Memahami Benar dan Salah dengan Cepat

Ga bisa dipungkiri ya, gais. Pergaulan anak-anak sekarang sungguh sangat mengkhawatirkan. Mulai dari tindakan kekerasan, minuman keras, pergaulan bebas hingga obat-obatan terlarang. Jika kita tidak menanamkan keimanan yang cukup pada diri mereka sejak dini, entah apa yang akan terjadi pada masa depan mereka kelak.

Menyikapi dengan majunya teknologi saat ini, yang tentunya kita tidak akan mungkin menjauhkan anak-anak kita dari penggunaannya. Karena itu memang sudah tuntutan zaman. Bahkan untuk tugas-tugas sekolah pun mereka tidak akan bisa lepas dari yang namanya internet. Jadi mustahil banget rasanya untuk berkata tidak kepada anak ketika mereka ingin menggunakan gadget. Apalagi anak-anak sekarang, ketika dilarang menggunakan internet mereka pasti protes dan bilang, "bunda gak gaul." Haha.

Akhirnya demi kau dan si buah hati lancarnya tugas-tugas sekolah mereka, anak-anakpun diizinkan untuk menggunakan gadget dengan catatan dalam pengawasan ketat orang tua.

Tapi, seberapa ketat sih kita bisa mengawasi mereka ?
Apa kita yakin mampu memblokir semua tayangan-tayangan yang gak pantas ?
Seberapa kuat pun usaha kita dalam mengawasi mereka, tetap saja akan ada celah yang akan menggoda mereka. Nah, jika celah itu muncul, sedangkan orangtua tidak menyadari, lantas apakah filter yang akan melindungi anak-anak kita dari bahayanya ?

Hanya hati dan logika mereka sendiri.

Jadi jika anak-anak telah kita bekali dengan iman yang cukup di hatinya, dan otaknya telah dibekali dengan pengetahuan yang cukup tentang hal yang benar dan yang salah, maka tanpa pengawasan yang ketat lagi anak-anak akan mampu memfilter hal-hal yang akan mereka konsumsi.


Mengajarkan Anak Untuk Lebih Kritis Lewat Permainan Count & Choose

Aku menyadari sepenuhnya, mengajari anak-anak zaman sekarang tidak lagi bisa menggunakan metode lama. 

Kalo zamannya aku kecil dulu, ketika aku nakal di sekolah, pasti telapak tangan udah dipukuli guru pake penggaris. Dan jangan pikir hal itu bisa dikadukan dengan leluasa pada orangtua. Karena kalo aku mengadu sama orangtua, bukan pembelaan yang didapat, malah hukuman yang bertambah.

Nah, metode pengajaran yang aku alami waktu kecil itu sudah pasti ga bisa lagi diterapkan untuk mendidik anak-anak zaman sekarang. Coba aja lihat berita di tivi, guru yang mukulin murid karena bandel dipenjarakan sama orangtua murid dengan tuduhan kekerasan terhadap anak. Akhirnya para guru takut menegur anak yang salah, dan anak yang salah semakin merajalela.

Menyikapi hal ini, apa dong baiknya yang orangtua lakukan ?
Ga ada cara lain, selain orangtua harus lebih kreatif dalam mendidik anaknya di rumah. Salah satu ide kreatif yang bisa dilakukan oleh orangtua adalah dengan mengajak anak melakukan permainan Count & Choose.

Permainan Count & Choose ini bertujuan untuk menstimulasi kecerdasan Matematis Logis anak, namun selain itu permainan ini juga bertujuan untuk :
  • Mengasah kemampuan berhitung anak
  • Mengasah anak untuk berpikir kritis, menilai BENAR dan SALAH dengan cepat
  • Mengasah anak untuk mengambil pilihan dengan cepat dan tepat
  • Melatih anak untuk memahami bahasa petunjuk
  • Melatih anak untuk menjalankan petunjuk yang ada
Sebelum memainkan permainan ini, terlebih dahulu kita siapkan alat dan bahan sebagai berikut :
  1. Kotak bekas
  2. Kertas HVS
  3. Gunting
  4. Lem kertas
  5. Spidol
  6. Hadiah/reward
Cara membuatnya mudah sekali, dengan cara sebagai berikut :
  1. Gunting kotak bekas menjadi beberapa lembar, kurang lebih 20 lembar
  2. Pada kertas HVS tulis soal perhitungan sederhana berikut dengan hasilnya (ada hasil yang nilainya BENAR dan juga ada hasil yang nilainya SALAH)
  3. Tempelkan kertas HVS yang telah berisikan soal tadi pada lembaran kotak bekas yang telah dipotong tadi.
  4. Untuk tiap-tiap soal, sediakan lembaran instruksi 2 lembar, yang isinya Jika BENAR ..., Jika SALAH ...
  5. Sediakan lembaran Start, lembaran Finish dan lembaran penilaian akhir.
  6. Sediakan hadiah kecil dan letakkan pada kotak tertutup pada garis Finish.
Cara bermain :
  1. Susun semua soal (dengan posisi tertelungkup) sedemikian rupa, sehingga pilihan yang benar akan membawa anak pada kotak reward.
  2. Minta anak untuk berdiri pada lembaran Start.
  3. Minta anak untuk membalikkan lembaran soal pertama dan membaca dengan keras perhitungan yang tertera di atasnya.
  4. Minta anak untuk menilai jawaban atas perhitungan tersebut. BENAR atau SALAH ? 
  5. Setelah anak menentukan pilihannya, arahkan dia untuk mengikuti petunjuk pada lembaran instruksi.
  6. Jika pada setiap soal perhitungan anak berhasil memilih dengan tepat, maka anak akan sampai pada garis Finish.

Permainan Count & Choose ini temanya memang pada kemampuan berhitung anak. Tetapi dengan adanya lembaran instruksi yang membuat anak harus bergerak sesuai instruksi maka secara tidak langsung permainan ini juga memberi stimulasi pada kecerdasan kinetisnya.

Untuk lebih lengkapnya silahkan saksikan video ini, ya, gais.

 

Permainan Count & Choose ini juga bisa dikembangkan ke dalam bentuk soal-soal lainnya yang tidak hanya soal matematika, tetapi bisa hal lainnya. Bahkan bisa juga ke dalam bentuk nilai-nilai pergaulan mereka.

Jadi, silahkan kembangkan permainan ini sekreatif mungkin ya, gais. 
Yuk lindungi buah hati kita dengan memberikan mereka hati dan logika yang kuat untuk memfilter segala sesuatu yang ada di hadapan mereka.





Saturday, December 3, 2016

Switchable Me, Blogger Primitif Butuh Acer Switch Alpha 12

Balada Blogger Primitif


Hola ! Halo !

Hari ini aku mau cerita tentang rahasia aku yang paling terdalam. Aishh.. belagu banget yak. Tapi ini beneran rahasia lho gais, selama ini aku simpan rapat-rapat karena satu dan lain hal. Dan hari ini aku putuskan untuk berbagi rahasia ini juga karena satu dan lain hal. Halah ... ngomong apaan sih ini ya, hehehe.

Sebenarnya ... aku adalah seorang kapiten blogger primitif.

Iyyaaahh, tau kan primitif itu apa ?

Aku tuh blogger yang masih miskin ilmu, tinggal di daerah tanpa listrik dan minim sinyal. Ga usah berkhayal di tempat tinggalku ini bakal ketemu jaringan wifi, lha, jaringan internet biasa aja lemotnya ga ketulungan. Dan ajaibnya, aku menjadi blogger dalam semua keterbatasan itu.

Unik, kan ?

Kalo kamu ga percaya, dan merasa aneh, hari gini mana ada daerah yang belum dialiri listrik di Indonesia ? Hmm, jawabannya ada banget. Aku pernah ceritakan disini. Desa tempat tinggalku itu hanya berjarak kurang lebih 15 km dari kantor PLN, tapi yah gitu deh, sampe hari ini masih belum dialiri listrik.

Diawal-awal ngeblog dulu, aku bahkan ga punya smartphone, apa lagi komputer atau laptop. Tiga senjata andalanku untuk ngeblog saat itu adalah buku tulis, komputer kantor dan jam istirahat. Tapi ya gitu deh, komputer kantor pun bukanlah tipikal komputer yang bisa diajak kerja multitasking. Kalo aku paksain browsing sambil ngerjain laporan, komputer pasti hang. Jadi untuk menyiasatinya aku mesti pake 2 komputer sekaligus. Tuuuhh .. bisa bayangin kan repotnya aku ? Hahaha.

Dikantor terpaksa pake 2 komputer, 1 untuk browsing, 1nya lagi untuk kerja.


Oh ya, aku lupa bilang, sehari-hari aku berkerja di salah satu perusahaan swasta, jadi selama 8 jam di kantor inilah aku menikmati listrik dan wifi gratis sepuasnya. Hahaha.
*Sstt ... jangan bilang-bilang bos aku ya, ini rahasia kita aja.*

Jadi mekanisme ngeblog aku saat itu adalah, malam hari ngedraft di buku tulis, trus pas jam istirahat pindahin draft ke dashboard. Kadang-kadang selesai satu hari, tapi lebih sering nyambung lagi keesokan harinya. Makanya ga heran, untuk menyelesaikan satu postingan aku butuh waktu sampe 5 hari. Ckckck ... kebayangkan sabarnya aku ?

Yang paling deg-deg serrr itu adalah ketika menulis postingan untuk lomba. Untuk satu lomba aku bisa membutuhkan waktu hingga satu minggu lebih, mulai dari cari materi, membuat draft, kumpulin foto-foto pendukung, pindahin draft ke dashboard, trus edit-edit foto, dan publish.

Bener-bener kerja maraton yang melelahkan jiwa dan raga. Tapi meski udah tau melelahkan begitu, aku tetap aja semangat untuk ikut lomba. Urusan menang kalah mah belakangan, yang penting aku terus berpartisipasi, kalo kalah aku ga kecewa, karena sadar banget ilmuku masih sangat kurang. Berarti harus belajar lagi yang banyak dari para senior-senior yang udah malang melintang di dunia perblogan ini.



Itu ceritaku diawal-awal ngeblog dulu.

Tapi anehnya, dengan semua keterbatasan itu, aku masih bisa publish artikel rata-rata 10-15 artikel tiap bulannya lho. Dan aku juga masih sempat ikut lomba nulis cerpen, dan alhamdulillah beberapa cerpenku lolos menjadi kontributor. Dan masih dengan semua keterbatasan itu juga, tahun 2015 lalu alhamdulillah aku udah nerbitin satu buku antologi solo. Terkadang ya, aku masih merasa bermimpi ketika melihat buku dengan namaku di covernya itu nangkring di lemari.
*Masih di lemari, ya, gais, belum toko buku. Hihihi.*

Sebagai kontributor dengan cerpen berjudul "Geliat Cinta di Istana Bunga"

Sebagai kontributor dengan cerpen berjudul "Simphony Penyesalan"

Sebagai kontributor dengan cerpen berjudul "Pelangi di Bulan Mei"

Buku antologi solo pertama


Perkerjaan yang baik emang ga ada yang sia-sia. Kegigihanku untuk terus menulis ternyata selama ini diam-diam diperhatikan oleh suami. Dan lebaran tahun 2015 lalu dia membelikan aku satu buah laptop. Rasanya tuh ya, seperti dapat emas sekarung, trus akunya jadi manusia terkaya sedunia, gitu.

Hahaha ... norak banget, ya. Ga papalah, ada lagunya juga, kan, ya ? "Norak-norak bergembiiira, bergembira semua."
*langsung dikeplak*

Meskipun masih tanpa listrik dan sangat minim sinyal, setidaknya dengan ada laptop aku ngedraft ga pake buku tulis lagi. Bye-bye note book deh judulnya. Aku udah bisa ngedraft di laptop, trus simpan di flashdisk, trus besoknya dikantor tinggal copy paste ke dashboard, trus publish deh. Urusan ngeblog jadi jauuuhhh lebih mudah.

(Makacih ya biii *muah..muah..*)

Oh ya, sejak punya laptop sendiri, aku pun rela mendapat julukan baru ditempat kerja. Mereka bilang aku, 'orang kaya baru'. Karena nenteng laptop terus ke tempat kerja, padahal dikantor udah ada komputer jadi buat apa bawa laptop kalo bukan untuk pamer ?

Itu yang ada dalam pikiran mereka. Tapi aku sih orangnya ga gampang kena peer pressure gitu, aku mah cuek. Lha, aku bawa laptop cuman buat ngecas doang kok, biar malam ntar aku bisa make laptop dengan puas sampe baterainya ngedrop lagi minta ampun. Hahaha.

Intinya disini, selagi niat lu baik, dan yang lu lakuin ga ngerugiin orang lain, ga usah pikiran apa kata orang. Pegang teguh prinsip, "Anjing menggonggong, aku ... goyang dumang." Yiihhhaa... tarik maaang.

Dan lagi-lagi aku bilang, perbuatan baik itu ga ada yang sia-sia. Kegigihanku untuk terus menulis pun mulai berbuah manis. Emang nggak dalam waktu singkat sih, tapi setidaknya menjadi reward tersendiri untuk aku agar ga pernah menyerah untuk terus berkarya. Bulan Juni 2016 lalu, secara mengejutkan tulisanku terpilih jadi pemenang pertama lomba blog yang diadakan oleh Blogger Perempuan Network. Ampuunnn... rasanya senang luar biasa. Dan hadiahnya smartphone pula ? Oh my God, kok bisa kebetulan gitu siiihh ? Aku kan jadi pengen loncat-loncat kegirangan.

Sampai hari ini, aku masih blogger primitif. Aku masih haus akan ilmu perbloggingan. Masih tinggal di daerah tanpa listrik. Masih belum bisa gunain smartphone yang hadiah lomba itu karena ga ada sinyal. Tapi aku udah punya laptop, berarti ga primitif tulen lagi dong ya. Atau aku ganti nama aja ya, bukan blogger primitif tapi blogger primitif modern.
Emang bisa gitu ? Hahaha.
*suka-sukamulah Mer !*

Jadi sebenarnya apa sih tujuan aku nulisin ini semua ?
Pengen pamer karena udah punya laptop ?
Pengen pamer karena menang lomba ?
Atau pengen pamer karena dapat hadiah smartphone ?

Iiiihh... apa sih hebatnya itu semua ? Diluar sana banyak orang-orang yang jauh lebih keren dari semua itu. Jadi mana adalah artinya pamer ?

Aku nulis balada blogger primitif ini cuma untuk motivasi diri sendiri, sekaligus kasih semangat teman-teman lainnya yang kali-kali aja semangat nulisnya lagi ngedrop. Boleh lho baca tulisan ini. Dan liat deh, aku yang dalam keterbatasan luar biasa aja masih bisa nulis lho, masak sih kamu-kamu yang dilengkapi semua fasilitas itu masih aja malas dan banyak alasan dan menunda-nunda.

Ayo, singsingkan lengan bajumu, gais. Tuangkan idemu itu diatas keyboard, jangan kungkung dia lebih lama dibalik jeruji kemalasan itu. Mungkin apa yang kamu tulis saat ini hanyalah hal sepele bagimu, tapi bisa jadi itu adalah harta karun yang sangat bernilai bagi orang lain. Jadi jangan pernah berhenti untuk berbagi kebaikan lewat tulisan, ya. Yakin aja, perbuatan baik itu ga ada yang sia-sia.

Drawing is another 'me time'.


Selain menulis, aku juga sangat suka menggambar. Dan media dan alat gambar aku pun ga spesifik. Asalkan itu benda permukaannya rata, aku pasti gambar sesuatu di sana.
*yang baca ini pasti langsung deh blacklist aku dari daftar tamu, hihihi*

Sampe-sampe mertua pernah protes karena tiba-tiba menemukan gambar 'aneh' di bagian belakang buku jurnalnya.
*kabuuur*

Bahkan suami pun pernah jadi korban hobiku yang satu ini. Lembaran daily reportnya ditemukan tergolek lemah di bawah meja tivi dengan coretan gambar di belakangnya. Akibatnya, aku harus rela begadang untuk membuat salinan laporannya itu. Hiks..hiks..

Dan yang terbaru, adalah aku harus menerima teguran bos karena lembar report salah satu admin aku jadikan sebagai lahan corat-coret. Untungnya si bos baik hati, dia ga kasih SP. Cuman negur doang, tapi negurnya diacara meeting bulanan yang dihadiri semua departemen. Huaaaa ...

Kertas laporan yang juga menjadi korban


Karena terlalu beruntun melakukan kesalahan akibat hobi yang satu ini, aku pun mulai menata diri. Aku ga mau lagi corat-coret sembarangan. Dan aku pun membeli perlengkapan menggambar. Mulai dari buku gambar, pensil warna, crayon dan lain sebagainya.

Coba kamu tebak gais, berapa buku gambar yang udah aku habiskan ?
Nol besar.

Buku gambar yang aku beli itu masih saja bersih, polos belum ternoda selayaknya gadis perawan.
Gak tau kenapa, ketika aku berhadapan dengan buku gambar itu, semua inspirasi tiba-tiba menguap begitu aja. Aneh kan ?

*Ya..ya.. silahkan hempaskan aku sungai yang terdalam.*

Jadi ya, sampai hari ini suami masih tetap sabar menghadapi hobi istrinya yang absurd ini. *sambil umpetin lembaran laporannya pastinya ... hihi*

Bahkan mertua lebih kreatif lagi. Dia gak ngumpetin apa-apa sih, tapi justru nyodorin satu tembok untuk aku coret-coret. Hahaha.
*Terimakasih ya Pa. Papa baik, deh.*

Penampakan tembok yang pasrah aku coretin


SwitchableMe, Blogger Primitif Butuh Acer Switch Alpha 12

Alhamdulillah banget, berkat rajin posting, rajin share dan juga rajin ikut-ikut lomba (meskipun jarang menang, lol) blog tersayangku ini mulai deh dapat tawaran job. Kadang berupa review, ada juga content placement, berapa pun bayaran yang disepakati aku bersyukur banget. Yah, walaupun jumlahnya masih belum bisa buat beli Acer Switch Alpha 12 yang powerful dan fanless itu, tapi lumayanlah buat nambah-nambah beli quota. Hahaha..

Tawaran job itu emang aku syukuri banget. Tetapi keterbatasan yang aku miliki tadi terkadang membuat aku bener-bener kewalahan.

Agar bisa berselancar dengan leluasa, aku selalu mengumpulkan bahan-bahan tulisan di malam hari. Setelah anak tidur, dan suami juga udah di kecup-kecup manjah (please, abaikan kalimat terakhir), aku pun memulai sesi me time di depan laptop. Biasanya itu aku mulai setiap pukul 11 malam. Kalau lagi beruntung, baterai penuh dan sinyal bersahabat, sebelum mesin genset dimatikan sama ownernya, aku udah kelar ngumpulin bahan. Tetapi  seringnya sebelum bahan-bahan selesai didapat, mesin gensetnya mati. Dan apesnya lagi baterai laptop pun ngedrop. Eee ... ya ... ampun, rasanya mo garuk-garuk dinding, deh, karena kesal.

Sekarang, aku pun udah jarang banget bawa-bawa laptop ke kantor. Bukan kesal karena dikatai ya, bukan. Karena faktor "U" juga kali ya, punggung aku suka pegel gitu karena saban hari menggendong laptop yang berat itu. Jadinya kalo laptopku lagi habis baterai, yah terpaksa deh tunggu esok malam lagi untuk ngecharge. Syedihnya hidup gueeee. Huhuhu..
*nangis sambil peluk lappie*

Tapi, kamu tau ga, gais ?

Allah itu emang Maha Adil, ya. DIA tahu banget aku butuh laptop yang bersahabat untuk dibawa-bawa. Atau dengan kata lainnya, ringan, gitu. Beberapa hari yang lalu ketika lagi browsing, aku pun mendapat info tentang Acer Switch Alpha 12. Setelah membaca spesifikasinya, aku langsung nangis histeris karena haru.

Huuaaa ... ini laptop idaman gue buanget !

Jadi, aku tuh orangnya paling suka nularin virus-virus positif. Rasanya gak aku banget kalo harus memendam info keren ini, karena aku yakin banget setelah mengetahui info ini kamu bakal merogoh semua dompet yang ada untuk membeli Acer Switch Aplha 12. Karena spesifikasinya mumpuni banget, gais. Gak percaya ? Nih, aku tularin sama kamu virusnya.

  • Powerful dan fanless
Acer Switch Alpha 12 adalah notebook hybrid 2-in-1 terbaik dan pertama di dunia yang mengusung teknologi fanless, yang didukung oleh sistem pendinginan bernama Acer Liquidloop.

Sistem pendinginan Acer LiquidLoop mengandalkan pipa cairan pendingin, membuat notebook bebas bising


Sistem pendinginan ini sangat penting untuk mendukung performa sebuah notebook. Tanpa adanya sistem ini, notebook akan mudah overheating. Namun sayangnya, pada produk-produk sebelumnya sistem pendinginan ini mengandalkan kipas konvensional yang jika dipakai dalam waktu yang lama akan menimbulkan suara yang cukup mengganggu konsentrasi kerja.

Kan gak lucu kalo laptop yang kamu pake mengumandangkan suara khasnya ditengah-tengah meeting ?
*Ya..ya..ya..silahkan tertawa, karena itu memang pengalaman nyata, hahaha*

Nah, hal yang memalukan itu ga perlu terjadi kalo pake Acer Switch Alpha 12. Karena notebook ini mengandalkan pipa berisikan cairan pendingin untuk menstabilkan suhu prosesor Intel Core i series yang ada di dalamnya.

  • Teknologi fanless membuat perangkat jadi bebas debu

Selain yang aku sebutkan di atas, teknologi fanless ini juga membuat Acer Switch Alpha 12 bebas dari debu. Tau sendiri, kan. Kipas konvensional yang ada di perangkat sebelumnya itu gampang banget berdebu karena debu mudah masuh lewat ventilasi udara, akibatnya suhu menjadi overheat sehingga menyebabkan motherboard pun menjadi cepat rusak. Nah, Switch Alpha 12 ini karena didukung oleh teknologi fanless, maka tidak memerlukan ventilasi udara, sehingga debu pun tidak bisa masuk ke dalam perangkat.

  • Hemat baterai
Tidak bisa dipungkiri, kipas konvensional membutuhkan daya extra untuk beroperasi, akibatnya baterai menjadi lebih boros. Nah, dengan adanya teknologi fanless ini, Acer Switch Alpha 12 menjadi lebih hemat baterai, jadi ga perlu khawatir kalo ga ada colokan di sekitar kita. Tuh, powerful banget, kan ?

Dan yang pasti, Acer Swich Alpha 12 ini sangat pas untuk blogger dengan keterbatasan seperti aku. Jadi kalo pun genset mati sebelum waktunya, kerjaan pasti tetap lancar.

Hmmm... Acer kok tau aja sih yang aku mau  ?

*Biiiii... beliin bunda laptop ini, ya.*

  • Desain ramping dan flexibel
Acer Switch Alpha 12 ini di desain sedemikian rupa sehingga memiliki bodi yang tipis dan juga bobot yang ringan.

*Aaahhh.. cocok banget buat aku bawa-bawa ke kantor niih. Jadi ga khawatir lagi terimbas faktor "U". Hahahaha*

Body slim, bobot ringan, menjadikannya flexibel untuk dibawa-bawa


Selain itu, Switch Alpha 12 ini juga didesain flexibel mengikuti kebutuhan penggunanya. Mudah beralih dari notebook ke tablet, atau tablet ke notebook. Cukup dengan melepas dan memasang kembali keyboard docking yang telah dilengkapi magnet. Dengan begitu peralihan fungsinya bisa dilakukan dengan cepat dan aman.

  • Keyboard Docking yang Multifungsi
Keyboard docking tidak hanya berfungsi sebagai asesoris semata, tetapi juga berfungsi sebagai screen protection. Selain itu, desainnya yang tipis juga dilengkapi dengan lampu backlit sehingga dalam cahaya redup sekalipun keyboard tetap bisa digunakan.

Backlit pada keyboard membuat keyboard tetap bisa digunakan pada ruangan dengan cahaya minim


*Waahh.. lagi-lagi sangat cocok untuk blogger primitif kayak aku ini, nih. Mau gensetnya mati sebelum waktunya mah hayok aja. Hihi*

  • Kickstand yang bisa diatur hingga 165 derajat
Fitur yang satu ini penting banget, karena dengan adanya fitur ini pengguna bisa mengatur sudut pandang sesuai yang diinginkan sehingga lebih nyaman untuk mata dan juga postur tubuh. Jadi ga khawatir lagi deh kalo mengetik dalam waktu yang lama.

Kickstand yang bisa diatur hingga 165 derajat


  • Didukung oleh fitur dengan performa tinggi
Jika perangkat lain sekelasnya masih menggunakan prosesor Intel Core M, maka Switch Alpha 12 ini telah didukung oleh prosesor Intel Core I series generasi ke-6 sehingga memiliki kinerja yang lebih cepat dan juga hemat energi.

Selain itu, Acer Switch Alpha 12 ini juga menyediakan port USB Type-C dengan USB 3.1 gen 1 dimana proses transfer data jelas lebih cepat mencapai 5 Gbps atau 10 kali lebih cepat dari pada USB 2.0. Yang membuat port USB ini semakin bernilai lebih adalah fungsinya yang juga bisa digunakan sebagai output video dan juga sumber daya yang bisa mengalirkan daya sebesar 4,5 W. So pasti fungsi ini sekaligus juga bisa digunakan sebagai charger untuk smartphone. Wow !

  • Display resolusi tinggi dan fitur anti radiasi

Untuk urusan layar, Acer Switch Alpha 12 ini benar-benar mengerti kebutuhan penggunanya. Dengan ukuran 12 inci dan resolusi QHD (2160 x 1440 pixel) yang juga telah dilengkapi teknologi IPS membuat layarnya mampu menghadirkan kualitas gambar yang tajam dan warna yang baik dari berbagai sudut. Selain itu, teknologi Bluelight Shield yang ditanamkan pada layar juga membantu mengurangi emisi cahaya biru pada layar, sehingga mata menjadi tidak cepat lelah dan tidak mudah kering ketika digunakan dalam waktu lama.

Fitur ini mendukung banget untuk aku yang memang sering berkerja dalam waktu yang lama di depan komputer. Terlebih lagi jika masa end of month tiba, dimana jam kerja normal tidak berlaku lagi. Di hari-hari biasa hanya 8 jam, saat end of month kami harus siap lembur hingga pukul 11 malam. Bayangkan betapa lelah dan keringnya mata berjam-jam di depan komputer seperti itu. Tapi, hal itu tentu tidak perlu dikhawatirkan jika menggunakan Acer Switch Alpha 12 ini. Karena fitur BlueLight Shield-nya mampu meredam radiasi cahaya biru pada layar.

    • Dilengkapi dengan digital Active Pen yang memiliki sensitivitas yang tinggi
    Switch Alpha 12 ini juga dilengkapi dengan pena digital Active Pen yang bukan hanya stylus biasa untuk mencoret-coret layar, tetapi juga bisa digunakan untuk membuat sketsa dengan layar sebagai kanvasnya. Sensitivitasnya yang mencapai 256 tekanan pastinya membantu banget bagi kamu-kamu yang pengen berkreativitas tanpa batas pada layar.

    Fitur yang satu ini adalah fitur yang sangat penting banget bagi crafter dadakan seperti aku. Karena dengan adanya fitur ini orang-orang sekitarku ga perlu merasa khawatir lagi, kan ? Kertas laporan suami aman, buku mertua aman, dan juga dokumen kantor aman. Hahaha. Karena fitur active pen-nya pasti memudahkan hasrat corat-coretku itu dengan maksimal.

    Active Pen yang memiliki sensitivitas tinggi, sehingga bisa digunakan secara maksimal untuk menggambar


    Bagaimana, gais ?

    Notebook-nya bikin ngiler, kan ?

    Biar kamu-kamu semakin yakin, nih, silahkan tonton video berikut ini, ya.




    Oke, gais.
    Demikian cerita Switchable Me versi aku. Kamu punya cerita juga ?
    Yuk, tulis cerita kamu dan daftarkan ke Swich Alpha 12 Story Competition sekarang juga.

    Sampai jumpa pada tulisan berikutnya, ya.

    Bye-bye.