Sunday, August 28, 2016

[K-Drama] The Doctors, Ketika Ekspektasi Tidak Tereksekusi




Drama The Doctors yang dibintangi oleh Park Shin Hye dan Kim Rae Won telah usai beberapa hari yang lalu. Dan aku suka dengan endingnya yang manis. Setidaknya drama ini menyajikan ending yang jelas tidak seperti drama korea yang kebanyakan yang endingnya suka bikin penonton merasa pengen banting kulkas. Masih ingatkan endingnya City Hunter yang menyesakkan itu ? atau endingnya Faith yang berhasil bikin aku menganga selama 30 menit lebih didepan tivi. What theee ... Dan syukurlah endingnya The Doctors cukup manis, semanis kue serabi yang dijual along-along tadi pagi. Jadi aku ga perlu lagi mangap tanpa makna di depan kaca.

Sebagai pencinta drama korea sejati, ketika melihat teaser The Doctors ini diawal-awal dulu, aku memiliki ekspektasi yang tinggi banget lho, berharap drama yang satu ini menyajikan cerita yang lain dari yang lain. Meskipun mengangkat cerita tentang dunia kedokteran yang pastinya bukan hal yang baru di drama korea, tetapi dengan adanya karakter Yoo Hye Jung yang unik itu membuat aku ga sabar banget pengen nonton drama ini hingga tuntas. Dan aku suka banget dengan aktingnya Park Shin Hye yang menurut aku sukses banget meranin karakter Yoo Hye Jung ini.

Ekspektasi aku semakin bertambah ketika melihat ada Ji Soo yang meranin Soo Chul, cowok keren yang selalu berhasil jadi 'dark knight' buat Hye Jung setiap dia sedang kesulitan. Aku membayangkan saat itu, ntar pasti bakal ada plot cinta segitiga atau segi empat yang pelik diatara karakter ini. Tapi sampai drama berakhir di episode 20, ternyata ekspektasi yang aku bangun diawal tidak terjadi sama sekali. Dan aku sempat merasa bosan dengan jalan cerita yang berkembang terlalu lambat. Tidak ada twist yang membuat aku merasa penasaran setengah mampus menunggu episode selanjutnya. Dan aku kecewa berat dengan penyelesaian konflik antara antagonis dan protagonis yang juga terlalu klise. Ahh.. ini The Doctors kok jadi flat gini ? Kalo aja drama The Doctors ini ga menyajikan adengan skinship antara Hye Jung dan Ji Hong, kayanya drama ini ga lebih baik dari sinetron anak jalanan yang tayang di tivi lokal.

Oke, daripada aku ngoceh panjang lebar tanpa tujuan yang jelas tentang drama ini, berikut aku beberin ((BEBERIN)) beberapa ekspektasi yang gagal tereksekusi hingga akhir episode.

1. Kepiawaian Hye Jung dalam bela diri hanya sekedar 'magnet' di episode awal.

Tayang setelah mega drama super sukses seperti Descendant of The Suns, tentu saja membuat writernim dan sutradara harus berkolaborasi dengan baik untuk menarik penonton agar mau menonton drama ini. Meskipun udah memajang Park Shin Hye sebagai karakter utama, tapi itu bukan suatu jaminan bahwa drama ini bakal sukses. Jadi satu-satunya cara agar penonton merasa bahwa drama ini layak untuk mendapat perhatian lebih adalah dengan membuat karakter yang kuat. Dan mereka memang cukup berhasil. Teaser yang disebarkan beberapa waktu sebelum drama ini tayang sukses menjadi magnet yang kuat untuk menarik rasa penasaran penonton. Dan aku adalah salah satunya.

Sehubungan dengan kelebihan Hye Jung yang satu ini, seharusnya writernim bisa memberikan porsi yang lebih banyak untuk sedikit 'bermain' bukan hanya sekedar magnet untuk menarik penonton di awal. Selain bertarung melawan gangster di rumah sakit, alangkah bagusnya jika 'skill' Hye Jung yang satu ini juga dimanfaatkan untuk membuat satu scene yang membangun efek 'penyesalan' pada orang-orang yang dulu menyakiti Hye Jung.

Misalnya ibu tirinya yang sadis itu. Writernim bisa kan menambahkan satu scene dimana dia diganggu oleh sekelompok gangster yang ingin memeras, trus Hye Jung yang kebetulan baru pulang kerja lewat dan melihat kejadian itu. Meskipun harus melewati pergolakan batin yang hebat antara bantuin atau ngga, akhirnya Hye Jung memutuskan untuk menolong ibu tirinya itu. Masih dengan jubah putihnya itu, Hye Jung keluar dari mobil dan langsung menerjang para gangster. Hye Jung sempat menerima beberapa pukulan, tapi berkat kegigihannya dia berhasil mengusir gangster itu. Setelah gangster itu pergi, Hye Jung mendekati ibu tirinya untuk memastikan kondisinya, lalu bergegas pergi. Namun sebelum Hye Jung pergi ibu tiri melihat nama yang tertera di badge yang Hye Jung kenakan. Dan itu membuatnya teringat dengan saat-saat ia menyiksa Hye Jung ketika masih kecil. Dan perasaan bersalah pun menghantuinya. Sepeninggal Hye Jung kepalanya dipenuhi pertanyaan, "Mungkinkah dia Hye Jung ??"

2. Hubungan Hye Jung dan Bos Gangster yang tidak ada lanjutannya.

Setelah bos gangster itu dua kali diselamatkan oleh Hye Jung, semestinya hal itu membuat bos gangster merubah prinsip hidupnya yang semula anti sama perempuan, menjadi menyukai perempuan. Dan dia jatuh cinta pertama kalinya kepada perempuan, dan perempuan itu adalah Hye Jung.

Mobil mewah yang dihadiahkan oleh bos gangster itu memang udah pas banget untuk mewakili perasaan bos gangster, secara mereka adalah mafia yang kaku pastinya ga bisa romantis. Makanya dia menunjukkan perasaannya lewat hadiah mewah itu. Aku suka bagian itu.

Tapi kenapa cuma sampai segitu ??
Tidak ada tindak lanjutannya.

Kan pasti lebih menarik jika writernim memberikan sentuhan cerita yang lebih lagi pada usaha bos gangster dalam menarik perhatian Hye Jung. Ga perlu pake cara kekerasan khasnya gangster, justru dengan kekakuan mereka itu pasti bisa dibuat scene-scene lucu dan unik.

Dan salah satu yang seharusnya bos gangster ini muncul adalah ketika Hye Jung mendapat masalah dengan hadiah yang dia berikan. Bisa ajakan dia datangi dr. Jin Seo Woo diam-diam dan bilang, "Hadiah mobil itu masih belum cukup untuk mewakili rasa terimakasihku kepada dr. Yoo, karena dia mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkanku. Aku berencana ingin membeli pulau Jeju, lalu memberikannya kepada Hye Jung. Apa kau masih akan melaporkannya sebagai gratifikasi ?"

Kalo bos gangster muncul dan berkata seperti itu dihadapan Seo Woo, aku yakin Seo Woo bakal lari tunggang langgang, lalu nangis di kolong meja sambil membatin di dalam hati, "kok bisa perempuan seperti Hye Jung dicintai seperti itu ?" Haha..

3. Sosok dr. Hong yang terlalu sempurna

Sebagai manusia biasa yang pastinya ga akan luput dari kesalahan, karakter dr. Hong ini dibuat terlalu sempurna. Dia ga pernah gagal dalam semua operasinya. Meskipun diawal-awal ada, dan itu yang membuat dia banting stir jadi guru, tapi setelah dia menjadi profesor dia betul-betul menjadi manusia sempurna yang tanpa cela.

Dan itu membuat aku merasa sedikit terganggu.

Karena aku merasakan perasaan deg-degan ketika dia mengoperasi pasien. Ahh.. paling-paling dia sukses lagi.

Padahal jika saja writernimnya mau sedikit berimprovisasi dengan membangun konflik antara dr. Hong dan pasien itu pasti memberi nilai lebih. Lewat tayangan itu, penonton diajarkan tentang hak-hak pasien, sekaligus edukasi untuk penonton bahwa dokter hanya manusia biasa yang pastinya bisa salah. Tapi kebesaran hati dokter dalam mengakui kesalahan, dan kebesaran hati keluarga pasien dalam menerima kesalahan dokter.

4. Ending konflik yang terlalu klise

Direktur Jin yang habis-habisan memusuhi Hye Jung dan dr. Hong akhirnya harus tunduk pada penyakit yang dideritanya, dan memilih untuk memasrahkan hidup dan matinya di tangan dr. Hong. Ending konflik yang kayak gini udah ada dibeberapa drama korea medis sebelumnya. Pernah nonton D-Day, New Heart atau dr. Bong ? Ketiga drama ini adalah drama medis yang memiliki konflik yang kurang lebih sama dan juga ending konflik yang sama. Antagonisnya sakit parah, trus diselamatkan oleh protagonis yang ia benci. Dan sungguh sangat disayangkan The Doctors pun memilih untuk ending konflik yang seperti itu.

Padahal ekspektasinya aku, direktur Jin itu di operasi oleh orang lain, tapi operasinya gagal. Dan dia pun sempat kritis dan sakratul maut, dalam masa itu dia jadi ingat dengan malpraktik yang ia lakukan kepada nenek Hye Jung, dan dia jadi sadar dan sangat menyesalinya. Trus dengan bersusah payah dia menuliskan pesan singkat untuk Hye Jung pada secarik kertas, yang intinya dia mengaku bersalah dan dia meminta maaf. Tapi belum lagi tulisan itu selesai ia tulis ia pingsan dan meninggal dunia.

5. Konflik cinta yang kurang menggigit

Meskipun drama ini telah menghadirkan beberapa karakter memikat disekitar Hye Jung, tapi sayang sekali pesona mereka tenggelam begitu saja. Padahal ketika Soo Chul muncul lagi di episode ke sekian, seharusnya kemuculannya bisa menjadi warna baru dalam hubungan Hye Jung dan dr. Hong. Tapi yah, aku harus menelan ludah pahit karena kecewa karena dihadapkan pada kenyataan Soo Chul udah menikah dan punya anak. Huhuhu.. padahal pasti seru banget kalo Hye Jung juga ada hati sama Soo Chul. Apa lagi Soo Chul ini adalah orang yang paling berjasa membantu Hye Jung melewati masa-masa sulit pasca kematian neneknya.

Terus dr. Jung Yoon Do yang keren dan tajir itu pun jadi terlihat 'biasa' banget dihadapan dr. Hong. Padahal seharusnya dia adalah rival yang mumpuni untuk menggoyang hati Hye Jung dari dr. Hong. Begitu juga dr. Jo In Joo yang diawal-awal episode getol banget ngejar Hong Ji Hong, lama-lama hanya jadi karakter yang menuh-menuhin layar yang suka wara-wiri ngerusuhin apartemetnnya Jung Yoon Do. Tapi yah, mau diapakan lagi, scrip adalah haknya writernim dan sutradara kaaaann ?

Nah, itu dia beberapa ekspektasi aku yang gagal tereksekusi hingga drama berakhir.
Kalo kamu, ada ekspektasi tertentu ga nih ?

Friday, August 19, 2016

Ketika Si Anu Berbicara Rasis

www.meirida.my.id


Lagu Indonesia Raya yang berkumandang di arena Olimpiade Rio Brazil 2016 dua hari yang lalu menjadi kado terindah bagi peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-71. Aku rasa siapa pun dia, apa pun jabatannya, apa pun suku dan agamanya, semuanya pasti sepakat untuk merasakan kegembiraan yang luar biasa atas perolehan medali emas di ajang bulutangkis itu. Aku aja nih, gais, masih merinding ketika menyaksikan cuplikan pertandingan itu. 

Ketika berhadapan dengan euforia kemenangan itu ga ada satu pun yang berbicara, si A – si B anak keturunan bangsa C. Dalam pikiran semua orang hanya satu, bendera Indonesia berhasil dikibarkan oleh anak bangsa. Si-B yang tadinya di embel-embeli anak keturunan bangsa C, tanpa kasak-kusuk embel-embel itu hilang, menjadi anak bangsa. Ya, bahkan bagi Si Anu yang tadinya nyinyir banget ngomongin rasis ini pun, Si-B adalah anak bangsa. Dan diskusi berakhir sampai disitu. 

Helloooo.. kok jadi plinplan gitu, bung ?

Aku pribadi nih ya, bete habis kalo ketemu sama orang-orang yang sikap dan bicaranya selalu rasis. Dikit-dikit ngejek suku lain, dikit-dikit ngejek agama lain, dikit-dikit ngolokin etnis lain. Dalam pikirannya sukunya-agamanya-etnisnya adalah yang terbaik. Kamu pernah ketemu dengan orang yang sifatnya kayak gitu ga, gais ?

Padahal sejarah sudah mencatat betapa kelamnya dunia semasa rezimnya Nazi berkuasa. Karena ideologi rasisme yang mereka anut saat itu, sehingga terjadilah tragedi holocaust. Masih ingat tragedi mengerikan ini ga, gais ? Kalo ada yang lupa nih, aku ingatin dikit, ya. Holocaust merupakan pembantaian sekitar 6 juta orang Yahudi yang dilakukan secara sistematis, birokratis dan di sponsori oleh rezim Nazi beserta kolaboratornya. Nazi yang menguasai Jerman sejak tahun 1933 sangat meyakini bahwa bangsa Jerman adalah “ras unggul” sedangkan kaum Yahudi dianggap “inferior” yaitu ancaman luar terhadap terhadap apa yang mereka sebut dengan masyarakat rasial Jerman.

See, itu adalah dampak terkejam dari rasisme. Dan itu nyata terjadi di dunia ini.

Berhentilah mewariskan rasisme kepada anak-anak


Disadari atau tidak, sebenarnya ‘budaya’ rasis ini sudah berlangsung turun temurun di negeri ini. Mulai dari para moyang yang mewariskan kepada kakeknya nenek dari kakek ayahnya nenek dari ayahnya ayah kakekku (duh, puyeng) dan itu masih aja berlangsung sampai sekarang. 

Kadang-kadang sama anak tanpa di sadari pernah bicara rasis, “jangan bergaul dengan si anu ya, dia kan orang anu, tabiatnya bla..bla..bla..”

“Ntar kalo nyari kost-an jangan dilingkungan anu ya, disitukan banyak orang anu, kebiasaan mereka nganu, ntar kamu ikut-ikutan anu lagi.”

“Eh, si anu ikutan lomba itu lho, kamu ga usah ikut ya, karena jurinya orang anu juga, merekakan sesuku, mana mungkin nilainya adil.”

“Nak, nanti kalo cari jodoh jangan orang anu ya, mereka orangnya nganu, ntar kamu tersiksa lagi karena di-anu-in.”

Errr... what theeee ... 

Please, ya, mari kita berhenti mewariskan rasisme ini kepada anak. Biarlah anak-anak kita tumbuh menjadi anak bangsa yang tahunya hanya satu, mereka itu adalah anak Indonesia. Bertanah air satu tanah air Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia, berbahasa satu bahasa Indonesia.

Jangan mudah terprovokasi oleh Si Anu yang rasis


Kadang-kadang ya, kitanya udah bener nih, antiii banget sama yang namanya rasis. Tapi sehebat-hebatnya kita menjauhi yang namanya rasis ini tetap aja ketemu sama tipikal orang yang suka rasis ini. Kalo diturutin emosi rasanya pengen banget ngikat tuh orang trus pajang di tiang bendera *biar jadi bendera sekalian :p*

Tapi apa gunanya sih ? Yang ada ntar memancing mereka-mereka yang otaknya rasis untuk memanfaatkan situasi dan kondisi. Trus ntar mereka ngedrama, dan tanpa arahan sutradara yang jelas langsung aja ngambil peran sebagai korban. Please, deh, kalo emang ada ide untuk buat drama, mending buat sekuelnya Descendants of The Sun aja yaaa. Hihihi... 
Oh ya, drama DoTS ini pesan moralnya bagus banget kan, yaa. Di episode terakhirnya dengan jelas di sebutkan bahwa menjadi dokter dan tentara itu harus siap memberikan pertolongan kepada siapa pun tanpa melihat latar belakang negara, agama, suku dan golongan.
Untuk lebih lengkapnya silahkan baca juga Tentang Descendanst of The Sun.

Jadi ya kalo ketemu sama si anu yang tipikal rasis gini, segera deh pasang badan untuk ‘say no’. Kalo dia emang ga bisa dinasehatin untuk stop berkomen rasis, yo wesss, pergi aja, ga perlu ladeni dia lama-lama. Biarkan aja dia duduk sendiri sambil berkoar-koar tentang rasis, ntar lama-lama dia juga bakalan ngeh sendiri udah dikacangin kaya radio rusak. Hahaha...

Rasisme cenderung membuat penganutnya diskriminatif dan stereotype


Paham mengagungkan kelompok dan golongan tertentu itu berdampak besar terhadap prilaku terhadap orang lain sehingga penganutnya cenderung untuk berlaku diskriminatif. Dalam semua hal penganut rasis hanya akan mempedulikan orang-orang yang segolongan dengannya dan mengabaikan orang-orang dari golongan lain. Dan ini akan sangat berbahaya jika para pejabat hukum juga menganut paham rasisme ini. Bisa-bisa ntar penjara berisi orang-orang yang ga bersalah, dan dunia luar berisikan para penjahat sebenarnya. Ngerriii ...

Selain itu orang-orang yang rasis ini juga bakalan bersikap stereotype. Ketika berhadapan dengan orang dari golongan tertentu yang berbuat asusila, maka dia pun dengan mudah mencap semua orang dari golongann itu asusila. Padahal tidak, kaan ? Saudara kandung seibu seayah aja bisa beda karakter kok, apa lagi manusia yang majemuk bangeet.


Musnahkan rasis, mulai dari diri sendiri


Rasis itu bisa dihilangkan ga ya ? Bisa banget. Yang penting kamu ada niat dan mulai dari diri sendiri. Jika semua manusia dimuka bumi ini memiliki pikiran “kita adalah sama di mata Tuhan” maka rasis itu dengan sendirinya akan hilang dari muka bumi ini. Dan secara tidak langsung diskriminasi dan stereotype itu pun tekikis.
Sekalipun ada tindakan tercela yang dilakukan oleh orang-orang tertentu, jangan sekali-kali latah mengeneralisir semua orang yang bergolongan sama dengan pelaku. Beda orang, beda sifat dan pastinya juga beda sikap. Meskipun berasal dari golongan dan lingkungan yang sama bukan berarti mereka juga memiliki sifat dan sikap yang sama. Tanamkan dalam pikiran kita bahwa tindakan kriminal yang dilakukan oleh seseorang adalah karena faktor individunya dan itu terbebas dari suku-agama-ras-dan golongan yang ia anut. 

Kamu-kamu pengen gak tinggal di negara yang bebas rasis ?

Kalo aku, pengen banget !



Tuesday, August 16, 2016

Makna Penghargaan dan Kisah 5 Dunia

Makna Penghargaan


Bicara tentang penghargaan, ada ga sih yang nolak diberi penghargaan ? Kayaknya ga ada deh ya. Boro-boro nolak, yang menghalalkan segala cara aja ada kok demi dapat penghargaan.

Emangnya penghargaan itu penting banget ya sampe-sampe ada orang yang mau melakukan perbuatan tercela itu ?

Hmm.. kalo menurut aku pribadi nih ya, penghargaan itu penting banget. Karena itu adalah salah satu bentuk apresiasi yang diberikan oleh orang lain terhadap apa yang telah seseorang lakukan dalam hidupnya.

Penghargaan juga bisa menjadi nilai tambah dalam track record sebuah perusahaan. Klien akan semakin percaya untuk berkerjasama dengan perusahaan yang memiliki sertifikat penghargaan tertentu.

Begitu juga untuk perorangan. Artis yang menyabet gelar The Best Actor pasti lebih diburu dibandingkan artis yang ga punya label penghargaan apa pun.

Dan ga bisa dipungkiri, blogger yang sering menang lomba pasti lebih banyak menerima job dibandingkan yang enggak.

Yup banget, penghargaan emang bisa meningkatkan nilai branding seseorang atau sesuatu.

Tetapi apa iya penghargaan itu hanya beberapa kata yang tertuang pada selembar kertas yang bertuliskan piagam atau sertifikat ? Apa iya penghargaan itu adalah kata-kata yang tertulis pada sebuah piala ?

Kalo menurut aku sih tidak. Karena penghargaan yang ada pada selembar kertas dan sebuah piala itu hanya berlaku untuk hal-hal yang dilombakan atau pun dipertandingkan. Kenyataannya ga semua hal dalam hidup ini masuk dalam kategori yang dilombakan, kan ?

Menurut aku nih ya, penghargaan yang sebenarnya adalah rasa bahagia yang kita dapat setelah melakukan sesuatu, baik itu untuk keluarga, diri sendiri atau pun orang lain. Rasa bahagia adalah penghargaan yang tertinggi dari semuanya.

Dalam dunia ibu, adalah sebuah penghargaan ketika anak yang ia didik dan besarkan tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, multi talenta, dan berakhlak baik. Dan penghargaan itu semakin menjadi tidak ternilai ketika si anak bilang, "bunda cantik." Meski kenyataannya, bundanya itu kucel, ga bedakan dan pake daster kedodoran. Hahahaha..

Dalam dunia istri, adalah sebuah penghargaan yang tidak ternilai harganya ketika suami menyediakan waktu luangnya untuk sekedar windows shopping di Merchant Sodexo, trus dengan perhatiannya nanya, "Ntar bunda mau ayah kasih kado apa untuk ultahnya ?" Yeaayy.. mendengar pertanyaan itu rasanya pengen narik si ayah ke bawah selimut. Hahaha..

Dalam dunia menantu, adalah sebuah penghargaan yang sangat berarti ketika mertua memperlakukannya dengan sangat baik. Apalagi kalo mertua sampe nyodorin voucher belanja Sodexo, wuaahh... penghargaan yang luaar biasa ituuuhh.. Hahaha..

Dalam dunia karyawan, adalah sebuah penghargaan yang mengharukan jika perusahaan selalu memenuhi hak-hak karyawan seperti gaji tepat waktu, jam kerja yang manusiawi dan jaminan safety di tempat kerja. Apalagi kalo perusahaan menyediakan ruang istirahat khusus untuk karyawannya tidur siang, pasti karyawan merasa jadi manusia yang paling dihargai sedunia. Bener, ga, gais ?

Dalam dunia blogger, adalah sebuah penghargaan yang sangat menyenangkan ketika ada yang berkomentar  pada postingan, trus ada yang share dan juga ada yang follow. Entah perasaanku aja ya, tapi setiap kali membuka dashboard trus nampak ada notifikasi komentar yang belum di moderasi itu rasanya seperti mendapat harta karun yang udah kependam ribuan tahun. Bahagiaaaa banget.
*Ketahuan deh, blog gue fakir komen, hahaha*

See ?

Penghargaan itu ga melulu soal piagam dan piala, kan, gais ?

Hal-hal kecil yang kita lakukan untuk membahagiakan orang lain bisa menjadi penghargaan yang tidak ternilai bagi orang tersebut.

Begitu juga, hal-hal sederhana yang orang-orang berikan kepada kita dan itu membahagiakan maka itulah penghargaan yang sebenar-benarnya.

http://sodexoevent.com/blog-contest

Kisah 5 Dunia

Diusia yang udah kepala tiga ini, aku tahu banget betapa sikap saling menghargai itu sangat penting dalam hidup. Kamu hargai orang lain, maka orang juga akan menghargai kamu. Kurang lebih itu nasehat yang ayahku bilang ketika masih remaja dulu. 

Ya, saat itu aku masih remaja. Dunia dimana aku sering menuntut untuk diperhatikan lebih, dan dunia dimana aku masih sangat suka di puji. Bagi aku saat itu, pujian yang orang lain berikan adalah penghargaan yang luar biasa atas eksistensi dalam hidup. Sayangnya hal itu membuat aku 'gelap' mata, dan menjadi ambisius dalam hal apa pun. Jiwa kompetitifku berkembang melebihi yang seharusnya. Akibatnya aku jadi tidak sportif dan sulit menerima kekalahan. Aku menjadi picik menilai kesuksesan orang lain. Gara-gara tergila-gila dengan penghargaan orang lain, aku jadi melupakan proses untuk meraih penghargaan itu. Akibatnya, aku harus menerima kenyataan pahit ketika nilai-nilai sekolahku merosot drastis. Sebuah pencapaian yang pastinya sangat jauh dari ekspektasi.

Aku masih ingat banget betapa sabarnya ayah dan ibu membesarkan hatiku yang waktu itu tidak lulus UMPTN di universitas impianku. Bagiku saat itu, kuliah di universitas impian adalah penghargaan yang luar biasa dalam pendidikan. Tapi aku salah, dan sangat salah. Bukan universitas yang menentukan kualitas seseorang, tetapi kemampuannya untuk mendayagunakan semua ilmu yang diserap, itulah yang membuat seseorang berkualitas. Dan ilmu yang berkualitas tidak berasal dari universitas ternama saja kan ?

Lepas dari kubangan perasaan tidak bahagia itu aku sedikit mulai dewasa. Apalgi ketika aku sudah berkerja, dan memasuki yang namanya dunia karyawan. Ketika beberapa kali diberi kepercayaan untuk membawakan presentasi oleh pimpinan membuat aku merasa sangat dihargai. Saat itulah pandangan aku tentang penghargaan itu mulai berubah. 

Penghargaan sama halnya dengan kepercayaan yang diberikan oleh orang lain. Semakin besar tugas dan tanggung jawab yang diberikan, maka semakin besar pula kepercayaan yang diamanahkan, dan itu adalah penghargaan yang luar biasa.

Beberapa tahun berkerja, aku pun menikah. Dan aku menemukan berbagai macam bentuk penghargaan dalam dunia ini. Sehingga sampai pada kesimpulan bahwa penghargaan sejati adalah rasa bahagia. Adakah yang mau menukar rasa bahagianya dengan kesedihan ? Nih, lu gua kasih penghargaan sebagai The Best Employee of the years, tapi lu harus cerai sama suami lu. Mau ga ? Pastinya enggak, kan ?

Lihat anak lahir sehat setelah dikandung selama 9 bulan itu rasanya bahagia luar biasa. Mengandung, melahirkan kemudian menjadi ibu. Itu adalah penghargaan langka yang hanya diberikan Tuhan kepada manusia bernama perempuan. 

Dunia menantu jauh lebih rumit dibandingkan dengan dunia kehidupan lainnya yang aku jalani. Di dunia ini aku harus mau meruntuhkan semua keegoanku agar bisa melebur dengan semua kebiasaan dan tradisi yang ada dalam keluarga suami. Agar dihargai, maka aku juga harus lebih menghargai. Agar disayangi layaknya anak sendiri, maka aku harus lebih menyayangi mereka layaknya orangtua sendiri. Ketika semua itu telah melebur jadi satu, maka semua cinta, perhatian dan kasih sayang pasti menjadi milikmu. Adakah penghargaan yang lebih indah dari cinta, perhatian dan kasih sayang ? 

Bagaimana dengan alam semesta ?

Adakah bentuk penghargaan yang bisa manusia berikan ? Tentu saja ada. Membuang sampah pada tempatnya adalah salah satu bentuk penghargaan yang bisa kita berikan agar bumi ini selalu bersih. Tidak membakar hutan, menggalakkan penghijauan, tidak membuang limbah ke aliran sungai, dan banyak lagi hal-hal lainnya yang bisa manusia lakukan untuk menghargai kehidupan yang telah diberikan oleh Tuhan lewat alam semesta.


5 Scene 'Aneh' DoTS Yang Terabaikan Karena Pesona Song Joong Ki




Hallo, gaiisss ?

Setelah beberapa waktu mosting artikel yang seriusan, kali ini aku mo bahas yang ringan-ringan aja. Harapannya sih biar kamu-kamu semua bisa terhibur dengan tulisan ini. Udah pada nonton DoTS semua kan, yaa ? Karena hari ini aku mo bahas tentang 5 Scene 'Aneh' di DoTS yang terabaikan karena pesona Song Joong Ki. Jadi kalo kamu belum nonton DoTS  aku jamin kamu ga bakalan nyambung dengan tulisan ini.

Baca juga Tentang Descendants of The Sun

Hayoo.. siapa yang belum bisa move on dari pesona Song Joong Ki ?

SAYAAAAAA
*nunjuk tangan, suara paling kenceng*
hahaha ...

Iya nih gais, sampai detik ini nih, aku masiiih aja belum bisa move on dari Si Kapten imut itu. Sekalipun udah nonton drama-drama on going lainnya, tapi bayang-bayangnya Song Joong Ki masih lekat diingatan. Dan aku ga tau nih, sampe kapan ini akan terus berlangsung.

Baca juga 3 Alasan Mengapa Aku Tidak Mau Move On Dari Song Joong Ki

Tapi, emang ga bisa dipungkiri ya gais, drama DoTS ini emang beda banget dengan drama-drama yang sudah-sudah. Di drama ini kita ga ketemu tuh dengan konflik cinta segitiga yang menyesakkan dada itu. Kita juga ga ketemu sama si chaebol yang terlahir dengan sendok perak di mulutnya, dan kita juga ga perlu termehek-mehek karena masa lalu kelam dari first lead-nya. Tanpa itu semua DoTs mampu memukau penontonnya layaknya orang yang lagi terhipnotis.

Yup, duet maut Song-Song Couple ini memang telah berhasil menghipnotis mata penontonnya sehingga mereka mengabaikan beberapa scene 'aneh' yang sebenarnya jika dipikirkan lumayan mengganggu jalannya cerita.

Penasaran ga sama scene aneh yang aku maksud itu ?
Oke, berikut 5 Scene 'Aneh' DoTS yang terabaikan karena pesona Song Joong Ki.

  • Handphone dr. Kang
Ingat sama adegan ini ga gais ? Itu lho, adegan dimana dr. Kang lari tunggang langgang karena malu rekaman 'wasiatnya' sebelum jatuh ke laut terdengar seantero markas. Muaahahaha.. aku ngekek habis waktu liat adegan ini.


Tapi, kalo dipikir-pikir, setelah jatuh ke laut dari ketinggian belasan (atau mungkin puluhan ?) meter itu, rasanya kok aneh ya, kenapa handphonenya dr.Kang baik-baik saja, dan tetap bisa memutar rekaman suara itu. Menurut kamu nih ya, apa handphonenya ga rusak kena air gitu ? Apa lagi air laut, yang jelas-jelas kadar garamnya kan tinggi banget. Sementara mobil dr. Daniel yang dipake saat itu aja rusak berat lho, dan dr. Daniel membutuhkan waktu yang ga sebentar untuk memperbaikinya.

  • Handphone Kapten Yoo
Sebelas dua belas dengan handphonenya dr. Kang pada poin 1, aku juga menangkap hal yang aneh dengan handphonenya Kapten Yoo.

Seperti yang kita tahu, di episode 16 diceritakan flashback saat-saat Kapten Yoo dan Sersan Seo diselamatkan oleh Kapten Ahn yang tentara Korea Utara itu. Dari sini kita juga tahu bahwa beberapa detik sebelum serangan misil itu tiba mereka berdua diculik dan lalu di sekap oleh gerombolan liar.



Yang terpikir olehku adalah, yang namanya orang disekap pastinya semua barang-barang bawaannya pasti disita tuh sama yang pelaku penyekapan. Termasuk handphone dong, ya. Dan biasanya lagi handphone ini pasti udah diutak-atik mereka untuk mendapatkan informasi. Dengan kata lain, ketika melarikan diri dari ruang penyekapan itu Kapten Yoo ga ada (dan juga ga mungkin bisa) memegang handphonenya. Tetapi saat dr. Kang sedang berada di gurun untuk memperingati setahun kematian Kapten Yoo kenapa ya semua pesan yang ada di Line itu tiba-tiba terbaca semua ?

Apa iya Kapten Yoo sempat buat nyari-nyari handphonenya dulu sebelum melarikan diri ?
Atau mungkin Kapten Yoo beli handphone baru, trus install lagi Line di handphone barunya ? Kalo benar begitu, masa sih percakapan yang ga kebaca selama setahun bisa terbuka di aplikasi yang baru di install ?

  • Hitungan hari ketika Kapten Yoo dan Sersan Seo diselamatkan.
Di episode 16, Sersan Seo bercerita kepada Letnan Yoon bahwa pada hari ke 150 atau 155 mereka diselamatkan oleh Kapten Ahn yang tentara Korea Utara. Berarti itu ga nyampe setahun kan, ya. Tapi kenapa mereka baru muncul pada peringatan hari kematian mereka ?




Satu tahun itu 365 hari ya, anggaplah hari mereka diculik oleh gerombolan liar itu adalah hari terakhir misi mereka, sekitar hari ke 90 dari hari misi dimulai (Yoo Si JIn bilang ke Mo Yeon dia akan kembali ketika musim berganti, jadi dia pergi selama 1 musim dan itu kurang lebih 3 bulan). Jika dijumlahkan 90 + 155 itu jumlahnya adalah 245. Masih ada 120 hari yang 'miss' setelah mereka kabur dari tempat penyekapan itu.
Hmm.. mungkinkah mereka berkelana dulu mencari cara untuk pulang ?
*Okelah, anggap saja begitu :)*

  • Luka-luka ditubuh Kapten Yoo di Episode 16
Ini masih lanjutan dari poin 3, nih gais. JIka Kapten Yoo dan dr. Kang bertemu kembali pada peringatan 1 tahun kematian Kapten Yoo, kenapa luka-luka yang ada di tubuh Kapten Yoo masih tampak ya ? Padahal 100 hari lebih udah berlalu lho. Kalo Sersan Seo sih masih wajarlah kelihatan, secara dia kan patah tangan. Beda dengan Kapten Yoo yang hanya luka-luka luar (oh, ya, luka tembaknya apa kabarnya, ya ?)



Dan yang lebih anehnya lagi, semua luka itu langsung hilang (mukanya Kapten Yoo dan Sersan Seo mulus banget tanpa ada satu goresan pun) saat mereka kembali ke markas besar di Korea yang hanya beberapa hari kemudian.

  • Jerami di rambut dr. Kang dan Kapten Yoo
Ahhaaii.. siapa yang bisa ngelupain momen iniiiii ?
Hmm.. aku yakin banget nih, sejagat raya yang nonton DoTS ga akan lupa dengan scene yang bikin baper ini. Hahaha..

Cuma pertanyaanya adalah gimana caranya jerami-jerami seksi itu bisa nempel cantik di rambut mereka berdua ?

Mereka berbaring dimana ya ? Ditempat duduknya dr. Kang atau Kapten Yoo ? Atau di lantai bak truck itu ? Tapi apapun pilihannya dua-duanya kan sempit banget yaa, apa ga kesulitan untuk mesraan di tempat sesempit itu ? Di atas mobil yang lagi jalan pula lagi. Ckckck... kok bisa ya ?

***

Naahh.. itu dia gais, 5 scene di DoTs yang menurut aku cukup 'aneh' tapi terabaikan karena penonton lebih fokus sama kisah cinta Kapten Yoo dan dr. Kang ini.

Ga ada gading yang tak retak. Itu pepatah lama bilang, kan ?
"Kecuali Gading Martin", katanya Gisel. Hehehe..

Ya, di dunia ini emang ga ada yang sempurna, gitu juga drama DoTS ini yang sudah pasti ciptaan manusia biasa. Sutradaranya bisa lupa, script writernya juga bisa khilaf. Atau karena demi kepentingan beberapa sponsor mungkin beberapa scene yang seharusnya ada terpaksa harus dipangkas agar scene 'pesanan' bisa dimuat. Terlebih lagi semua itu harus  dipadatkan dalam 16 episode, jelas pasti ada yang kelewat.
Tapi apa pun itu, menurut aku, drama DoTS ini masih sangat layak dikatakan sebagai drama yang super duper keren.

Salut !

Tuesday, August 9, 2016

Antara Full Day School, Sistem Pendidikan dan Karakter Pemimpin Di Masa Depan

Sumber

Beberapa hari ini lini masa sosial media cukup dihebohkan dengan wacana yang digulirkan oleh Menteri Pendidikan yang baru. Ada yang ada yang nyinyir, ada yang pro, ada yang kontra dan ada juga yang 'not comment yet' seperti aku.

Ya, aku adalah satu dari segelintir orang yang masih belum berkomentar apa pun tentang wacana tersebut. Tapi bukan berarti aku tidak memiliki opini ya, hanya saja sebelum menyuarakan opini itu menjadi komentar aku memilih untuk memikirkannya lebih lanjut.

Antara Sistem Pendidikan dan Karakter Pemimpin di Masa Depan


Ga bisa dipungkiri, kan ? Anak-anak yang ada saat ini beberapa tahun ke depan akan menjadi orang-orang yang memimpin negeri ini. Mereka yang saat ini masih di bangku Sekolah Dasar, dalam rentang waktu 20-30 tahun mendatang bisa saja menjadi orang-orang yang duduk di ruang paripurna DPR. Dan tentunya tidak membutuhkan waktu yang lama bagi anak-anak yang duduk di bangku SMU atau pun kuliah saat ini. Yup, mereka adalah "the next our leader". Merekalah yang nantinya akan menggerakkan roda pemerintahan di negara ini. Merekalah yang akan menjadi decision maker-nya semua kebijakan nantinya.

Sumber

Sekarang aku mau mengajak kamu semua untuk flashback ke masa sekitar 20-40 tahun sebelum sekarang. Anggaplah itu sekitar tahun 70-an.
Bagaimanakah sistem pendidikan kita disaat itu ?
Dan lihatlah orang-orang yang dihasilkan oleh sistem pendidikan saat itu.
Ya, mereka adalah para pemimpin kita saat ini. Mereka adalah orang-orang yang saat ini menghuni gedung DPR, mereka yang saat ini berada di Istana Negara. Bisa jadi mereka berada di lingkaran terdekat presiden.

Dari apa yang aku lihat di tivi mereka tidak lebih dari para aktor yang berperan serba bijak, tidak mau mengalah, merasa paling benar, tapi sayangnya tidak banyak yang bersuara untuk kepentingan rakyat jelata.
Kalau pun ada yang berani vokal, palingan 1-2 orang aja, dan itu pun tidak berlangsung lama. Dalam hitungan bulan pun langsung lengser terimbas resuffle kabinet. Hahaha..

Harga-harga masih saja membumbung tinggi, pengangguran masih saja banyak, dan lapangan perkerjaan pun sedikit. Disaat mereka jontor-jontoran adu pendapat di media, rakyat yang telah membuat mereka duduk manis itu harus banting tulang dari pagi hingga pagi demi kebutuhan sehari-hari.

Kesimpulan awam aku adalah, sistem pendidikan saat itu masih kurang untuk membentuk pribadi yang manusiawi dan bertanggung jawab.

Sekarang aku mau mengajak kamu semua flashback lagi ke masa sekitar 50-60 tahun sebelum tahun ini. Anggaplah itu sekitar tahun 60-an. Ya, aku sendiri belumlah lahir saat itu. Ini adalah masa transisi dari sistem pendidikan era demokrasi liberal, demokrasi terpimpin dan orde baru.

Berdasarkan yang aku baca di sini, periode tahun 50-69 Indonesia mengalami 3 kali pergantian sistem pendidikan.
  • Tahun 1950-1959 adalah sistem pendidikan yang dipengaruhi oleh sistem pemerintahan yang demokrasi liberal.
  • Tahun 1959-1965 adalah sistem pendidikan yang dipengaruhi oleh sistem pemerintahan yang demokrasi terpimpin
  • Tahun 1966-1969 adalah masa transisi sistem pendidikan yang dipengaruhi oleh pemerintahan orde baru

Bagaimana sistem pendidikan di saat itu ?
Bagaimanakah orang-orang yang dihasilkan oleh sistem pendidikan saat itu ?
Untuk mengetahuinya tentu kita perlu membuka galeri peristiwa sekitar tahun 70-90 an. Itu adalah periode dimana orang-orang yang menjalani sistem pendidikan di tahun 50an telah menjadi orang-orang yang menentukan di negeri ini.

Terlepas dari semua carut marut kasus korupsi yang melibatkan Soeharto beserta orang-orang behind the job-nya, tidak bisa dipungkiri kan ? Tahun-tahun itu adalah tahun di mana rakyat di negeri ini menikmati hidup dengan indah. Harga sembako terjangkau, pengangguran tidak banyak karena orang-orang masih tidak malu untuk menjadi petani. Perkerjaan juga tidak sulit untuk didapat, karena juga tidak menuntut pendidikan dengan level tertentu. Asal ada skill, dan berpengalaman seorang yang lulusan SMU pun bisa menjadi pegawai di kelurahan.

Jadi sebelum kita saling nyinyir dengan wacana yang dicetuskan oleh Menteri Pendidikan yang baru tentang full day school, mending kita nyinyir untuk menganalisa apa yang belum ada pada sistem pendidikan kita yang sudah-sudah.

Olahraga, yang selain diharapkan untuk menjaga stamina/kesehatan siswa juga sebagai sarana pembinaan mentalitas siswa (memenuhi aturan yang berlaku, sikap sportif, siap menang atau kalah dan lain-lain) di Indonesia kurang diberikan. Bahkan di kota besar, dengan alasan keterbatasan lahan, materi yang diberikan hanya dalam bentuk teori seperti panjang lapangan bola, tinggi net bulutangkis dll. Dampak dari hal tersebut dapat kita lihat pada prestasi olah raga negara kita, tawuran yang sering terjadi pada pertandingan bola dan pada PILKADA.

Music dan Fine Art selain untuk mengasah kreativitas, keterampilan, imajinasi dan ketelitian juga dapat untuk melatih menghargai keindahan dan perdamaian.
Sedangkan Home making, Technologi and Industri dan Labour Skill sangat berguna dalam menghadapi kenyataan hidup di masyarakat.
Keterampilan tidak bisa didapat secara seketika. Ia harus dilatih secara terus menerus. Saat ini di Indonesia cukup banyak tamatan S-1 yang tidak siap bekerja, karena tidak memiliki keterampilan yang diperlukan. Dilain pihak, kalau kita lihat industri elektronika, garment, rokok dll buruh yang bekerja disana adalah kaum wanita yang sudah sejak kecil dilatih mengurus rumah tangga.
Dikutip dari sini.




Tentang Full Day School


Untuk wacana ini jujur aja sebenarnya aku ada setujunya lho, gais. Tapi, tentunya dengan syarat tidak untuk semua jenjang pendidikan. Aku ga setuju kalo anak SD harus full day school, karena aku berpendapat itu sama saja dengan merampas hak mereka untuk bermain. Lagi pula anak usia sekolah dasar itu masih butuh pengurusan ekstra mulai dari makannya dan juga waktu istirahatnya alias tidur siang.



Aku lebih setuju jika program full day school ini diterapkan untuk anak-anak di SMP dan SMU atau setingkatnya. Menurut aku nih ya, anak-anak seusia mereka sangat rentan dengan pergaulan yang tidak sehat. Jadi dengan mereka berada seharian di sekolah maka mereka pun terhindarkan dari pergaulan yang tidak sehat itu. Tapi, tentunya berada di sekolah seharian bukan berarti mereka belajar seharian, kan ? Aku setuju full day school itu jika, sisa dari jam belajar normalnya diisi dengan beragam ekskul. Bisa itu olah raga, teater, musik, sastra atau kerajinan tangan. Dan untuk mereka yang duduk di kelas tiga, bolehlah di selingin dengan try out atau bimbingan belajar untuk UAN.

Sumber
Nah, itu pendapat aku tentang full days school ini, gais.
Gimana dengan kamu, setuju ga dengan sistem full day school ini ?









Sunday, August 7, 2016

Bekali Masa Depan Anak dengan Stimulasi Kecerdasan Majemuk

Anak adalah harta paling berharga yang dititipkan oleh Tuhan kepada kita para orang tua.
Setuju, gais  ?
Yes, banget.

Beruntunglah kita para orang tua yang telah diberi kenikmatan untuk menjaga harta itu oleh Tuhan. Dengan adanya anak pada kita, berarti Tuhan itu memberikan kepercayaan penuh kepada kita para orang tua ini untuk menjaga dan mendidiknya, agar anak-anak kita menjadi generasi platinum yang multi talenta, sehingga kelak di masa depan anak-anak itu tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, sehat dan tangguh dalam menjawab tantangan zaman.

Tetapi sebagai orang tua apa iya kita benar-benar udah siap menjalankan amanah yang besar itu ? Hmm.. ternyata, tidak semua orang tua lho, gais. Karena faktanya masih banyak ditemukan dinegeri ini anak-anak yang begitu cerdas dan bertalenta tetapi harus putus sekolah karena orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya.

Masih ingat dengan Tegar ? Penyanyi cilik yang eks pengamen itu ? Mungkin sedikit dari kita yang tahu atau sadar bahwa Tegar ini memiliki tipe kecerdasan musikal. Dia mulai belajar menyanyi sejak usia 4 tahun, dan mulai mulai menghasilkan uang pada usia 7 tahun. Bayangin aja, 7 tahun lho !

*Diusia segitu gue bisa apa, ya ? Paling banter, bisanya cuman ketawa ketiwi di depan tivi sambil nonton film kartun*

Tapi Tegar berbeda, bahkan di usianya yang sangat belia dia mampu menciptakan beberapa lagu. Hayyoohh .. masih juga ragu dengan kecerdasan musikal yang ia miliki ?


Sayangnya jalan hidup membawa Tegar ke arah yang berbeda. Dia yang sempat menikmati kejayaan sebagai artis cilik harus mengalami tragedi pahit yang meluluh lantakkan kehidupannya kembali ke dasar terbawah. Miris bukan ?

Tapi .. aku tidak akan membahas kisah hidup Tegar lebih lanjut di sini. Yang aku fokuskan dalam tulisan ini adalah mengenai kecerdasan majemuk.

Seperti yang aku singgung diatas tadi, Tegar memiliki tipe kecerdasan musikal. Secara tidak langsung, ibunya yang mantan penyanyi sinden telah memberi stimulasi kepada Tegar sejak ia masih berusia 4 tahun dengan memperkenalkannya kepada alat musik yaitu ukulele. Berkat stimulasi yang tepat, Tegar tumbuh menjadi anak yang peka terhadap nada. Sekalipun tidak pernah mengecap pendidikan formal dibidang musik, kenyataannya Tegar mampu menulis lirik dan menciptakan nadanya.

See ? Stimulasi yang tepat pada kecerdasan majemuk anak bisa menjadi bekal bagi masa depannya.

Stimulasi Kecerdasan Majemuk Pada Anak


Oke, dari tadi aku ngomongin kecerdasan majemuk anak bolak-balik tapi kalo ga sebutin satu-satu dari yang delapan itu rasanya jadi 'hoax' aja ya. Baiklah, ini dia 8 Kecerdasan Majemuk pada anak yang perlu orang tua ketahui agar bisa memberi stimulasi yang tepat untuk mengembangkannya.

1. Kecerdasan Musikal

Tipe kecerdasan ini ditunjukkan lewat ketertarikan pada musik dan senang mendengarkan lagu, cepat mengingat lagu baru baik itu irama atau pun liriknya dan juga peka terhadap suara yang ia dengar di lingkungan sekitarnya.

Jadi, kalo papa dan mama sering mendapat pertanyaan dari anaknya, "Itu suara apa, Pa ? Itu suara apa, Ma ?". Nah, itu adalah salah satu ciri anak papa dan mama memiliki tipe kecerdasan musikal.

Anakku, Aira juga adalah anak yang *menurut aku* memiliki tipe kecerdasan musikal ini. Meskipun dia tidak atau belum mau menyanyi didepan orang lain, tetapi ketika sedang bermain sendiri dia sering bersenandung lagu-lagu sountrack dari film animasi yang ia tonton. Bahkan dia bisa mencari tahu sendiri notasinya tanpa di ajari dan memainkannya di kompie mainannya. Melihat minat dan bakat yang ia miliki di bidang musik ini, aku sebagai orang tua tidak mau tutup mata. Kami pun memberi dia support dengan mengenalkannya pada alat musik organ. Dan secara pelan-pelan mengenalkannya pada notasi. Hasilnya sekarang dia jauh lebih berani dan percaya diri ketika diminta untuk memainkan musik didepan orang lain.

2. Kecerdasan Naturalis

Kecerdasan Naturalis merupakan kecerdasan dalam berpikir dan belajar yang berkaitan dengan pemahaman terhadap lingkungan sekitar seperti tanaman, binatang, atau benda mati seperti air, batuan dan gejala alam seperti hujan atau panas, atau tentang ruang angkasa.

Anak ibu suka main air ?
Seperti mengambilnya dari kamar mandi, lalu memasukkannya kedalam kantong plastik, setelah itu plastiknya diikat, lalu dia melemparkannya ke lantai ? Melihat plastiknya pecah, dan air berserakan di lantai dia pun tertawa kegirangan.

Apa reaksi mama ketika  melihat perilaku anak yang demikian ?

Sebagian besar dari orang tua pasti memarahi anaknya yang main air seperti itu. Padahal yang dilakukan anaknya tadi adalah salah satu ciri anak yang memiliki kecerdasan naturalis. Dia sebenarnya sedang bereksperimen, apa yang terjadi jika air dalam volume tertentu dimasukkan kedalam wadah yang tertutup rapat dan diberi tekanan besar ? See ? There was a big idea on their head, right ?

Anak-anak yang memiliki kecerdasan tipe ini harus selalu di beri stimulasi dan ruang yang cukup untuk mereka terus bereksperimen. Siapa tahu, anak-anak papa dan mama kelaknya akan menjadi 'the next Einstein'nya Indonesia. Tidak tertutup kemungkinan, kan ?

3. Kecerdasan Linguistik

Kecerdasan Lingusitik adalah kecerdasan yang menekankan kemampuan menggunakan kata-kata dan bahasa dalam kegiatan berbicara, membaca dan menulis.

Anak-anak yang memiliki tipe kecerdasan ini biasanya banyak tanya dan pintar berargumen. Dia cenderung memiliki pendapat sendiri atas apa pun yang ia lihat dan rasakan. Anak dengan kecerdasan ini biasanya juga kritis. Ini adalah sangat wajar karena anak dengan tipe kecerdasan ini biasanya sangat suka membaca, sehingga perbendaharaan kata mereka memang melebihi anak-anak pada umumnya.

Jadi, kalau suatu waktu dandanan papa atau pun cara mama berpakaian di komentari oleh anak jangan kaget ya, itu bukan pertanda mereka tidak sopan kok, hanya saja mereka sedang menyuarakan apa yang ada dalam pikiran mereka.

Agar kecerdasan mereka berkembang baik dan terarah, maka orang tua harus pintar memberikan stimulasi kepada otak cerdasnya dengan memberikan buku-buku bacaan yang baik dan juga tontonan-tontonan yang berkualitas. Jangan sampai lengah ya, Ma. Anak dengan kecerdasan linguistik ini mampu menyerap informasi dengan sangat cepat, sehingga jika sumber informasinya tidak tepat maka bisa-bisa anak-anak ini akan tumbuh menjadi pribadi yang negatif.

4. Kecerdasan Interpersonal

Kecerdasan interpersonal didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk bisa memahami orang lain, termasuk bagaimana perasaan mereka serta hal-hal apa yang memotivasi dan mengganggu mereka.

Papa dan mama pernah melihat anak kecil yang suka menolong ? Meskipun berada diantara anak-anak seusianya, anak dengan kecerdasan ini cenderung tampak dewasa dan pintar mengatur emosi. Ketika berada didalam kelas dia tampak tenang dan menyimak apa yang dikatakan gurunya dengan baik. Dia juga tidak mau mengganggu teman-temannya yang lain. Dan disaat diganggu oleh temannya dia juga tidak lantas membalas perlakuan temannya itu. Dia memilih untuk mengatakan kepada guru tentang apa yang ia rasakan. Karena dia paham, didalam kelas adalah guru yang bertanggung jawab atas diri mereka.

Anak yang memiliki kecerdasan tipe ini harus diberi stimulasi berupa wadah untuk dia bercerita. Orang tua harus memposisikan diri sebagai teman agar dia bisa bercerita dengan leluasa. Disaat inilah orang tua bisa mengarahkan emosi anaknya ke arah yang semestinya.

Jangan bangga dengan sifat anak yang suka mengalah ya, gais. Sifat yang suka mengalah dalam satu sisi dia memang semacam tokoh 'peace maker' yang anti keributan. Tetapi jika ini dibiarkan terus menerus si anak akan tumbuh menjadi pribadi yang anti konflik sehingga besarnya kelak akan selalu menghindari argumen sekalipun pendapatnya adalah benar.

5. Kecerdasan Visual Spatial

Kecerdasan visual spatial merupakan kecerdasan dalam berpikir dan belajar dengan gambar-gambar, memahami bentuk, pola, posisi dan ruang suatu objek, termasuk untuk berpikir secara kreatif.

Salah satu ciri anak dengan tipe kecerdasan ini adalah ketertarikan mereka yang lebih dalam menggambar atau pun bermain puzzle. Mereka juga cenderung memiliki imajinasi yang luar biasa sehingga mereka pun menjadi lebih kreatif dari anak-anak lainnya.

Nah, selain memiliki kepekaan terhadap musik, aku menilai Aira juga memiliki tipe kecerdasan visual spatial ini. Ini terlihat dari kegiatannya sehari-hari yang sering ia habiskan dengan menggambar. Agar kecerdasannya ini berkembang optimal, aku selalu berusaha untuk terus memberikan stimulan dengan memenuhi kebutuhannya untuk menggambar. Mulai dari kertas, pensil warna, crayon, spidol dan lainnya. Tidak cukup hanya disitu, agar kemampuan menggambarnya berkembang dengan baik aku memberi stimulasi berupa tantangan. Ini bertujuan untuk mengasah imajinasinya.

Satu tantangan yang sering aku berikan kepada Aira adalah dengan membuat random pola.

Aku membuat pola tertentu pada selembar kertas kosong, setelah itu aku minta Aira untuk membuat gambar berdasarkan pola yang aku buat tadi.

Contoh : Stimulasi kecerdasan visual spatial dengan pola


Hasilnya menakjubkan, lho, gais ? Siapa yang bisa menyangka pola lingkaran yang aku kasih bisa menjadi gambar sebuah pita ?

Padahal dalam bayangan aku lingkaran tadi akan menjadi bunga, atau matahari. Tetapi dia bisa mengembangkannya menjadi gambar yang lain.

Hal lain yang aku lakukan untuk merangsang ide kreatifnya adalah dengan mengajaknya untuk berbuat kreatif. Salah satunya adalah dengan membuat prakarya dari barang bekas. Aku sengaja mengikut sertakannya dalam proses pembuatannya dengan tujuan agar dia kelak terbiasa untuk selalu kreatif sehingga mampu bertahan dalam kondisi apa pun.

6. Kecerdasan Logical Matematik

Kecerdasan matematis logis adalah kecerdasan untuk memahami kondisi atau situasi dengan menggunakan perhitungan matematis serta melalui penalaran analisa-analisa.

Salah satu ciri anak dengan tipe kecerdasan ini adalah kemampuannya dalam berhitung yang sangat baik. Dia juga suka mengukur-ukur segala sesuatu yang ada disekitarnya. Misalnya si A lebih tinggi dari si B. Trus si C lebih berat dari si A. Dan dia juga akan sangat peduli dengan nilai-nilai sekolahnya.

Sisi baiknya adalah anak dengan tipe kecerdasan matematis logis ini biasanya rajin belajar. Karena dia tahu dengan rajin belajar maka nilainya akan bagus. Nilai yang bagus akan membawanya menjadi juara.

Itu tampak bagus, ya, gais :)

Tapi tetap hati-hati. Sebagai orang tua kita tetap harus mengarahkan kecerdasannya agar tidak menjadi obsesi. Beri dia stimulasi berupa pemahaman bahwa nilai-nilai sekolah bukan hal mutlak yang akan menentukan keberhasilan seseorang. Tetapi ada hal-hal lain yang berhubungan dengan norma-norma kehidupan yang tetap harus ia pegang agar kecerdasannya tidak menjadi sia-sia.

Salah satu bentuk stimulasi yang aku berikan untuk membangun kecerdasan logikal matematiknya adalah dengan memberikan mainan edukasi.

Baca juga tentang Stimulasi Kecerdasan Matematik Logis dengan Sempoa dari botol Chil Go

7. Kecerdasan Intrapersonal

Kecerdasan intrapersonal ini adalah kecerdasan yang dimiliki seseorang untuk dapat memahami dan mengenali diri sendiri.

Tipe kecerdasan ini adalah satu hal yang harus dimiliki oleh anak disamping mereka memiliki tipe kecerdasan lainnya. Anak yang memahami dan mengenali dirinya sendiri dengan baik akan lebih mudah diarahkan, sehingga cita-cita yang ia idamkan pun nantinya akan bisa diwujudkan.

Disinilah peran orang tua sangat dibutuhkan. Kecerdasan Intrapersonal ini tidak serta merta dimiliki oleh semua anak. Bahkan kita yang orang tua sekalipun masih ada yang tidak memiliki kecerdasan ini. Padahal kecerdasan ini perlu dan sangat baik bila dimiliki oleh semua orang.

Salah satu stimulasi yang diberikan untuk mengembangkan kecerdasan intrapersonal ini adalah dengan cara melibatkan anak dalam banyak kegiatan. Dari situ, orang tua akan bisa melihat mana yang anaknya bisa lakukan, dan mana yang tidak. Mana yang bisa diarahkan untuk maju, mana yang disarankan untuk berhenti. Anak pun dengan sendirinya akan menemukan minat dan bakat yang dimilikinya.

8. Kecerdasan Kinestetik

Kecerdasan kinestetik adalah kecerdasan yang menekankan pada penggunaan tubuh dalam berkomunikasi dan mengekspresikan diri.

Ini juga tipe kecerdasan yang juga sangat bagus jika dimiliki oleh anak. Anak yang ekspresif lebih mudah mendapat perhatian dari lingkungannya dari pada anak yang pendiam.

Sebagai orang tua, salah satu stimulasi yang aku sering berikan kepada Aira adalah dengan cara membimbingnya dalam berprilaku dan berkomunikasi dengan orang-orang sekitarnya.

Salah satu cara yang kami lakukan adalah bermain peran. Dengan begitu dia bisa melihat berbagai mimik muka dan juga bisa mendengar beberapa intonasi dalam berbicara.


Menjadi Generasi Platinum yang Multi Talenta

Untuk menjadi generasi platinum yang multi talenta anak harus memiliki kecerdasan majemuk dan ketahanan tubuh ganda agar si kecil senantiasa siap menghadapi perkembangan dunia.


Agar stimulasi kecerdasan majemuk pada anak bisa berjalan dengan maksimal, sehingga mereka memiliki kecerdasan yang multi talenta, maka tubuh anak harus dipenuhi dengan nutrisi yang cukup. Untuk mendukung periode emas tersebut maka nutrisi utama yang dibutuhkan adalah :
  1. Kolin dan Inositol yang berperan dalam penyimpanan memori, berpikir, berbicara, dan gerakan sadar.
  2. Vitamin B kompleks, zat besi dan yodium yang merupakan vitamin dan mineral yang berperan penting pada sistem saraf dan konsentrasi anak.
Sekarang pertanyaannya adalah mengapa harus Morinaga Chil Go ?

Jawabannya adalah karena selain mengandung nutrisi utama tadi, Morinaga Chil Go juga dilengkapi dengan nutrisi penunjang daya tahan tubuh diantaranya :
  • Prebiotik Inulin 1000 MG
Merupakan Prebiotik (makanan bagi bakteri baik) dan serat pangan untuk membantu kesehatan saluran cerna anak.
  • Zinc
​Membantu meningkatkan sistem imunitas tubuh.
  • Tinggi Kalsium
Untuk pembentukan tulang dan gigi.
  • Vitamin A, C dan E
Yang melindungi sel tubuh agar dapat berfungsi dengan baik.

Morinaga Chil Go adalah sinergi nutrisi yang tepat antara faktor kecerdasan dan pertahanan tubuh ganda. Susu berbentuk cair ini sangat praktis dan siap diminum kapan seja, sehingga bisa digunakan sebagai bekal sekolah dan saat bermain di luar rumah.

Untuk lebih jelasnya bisa lihat tayangan video di bawah ini, ya , gais.

 

Bekal Masa Depan Chil Go


Stimulasi untuk kecerdasan majemuk anak udah dilakukan. Dan Insya Allah anak-anak pun tumbuh dan berkembang sesuai dengan yang kita harapkan dan dia cita-citakan, menjadi generasi platinum yang multi talenta. Sekarang pertanyaannya, sudahkah papa dan mama sediakan dana untuk pendidikan mereka ?

Berkaca pada kehidupan Tegar yang aku ceritakan di awal, kebayang ga kalo seandainya orang tua Tegar itu memiliki ekonomi yang mapan ? Bisa jadi kehidupan Tegar ga akan serumit itu. Dengan semua talenta yang ia miliki mungkin saat ini dia telah melanglang buana ke berbagai benua melakukan pertunjukan seperti Alex yang pianis muda berbakat itu.

Ga bisa dipungkiri, biaya pendidikan itu mahalnya bukan main. Selagi anak kita masih SD sih mungkin ga begitu terasa ya, tapi kalo dia udah lanjut ke tahap pendidikan berikutnya sudah pasti angkanya berbeda. Selain terus berkerja keras, menabung dan berdoa, apa ada yang bisa dilakukan untuk menyiapkan biaya pendidikan anak ?

Ada banget.

Yaitu dengan ikut lomba ide kreatif yang diadakan oleh Morinaga Chil Go. Hadiahnya dahsyat luar biasa lho gais, ada Dana Asuransi Pendidikan dengan nilai total 3 Milyar Rupiah !
Glek .. gimana cara ngitungnya itu ?



Gimana ? Gimana ? Mulai ijo liat hadiahnya ? Trus kepo mau tau cara ikutnya ? Boleeeh, sini tak kasih tau.

Jangan khawatir, caranya mudah kok, gais. Caranya ada dua :

1. Mekanisme Online
  • Beli 6 botol Morinaga Chil Go melalui Kalbe Store atau Orami by Bilna, dan dapatkan kode uniknya.
  • Daftarkan data diri ayah/bunda ke www.bekalmasadepan.com/daftar 
  • Bergabung dengan cara memasukkan kode unik yang didapat tadi
  • Unggah ide kreatif ayah dan bunda dalam menstimulasi Si Kecil untuk menjadi Generasi Platinum yang Multi Talenta
  • Share di media sosial dengan hashtag #BMDChilGo dan jangan lupa tag 5 orang teman lainnya.


2. Mekanisme Offline
  • Kumpulkan bukti struk pembelian Chil Go (minimal 6 botol) di toko atau minimarket terdekat
  • Isi formulir pendaftaran yang bisa diunduh di www.bekalmasadepan.com, kemudian kirimkan beserta struk ke alamat PT Bounche Indonesia Thamrin Office Park AA03-AA05 Jl. Boulevard Teluk Betung - Jakarta 10240 
  • Setelah menerima kode unik via sms atau email, silahkan bergabung melalui website www.bekalmasadepan.com
  • Unggah ide kreatif ayah dan bunda dalam menstimulasi Si Kecil untuk menjadi Generasi Platinum yang Multi Talenta
  • Share di media sosial dengan hashtag #BMDChilGo dan jangan lupa tag 5 orang teman lainnya.


Mudah kan ?
Makanya, ayo buruan daftar :)

Kompetisi ini berlangsung mulai tanggal 1 Juli 2016 dan berakhir pada tanggal 31 Desember 2016.

Tuuuh, masih lama. Jadi jangan khawatir bakal ketinggalan. Tapi, semakin cepat semakin baik, kan ?
Karena ada bonus voucher Kalbe Family senilai Rp50.000 untuk 100 uploader online pertama.



Masih mau nunggu juga ?

Kalo aku sih, enggak.

Daftar sekarang, yuukk :)

Stimulasi Kecerdasan Matematik Logis dengan Sempoa Dari Botol Chil Go

Selamat siaaanggg :)

Aduduuuu... hari ni cerah banget, ya, gais ?
Secerah hatiku yang bisa main seharian dengan Aira.
Ye, keles. Bolehlah emaknya ini merasa bahagia, soal e itu anak sehari-harinya harus di tinggal karena ayah dan bundanya kudu lari sana
-sini banting tulang, demi sesuap nasi dan sebongkah berlian. Eh.

Oh ya, kamu-kamu udah pada tau lomba yang diadain sama Morinaga Chil Go gak nih ?
Kalo belum, boleh baca info lengkapnya di sini, ya.

Baca juga Bekali Masa Depan Anak dengan Stimulasi Kecerdasan Majemuk bersama Morinaga Chil Go

Lomba ini menantang kita nih para orang tua untuk menceritakan ide kreatif dalam menstimulasi kecerdasan majemuk pada anak.

Aku jadi ingat, semenjak Aira kecil, aku dan ayahnya memang selalu berusaha memberi stimulasi untuk membangun kecerdasannya.

Agar dia bisa menghapal huruf dan angka dengan cepat, sejak ia berusia 1 tahun kami beri stimulasi dengan cara menempelkan abjad dan angka pada semua mainannya. Jadi secara tidak langsung, sambil bermain dia pun belajar mengenal huruf dan angka. Hasilnya memang sesuai harapan kami, Aira hapal dan mengenal abjad dari A-Z dengan baik dan juga mampu berhitung dari 1-20 lalu hitung mundur dari 10-1 dengan benar.

Begitu juga ketika ia berusia 2 tahun, kami mengganti tempelan mainannya dengan suku kata, dengan tujuan menstimulasi kemampuannya dalam membaca. Dan Alhamdulillah, diusianya yang belum genap 4 tahun, ia telah bisa membaca beberapa kata.

Saat itu kami tidak paham kalau apa yang kami lakukan itu adalah bagian dari upaya stimulasi kecerdasan majemuk. Yang kami tahu saat itu kami berupaya untuk membangun kecerdasannya.

Untunglah, aku mendapat informasi yang begitu bermanfaat dari lomba yang di adakan oleh Morinaga ini. Disini aku baru tahu bahwa ada 8 tipe kecerdasan majemuk. Dari sini jugalah aku paham, bahwa apa yang aku lakukan untuk membangun kecerdasan Aira saat kecil adalah salah satu cara untuk membangun kecerdasan tipe visual spatial.

Sekarang, Aira telah berumur 6 tahun, dan dia sekarang telah duduk di bangku Sekolah Dasar. Untuk mendukungnya agar menjadi generari platinum yang multitalenta, kali ini aku memberikan stimulasi untuk kecerdasan Matematik Logis. Caranya yaitu dengan menggunakan Sempoa Dari Botol Chil Go.

Sesuai namanya, Sempoa ini memang terbuat dari Botol Chil Go bekas. Dalam proses pembuatannya aku sengaja melibatkan Aira, dengan harapan mengenalkannya pada kreatifitas sejak dini. Jadi, ibarat pepatah ni, ya, sekali merengkuh dayung, 2 pulau terlampaui. Dengan satu kreasi barang bekas, aku telah menstimulasi 2 tipe kecerdasannya, yaitu kecerdasan visual spatial, dan juga kecerdasan matematik logis.



Bagi kamu-kamu yang pengen tahu cara membuat Sempoa dari Botol Chil Go ini, oke, berikut aku kasih detailnya, ya.

Bahan :
  • 6 buah botol Chil Go bekas
  • 6 buah sedotan (masing-masing disambung hingga menjadi 3 batang sedotan)
  • Kotak bekas
  • Lem
  • Gunting
Cara membuat :
  • Potong bagian kepala botol, kemudian lobangi bagian bawahnya
  • Buat empat buah kolom pada botol, lalu beri nomor berurut sesuai kelipatan perkalian
  • Masukkan sedotan melalui lobang pada bagian bawah botol
  • Gabungkan botol pertama dan kedua dengan menggunakan lem
  • Lobangi satu sisi kotak seukuran sedotan, kemudian pasanglah botol tadi pada bagian dalam kotak, dengan sedotan sebagai penyangganya.
  • Pada salah satu sisi kotak, buat nomor 1-10
  • Dan sempoa siap untuk di gunakan





Cara menggunakan Sempoa Dari Botol Chil Go
  • Angka pada bagian atas botol adalah angka dasar dalam hitungan perkalian
  • Angka pada sisi kotak adalah nilai pengalinya
  • Angka pada botol yang sejajar dengan nilai pengali adalah hasilnya



Ada yang mau mencoba ?
:)

Friday, August 5, 2016

ASI-ku Lancar Berkat Semut Rangrang

 Halo, gais ?

Pada tau ga, kalo tanggal 1-7 Agustus itu adalah hari Pekan ASI Dunia ?


Jadi nih ya, menurut datanya WHO ternyata belum semua bayi di Indonesia itu mendapatkan ASI yang baik. Menurut data Kementrian Kesehatan sendiri, pada tahun 2015 saja cakupan pemberian ASI pada bayi 0-6 bulan itu baru mencapai 54,3% aja, lho. Jauh banget dari target pemerintah yakni sebesar 83%. Hmm.. emang jauh banget ya, masih perlu 28,7% lagi agar bisa memenuhi target itu.

Rendahnya persentase pemberian ASI pada bayi itu tak urung membuat aku jadi mikir juga. Apa sih penyebabnya ? Atau apa sih kendalanya ?

Sebelum nanyai ibu-ibu yang baru punya baby sekomplek, sebelumnya aku nanyain diri sendiri dulu. Apa yang aku alami ketika menyusui Aira sejak ia lahir sampai berumur dua tahun. Hasil dari bertanya pada diri sendiri itu, membuat aku teringat pada satu hal.

Waktu itu ketika Aira baru lahir, ASI-ku sempat mampet dan ga mau keluar. Tentu saja ini sangat merisaukan suami dan mertua. Belum lagi Aira yang menolak susu formula. Iyya, nih. Aira tau banget sama susu formula, setiap di kasih selalu didorong lagi keluar dengan lidahnya. Beda banget ketika dia disusui dengan ASI, hisapannya langsung kuat. Tapi ya itu tadi, karena air susunya ga keluar dia jadi ngamuk dan nangis seharian.

Aira itu lahir pada pukul 10 malam lewat persalinan normal yang sungguh dramatis. Dia lahir beberapa hari lebih cepat dari tanggal perkiraan bidan. Siang itu sehabis belanja di warung tetangga, rencananya aku mau masak. Pas lagi nyuci sayur, tiba-tiba ngerasa ada cairan yang merembes di sela-sela paha. Padahal aku lagi ga pengen pipis. Sempat bingung juga lho waktu itu. Trus, aku teringat sama salah satu buku yang aku baca, bahwa ada kemungkinan itu adalah air ketuban. Istilah medisnya KPD, atau Ketuban Pecah Dini. Jadi sebelum adanya kontraksi dan pembukaan pintu vagina, ketuban telah pecah duluan. Kondisi ini membuat aku harus di induksi agar anak tidak terminum air ketuban di dalam perut. Pecah ketuban pukul 12 siang, Aira lahir pukul 10 malam. Kebayang lah yaaaa, betapa melelahkannya proses itu. Tapi alhamdulillah, meja operasi bisa terhindari. Padahal suami udah sempat tanda tangan biaya operasi yang angkanya 7 digit itu lho, hihi, dan dia pun sempat merelakan kalau-kalau motor harus berpindah tangan untuk sementara waktu. Tapi, ya Allah itu punya caraNya sendiri dalam berbuat. Dan caraNya itu adalah yang terbaik dari yang terbaik. Alhamdulilllaaah. *elus-elus motor*

Pukul 10 malam lahir, sama bidan yang membantu proses persalinan Aira langsung diletakkan diatas perutku. Bidannya bilang itu adalah proses Inisiasi Menyusui Dini. Dan ajaib sekali, tanpa bantuan, Aira bisa menemukan sendiri sumber air susu ibu dan langsung menyusu. WHO sangat merekomendasikan ini, lho, gais. Jadi jangan sepelekan, ya. Karena selain membangun kedekatan antara ibu dan anak, Inisiasi Menyusui Dini ini ternyata memiliki manfaat yang luar biasa.

Berikut 8 Manfaat Inisiasi Menyusui Dini bagi bayi :
  1. Dengan IMD bayi mendapat kesempatan untuk mendapatkan kolostrum,  yaitu ASI pertama ibu yang sangat kaya akan nutrisi dan juga meningkatkan daya tahan tubuh sehingga membantu tercegah dari penyakit. ASI pertama ini biasanya berwarna kuning, agak kental dan jumlahnya pun tidak banyak, kurang lebih hanya sebanyak satu sendok teh.
  2. Menunjang proses ASI ekslusif selama 6 bulan kedepan.
  3. Membangun keintiman dengan ibu. Tubuh hangat ibu akan membuat bayi tetap hangat setelah keluar dari rahim.
  4. Bayi lebih tenang, sehingga jadi jarang menangis
  5. Mengurangi angka kematian bayi yang baru lahir
  6. Meningkatkan kesehatan, pertumbuhan, dan daya tahan tubuh bayi, terutama di usia 0 – 1 tahun.
  7. Lebih menstabilkan napas bayi, terutama setelah dilahirkan.
  8. Membantu ibu untuk pulih lebih cepat setelah proses persalinan.
Tuh, manfaatnya banyak sekali, kan. Jadi bagi kamu-kamu yang lagi hamil nih, atau yang ntar lagi mo melahirkan, jangan lewatkan proses IMD ini ya.

ASI-ku Lancar Berkat Semut Rangrang


Okkey, aku lanjutin ceritanya ya.

Proses IMD udah, dan aku pun udah dipindahkan keruang rawat inap. Ga lama kemudian Aira pun menyusul didalam tempat tidur mungilnya. Kata bidannya waktu itu, sekali 2 jam bayi harus disusui, agar perutnya tidak kosong. Sekalipun ia sedang tidur, ibu harus bangunkan dia untuk memberinya susu. Alhamdulillah, Aira ga perlu pake dibangunkan. Karena belum nyampe dua jam dia udah bangun dan merengek minta disusui.

Dan drama tentang ASI ini pun dimulai.

Air susu ku tidak keluar ...

Udah dipencet-pencet, ga juga keluar.
Aira pun udah ngedot sekuat tenaga tetap juga ga keluar.

Ah, itu pasti karena akunya belum makan, pikirku waktu itu.
Aku pun makan pake sayur sebanyak mungkin. Trus juga minum vitamin pelancar ASI. Tapi tetap saja ASI tidak keluar. Padahal dada rasanya udah penuh banget. Kasihan sekali, Aira nangis-nangis waktu itu. Mana dia ga mau sama sekali dikasih susu formula. Aku stress berat waktu itu.

Kejadian ini berlangsung seharian, sampai keesokan harinya ada salah satu tetangga mertua yang ngasih tau bahwa ASI yang tersumbat bisa dilancarkan dengan semut rangrang.

Sumber


Awalnya aku ga percaya, masa sih semut bisa melancarkan ASI ?

Tapi ibu mertua ku bilang, kita harus terus berusaha. Mencoba segala cara. Kalau memang dengan semut itu ASI bisa keluar kenapa tidak ?

Oke, baiklah. Aku pun nurut. Dan suami pun bergegas mencari semut rangrang.

Syukurnya semut ini ga begitu sulit ditemui. Dia ada di pohon-pohon yang berbatang besar seperti pohon mangga, pohon jengkol, pohon rambutan, dan lain-lainnya.

Trus, semutnya diapain ? Dimakan gitu ??

Ih, enggak lah.

Berikut aku kasih tau caranya.

Cara melancarkan ASI yang tersumbat dengan semut rangrang.
  • Cari 10-15 ekor semut rangrang
  • Gosok-gosokkan dengan tangan hingga aroma dan cairannya keluar
  • Oleskan pada payudara ibu, merata hingga ke bagian puting
  • Tunggu hingga beberapa saat, hingga payudara terasa hangat dan bintik-bintik putih keluar di puting. Pengalaman aku waktu itu ga nyampe 15 menit udah terasa panas di payudara, dan diujung puting juga mulai tampak bintik-bintik putih keluar. 
  • Pencet bagian puting, sampai air susu keluar. Kalau air susu muncrat ketika di pencet itu berarti ASI sudah lancar dan siap diberikan kepada anak. Jangan lupa, sebelum menyusui anak, cuci bersih dulu ya. Ntar anaknya kepedesan lagi, hehe..

Nah, itu dia ceritaku ketika menyusui Aira dulu. Semoga cerita ini bisa membantu kamu-kamu yang mengalami kejadian yang sama.

Tapi, kok begitu ngototnya ya memberikan ASI pada anak ? Padahal dengan susu formula kan juga bisa ?

Ada lho salah satu pembezuk aku waktu itu yang berkomentar seperti diatas. Aku sih ga emosi, hanya anggap dia lagi kurang piknik aja saat itu. Hahaha..

Hari gini dia nanyain manfaat ASI ? Hello.. kemane aje lu ? *tunjuk bawah kolong*

Udah pastilah ASI itu makanan terbaik bagi bayi. Kalo enggak ngapain juga Tuhan itu naruh ASI di payudaranya perempuan ? Itu tujuannya ya biar begitu anak lahir, ibunya bisa langsung susuin tanpa perlu masak air dulu.

Berikut aku mau beberkan *cih bahasanya* manfaat ASI eksklusif bagi bayi. Setelah ini semua pihak yang ada di sekitar bayi wajib dan harus mendukung agar si ibu bisa menyusui dengan nyaman, yaaa.
Oke ? Sip ?

Ini dia 13 Manfaat ASI Ekslusif bagi bayi yang aku rangkum dari Alodokter.com :
  1. Sistem kekebalan tubuh bayi lebih kuat. Air susu ibu mengandung zat antibodi yang bisa membantunya melawan segala bakteri dan virus. Jadi, risiko terserang penyakit seperti diare, infeksi telinga, infeksi saluran pernapasan, konstipasi, berkembang menjadi pengidap diabetes tipe 2, atau meningitis lebih rendah ketimbang bayi yang tidak diberikan ASI eksklusif. Antibodi dari ibu juga melindungi bayi dari serangan asma, alergi, dan eksim.
  2. Menurut para ahli, asam lemak yang terdapat pada air susu ibu memiliki peranan penting bagi kecerdasan otak bayi. Selain itu, hubungan emosional antara ibu dan bayi yang terjadi selama proses menyusui  pun turut memberi kontribusi.
  3. Berat badan ideal. Si Kecil lebih mungkin tumbuh dengan bobot tubuh normal jika diberi ASI eksklusif. Mengapa demikian? Para ahli mengemukakan bahwa ASI mengandung lebih sedikit insulin ketimbang susu formula, sedangkan insulin dapat memicu pembentukan lemak. Maka ASI tidak banyak memicu pembentukan lemak pada bayi. Selain itu, bayi juga akan memiliki leptin (hormon yang memiliki peranan penting dalam mengatur nafsu makan dan metabolisme lemak) lebih banyak.
  4. Tulang bayi lebih kuat. Bayi yang diberi susu selama tiga bulan atau lebih memiliki tulang leher dan tulang belakang lebih kuat dibanding yang diberikan ASI kurang dari tiga bulan atau tidak sama sekali.
  5. Mendapat limpahan kolesterol. Pada orang dewasa, kolesterol merupakan asupan yang tidak baik. Namun itu tidak berlaku pada bayi. Kolesterol sangat dibutuhkan bayi guna menunjang tumbuh kembangnya dan zat ini banyak ditemukan pada ASI.
  6. Mengurangi risiko terjadinya sindrom kematian bayi mendadak saat dia tidur.
  7. Hubungan ibu dan anak lebih kuat. Saat menyusui, Anda akan bersentuhan dengan kulit bayi dan saling bertatap-tatapan. Hal ini bisa memperkuat hubungan ibu dengan anaknya.
  8. Tubuh lebih cepat langsing. Karena kalori yang terpakai saat menyusui bisa mencapai 500 kalori per harinya.
  9. KB alami. Ovulasi bisa terhambat ketika ibu memberikan ASI eksklusif. Untuk mendapatkan manfaatnya, ibu disarankan untuk siap menyusuinya kapanpun ketika dia membutuhkan.
  10. Stres berkurang. Menyusui bisa merangsang produksi hormon oksitoksin yang bisa memuat ibu terasa rileks.
  11. Mengurangi perdarahan. Hormon oksitoksin yang keluar saat menyusui juga dapat membantu rahim berkontraksi. Hal ini  bisa mengurangi perdarahan rahim usai persalinan, sekaligus kembali ke bentuk rahim sebelum hamil.
  12. Risiko terkena kanker menurun. Menurut sejumlah penelitian, semakin lama ibu menyusui, maka si ibu terlindungi dari penyakit ini. Hal ini kemungkinan terjadi karena menyusui bisa menekan produksi hormon estrogen.
  13. Hemat uang. Selama memberikan ASI eksklusif, tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli susu formula. Hal ini bisa menghemat pengeluaran bulanan.
Lihatkan ? Manfaatnya banyak banget, lho.
Jadi ga ada alasan lagi untuk tidak menyusui bayi.

Nah, manfaat ASI ekslusif udah didapat nih. Sekarang apa yang bisa kita lakukan untuk mendukung proses ASI eksklusif ini ?

Yuk, mari lakukan 5 hal ini untuk mendukung proses pemberian ASI eksklusif pada bayi.

1. Berbagi tugas rumah tangga dengan ibu.

Ini sangat disarankan kepada sang ayah, ya. Ibu yang menyusui itu harus selalu terjaga kesehatannya selama proses menyusui. Jika si ibu sakit, maka anak pun rentan tertular penyakit. Agar ibu tidak mudah sakit, salah satunya adalah dengan memberi waktu istirahat yang cukup bagi si ibu. Terlebih lagi ibu juga sering terjaga di malam hari untuk mengurus si bayi, otomatis jam tidurnya berkurang kan ? Nah, agar beban ibu tidak begitu berat, boleh dong bantu ringankan dengan membantu sebagian perkerjaan rumah.

2. Hindari ibu dari stress

Ibu yang stress bisa mempengaruhi kualitas ASI. Mengapa ? Karena stress biasanya membuat orang susah tidur dan tidak nafsu makan. JIka ini berlangsung terus menerus maka kualitas ASI akan menjadi buruk, akibatnya bayi tidak bisa menerima asupan nustrisi dengan baik.

3. Penuhi kebutuhan nustrisi ibu yang menyusui

Ga bisa dibantah, ASI yang berkualitas hanya bisa di dapat jika ibu juga mengkonsumsi makanan yang berkualitas. Bukan berarti makanan yang mahal ya, gais. Makanan yang berkualitas adalah makanan yang cukup kandungan gizinya. Mulai dari karbohidrat, vitamin, zat besi, mineral dan nutrisi lainnya.

4. Beri lingkungan yang nyaman untuk ibu menyusui

Ketika berada di luar rumah, si ibu banyak yang merasa sungkan untuk menyusui anaknya karena merasa tidak nyaman, sehingga bayi pun turut harus menunda hasratnya untuk menyusu. Kasihan bayinya, kan ? Nah, bagi kamu-kamu yang punya usaha rumah makan, warung atau pun resto, boleh dong bikin ruangan khusus bagi ibu menyusui. Dengan begitu, kamu udah memberi lingkungan yang nyaman untuk ibu menyusui.

5. Jauhkan ibu dan bayi dari asap rokok

Kalo kamu adalah sodara atau kerabat dari si ibu dan bayi, dan kamu adalah perokok, please jangan merokok di dekat mereka ya. Asap rokok itu sangat-sangat merusak kesehatan terutama bagi bayi yang masih sangat lemah. Dan jika, kamu merokok didekat bayi yang sedang menyusu, maka asap rokok itu akan turut terhisap oleh bayi, bayi bisa batuk dan mudah tersedak.Kasihan, kan, bayiknya. Gitu juga ketika ingin mencium bayi, cucilah wajah terlebih dahulu. Jika perlu gantilah pakaian kamu karena asap rokok itu telah menempel disekujur tubuh. Kan kasihan bayinya, bisa tersedak karena baunya.

Gimana, nih, gais ? Kira-kira susah ga ngejalani lima hal itu ?
Gak lah, ya. Asal ada kemauan untuk menyukseskan program ASI ekslusif ini pasti bisa.
Semangat !