Monday, November 14, 2016

Lagi .. dan lagi .. Mereka Beraksi Dengan Biadab Atas Nama Jihad

Kabar duka menghentak lagi pagi ini, ketika lini masa sosial mediaku dipenuhi dengan kata Samarinda dan bocah kecil tak berdosa.

Ya, tangan-tangan biadab itu kembali memporak-porandakan kerukunan umat antar beragama lewat aksi bom molotovnya.

Yang semakin membuatku merasa teriris adalah ketika pelaku meneriakkan kata-kata jihad dalam aksinya. Puihh..betul-betul sebuah tindakan pengecut, yang mengatasnamakan jihad.

Jihad (bahasa Arab: جهاد) menurut syariat Islam adalah berjuang dengan sungguh-sungguh. Jihad dilaksanakan untuk menjalankan misi utama manusia yaitu menegakkan Din (atau bisa diartikan sebagai agama) Allah atau menjaga Din tetap tegak, dengan cara-cara sesuai dengan garis perjuangan para Rasul dan Al-Quran.
 
https://id.wikipedia.org/wiki/Jihad

See ?

Dari arti jihad itu saja telah disebutkan, "dengan cara-cara sesuai dengan garis perjuangan para Rasul dan Al Qur'an."

Baik itu Rasulullah atau pun Al Qur'an tidak ada satu pun yang memerintahkan, menyerukan atau pun memberi contoh yang salah dalam berjihad, karena jelas-jelas Allah telah memberikan rambu-rambu yang tegas bagi muslim yang ingin berjihad.

  • Kaum muslim di larang menyerang kaum yang tidak memerangi
Dalam surat Al Baqarah Ayat 190, Allah telah berfirman. "Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

Dari ayat ini jelas disebutkan, bahwa umat Islam dilarang keras memerangi suatu kaum yang tidak memeranginya. 

Kalo boleh aku bunyikan dengan bahasa anak-anak gaul anak-anak sekarang nih kira-kira kayak gini nih bunyinya, "gue ga bakalan usik lu kalo lu ga usik gue."

  • Umat Muslim tidak boleh membunuh Non Muslim hanya karena mereka Non Muslim
"Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi. (Surat Al Maidah, ayat 32)

Kata-kata membunuh dalam Al Qur'an kerap kali diartikan secara sinis oleh penganut agama lain, sehingga mereka menarik kesimpulan Islam itu agama yang ekstrim. Tetapi, inilah Al Qur'an, yang kata demi kata di dalamnya adalah firman Allah yang jelas dan tegas dimana tidak ada keraguan di dalamnya.

Sekarang coba kita pikir sejenak, dalam kebanyakan kasus, seseorang membunuh orang lain tujuannya apa ? Itu adalah salah satu bentuk atau cara penghukuman atas hal yang ia anggap salah dari orang tersebut, kan ? Si A bunuh si B, karena si B menolak melakukan perintah A, A kesal lalu menghukum B dengan membunuhnya.

Nah.. agar teman-teman non-muslim sedikit merasa nyaman dengan bahasanya, aku analogikan seperti ini, "seorang manusia itu bisa dihukum mati, tapi yang boleh melakukan eksekusi hukuman matinya adalah pihak yang berwajib. Bukan tangan individu atau perorangan. Ketika melakukan proses hukuman mati itu, ya tidak pandang bulu, mau dia muslim atau pun muslim sepanjang kesalahan yang ia lakukan itu memang pantas mendapat hukuman mati maka ia bisa dihukum mati.

Jadi seorang muslim membunuh non muslim itu adalah bukan karena agamanya, tetapi memang karena tugas yang di amanatkan kepadanya. Seperti polisi yang menghukum mati bandar narkoba waktu lalu. Saat itu dia membunuh non muslim kan ? Tapi apa karena agamanya ? Bukan, tetapi karena dosa dan kesalahan dari bandar narkoba itu yang telah membuat kerusakan di muka bumi ini.

Dan aku orang pertama yang berada di barisan terdepan untuk menghukum mati bandar narkoba, pelaku human traficking, dan juga pastinya teroris. Mau orang itu islam atau non islam, tapi jika dia adalah bandar narkoba, pelaku human traficking dan teroris aku setuju mereka dihukum mati.

  • Umat Islam dilarang membunuh wanita dan anak-anak meski pun di dalam peperangan
Diriwayatkan oleh Maliks Muwatta, bahkan dalam suatu perang sekalipun Rasul melarang membunuh wanita dan anak-anak.

“Aku nasehati engkau dengan sepuluh perkara jangan membunuh kaum wanita dan anak-anak atau orang tua, orang lemah. Jangan menebang pohon yang berbuah. Jangan menghancurkan rumah. Jangan membunuh domba atau unta kecuali untuk makan. Jangan membakar sarang lebah dan membubarkannya. Jangan mencuri rampasan perang, dan jangan menjadi pengecut.”

Wanita dan anak-anak tetap diprioritaskan untuk dilindungi meski pun suami, ayah dan abang-abangnya tengah memerangi muslim. 


Alasan Jihad dalam al-Quran:

Ayat-ayat Jihad didalam al-Quran hanya untuk waktu tertentu dan kondisi dan tempat. Mereka tidak berlaku untuk segala waktu dan bagi setiap orang.

Banyak perang dimasa silam yang dihadapi kaum Muslim, oleh karenanya, adalah normal dan wajar jika kita menemukan sejumlah ayat-ayat dalam al-Quran yang menceritakan masalah peperangan. Namun pesan utama dari al-Quran adalah kedamaian, seperti yang dibunyikan dengan jelas di Surat Al Anfal, ayat 61, "Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."


Jangan Sama Ratakan Umat Islam

Aku seorang muslim yang menentang keras tindakan kekerasan satu sama lain. Apa pun bentuk kesalahan seseorang biarlah hukum yang memprosesnya. Dan aku yakin, aku tidak sendiri dengan pendapat ini. Jutaan umat muslim lainnya yang waras dan berhati nurani pasti tidak setuju dengan tindakan keji pelaku pemboman itu. 

Dia, si pelaku pemboman itu adalah seorang teroris pengecut yang bersembunyi dibalik kata jihad. Dia sangat paham jika aksinya di atas namakan dirinya sendiri orang-orang ga bakal ngeh, gak bakalan peduli. Makanya dia catut nama Islam, seolah-olah tindakannya itu adalah sebuah aksi mewakili umat Islam. Padahal bohong. Kami umat Islam tidak pernah menyetujui cara-cara jihad seperti itu. Bagi kami dia bukanlah orang Islam, meskipun KTPnya adalah Islam. Bagi kami dia adalah oknum, yang bertindak sendiri, atas namanya sendiri dan tentunya juga harus menjalani hukuman sendiri.

Kami berduka atas korban yang jatuh dalam peristiwa pemboman itu. Kami sangat sedih atas kehilangan yang dirasakan para keluarga korban. Kami membenci pelakunya, kami mengutuk pelakunya. Kami sangat ingin pelakunya dihukum seberat-beratnya. 

Tapi, tolong kami juga korban dari pelalu pemboman ini. Gara-gara tindakan separatis yang mereka lakukan kami umat Islam lainnya yang sangat mengutuk aksi keji itu justru harus menerima hujatan atas ulah mereka. 

Anak-anak itu tidak berdosa, dan mereka telah menjadi korban.
Kami, umat Islam lainnya juga tidak tahu apa-apa tentang tindakan mereka itu, dan kami juga menjadi korban.

Inilah yang mereka mau, memecah belah kerukunan umat beragama di Indonesia. Memecah belah keharmonisan umat beragama di dunia. 

Sekarang tinggal di kitanya, apakah akan terus saling sikut, saling menyalahkan, saling hujat lantas saling hina agama masing-masing ? Lalu membiarkan mereka yang menginginkan perpecahan ini duduk manis, berleha-leha di depan tivi sambil menikmati teh manis dan sepiring roti. 

Atau kita perkokoh iman kita, kita perkokoh rasa persamaan kita, sehingga tidak akan mempan lagi terhasut ketika ada pihak-pihak yang menyalahkan satu sama lain. Sehingga jika peristiwa yang sama terulang kembali, kita bisa berpikir bijak bahwa pelaku hanyalah oknum. Bukan umat Islam keseluruhan.

“Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya ?  (Surat Yunus, Ayat 99)

Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku. (Surat Al Kafirun, ayat 6) 



Salam damai.



 





This entry was posted in

1 comment:

  1. aku juga turut prihatin dengan kejadian bom kemarin. Tapi kita juga tak bisa menutup mata kalau sebagian dari kita memaknai jihad yang salah

    ReplyDelete


Terimakasih telah berkunjung ^.^
Tinggalkan komentar ya, biar kita saling kenal