Minggu, 28 Agustus 2016

[K-Drama] The Doctors, Ketika Ekspektasi Tidak Tereksekusi




Drama The Doctors yang dibintangi oleh Park Shin Hye dan Kim Rae Won telah usai beberapa hari yang lalu. Dan aku suka dengan endingnya yang manis. Setidaknya drama ini menyajikan ending yang jelas tidak seperti drama korea yang kebanyakan yang endingnya suka bikin penonton merasa pengen banting kulkas. Masih ingatkan endingnya City Hunter yang menyesakkan itu ? atau endingnya Faith yang berhasil bikin aku menganga selama 30 menit lebih didepan tivi. What theee ... Dan syukurlah endingnya The Doctors cukup manis, semanis kue serabi yang dijual along-along tadi pagi. Jadi aku ga perlu lagi mangap tanpa makna di depan kaca.

Sebagai pencinta drama korea sejati, ketika melihat teaser The Doctors ini diawal-awal dulu, aku memiliki ekspektasi yang tinggi banget lho, berharap drama yang satu ini menyajikan cerita yang lain dari yang lain. Meskipun mengangkat cerita tentang dunia kedokteran yang pastinya bukan hal yang baru di drama korea, tetapi dengan adanya karakter Yoo Hye Jung yang unik itu membuat aku ga sabar banget pengen nonton drama ini hingga tuntas. Dan aku suka banget dengan aktingnya Park Shin Hye yang menurut aku sukses banget meranin karakter Yoo Hye Jung ini.

Ekspektasi aku semakin bertambah ketika melihat ada Ji Soo yang meranin Soo Chul, cowok keren yang selalu berhasil jadi 'dark knight' buat Hye Jung setiap dia sedang kesulitan. Aku membayangkan saat itu, ntar pasti bakal ada plot cinta segitiga atau segi empat yang pelik diatara karakter ini. Tapi sampai drama berakhir di episode 20, ternyata ekspektasi yang aku bangun diawal tidak terjadi sama sekali. Dan aku sempat merasa bosan dengan jalan cerita yang berkembang terlalu lambat. Tidak ada twist yang membuat aku merasa penasaran setengah mampus menunggu episode selanjutnya. Dan aku kecewa berat dengan penyelesaian konflik antara antagonis dan protagonis yang juga terlalu klise. Ahh.. ini The Doctors kok jadi flat gini ? Kalo aja drama The Doctors ini ga menyajikan adengan skinship antara Hye Jung dan Ji Hong, kayanya drama ini ga lebih baik dari sinetron anak jalanan yang tayang di tivi lokal.

Oke, daripada aku ngoceh panjang lebar tanpa tujuan yang jelas tentang drama ini, berikut aku beberin ((BEBERIN)) beberapa ekspektasi yang gagal tereksekusi hingga akhir episode.

1. Kepiawaian Hye Jung dalam bela diri hanya sekedar 'magnet' di episode awal.

Tayang setelah mega drama super sukses seperti Descendant of The Suns, tentu saja membuat writernim dan sutradara harus berkolaborasi dengan baik untuk menarik penonton agar mau menonton drama ini. Meskipun udah memajang Park Shin Hye sebagai karakter utama, tapi itu bukan suatu jaminan bahwa drama ini bakal sukses. Jadi satu-satunya cara agar penonton merasa bahwa drama ini layak untuk mendapat perhatian lebih adalah dengan membuat karakter yang kuat. Dan mereka memang cukup berhasil. Teaser yang disebarkan beberapa waktu sebelum drama ini tayang sukses menjadi magnet yang kuat untuk menarik rasa penasaran penonton. Dan aku adalah salah satunya.

Sehubungan dengan kelebihan Hye Jung yang satu ini, seharusnya writernim bisa memberikan porsi yang lebih banyak untuk sedikit 'bermain' bukan hanya sekedar magnet untuk menarik penonton di awal. Selain bertarung melawan gangster di rumah sakit, alangkah bagusnya jika 'skill' Hye Jung yang satu ini juga dimanfaatkan untuk membuat satu scene yang membangun efek 'penyesalan' pada orang-orang yang dulu menyakiti Hye Jung.

Misalnya ibu tirinya yang sadis itu. Writernim bisa kan menambahkan satu scene dimana dia diganggu oleh sekelompok gangster yang ingin memeras, trus Hye Jung yang kebetulan baru pulang kerja lewat dan melihat kejadian itu. Meskipun harus melewati pergolakan batin yang hebat antara bantuin atau ngga, akhirnya Hye Jung memutuskan untuk menolong ibu tirinya itu. Masih dengan jubah putihnya itu, Hye Jung keluar dari mobil dan langsung menerjang para gangster. Hye Jung sempat menerima beberapa pukulan, tapi berkat kegigihannya dia berhasil mengusir gangster itu. Setelah gangster itu pergi, Hye Jung mendekati ibu tirinya untuk memastikan kondisinya, lalu bergegas pergi. Namun sebelum Hye Jung pergi ibu tiri melihat nama yang tertera di badge yang Hye Jung kenakan. Dan itu membuatnya teringat dengan saat-saat ia menyiksa Hye Jung ketika masih kecil. Dan perasaan bersalah pun menghantuinya. Sepeninggal Hye Jung kepalanya dipenuhi pertanyaan, "Mungkinkah dia Hye Jung ??"

2. Hubungan Hye Jung dan Bos Gangster yang tidak ada lanjutannya.

Setelah bos gangster itu dua kali diselamatkan oleh Hye Jung, semestinya hal itu membuat bos gangster merubah prinsip hidupnya yang semula anti sama perempuan, menjadi menyukai perempuan. Dan dia jatuh cinta pertama kalinya kepada perempuan, dan perempuan itu adalah Hye Jung.

Mobil mewah yang dihadiahkan oleh bos gangster itu memang udah pas banget untuk mewakili perasaan bos gangster, secara mereka adalah mafia yang kaku pastinya ga bisa romantis. Makanya dia menunjukkan perasaannya lewat hadiah mewah itu. Aku suka bagian itu.

Tapi kenapa cuma sampai segitu ??
Tidak ada tindak lanjutannya.

Kan pasti lebih menarik jika writernim memberikan sentuhan cerita yang lebih lagi pada usaha bos gangster dalam menarik perhatian Hye Jung. Ga perlu pake cara kekerasan khasnya gangster, justru dengan kekakuan mereka itu pasti bisa dibuat scene-scene lucu dan unik.

Dan salah satu yang seharusnya bos gangster ini muncul adalah ketika Hye Jung mendapat masalah dengan hadiah yang dia berikan. Bisa ajakan dia datangi dr. Jin Seo Woo diam-diam dan bilang, "Hadiah mobil itu masih belum cukup untuk mewakili rasa terimakasihku kepada dr. Yoo, karena dia mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkanku. Aku berencana ingin membeli pulau Jeju, lalu memberikannya kepada Hye Jung. Apa kau masih akan melaporkannya sebagai gratifikasi ?"

Kalo bos gangster muncul dan berkata seperti itu dihadapan Seo Woo, aku yakin Seo Woo bakal lari tunggang langgang, lalu nangis di kolong meja sambil membatin di dalam hati, "kok bisa perempuan seperti Hye Jung dicintai seperti itu ?" Haha..

3. Sosok dr. Hong yang terlalu sempurna

Sebagai manusia biasa yang pastinya ga akan luput dari kesalahan, karakter dr. Hong ini dibuat terlalu sempurna. Dia ga pernah gagal dalam semua operasinya. Meskipun diawal-awal ada, dan itu yang membuat dia banting stir jadi guru, tapi setelah dia menjadi profesor dia betul-betul menjadi manusia sempurna yang tanpa cela.

Dan itu membuat aku merasa sedikit terganggu.

Karena aku merasakan perasaan deg-degan ketika dia mengoperasi pasien. Ahh.. paling-paling dia sukses lagi.

Padahal jika saja writernimnya mau sedikit berimprovisasi dengan membangun konflik antara dr. Hong dan pasien itu pasti memberi nilai lebih. Lewat tayangan itu, penonton diajarkan tentang hak-hak pasien, sekaligus edukasi untuk penonton bahwa dokter hanya manusia biasa yang pastinya bisa salah. Tapi kebesaran hati dokter dalam mengakui kesalahan, dan kebesaran hati keluarga pasien dalam menerima kesalahan dokter.

4. Ending konflik yang terlalu klise

Direktur Jin yang habis-habisan memusuhi Hye Jung dan dr. Hong akhirnya harus tunduk pada penyakit yang dideritanya, dan memilih untuk memasrahkan hidup dan matinya di tangan dr. Hong. Ending konflik yang kayak gini udah ada dibeberapa drama korea medis sebelumnya. Pernah nonton D-Day, New Heart atau dr. Bong ? Ketiga drama ini adalah drama medis yang memiliki konflik yang kurang lebih sama dan juga ending konflik yang sama. Antagonisnya sakit parah, trus diselamatkan oleh protagonis yang ia benci. Dan sungguh sangat disayangkan The Doctors pun memilih untuk ending konflik yang seperti itu.

Padahal ekspektasinya aku, direktur Jin itu di operasi oleh orang lain, tapi operasinya gagal. Dan dia pun sempat kritis dan sakratul maut, dalam masa itu dia jadi ingat dengan malpraktik yang ia lakukan kepada nenek Hye Jung, dan dia jadi sadar dan sangat menyesalinya. Trus dengan bersusah payah dia menuliskan pesan singkat untuk Hye Jung pada secarik kertas, yang intinya dia mengaku bersalah dan dia meminta maaf. Tapi belum lagi tulisan itu selesai ia tulis ia pingsan dan meninggal dunia.

5. Konflik cinta yang kurang menggigit

Meskipun drama ini telah menghadirkan beberapa karakter memikat disekitar Hye Jung, tapi sayang sekali pesona mereka tenggelam begitu saja. Padahal ketika Soo Chul muncul lagi di episode ke sekian, seharusnya kemuculannya bisa menjadi warna baru dalam hubungan Hye Jung dan dr. Hong. Tapi yah, aku harus menelan ludah pahit karena kecewa karena dihadapkan pada kenyataan Soo Chul udah menikah dan punya anak. Huhuhu.. padahal pasti seru banget kalo Hye Jung juga ada hati sama Soo Chul. Apa lagi Soo Chul ini adalah orang yang paling berjasa membantu Hye Jung melewati masa-masa sulit pasca kematian neneknya.

Terus dr. Jung Yoon Do yang keren dan tajir itu pun jadi terlihat 'biasa' banget dihadapan dr. Hong. Padahal seharusnya dia adalah rival yang mumpuni untuk menggoyang hati Hye Jung dari dr. Hong. Begitu juga dr. Jo In Joo yang diawal-awal episode getol banget ngejar Hong Ji Hong, lama-lama hanya jadi karakter yang menuh-menuhin layar yang suka wara-wiri ngerusuhin apartemetnnya Jung Yoon Do. Tapi yah, mau diapakan lagi, scrip adalah haknya writernim dan sutradara kaaaann ?

Nah, itu dia beberapa ekspektasi aku yang gagal tereksekusi hingga drama berakhir.
Kalo kamu, ada ekspektasi tertentu ga nih ?

4 komentar:

  1. hehe, kita kadang kalo nonton drama punya keinginan sendiri bakalan gini gitu ya, mba. apalagi kalo udah ada rekomen dari temen. aku skrg udh menurunkan standar ekspektasi sama drama. asal asyik di awal bakalan dilanjutkan sekalipun pemainnya ga ganteng atau cantik. tujuannya yang penting menghibur aja :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyyyah mbaa.. kayanya besok2 mending ga punya ekspektasi apa2 deh, tapi emangnya aku bisa ? #malahcurhat

      Hapus
  2. Drama ini emang eps-nya nge-heits dan booming banget yah...
    Tapi makin kesini jadi rada anyep hahaha...

    Makanya itu aku pernah bikin quote-nya juga di IG-ku deh kalo gak salah,
    ketika dramanya tamat, kemudian para penonton mulai sibuk bikin skrip sendiri sesuka hati mereka --> masalah standard Kdramalovers hahaha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha.. bener banget teh.. penonton k-drama itu emang dituntut kreatif untuk membuat ending versi sendiri.. tapi yah.. udah tau gitu masih juga di tonton..
      --> dilema tidak berujung kdrama lovers

      Hapus


Terimakasih telah berkunjung ^.^
Tinggalkan komentar ya, biar kita saling kenal