Thursday, May 12, 2016

Tentang Euforia Kelulusan

Aku merasa tergelitik untuk menulis hal ini gara-gara melihat iring-iringan anak-anak sekolah yang merayakan hari kelulusan mereka. Berbondong-bondong di jalan raya, kebut-kebutan, tanpa helm dengan seragam penuh coretan warna-warni.

Mereka ketawa terbahak-bahak, cekakak-cekikik di tengah jalan raya yang rame sama kendaraan. Ga peduli dengan keselamatan diri sendiri juga keselamatan pengguna jalan lainnya. Yang ada dalam pikiran mereka cuma mereka hepi, senang, dan bahagia karena sudah lulus sekolah.

Image result for pesta kelulusanImage result for pesta kelulusan 
Image result for pesta kelulusanImage result for pesta kelulusan

Pertanyaannya, apakah lulus sekolah itu adalah ending dari kehidupan ?
Seperti film gitu, yang kalo udah kelar masalah, bintang utamanya tersenyum bahagia, trus senyum bahagia itu abadi di balik tulisan 'the end'.

Tapi kehidupan kan tidak sesimple itu. Seandainya saja anak-anak yang telah beranjak dewasa ini bisa berpikir sedikit lebih bijak, mereka tentu tidak akan se'gila' itu dalam mengekspresikan kegembiraan mereka. Seandainya saja mereka mau mengulurkan pikiran mereka sedikit lebih jauh ke depan, bahwa perjalanan mereka masih sangat panjang, pasti akan timbul pertanyaan besar di benak mereka. Akan jadi apa mereka setelah lulus nanti ?

Tulisan ini aku buat, juga sebagai reminder bagi diri sendiri. Karena aku sendiri juga punya anak, yang kelak bakal melewati fase seperti mereka. Dan adalah PR besar bagi aku dan suami agar Aira tidak latah ikut-ikutan mengikuti jejak pendahulunya.

Aku bisa menuliskan ini, karena memang Alhamdulillah ketika lulus SMU dulu aku dan teman-teman lainnya tidak mengikuti budaya jahiliyah ini. Tapi apa itu berarti perayaan kelulusan kami tidak bermakna ? Justru sebaliknya, perayaan kelulusan kami jauh lebih bermakna karena tanpa harus mencoret-coret baju, tanpa harus mubazir membeli cat semprot, kami rayakan kelulusan kami dengan berkumpul, saling mendoakan masa depan, dan saling mendoakan agar silaturrahim tidak terputus. Momen itu justru menjadi benang merah yang selalu menghubungkan kami dalam ikatan yang disebut 'keluarga'. Bukan hanya sebatas teman alumni yang setiap tahunnya ngumpul dalam acara reuni.

Mengutip status dari salah satu temanku di FB. Dia adalah seorang guru, pemerhati pendidikan dan dengan bangga aku sebutkan, dia adalah teman SMU dulu. Sejak lulus tahun 2000 hingga kini tahun 2016, sudah 16 tahun kami terpisah jarak dan waktu. Dan persaudaraan kami masih terjalin utuh, memori persahabatan kami tetap gak pernah hilang, walaupun ga melewati euforia corat-coret itu.

Jadi kepada adek-adek (atau harus ku panggil anak-anak ?) yang lulus sekolah hari ini. Apa yang kalian dapat dari aksi corat-coret itu ?

======
Link Gambar di sini
======

0 comments:

Post a Comment


Terimakasih telah berkunjung ^.^
Tinggalkan komentar ya, biar kita saling kenal