Tuesday, December 20, 2016

Jadi Mombassador SGM Eksplor, Hebatnya apa, sih ?

Hai.. hai.. gais !
Apa kabar hari ini ? Semoga semua dalam keadaan sehat ya. Karena apapun agenda kita hari ini kita butuh tubuh dan pikiran yang sehat untuk melakoninya. Setuju, gais ?

Hmm, sebenarnya hari ini aku mau berbagi cerita tentang keseruan acara Temu Bunda 2016 Mombassador SGM Eksplor di The Westlake Resort Yogyakarta pada tanggal 13-15 Desember 2016 lalu.

Tapi sebelumnya aku mau jawab pertanyaan yang beberapa hari sebelum aku berangkat banyak ditanyain sama orang-orang di sekelilingku.

Cerita detail acara ini ntar di postingan yang berbeda ya.

Mombassador SGM Eksplor itu apa sih ?


Jika dilihat dari kata-katanya sebenarnya udah bisa diprediksi, ya.

"Mom" dan "ambassador".

Jadi mombassador SGM Eksplor itu sebenarnya adalah sebuah komunitas yang dibentuk oleh PT. Sarihusada sebagai produsen susu SGM Eksplor dengan tujuan untuk mengedukasi para ibu tentang nutrisi yang tepat untuk anak. Nah, para ibu yang terpilih inilah nantinya yang akan menjadi perpanjangan tangan SGM Eksplor untuk meneruskan semua informasi itu kepada para ibu yang ada di semua penjuru negeri ini.

Mombassador yang terpilih secara berkala akan mendapatkan pelatihan mengenai sosial media, nutrisi, parenting, tumbuh kembang anak, kepedulian sosial, produk-produk SGm Eksplor dan banyak lagi.

Mombassador SGM Eksplor ini sebenarnya bukan agenda baru dari PT. Sarihusada, karena telah dimulai sejak tahun 2014 silam. Hanya saja jumlah ibu-ibu yang diundang masih sedikit, sekitar 12 orang, mereka di kelompokkan pada Mombassador Batch-1. Ini berhubungan dengan agenda SGM Eksplor sendiri yang masih berfokus di daerah pulau Jawa. 

Mombassador Batch-2 dan 3 di tahun 2015, dengan jumlah yang lebih banyak dari batch-1, yaitu sekitar 30 orang. Nah, batch-4 yang dipilih pada tahun 2016 ini adalah Mombassador dengan jumlah terbanyak, mencapai jumlah 61 orang dan itu berasal dari berbagai propinsi di Indonesia. Ada dari Maluku, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Bengkulu dan pastinya juga dari pulau Jawa sendiri. 

Semua Mombassador ini berasal dari berbagai latar pendidikan dan perkerjaan, nih, gais. Tapi, meskipun berbeda-beda semuanya memiliki tujuan yang sama, yaitu ingin menjadi ibu yang terbaik bagi anak-anaknya dan bercita-cita menjadikan anaknya menjadi manusia yang berhasil dibidangnya masing-masing.

Apa sih hebatnya Mombassador SGM Eksplor itu ?


Pertanyaan bernada nyinyir ini aku dapat setelah menjelaskan hal yang aku sebutkan di atas. Ga salah sih mereka sampe nanya dengan segitunya, karena dalam pikiran mereka ini hanya sebuah komunitas biasa seperti komunitas parenting lainnya. 

Tapi, mereka tidak tahu kalo Mombassador SGM Eksplor itu tidak sama dengan komunitas parenting lainnya. 

Nah, biar kamu-kamu yang punya pemikiran seperti tadi itu bisa paham, berikut ini aku jabarin beberapa hal yang membuat Mombassador SGM itu pantas dibilang hebat.
  • Mombassador SGM Eksplor mendapat perlakuan eksklusif dengan diundang secara khusus untuk menghadiri acara Temu Bunda 2016 di Yogyakarta. 
  • Semua peserta dijemput di rumah masing-masing dan diantar langsung ke bandara. *berasa seperti incess Syahrini ga sih lo ?* lol
  • Semua peserta diberi kenyamanan yang luar biasa dengan menginap di The Westlake Resort Yogyakarta, sebuah resort yang sangat asri dan juga mewah, makan malam di Sekar Kedhaton Resto, makan siang di Rama Shinta Resto.
  • Mombassador SGM Eksplor mendapat kesempatan untuk mengunjungi pabrik Sarihusada. Melihat secara langsung proses pembuatan susu SGM dan juga mendapatkan penjelasan langsung dari orang-orang yang kompeten tentang step-by-step proses pembuatan susu SGM itu mulai dari pemerahan sapi hingga sampai ke masyarakat.
  • Semua peserta juga berkesempatan mendapatkan hadiah uang tunai lewat workshop yang ada.
  • Dan, dari 61 orang Mombassador SGM batch-4, sebanyak 12 orang diantaranya dipilih untuk mengikuti FGD (Fokus Group Discussion) bersama dengan tim pengembang SGM Eksplor. Mereka diajak berdiskusi tentang berbagai hal, mulai dari product planning, materi untuk iklan sampai ke rancangan kemasan. *bangga banget bisa jadi bagian dari tim khusus ini*
  • Semua fasilitas dan akomodasi peserta selama acara Temu Bunda tersebut ditanggung oleh pihak SGM Eksplor.
  • Dan tidak lupa, ada banyak voucher belanja dan juga cendramata pastinya.
Nah, selain hal-hal yang aku sebutin di atas itu, tuh. Mombassador juga berkesempatan untuk menjalin kerjasama dengan SGM Eksplor untuk berbagai kegiatan sosial yang positif. Tuh, kesempatan emas banget, kan ?

Gimana, gais ? 
Masih berpikir kalo Mombassador SGM itu sama standarnya dengan komunitas parenting lainnya ?

Satu hal yang membuat aku merasa nyaman dalam komunitas ini adalah kata-kata dari Digital Marketing SGM yaitu Bapak Suhakri atau akrabnya disapa Mas Akri. Dia bilang gini, "Kita adalah keluarga, dalam keluarga itu tidak ada kata mantan. Jadi begitu anda bergabung di komunitas ini maka anda adalah selamanya keluarga Sarihusada."

Dan kata-kata Mas Akri itu terbukti banget, lho. Suasana kekeluargaan emang kerasaaaa banget. Secara personal kita di touch oleh para koordinator acara. 

Dan aku rasa, gak bakal ada habisnya keseruan acara ini untuk dibahas. Jadi bagi kamu yang berminat untuk jadi bagian dari komunitas ini, pantengin terus fanpagenya Aku Anak SGM di facebook ya, siapa tahu dalam waktu dekat pemilihan untuk menjadi Mombassador SGM diadakan lagi. 

Oke, gais. 
Biar kamu bisa turut merasakan keseruan acaranya, nih, silahkan lihat tayangan berikut ini ya. 
Selamat baper :)
Ha..ha..








This entry was posted in

Monday, December 19, 2016

Cintai Musik Dengan Permainan Puzzle Nada

Hai, gais. Apa kabar ?
Semoga gak bosan dengan cerita aku yaaaa.

Sebagai orangtua, aku tuh pengen banget suatu saat anakku jadi orang yang berhasil. Tetapi tidak semata-mata hanya berhubungan dengan materi ya. Bagi aku pribadi, seseorang itu sudah bisa dikategorikan berhasil ketika dia bisa mandiri dengan perkerjaannya tetapi juga tetap bisa menikmati passionnya. Jadi tidak melulu soal harta, tidak melulu soal rupa dan jabatan. Meskipun perkerjaan yang ia lakukan bukanlah sebuah profesi yang 'wah' dimata banyak orang, tetapi asalkan dia bisa mandiri dengan perkerjaan itu, dan tetap bisa melakukan aktifitas yang merupakan passionnya maka orang itu sudah layak diberi label "berhasil."

Untuk menjadi orang yang berhasil di hari tuanya, orangtua harus rela berkerja keras untuk memberikan modal bagi anaknya. Ada anaknya yang dileskan musik, dimasukkan klub olahraga, dan ada juga anak yang diberikan bimbingan khusus secara private di rumah. Apapun bentuknya itu, tujuannya hanya satu, yaitu membentuk anak menjadi manusia yang multitalenta agar kelak bisa survive menjadi manusia yang multitasking.

Nah, untuk Aira sebenarnya aku pengen banget daftarin dia disekolah-sekolah ataupun tempat-tempat kursus yang memberi pelajaran musik. Tapi ... ya ... gitu, deh. Bayarannya masih mahal buanget cuiiii. Di kota ku aja nih ya, untuk les piano itu sejamnya bayar 50 ribu, lho. Atau kalau mau yang bulanan pun boleh, itu sekitar 180-200 ribu perbulan untuk 4x pertemuan. Jelas, angka senilai itu bukan hal yang mudah bagi kita-kita.

Makanya biar anak tetap bisa belajar musik, aku mengajaknya melakukan permainan edukatif yaitu PUZZLE NADA. Permainan ini bertujuan, agar anak bisa mengenali not angka, memainkan notasinya dan juga semakin peka terhadap musik.

Ga tau kalo sama orang lain ya, tapi kalo aku pribadi nih musik itu membantu banget disaat jiwa sedang dilanda kegalauan. Ada semacam spirit baru yang didapat ketika mendengarkan musik. Karena itu aku juga ingin anakku Aira memahami musik, agar ntar kalo dia udah besar bisa menjadikan musik sebagai salah satu temannya.

Belajar Not Angka Dengan Permainan Puzzle Nada


Untuk anak seumuran Aira, sebenarnya udah bisa banget dilesin musik. Tapi yah kembali ke alasan itu tadi, mihil cuiii. Jadi biar dia gak buta-buta amat sama musik, aku coba ngenalin dia dengan alat musik beserta notasi sederhananya. Mudah-mudahan ntar ada rejeki aku bisa lesin dia ke tempat yang lebih kredibel. Doa'in ya.

Sekarang biar dia mengerti nada dasar dan bisa memainkan melodi sederhana dengan alat musik, aku mengajarkan dia pada not angka. Salah satu caranya adalah lewat permainan Puzzle Nada.

Cara memainkannya adalah sebagai berikut :
1. Buatlah Papan Puzzle dari lembaran karton tebal (boleh dari dus bekas) yang telah di potong, dan ditulisi nada sebuah lagu.
2. Kemudian siapkan kepingan-kepingan puzzle yang berisikan not angka.
3. Untuk meningkatkan daya ingat anak, selain not angka pada Papan Puzzle dan Kepingan puzzle juga dilengkapi dengan gambar atau motif tertentu. Ini bertujuan, selain memberi stimulasi kecerdasan musikal, tetapi juga memberi stimulasi kecerdasan visual spasial. Mengapa gambar atau motif ini perlu ? Karena jika papan puzzle dan kepingan puzzle hanya berisikan notasi saja, maka akan terlalu mudah bagi anak untuk melakukannya tanpa berpikir. Karena mereka tinggal mencocokkan Do dengan angka 1 dan seterusnya. Sedangkan kita tahu, dalam sebuah lagu, pasti selalu ada pengulangan not yang sama. Nah, disinilah peran gambar atau motif tadi sebagai pembeda antara notasi yang sama.
4. Mintalah anak untuk menyusun kepingan puzzle itu pada papan puzzle sesuai dengan notasi dan gambar yang tepat.
5. Setelah selesai, mintalah anak untuk memainkan notasi tersebut pada alat musik.
6. Kemudian minta dia untuk menebak judul lagu tersebut.

Naah, gimana gais ? Mudah, kan ?
Biar lebih jelas lihat video berikut ini ya, gais.



Wednesday, December 7, 2016

Antara Impian, Kesempatan dan Restu Suami

Hai.. hai.. gais.
Apa kabar ? Semoga semua dalam keadaan sehat ya.

Antara Impian, Kesempatan dan Restu Suami

Aku rasa, nih, ya, semua orang di dunia ini pastilah memiliki impian. Sederhana atau tidaknya sebuah impian itu relatif banget. Sederhana bagi seseorang, tapi bisa jadi mahal banget bagi orang lain. Itu kembali ke selera masing-masing indvidu. 

Tul, gak, gais ?

Membangun impian semenjak muda itu penting banget. Seperti yang pernah aku baca pada sebuah buku *judulnya lupa*, orang yang memiliki impian ibarat kereta api yang melaju di relnya. Jika bukan karena sesuatu yang error, maka rel itu pasti berhasil membawa kereta api ke tujuannya. Begitu juga impian, jika orang itu selalu fokus pada impiannya, berusaha tanpa mengenal kata menyerah, cepat atau lambat impiannya itu pasti bakal jadi kenyataannya.

Lantas bagaimana dengan orang-orang yang justru membangun impiannya setelah ia dewasa. Bahkan setelah menikah dan punya anak ? 

Itu sah-sah saja sih menurut aku. Karena bisa jadi impian semasa mudanya tidak tercapai, dan dia merasa tidak ada harapan atas impiannya itu, maka dia berubah haluan, mengganti impiannya dengan hal yang lain. Makanya beruntung bangetlah mereka-mereka yang impiannya tercapai disaat usia masih muda. Karena dengan begitu, dia memiliki waktu yang panjang untuk terus membangun impian-impian berikutnya.

Aku sendiri, adalah termasuk satu diantara sekian banyak orang yang membangun impian setelah menikah. Bukannya aku tidak memiliki impian sebelumnya ya, tapi karena aku gagal mencapainya sebelum menikah.

Setelah menikah dan melahirkan anak, satu persatu impian saat masih lajang dulu jatuh berguguran. Karena fokus telah teralihkan kepada kewajiban terhadap anak dan suami. Aku udah gak kepengen lagi tuh keliling dunia, aku juga udah ga kepengen lagi lanjutin kuliah. Mindset aku betul-betul terkotakkan pada peran sebagai ibu rumah tangga. Dalam kepala ini yang ada hanya ingin menjadi ibu yang baik bagi anak dan menjadi istri yang baik bagi suami.

Tapi seiring waktu berjalan, ketika anak sudah sekolah, dimana mulai ada waktu yang terluang saat anak di sekolah, berawal dari mencari kesibukan sehingga akhirnya aku memutuskan untuk kembali berkarir. Saat itu belum ada impian apa pun, hanya sebatas kerja, cari kesibukan semata. 

Dan hal itu pun berubah ketika sebuah kesempatan datang.

Dan perlu kamu tahu, ya, gais. Sebuah kesempatan itu datang tidak pernah tanpa alasan. Dia datang memang karena kamu dianggap pantas untuk mendapatkan kesempatan itu. Bisa jadi karena totalitas, bisa jadi karena skill yang mumpuni atau bisa jadi memang keberuntungan. Meskipun untuk poin yang terakhir itu kemungkinannya hanya sepersekian persen. Tapi yakinlah, kesempatan itu datang karena kamu memang layak mendapatkannya.

Tapi sayangnya kesempatan itu datang seringnya pada waktu yang tidak tepat. Seperti aku nih misalnya. Disaat anak lagi sibuk ujian, mertua lagi umroh, kerjaan di kantor lagi numpuk tiba-tiba kesempatan untuk jadi Mombassadornya SGM Eksplor datang. Dilema banget, kan ? Mana eventnya di adain di Yogyakarta lagi, itu kan sebuah kota destinasi wisata impian aku sejak muda dulu. Bisa kebayang nggak betapa galaunya aku saat ini ?

Itulah dia, kesempatan yang datangnya suka tiba-tiba, tanpa bisa diduga sama sekali. Kehadirannya diharapkan, tapi datangnya suka pada waktu yang tidak tepat.

Sekarang pilihannya adalah pergi atau tidak ? 
Ambil kesempatan atau tidak ?

Jika kesempatan ini di ambil mudharatnya apa ?
Jika ga diambil kerugiannya apa ?
Mikirin hal ini bolak-balik seharian sampe sol sepatu tipis juga aku masih pusing tujuh keliling.

Sampai akhirnya restu suami ambil bagian.

Menurut aku, bagi seorang istri, restu suami itu sama pentingnya dengan restu orangtua. Kalo ingin semua hal yang dilakukan berjalan lancar maka kantongilah restu orangtuamu. Itu adalah pesan uztadzah tempatku mengaji dulu. Dan untuk seorang istri, jika ingin semua pintu surga terbuka untuknya maka kantongilah restu suami. Itu salah satu nasehat Mamah Dedek yang aku ingat sejak dulu sampai hari ini.

Mengapa restu suami itu penting ?

Ketika ijab kabul diucapkan, maka saat itu juga istri menjadi tanggung jawab suami. Bahkan ketika seorang istri tidak menjalankan kewajibannya kepada Allah, maka suami turut menanggung dosanya. Begitu besar tanggung jawab yang emban seorang suami. Makanya jangan pernah kualat sama suami ya, gais ?

Tapi ...

Ini ada tapinya lho ya. Kamu para suami jangan geer dulu baca paragraf di atas.

Masih ada tapinya.

Tapi ... suami yang seperti apa dulu yang wajib dipatuhi oleh seorang istri ?

Itu adalah suami yang hanya taat kepada perintah Allah.
Suami yang gak pernah melalaikan kewajibannya.
Suami yang berkomitmen menggerakkan setiap anggota tubuhnya lillahita'ala untuk menafkahi keluarganya.

Itulah suami yang harus didengarkan dan dipatuhi oleh seorang istri.

Nah, ketika dilema melanda seperti yang aku alami di atas, maka tidak ada orang selain suami yang pantas aku mintai pertimbangan. 

Ketika seorang istri dengan sadarnya, penuh pengabdian menjunjung tinggi harga diri suaminya, meminta pertimbangan atas sebuah kesempatan yang ada di depan matanya, maka selayaknya suami memberikan jawaban yang merupakan sebuah hasil analisa dari berbagai sudut pandang. Manfaat dan mudharatnya apa ? Trus anak bagaimana ? Trus kewajiban sebagai istri bagaimana ? Dan yang terpenting yang juga tidak bisa diabaikan adalah, perasaan istri bagaimana ? Mungkinkah kesempatan yang sama datang lagi ? Seberapa penting impian itu bagi istri ?

Tidak mudah memang menjadi seorang suami, karena dia adalah kepala keluarga, dan keputusan yang ia buat hendaklah adil dan tidak merugikan salah satu pihak.

Dan tidak juga mudah menjadi seorang istri yang memiliki kesempatan di depan matanya, haruslah berlapang dada menerima apa pun keputusan suami. Kalau memang kesempatan yang datang pada saat yang kurang tepat itu lebih banyak mudharatnya dari pada manfaatnya, maka tidaklah rugi jika kesempatan itu diabaikan. Karena yakin aja, kalo emang rejeki, gak akan nyasar kemana-mana. Bukankah ada pepatah yang bilang, "rejeki gak pernah salah alamat" ?

Nah, buat kamu-kamu semua yang saat ini sedang mendapat kesempatan yang datang tidak pada saat yang tepat, berbesar hati ya gais. Jika memang kesempatan itu harus dilepas demi kebaikan orang-orang yang kita sayangi, ikhlaskan aja. Insya Allah, nanti Allah akan menggantinya dengan kesempatan yang jauh lebih baik. 

Aamiin.


Monday, December 5, 2016

Mengajarkan Anak Untuk Lebih Kritis Lewat Permainan Count & Choose

Hai..hai..
Apa kabar, gais ?
Semoga semua dalam keadaan sehat ya. Aamiin.

Pentingnya Anak-anak Berpikiran Kritis, Memahami Benar dan Salah dengan Cepat

Ga bisa dipungkiri ya, gais. Pergaulan anak-anak sekarang sungguh sangat mengkhawatirkan. Mulai dari tindakan kekerasan, minuman keras, pergaulan bebas hingga obat-obatan terlarang. Jika kita tidak menanamkan keimanan yang cukup pada diri mereka sejak dini, entah apa yang akan terjadi pada masa depan mereka kelak.

Menyikapi dengan majunya teknologi saat ini, yang tentunya kita tidak akan mungkin menjauhkan anak-anak kita dari penggunaannya. Karena itu memang sudah tuntutan zaman. Bahkan untuk tugas-tugas sekolah pun mereka tidak akan bisa lepas dari yang namanya internet. Jadi mustahil banget rasanya untuk berkata tidak kepada anak ketika mereka ingin menggunakan gadget. Apalagi anak-anak sekarang, ketika dilarang menggunakan internet mereka pasti protes dan bilang, "bunda gak gaul." Haha.

Akhirnya demi kau dan si buah hati lancarnya tugas-tugas sekolah mereka, anak-anakpun diizinkan untuk menggunakan gadget dengan catatan dalam pengawasan ketat orang tua.

Tapi, seberapa ketat sih kita bisa mengawasi mereka ?
Apa kita yakin mampu memblokir semua tayangan-tayangan yang gak pantas ?
Seberapa kuat pun usaha kita dalam mengawasi mereka, tetap saja akan ada celah yang akan menggoda mereka. Nah, jika celah itu muncul, sedangkan orangtua tidak menyadari, lantas apakah filter yang akan melindungi anak-anak kita dari bahayanya ?

Hanya hati dan logika mereka sendiri.

Jadi jika anak-anak telah kita bekali dengan iman yang cukup di hatinya, dan otaknya telah dibekali dengan pengetahuan yang cukup tentang hal yang benar dan yang salah, maka tanpa pengawasan yang ketat lagi anak-anak akan mampu memfilter hal-hal yang akan mereka konsumsi.


Mengajarkan Anak Untuk Lebih Kritis Lewat Permainan Count & Choose

Aku menyadari sepenuhnya, mengajari anak-anak zaman sekarang tidak lagi bisa menggunakan metode lama. 

Kalo zamannya aku kecil dulu, ketika aku nakal di sekolah, pasti telapak tangan udah dipukuli guru pake penggaris. Dan jangan pikir hal itu bisa dikadukan dengan leluasa pada orangtua. Karena kalo aku mengadu sama orangtua, bukan pembelaan yang didapat, malah hukuman yang bertambah.

Nah, metode pengajaran yang aku alami waktu kecil itu sudah pasti ga bisa lagi diterapkan untuk mendidik anak-anak zaman sekarang. Coba aja lihat berita di tivi, guru yang mukulin murid karena bandel dipenjarakan sama orangtua murid dengan tuduhan kekerasan terhadap anak. Akhirnya para guru takut menegur anak yang salah, dan anak yang salah semakin merajalela.

Menyikapi hal ini, apa dong baiknya yang orangtua lakukan ?
Ga ada cara lain, selain orangtua harus lebih kreatif dalam mendidik anaknya di rumah. Salah satu ide kreatif yang bisa dilakukan oleh orangtua adalah dengan mengajak anak melakukan permainan Count & Choose.

Permainan Count & Choose ini bertujuan untuk menstimulasi kecerdasan Matematis Logis anak, namun selain itu permainan ini juga bertujuan untuk :
  • Mengasah kemampuan berhitung anak
  • Mengasah anak untuk berpikir kritis, menilai BENAR dan SALAH dengan cepat
  • Mengasah anak untuk mengambil pilihan dengan cepat dan tepat
  • Melatih anak untuk memahami bahasa petunjuk
  • Melatih anak untuk menjalankan petunjuk yang ada
Sebelum memainkan permainan ini, terlebih dahulu kita siapkan alat dan bahan sebagai berikut :
  1. Kotak bekas
  2. Kertas HVS
  3. Gunting
  4. Lem kertas
  5. Spidol
  6. Hadiah/reward
Cara membuatnya mudah sekali, dengan cara sebagai berikut :
  1. Gunting kotak bekas menjadi beberapa lembar, kurang lebih 20 lembar
  2. Pada kertas HVS tulis soal perhitungan sederhana berikut dengan hasilnya (ada hasil yang nilainya BENAR dan juga ada hasil yang nilainya SALAH)
  3. Tempelkan kertas HVS yang telah berisikan soal tadi pada lembaran kotak bekas yang telah dipotong tadi.
  4. Untuk tiap-tiap soal, sediakan lembaran instruksi 2 lembar, yang isinya Jika BENAR ..., Jika SALAH ...
  5. Sediakan lembaran Start, lembaran Finish dan lembaran penilaian akhir.
  6. Sediakan hadiah kecil dan letakkan pada kotak tertutup pada garis Finish.
Cara bermain :
  1. Susun semua soal (dengan posisi tertelungkup) sedemikian rupa, sehingga pilihan yang benar akan membawa anak pada kotak reward.
  2. Minta anak untuk berdiri pada lembaran Start.
  3. Minta anak untuk membalikkan lembaran soal pertama dan membaca dengan keras perhitungan yang tertera di atasnya.
  4. Minta anak untuk menilai jawaban atas perhitungan tersebut. BENAR atau SALAH ? 
  5. Setelah anak menentukan pilihannya, arahkan dia untuk mengikuti petunjuk pada lembaran instruksi.
  6. Jika pada setiap soal perhitungan anak berhasil memilih dengan tepat, maka anak akan sampai pada garis Finish.

Permainan Count & Choose ini temanya memang pada kemampuan berhitung anak. Tetapi dengan adanya lembaran instruksi yang membuat anak harus bergerak sesuai instruksi maka secara tidak langsung permainan ini juga memberi stimulasi pada kecerdasan kinetisnya.

Untuk lebih lengkapnya silahkan saksikan video ini, ya, gais.

 

Permainan Count & Choose ini juga bisa dikembangkan ke dalam bentuk soal-soal lainnya yang tidak hanya soal matematika, tetapi bisa hal lainnya. Bahkan bisa juga ke dalam bentuk nilai-nilai pergaulan mereka.

Jadi, silahkan kembangkan permainan ini sekreatif mungkin ya, gais. 
Yuk lindungi buah hati kita dengan memberikan mereka hati dan logika yang kuat untuk memfilter segala sesuatu yang ada di hadapan mereka.





Saturday, December 3, 2016

Switchable Me, Blogger Primitif Butuh Acer Switch Alpha 12

Balada Blogger Primitif


Hola ! Halo !

Hari ini aku mau cerita tentang rahasia aku yang paling terdalam. Aishh.. belagu banget yak. Tapi ini beneran rahasia lho gais, selama ini aku simpan rapat-rapat karena satu dan lain hal. Dan hari ini aku putuskan untuk berbagi rahasia ini juga karena satu dan lain hal. Halah ... ngomong apaan sih ini ya, hehehe.

Sebenarnya ... aku adalah seorang kapiten blogger primitif.

Iyyaaahh, tau kan primitif itu apa ?

Aku tuh blogger yang masih miskin ilmu, tinggal di daerah tanpa listrik dan minim sinyal. Ga usah berkhayal di tempat tinggalku ini bakal ketemu jaringan wifi, lha, jaringan internet biasa aja lemotnya ga ketulungan. Dan ajaibnya, aku menjadi blogger dalam semua keterbatasan itu.

Unik, kan ?

Kalo kamu ga percaya, dan merasa aneh, hari gini mana ada daerah yang belum dialiri listrik di Indonesia ? Hmm, jawabannya ada banget. Aku pernah ceritakan disini. Desa tempat tinggalku itu hanya berjarak kurang lebih 15 km dari kantor PLN, tapi yah gitu deh, sampe hari ini masih belum dialiri listrik.

Diawal-awal ngeblog dulu, aku bahkan ga punya smartphone, apa lagi komputer atau laptop. Tiga senjata andalanku untuk ngeblog saat itu adalah buku tulis, komputer kantor dan jam istirahat. Tapi ya gitu deh, komputer kantor pun bukanlah tipikal komputer yang bisa diajak kerja multitasking. Kalo aku paksain browsing sambil ngerjain laporan, komputer pasti hang. Jadi untuk menyiasatinya aku mesti pake 2 komputer sekaligus. Tuuuhh .. bisa bayangin kan repotnya aku ? Hahaha.

Dikantor terpaksa pake 2 komputer, 1 untuk browsing, 1nya lagi untuk kerja.


Oh ya, aku lupa bilang, sehari-hari aku berkerja di salah satu perusahaan swasta, jadi selama 8 jam di kantor inilah aku menikmati listrik dan wifi gratis sepuasnya. Hahaha.
*Sstt ... jangan bilang-bilang bos aku ya, ini rahasia kita aja.*

Jadi mekanisme ngeblog aku saat itu adalah, malam hari ngedraft di buku tulis, trus pas jam istirahat pindahin draft ke dashboard. Kadang-kadang selesai satu hari, tapi lebih sering nyambung lagi keesokan harinya. Makanya ga heran, untuk menyelesaikan satu postingan aku butuh waktu sampe 5 hari. Ckckck ... kebayangkan sabarnya aku ?

Yang paling deg-deg serrr itu adalah ketika menulis postingan untuk lomba. Untuk satu lomba aku bisa membutuhkan waktu hingga satu minggu lebih, mulai dari cari materi, membuat draft, kumpulin foto-foto pendukung, pindahin draft ke dashboard, trus edit-edit foto, dan publish.

Bener-bener kerja maraton yang melelahkan jiwa dan raga. Tapi meski udah tau melelahkan begitu, aku tetap aja semangat untuk ikut lomba. Urusan menang kalah mah belakangan, yang penting aku terus berpartisipasi, kalo kalah aku ga kecewa, karena sadar banget ilmuku masih sangat kurang. Berarti harus belajar lagi yang banyak dari para senior-senior yang udah malang melintang di dunia perblogan ini.



Itu ceritaku diawal-awal ngeblog dulu.

Tapi anehnya, dengan semua keterbatasan itu, aku masih bisa publish artikel rata-rata 10-15 artikel tiap bulannya lho. Dan aku juga masih sempat ikut lomba nulis cerpen, dan alhamdulillah beberapa cerpenku lolos menjadi kontributor. Dan masih dengan semua keterbatasan itu juga, tahun 2015 lalu alhamdulillah aku udah nerbitin satu buku antologi solo. Terkadang ya, aku masih merasa bermimpi ketika melihat buku dengan namaku di covernya itu nangkring di lemari.
*Masih di lemari, ya, gais, belum toko buku. Hihihi.*

Sebagai kontributor dengan cerpen berjudul "Geliat Cinta di Istana Bunga"

Sebagai kontributor dengan cerpen berjudul "Simphony Penyesalan"

Sebagai kontributor dengan cerpen berjudul "Pelangi di Bulan Mei"

Buku antologi solo pertama


Perkerjaan yang baik emang ga ada yang sia-sia. Kegigihanku untuk terus menulis ternyata selama ini diam-diam diperhatikan oleh suami. Dan lebaran tahun 2015 lalu dia membelikan aku satu buah laptop. Rasanya tuh ya, seperti dapat emas sekarung, trus akunya jadi manusia terkaya sedunia, gitu.

Hahaha ... norak banget, ya. Ga papalah, ada lagunya juga, kan, ya ? "Norak-norak bergembiiira, bergembira semua."
*langsung dikeplak*

Meskipun masih tanpa listrik dan sangat minim sinyal, setidaknya dengan ada laptop aku ngedraft ga pake buku tulis lagi. Bye-bye note book deh judulnya. Aku udah bisa ngedraft di laptop, trus simpan di flashdisk, trus besoknya dikantor tinggal copy paste ke dashboard, trus publish deh. Urusan ngeblog jadi jauuuhhh lebih mudah.

(Makacih ya biii *muah..muah..*)

Oh ya, sejak punya laptop sendiri, aku pun rela mendapat julukan baru ditempat kerja. Mereka bilang aku, 'orang kaya baru'. Karena nenteng laptop terus ke tempat kerja, padahal dikantor udah ada komputer jadi buat apa bawa laptop kalo bukan untuk pamer ?

Itu yang ada dalam pikiran mereka. Tapi aku sih orangnya ga gampang kena peer pressure gitu, aku mah cuek. Lha, aku bawa laptop cuman buat ngecas doang kok, biar malam ntar aku bisa make laptop dengan puas sampe baterainya ngedrop lagi minta ampun. Hahaha.

Intinya disini, selagi niat lu baik, dan yang lu lakuin ga ngerugiin orang lain, ga usah pikiran apa kata orang. Pegang teguh prinsip, "Anjing menggonggong, aku ... goyang dumang." Yiihhhaa... tarik maaang.

Dan lagi-lagi aku bilang, perbuatan baik itu ga ada yang sia-sia. Kegigihanku untuk terus menulis pun mulai berbuah manis. Emang nggak dalam waktu singkat sih, tapi setidaknya menjadi reward tersendiri untuk aku agar ga pernah menyerah untuk terus berkarya. Bulan Juni 2016 lalu, secara mengejutkan tulisanku terpilih jadi pemenang pertama lomba blog yang diadakan oleh Blogger Perempuan Network. Ampuunnn... rasanya senang luar biasa. Dan hadiahnya smartphone pula ? Oh my God, kok bisa kebetulan gitu siiihh ? Aku kan jadi pengen loncat-loncat kegirangan.

Sampai hari ini, aku masih blogger primitif. Aku masih haus akan ilmu perbloggingan. Masih tinggal di daerah tanpa listrik. Masih belum bisa gunain smartphone yang hadiah lomba itu karena ga ada sinyal. Tapi aku udah punya laptop, berarti ga primitif tulen lagi dong ya. Atau aku ganti nama aja ya, bukan blogger primitif tapi blogger primitif modern.
Emang bisa gitu ? Hahaha.
*suka-sukamulah Mer !*

Jadi sebenarnya apa sih tujuan aku nulisin ini semua ?
Pengen pamer karena udah punya laptop ?
Pengen pamer karena menang lomba ?
Atau pengen pamer karena dapat hadiah smartphone ?

Iiiihh... apa sih hebatnya itu semua ? Diluar sana banyak orang-orang yang jauh lebih keren dari semua itu. Jadi mana adalah artinya pamer ?

Aku nulis balada blogger primitif ini cuma untuk motivasi diri sendiri, sekaligus kasih semangat teman-teman lainnya yang kali-kali aja semangat nulisnya lagi ngedrop. Boleh lho baca tulisan ini. Dan liat deh, aku yang dalam keterbatasan luar biasa aja masih bisa nulis lho, masak sih kamu-kamu yang dilengkapi semua fasilitas itu masih aja malas dan banyak alasan dan menunda-nunda.

Ayo, singsingkan lengan bajumu, gais. Tuangkan idemu itu diatas keyboard, jangan kungkung dia lebih lama dibalik jeruji kemalasan itu. Mungkin apa yang kamu tulis saat ini hanyalah hal sepele bagimu, tapi bisa jadi itu adalah harta karun yang sangat bernilai bagi orang lain. Jadi jangan pernah berhenti untuk berbagi kebaikan lewat tulisan, ya. Yakin aja, perbuatan baik itu ga ada yang sia-sia.

Drawing is another 'me time'.


Selain menulis, aku juga sangat suka menggambar. Dan media dan alat gambar aku pun ga spesifik. Asalkan itu benda permukaannya rata, aku pasti gambar sesuatu di sana.
*yang baca ini pasti langsung deh blacklist aku dari daftar tamu, hihihi*

Sampe-sampe mertua pernah protes karena tiba-tiba menemukan gambar 'aneh' di bagian belakang buku jurnalnya.
*kabuuur*

Bahkan suami pun pernah jadi korban hobiku yang satu ini. Lembaran daily reportnya ditemukan tergolek lemah di bawah meja tivi dengan coretan gambar di belakangnya. Akibatnya, aku harus rela begadang untuk membuat salinan laporannya itu. Hiks..hiks..

Dan yang terbaru, adalah aku harus menerima teguran bos karena lembar report salah satu admin aku jadikan sebagai lahan corat-coret. Untungnya si bos baik hati, dia ga kasih SP. Cuman negur doang, tapi negurnya diacara meeting bulanan yang dihadiri semua departemen. Huaaaa ...

Kertas laporan yang juga menjadi korban


Karena terlalu beruntun melakukan kesalahan akibat hobi yang satu ini, aku pun mulai menata diri. Aku ga mau lagi corat-coret sembarangan. Dan aku pun membeli perlengkapan menggambar. Mulai dari buku gambar, pensil warna, crayon dan lain sebagainya.

Coba kamu tebak gais, berapa buku gambar yang udah aku habiskan ?
Nol besar.

Buku gambar yang aku beli itu masih saja bersih, polos belum ternoda selayaknya gadis perawan.
Gak tau kenapa, ketika aku berhadapan dengan buku gambar itu, semua inspirasi tiba-tiba menguap begitu aja. Aneh kan ?

*Ya..ya.. silahkan hempaskan aku sungai yang terdalam.*

Jadi ya, sampai hari ini suami masih tetap sabar menghadapi hobi istrinya yang absurd ini. *sambil umpetin lembaran laporannya pastinya ... hihi*

Bahkan mertua lebih kreatif lagi. Dia gak ngumpetin apa-apa sih, tapi justru nyodorin satu tembok untuk aku coret-coret. Hahaha.
*Terimakasih ya Pa. Papa baik, deh.*

Penampakan tembok yang pasrah aku coretin


SwitchableMe, Blogger Primitif Butuh Acer Switch Alpha 12

Alhamdulillah banget, berkat rajin posting, rajin share dan juga rajin ikut-ikut lomba (meskipun jarang menang, lol) blog tersayangku ini mulai deh dapat tawaran job. Kadang berupa review, ada juga content placement, berapa pun bayaran yang disepakati aku bersyukur banget. Yah, walaupun jumlahnya masih belum bisa buat beli Acer Switch Alpha 12 yang powerful dan fanless itu, tapi lumayanlah buat nambah-nambah beli quota. Hahaha..

Tawaran job itu emang aku syukuri banget. Tetapi keterbatasan yang aku miliki tadi terkadang membuat aku bener-bener kewalahan.

Agar bisa berselancar dengan leluasa, aku selalu mengumpulkan bahan-bahan tulisan di malam hari. Setelah anak tidur, dan suami juga udah di kecup-kecup manjah (please, abaikan kalimat terakhir), aku pun memulai sesi me time di depan laptop. Biasanya itu aku mulai setiap pukul 11 malam. Kalau lagi beruntung, baterai penuh dan sinyal bersahabat, sebelum mesin genset dimatikan sama ownernya, aku udah kelar ngumpulin bahan. Tetapi  seringnya sebelum bahan-bahan selesai didapat, mesin gensetnya mati. Dan apesnya lagi baterai laptop pun ngedrop. Eee ... ya ... ampun, rasanya mo garuk-garuk dinding, deh, karena kesal.

Sekarang, aku pun udah jarang banget bawa-bawa laptop ke kantor. Bukan kesal karena dikatai ya, bukan. Karena faktor "U" juga kali ya, punggung aku suka pegel gitu karena saban hari menggendong laptop yang berat itu. Jadinya kalo laptopku lagi habis baterai, yah terpaksa deh tunggu esok malam lagi untuk ngecharge. Syedihnya hidup gueeee. Huhuhu..
*nangis sambil peluk lappie*

Tapi, kamu tau ga, gais ?

Allah itu emang Maha Adil, ya. DIA tahu banget aku butuh laptop yang bersahabat untuk dibawa-bawa. Atau dengan kata lainnya, ringan, gitu. Beberapa hari yang lalu ketika lagi browsing, aku pun mendapat info tentang Acer Switch Alpha 12. Setelah membaca spesifikasinya, aku langsung nangis histeris karena haru.

Huuaaa ... ini laptop idaman gue buanget !

Jadi, aku tuh orangnya paling suka nularin virus-virus positif. Rasanya gak aku banget kalo harus memendam info keren ini, karena aku yakin banget setelah mengetahui info ini kamu bakal merogoh semua dompet yang ada untuk membeli Acer Switch Aplha 12. Karena spesifikasinya mumpuni banget, gais. Gak percaya ? Nih, aku tularin sama kamu virusnya.

  • Powerful dan fanless
Acer Switch Alpha 12 adalah notebook hybrid 2-in-1 terbaik dan pertama di dunia yang mengusung teknologi fanless, yang didukung oleh sistem pendinginan bernama Acer Liquidloop.

Sistem pendinginan Acer LiquidLoop mengandalkan pipa cairan pendingin, membuat notebook bebas bising


Sistem pendinginan ini sangat penting untuk mendukung performa sebuah notebook. Tanpa adanya sistem ini, notebook akan mudah overheating. Namun sayangnya, pada produk-produk sebelumnya sistem pendinginan ini mengandalkan kipas konvensional yang jika dipakai dalam waktu yang lama akan menimbulkan suara yang cukup mengganggu konsentrasi kerja.

Kan gak lucu kalo laptop yang kamu pake mengumandangkan suara khasnya ditengah-tengah meeting ?
*Ya..ya..ya..silahkan tertawa, karena itu memang pengalaman nyata, hahaha*

Nah, hal yang memalukan itu ga perlu terjadi kalo pake Acer Switch Alpha 12. Karena notebook ini mengandalkan pipa berisikan cairan pendingin untuk menstabilkan suhu prosesor Intel Core i series yang ada di dalamnya.

  • Teknologi fanless membuat perangkat jadi bebas debu

Selain yang aku sebutkan di atas, teknologi fanless ini juga membuat Acer Switch Alpha 12 bebas dari debu. Tau sendiri, kan. Kipas konvensional yang ada di perangkat sebelumnya itu gampang banget berdebu karena debu mudah masuh lewat ventilasi udara, akibatnya suhu menjadi overheat sehingga menyebabkan motherboard pun menjadi cepat rusak. Nah, Switch Alpha 12 ini karena didukung oleh teknologi fanless, maka tidak memerlukan ventilasi udara, sehingga debu pun tidak bisa masuk ke dalam perangkat.

  • Hemat baterai
Tidak bisa dipungkiri, kipas konvensional membutuhkan daya extra untuk beroperasi, akibatnya baterai menjadi lebih boros. Nah, dengan adanya teknologi fanless ini, Acer Switch Alpha 12 menjadi lebih hemat baterai, jadi ga perlu khawatir kalo ga ada colokan di sekitar kita. Tuh, powerful banget, kan ?

Dan yang pasti, Acer Swich Alpha 12 ini sangat pas untuk blogger dengan keterbatasan seperti aku. Jadi kalo pun genset mati sebelum waktunya, kerjaan pasti tetap lancar.

Hmmm... Acer kok tau aja sih yang aku mau  ?

*Biiiii... beliin bunda laptop ini, ya.*

  • Desain ramping dan flexibel
Acer Switch Alpha 12 ini di desain sedemikian rupa sehingga memiliki bodi yang tipis dan juga bobot yang ringan.

*Aaahhh.. cocok banget buat aku bawa-bawa ke kantor niih. Jadi ga khawatir lagi terimbas faktor "U". Hahahaha*

Body slim, bobot ringan, menjadikannya flexibel untuk dibawa-bawa


Selain itu, Switch Alpha 12 ini juga didesain flexibel mengikuti kebutuhan penggunanya. Mudah beralih dari notebook ke tablet, atau tablet ke notebook. Cukup dengan melepas dan memasang kembali keyboard docking yang telah dilengkapi magnet. Dengan begitu peralihan fungsinya bisa dilakukan dengan cepat dan aman.

  • Keyboard Docking yang Multifungsi
Keyboard docking tidak hanya berfungsi sebagai asesoris semata, tetapi juga berfungsi sebagai screen protection. Selain itu, desainnya yang tipis juga dilengkapi dengan lampu backlit sehingga dalam cahaya redup sekalipun keyboard tetap bisa digunakan.

Backlit pada keyboard membuat keyboard tetap bisa digunakan pada ruangan dengan cahaya minim


*Waahh.. lagi-lagi sangat cocok untuk blogger primitif kayak aku ini, nih. Mau gensetnya mati sebelum waktunya mah hayok aja. Hihi*

  • Kickstand yang bisa diatur hingga 165 derajat
Fitur yang satu ini penting banget, karena dengan adanya fitur ini pengguna bisa mengatur sudut pandang sesuai yang diinginkan sehingga lebih nyaman untuk mata dan juga postur tubuh. Jadi ga khawatir lagi deh kalo mengetik dalam waktu yang lama.

Kickstand yang bisa diatur hingga 165 derajat


  • Didukung oleh fitur dengan performa tinggi
Jika perangkat lain sekelasnya masih menggunakan prosesor Intel Core M, maka Switch Alpha 12 ini telah didukung oleh prosesor Intel Core I series generasi ke-6 sehingga memiliki kinerja yang lebih cepat dan juga hemat energi.

Selain itu, Acer Switch Alpha 12 ini juga menyediakan port USB Type-C dengan USB 3.1 gen 1 dimana proses transfer data jelas lebih cepat mencapai 5 Gbps atau 10 kali lebih cepat dari pada USB 2.0. Yang membuat port USB ini semakin bernilai lebih adalah fungsinya yang juga bisa digunakan sebagai output video dan juga sumber daya yang bisa mengalirkan daya sebesar 4,5 W. So pasti fungsi ini sekaligus juga bisa digunakan sebagai charger untuk smartphone. Wow !

  • Display resolusi tinggi dan fitur anti radiasi

Untuk urusan layar, Acer Switch Alpha 12 ini benar-benar mengerti kebutuhan penggunanya. Dengan ukuran 12 inci dan resolusi QHD (2160 x 1440 pixel) yang juga telah dilengkapi teknologi IPS membuat layarnya mampu menghadirkan kualitas gambar yang tajam dan warna yang baik dari berbagai sudut. Selain itu, teknologi Bluelight Shield yang ditanamkan pada layar juga membantu mengurangi emisi cahaya biru pada layar, sehingga mata menjadi tidak cepat lelah dan tidak mudah kering ketika digunakan dalam waktu lama.

Fitur ini mendukung banget untuk aku yang memang sering berkerja dalam waktu yang lama di depan komputer. Terlebih lagi jika masa end of month tiba, dimana jam kerja normal tidak berlaku lagi. Di hari-hari biasa hanya 8 jam, saat end of month kami harus siap lembur hingga pukul 11 malam. Bayangkan betapa lelah dan keringnya mata berjam-jam di depan komputer seperti itu. Tapi, hal itu tentu tidak perlu dikhawatirkan jika menggunakan Acer Switch Alpha 12 ini. Karena fitur BlueLight Shield-nya mampu meredam radiasi cahaya biru pada layar.

    • Dilengkapi dengan digital Active Pen yang memiliki sensitivitas yang tinggi
    Switch Alpha 12 ini juga dilengkapi dengan pena digital Active Pen yang bukan hanya stylus biasa untuk mencoret-coret layar, tetapi juga bisa digunakan untuk membuat sketsa dengan layar sebagai kanvasnya. Sensitivitasnya yang mencapai 256 tekanan pastinya membantu banget bagi kamu-kamu yang pengen berkreativitas tanpa batas pada layar.

    Fitur yang satu ini adalah fitur yang sangat penting banget bagi crafter dadakan seperti aku. Karena dengan adanya fitur ini orang-orang sekitarku ga perlu merasa khawatir lagi, kan ? Kertas laporan suami aman, buku mertua aman, dan juga dokumen kantor aman. Hahaha. Karena fitur active pen-nya pasti memudahkan hasrat corat-coretku itu dengan maksimal.

    Active Pen yang memiliki sensitivitas tinggi, sehingga bisa digunakan secara maksimal untuk menggambar


    Bagaimana, gais ?

    Notebook-nya bikin ngiler, kan ?

    Biar kamu-kamu semakin yakin, nih, silahkan tonton video berikut ini, ya.




    Oke, gais.
    Demikian cerita Switchable Me versi aku. Kamu punya cerita juga ?
    Yuk, tulis cerita kamu dan daftarkan ke Swich Alpha 12 Story Competition sekarang juga.

    Sampai jumpa pada tulisan berikutnya, ya.

    Bye-bye.

     

    Friday, November 25, 2016

    Come and see Korea as a Global Wow Korea ? It's a Chance for a Lifetime

    Come and see Korea as a Global Wow Korea

    It's a Chance for a Lifetime.


    For your information : this is the first time I write in English.

    So, if you found a lot of incorrect words in this article, please .. ignore it.. and just see how deep that my heart fall to this country. Hahaha.

    I Really Love Korea


    When I was young, maybe at 15 or 16 years old, my geographic teacher asked me, "Merry, which country you wanna visit when you become a rich people ?"

    Then, I answered him fastly, "South Korea".

    My teacher wondered, "Korea ? Why ? there are so many countries in this world, why did you choose Korea ? While most of your friend choose France, America, and England."

    "I think, Korean is the nearest country from Indonesia which have 4 seasons. Although, Japan is the nearest one, but I don't like Japan. They colonized us before."

    It was my answered several years ago when I was so young.
    *Wow.. I was wise enough, right ? Haha*

    But, nowadays, I felt that my feeling about Korea several years ago was not wrong. Since watching Korean drama, I found myself become a K-drama's lover. I love their story, I love their actress, and the most important are I love all of the places there in the drama. Like Han river, Namsan Tower, Jeju Island, Udo Island, Kyeong-Wha Station, Changdeok Palace, and also Incheon.

    Every time I see those place at drama, I told to myself, "someday I will step my foot there, soon or later, my dreams will come true."

    To Be a Global Wow Korea ? Yes, I Want

    A few days ago, my daughter (7 years old) asked me, "Bunda, how far Korea from our country ?" 
    I wonder to listen to her question because it was so suddenly. Then I reply asked her, "why did you ask me about Korea ? Are you want to go there too like me ?" Then, she answered loudly, "Yes, I want to see the snow, you told me there will winter on December, few day later will December, came on, let's go to Korea." Hahaha... my daughter she is so funny, right ? Did she think Korea like a mini market ? When you want to go there, just by walked then you arrived there. Huft ! No dear. Korea is so far from our country. And we need to collect all of the money from this world to make us go there. Hiks..hiks..

    Fortunately, she doesn't push me harder to talk about go to Korea. Because talking about go to Korea sometimes make me so sensitive. Because my heart really want it, but I realize, it's not easy. I have to keep it deep..deep..deep... in the bottom of my heart.

    But today I see this information. The information was success make me feel as lucky as people in this world. Although it's also meaning as a challenge for me, but I choose to see it as a chance. A big chance to make my dream come true.


    Wow ! Is it real ?
    Chinchaaa ?
    Cheongmal ?

    Come and see Korea as a Global Wow Korea ? Yes.. yes.. yes.

    I think there's only stupid people who don't want to go to Korea. If they're still in their mind they will not allow this chance trough by the wind. Because for me, this is a chance for a lifetime. So, although my English were not perfect, although my knowledge about Korea was not so much, but I have to try to do my best to make my dream come true. I'm not sure, there will be any chance for me next time. Coz of that, I make this post, I waste my shame, I waste my nervous, then I'm focusing on writing all of my passion about Korea. 

    Am I Social Media Influencer ?

    Actually, suddenly I'm become down when I read the condition. A social influencer, am I a social influencer enough ? 

    I'm not sure what do people think about me, but I think I can sure you that I HAVE DONE IT.

    Especially on this blog, I have written about Korea as much as I'm writing about myself. And I always surprised every time I talked about Korea, there were so many people viewed my article. I'm glad they have same passion with me.

    When I started this blog at 2013, it was really just something that I used to get my 'me time'. I'm enjoyed writing anythings that I like. I think a blog just like diary's book. You wrote what you feel, then you published it to get some people respond. But I was wrong. Big .. big .. wrong.

    I knew the fact about blog since joined the Emak-emak Blogger's Community. In this community, I got so many knowledge about how to write interesting content. In this community, I also knew a lot of qualified bloggers. One of them is Erry Andriyati. She is the best influencer about Korea that I knew. So if she chooses as a Global Wow Korea, I'll be the first person shout "hurray" for her. She became my inspiration in blogging. But if both of us chooses as a Global Wow Korea, it will be the best thing happened in my life.

    I started writing about Korea when Korean Drama Descendant of the Sun is still running.
    *Yes I knew it was too late to begin, but I believe too late is better than none at all, right ?*

    I can hold myself to write down how I feel about the story. Then I can hold my mind to always think about it. Coz of that, I have written so many articles about that drama and the cast also. And guess what, all of the articles about that drama flooded by viewers.

    Since that, I found my new passion. I make another article about another drama. And the respond made me satisfy again.



    Besides this blog, I also make some words in my social media like Facebook about any things that I love about K-Drama. Sometimes it's about the actress, sometime about the story.





    Even the peoples that around me which don't know Korea before, now become loved Korea. Coz of that they called me "virus". 

    Well, it's okay, I never mind they called me like that because when they called me "virus" then I called them "target".

    Muahahaha...

    *So .. you .. there .. and there .. who don't like Korea just prepared, because I will spread the virus to you guys. Hahaha*


    Pick Me Up

    Korea is my dream. Korea is my passion. If I have chosen as a global wow Korea, I'll use all of my capability to share all of many things about Korea. When without go to Korea I can produce a lot of articles about Korea, you can imagine it, how many article will I wrote if I going there.

    So, please pick me up, and please make my dream come true.

    Gamsahamida :)

    See you at the next post.

    Annyeong.





    [Review] Speedy Scandal : Ketika Masa Mudamu Salah Langkah

    Annyeoong .. jumpa lagi kita dalam review K-Movie.

    Kali ini aku pengen bahas satu film dari negeri ginseng sana. Bukan film baru sih. Tepatnya produksi tahun 2008, judulnya Speedy Scandal.



    Apa yang kamu rasakan ketika tiba-tiba di depan pintu rumahmu berdiri dua orang sosok manusia dan mengaku sebagai anak dan cucumu ? Padahal kamu sendiri masih berumur sekitar 36 tahun. Di usia itu kamu dipanggil 'kakek' ? Hahaha... absurd banget kan yaaa..

    Itu adalah sepenggal adegan yang ada di film Speedy Scandal ini.

    Dibintangi oleh Cha Tae Yung dan Park Bo Young. Film ini mengusung tema keluarga yang juga dibalut unsur komedi. Menonton film ini benar-benar membuat aku tidak sadar bahwa waktu berlalu bergitu cepat, karena banyak adegan-adegan konyol yang sangat-sangat menggelitik perut. Tapi meskipun begitu,  bukan berarti film ini cuman menghadirkan guyonan semata lho ya, film ini juga memiliki scene-scene yang sangat menyentuh hati, dan tak pelak berhasil membuat aku menitikkan air mata haru.

    Sinopsis Speedy Scandal

    Adalah seorang penyiar radio bernama Nam Hyun Soo (diperankan oleh Cha Tae Yung) yang memiliki program populer bernama Pagi Bersama Nam Hyun Soo. Program radio ini semacam konsultasi on-air dengan membacakan surat-surat dari pendengar. Dan adalah salah satu pendengar yang rutin mengirimkan suratnya bernama Huang Jung Nam. Dia seorang ibu tunggal yang sejak lahir belum pernah melihat ayahnya. Ketika melahirkannya, ibunya masih berstatus pelajar SMP. Dari ibunyalah Jung Nam mengetahui identitas ayahnya, dan ia pun bertekad untuk mencari ayahnya.

    Kakek setampan iniiiiii ?? hahaha

    Dan Eomma se imut ini ? OMG !


    Dalam suratnya ke program radio itu, Jung Nam bertanya apa yang seharusnya yang ia lakukan. Sebagai penyiar yang baik, Hyun Soo pun menyarankan Jung Nam untuk menemui ayahnya langsung. Kemudian Jung Nam bertanya lagi, apa yang sebaiknya ia lakukan jika bertemu dengan ayah kandungnya itu, dan Hyun Soo pun menyarankan agar Jung Nam melayani ayahnya dengan menyediakan makanan untuk ayahnya.

    Hyun Soo sama sekali tidak menduga bahwa sosok ayah yang dikatakan oleh Jung Nam itu adalah dirinya sendiri. Itu adalah akibat kepribadiannya yang playboy, dan sedikit arogan. Hyun Soo beranggapan bahwa dirinya adalah seorang 'pro' yang ga bakalan melakukan kesalahan dalam berhubungan dengan wanita.

    *Huahahaha.. dia ga sadar, bahwa sepak terjangnya semasa SMP dulu belum dalam level 'pro' tapi masih amatiran, hahaha*

    Sikap arogan Hyun Soo ini ternyata tidak disukai oleh salah seorang wartawan infotainment bernama Bong. Dia pun tipikal wartawan yang suka mengumbar skandal orang-orang ternama. Dan dia sangat bertekad untuk menjatuhkan Hyun Soo dengan berusaha menggali kehidupan pribadinya.

    Singkat cerita, pada suatu hari Hyun Soo sedang bersiap-siap untuk berkencan. Dia telah menata rumahnya sedemikian rupa untuk bersenang-senang dengan kekasihnya. Ada bunga-bunga, ada musik, dan aneka hidangan.
    *Hmm.. bener-bener playboy cap kapak nih si Hyun Soo*

    Bel berbunyi, dan Hyun Soo bergegas membukakan pintu. Dengan gayanya yang sok cool (pake pejam-pejam mata gituuu) dia berdiri dipintu rumahnya, melayangkan sapaan menggoda. Beberapa saat menunggu tidak ada jawaban,  Hyun Soo membuka mata dan langsung terperanjat. Didepannya bukan gadis seksi yang ia nantikan, tetapi justru seorang gadis muda dengan dandanan kucel beserta anak kecil usia 5 tahun. Dan yang semakin membuat ia shock adalah pengakuan gadis itu yang menyatakan dia putrinya. Dan anak kecil itu adalah cucunya. Mendengar pengakuan yang menohok hati itu tentu saja manusia sekelas Hyun Soo tidak langsung percaya. Mereka pun adu argumen. Bahkan mereka melakukan tes darah. Meskipun Hyun Soo bersikeras menyatakan Jung Nam bukan anaknya, tetapi hasil tes menyatakan bahwa Jung Nam 100% putrinya. Dan fakta itu membuat Jung Nam 'berhak' untuk tinggal dirumah Hyun Soo.
    *Wakakaka... arabeojiiiii... annyeong haseyoo..*

    Lucunya mereka berebut tayangan tivi


    Di studio rupanya sedang heboh, karena beberapa hari terakhir Si Ibu Tunggal Huang Jung Nam tidak lagi berkirim surat. *Ya, iyalah.. lha orangnya udah ketemu bapaknya kok, hihi* Padahal begitu banyak penggemar yang menantikan kelanjutan kisah Jung Nam ini ketika menemui ayah kandungnya. Tercetuslah ide dari salah satu staf untuk mencari keberadaan Jung Nam dan menghadirkannya ke studio. Bahkan staff tadi berencana melibatkan kenalannya yang seorang agen pelacak. Mendengar ide itu, Hyun Soo panik dong. Dia pun menolak ide itu dengan alibi, bahwa kalau Jung Nam ditemukan, lalu dibawa ke studio nanti orang-orang jadi tidak penasaran lagi, dan acara pun berakhir. Kalau seperti itu radio pun akan rugi dari segi iklan.
    *Hmm.. masuk akal juga nih si Hyun Soo, emang licik banget dia ya.*

    Selamat dari 'ide' staff tadi bukanlah akhir dari scandal Hyun Soo. Karena beberapa hari kemudian dia dikagetkan dengan kehadiran Jung Nam di studio dalam rangka ikutan lomba nyanyi yang diadakan live di radio tersebut. Dalam lomba itu Jung Nam tidak menggunakan nama aslinya, tapi menggunakan nama Jaein.

    Awalnya Hyun Soo underestimate banget dengan penampilan Jung Nam. Apalagi Jung Nam sempat miss beberapa kali intro untuk masuk. Melihat Jung Nam yang tidak kunjung menyanyi Hyun Soo pun memberikan kode untuk menghentikan musik dan bersiap mengakhiri acara. Tetapi belum lagi ia mengucapkan kata, dari belakang terdengar suara petikan gitar. Hyun Soo kaget, ternyata Jung Nam bisa memainkan gitar. Sebuah lagu sendu berhasil dinyanyikan Jung Nam dengan apik. Semua orang yang berada di studio terpana mendengar alunan suara Jung Nam yang sangat merdu, termasuk Hyun Soo sendiri.

    Selepas acara lomba nyanyi itu, hubungan ayah dan anak itu pun mulai mencair, meskipun diantara mereka masih saja saling menyebut 'kau'.

    Jung Nam alias Jaein menjadi terkenal, dan mulai disibukkan dengan agenda menyanyi. Dan itu membuat Hyun Soo mengkhawatirkan si cucu. Karena tidak ada yang akan menjaganya ketika Jung Nam harus tampil. *Ihh.. arabeoji ini keterlaluan deh, masa ngejaga cucu sendiri perhitungan, huft*

    Dan mereka pun sepakat untuk memasukkan Gi Dong ke sekolah TK tapi dengan syarat, Gi Dong harus mengatakan kepada guru-gurunya bahwa Hyun Soo adalah pamannya. Paman dari pihak ibunya. *Iiihh.. arabeoji ini bener-bener deh, masa anak kecil gitu diajarin berbohong ?*

    Kalo yang namanya playboy itu mungkin susah tobatnya ya. Gitu juga tuh si Hyun Soo ini. Meskipun udah punya cucu, tapi tetap aja seleranya sama perempuan itu ga berubah. Ketika mengantar jemput Gi Dong di sekolah ia pun jatuh cinta kepada kepala sekolah yang sangat anggun. Si kakek ini pun semakin absurd, dia menghasut Gi Dong untuk jadi mata-mata mencari tahu hal-hal yang disukai oleh si ibu kepsek.

    si Cucu lagi kasih laporan sama kakeknya.. tapi laporannya salah .. *failed* haha


    Pada suatu hari, Hyun Soo kena batunya. Dia excited banget ketika ibu kepsek yang anggun itu mengajaknya makan malam. Berbekal semua 'info' yang ia dapat dari Gi Dong, Hyun Soo pun melancarkan jurus mautnya untuk memikat bu kepsek. Dengan wajah pede dia mengajak ibu kepsek itu untuk bermain game. Tapi ibu kepsek itu menolak dan berkata bahwa ia tidak suka bermain game. *Wakaka.. mati kartu deh si playboy*. Dan dengan senyum ditahan ibu kepsek itu pun bilang, "sepertinya Gi Dong salah, dia tidak mendengar kata-kataku dengan lengkap." Senyum si playboy pun langsung hilang seketika.*Muahahahaha.. rupanya si ibu kepsek itu tau kalo Gi Dong memata-matainya. Rasain lu arabeoji..*

    Di lain tempat, ada seorang asisten fotografer muda. Dia tampak linglung dalam sebuah acara pemotretan. Ketika berjalan, kakinya tersandung kabel dan kabel itu menarik benda-benda disekitarnya tumbang. Dalam suasana crowded itu, si asisten fotografer tadi bukannya merapikan barang-barang yang jatuh, tapi malah asyik didepan komputer yang sedang menayangkan video rekaman Jaein yang sedang bernyanyi. Dia tampak kaget luar biasa ketika mengenali bahwa Jaein adalah Jung Nam. Ternyata asisten fotografer ini adalah pria masa lalu Jung Nam. Dia pun mencari keberadaan Jung Nam, dan berhasil menemukannya.

    Pertemuan itu ternyata kembali menumbuhkan benih-benih cinta dihati mereka. Mereka sering bertemu untuk hangout bareng. Hingga pada suatu waktu, asisten fotografer itu menemukan fakta aneh ketika usai mengantar Jung Nam pulang ke rumah. Dia melihat Hyun Soo dan Jung Nam yang bertemu dan mengobrol begitu akrab. Saking akrabnya, obrolan mereka pun membahas tentang pakaian dalam. Reputasi Hyun Soo yang selama ini terkenal playboy ternyata membuat kekasih Jung Nam itu berpikiran buruk. Dia beranggapan bahwa Jung Nam menjadi salah satu wanita Hyun Soo. Ketika di konfirmasi tentu saja Jung Nam tidak bisa mengatakan kebenarannya. Dia tidak bisa membantah fakta bahwa mereka tinggal bersama, tapi disisi lain dia juga tidak bisa mengaku bahwa Hyun Soo adalah ayahnya. Bagaimanapun juga Jung Nam masih sangat menghargai ayahnya, dia tidak mau kehadirannya justru membuat karir cemerlang ayahnya jadi redup.

    Di sinilah konflik bermula.
    Bagaimana kisah mereka selanjutnya ?
    Apakah Jung Nam akan tetap bertahan di sisi ayahnya ?
    Atau apakah Jung Nam pergi demi menjaga karir ayahnya ?
    Lalu bagaimana dengan karirnya sebagai penyanyi ?
    Lalu bagaimana dengan karis Hyun Soo sendiri ?
    Berhasilkah wartawan Bong membongkar masalalu Hyun Soo ?

    Banyak banget pertanyaan yang masih membutuhkan jawaban kan ?
    Makanya aku rekomendasikan kamu untuk menonton film ini. Pesan moral yang disajikan dalam film ini layak banget untuk dijadikan pelajaran hidup.

    Sempetin nonton ya, gais.
    Sampai jumpa di postingan selanjutnya.

    Annyeong !








    Thursday, November 24, 2016

    Kreasi Berkualitas Dari Tangan-tangan Terampil

    Hollaaa.. gais, apa kabar ?

    Trump udah jadi presiden AS aja, yah ?
    Trus gimana dong reaksi kita ?
    Apa kepancing dengan isu rush your money ?
    Atau terpengaruh dengan boikot produk Amerika ?
    Atau .. adem ayem seperti diriku yang lebih milih untuk fokus dan menggiatkan produk hand made produksi dalam negeri ?

    Apa pun keputusan kamu, itu sepenuhnya adalah pilihan hati ya, gais. Jadi pliss pikirin dulu masak-masak.. haha..

    Bicara soal produk-produk kreasi handmade ternyata hasilnya sungguh luar biasa sekali ya. Cantik, unik dan pastinya berkualitas juga. Gak kalah sama produk buatan pabrik. Atau bisa jadi lebih bagus malah.

    Beberapa hari yang lalu aku mendapat kiriman dari salah satu produsen tas rajut di Jakarta. Aku tertarik dengan tas buatannya setelah melihat beberapa contoh tas yang ia pajang di wall FBnya. Setelah bincang-bincang sejenak, aku pun memesan satu buah tas dengan ukuran dan warna yang aku inginkan. Jujur aja, awalnya ekspektasi aku sih ga begitu besar-besar amat ya. Karena dalam pikiran aku tas rajut ini terbuat dari rajutan benang wol biasa seperti yang almarhumah ibuku punya dulu.

    Tapi begitu barangnya sampai, aku kaget luar biasa.

    Ternyata rajutannya bukan dari benang wol biasa, lho gais, tapi sejenis benang nylon yang kuat dan berkilau juga. Jadi dijamin rajutannya gak gampang putus dan ga akan terlepas dengan mudah.











    Tidak hanya itu, bagian dalam tas juga dipasang furing dari kain yang cukup tebal, dengan beberapa kantong untuk menaruh handphone dan juga kantong kecil dengan resleting untuk menyimpan dompet. Dan yang bikin user semakin nyaman adalah furingnya waterproof, jadi barang-barang penting yang di dalamnya aman deh dari hujan.





    Tali tas juga bisa dipesan ya, gais. Mau rajutan juga, atau tali dari bahan kulit sintetis. Apa pun pilihan kamu, yang pasti bahannya tetap dari bahan yang berkualitas.

    Tentu saja hal ini di luar ekspektasi aku banget. Dan aku merasa puas dengan produknya, dan lahirlah review ini.


    Gimana gaaiss ?
    Cantik banget kaaan ?
    Jadi pingin juga ga ?

    Bagi kamu-kamu yang berminat untuk memiliki tas cantik ini silahkan hubungi ibu cantik ini di alamat berikut ya.



    WA : 081282972493

     Finally, aku mo kutip satu quote yang aku temukan di google.
    "Inilah saatnya kita dikenal karena karya-karya yang kita hasilkan. Inilah saatnya memiliki karya sebagai semacam 'kartu nama'."

    Aku suka banget dengan quote ini, karena aku yakin tidak akan ada sesuatu kekuatan asing yang kan mampu menggoyahkan bangsa ini jika setiap warga negaranya mampu memenuhi kebutuhannya dari karyanya sendiri. 

    Semoga bermanfaat ya gais.
    Sampai jumpa.
    This entry was posted in

    Tuesday, November 22, 2016

    Review The K2, Ketika Ambisi Mengalahkan Logika

    Annyeong !

    Jumpa lagi kita pada topik K-Drama.
    Kali ini aku akan membahas drama action yang baru saja berakhir minggu lalu.
    Yup, apa lagi kalo bukan The K2.



    Judul : The K2
    Episode : 16
    Genre : Thriller, Action, Politic Drama
    Cast : Ji Chang Wook as Kim Je Ha, Im Yoon-a as Anna, Song Yoona as Choi Yoo Jin

    Sinopsis The K2


    Kim Je Ha sebenarnya bukanlah nama asli dari karakter yang diperankan oleh Ji Chang Wook. Itu hanyalah sebuah nama alias yang diberikan oleh JSS, sebuah perusahaan securitas yang dimiliki oleh Cho Yoo Jin. Dalam organisasi itu, Kim Je Ha diberi kode K2.

    Aktor keren yang jago adegan laga ini, kelakuan aslinya mah 'receh' banget .. haha


    Sebelum bergabung di JSS, Kim Je Ha adalah seorang mantan pasukan khusus yang dipecat dan diusir dari negaranya karena sesuatu hal. Kemampuannya dalam bertarung membuatnya jadi legenda dalam pasukan khusus, sayangnya hal itu tidak lantas membuat Je Ha bisa hidup dengan nyaman. Karena faktanya, setelah diusir dari negaranya sendiri, Je Ha hidup dengan menjadi seorang tentara bayaran dan bergabung dalam organisasi luar negeri yang bernama Blackstone.

    Dalam sebuah misi yang bertempat di Irak, Je Ha bertemu dengan seorang gadis dari suku Kumar bernama Raniya. Mereka saling jatuh cinta, dan sempat bertunangan. Namun sayangnya, Raniya harus mengalami nasib buruk. Kepiawaiannya dalam berbahasa Korea justru menjadi bumerang yang menghilangkan nyawanya. Raniya tewas ditangan algojo politikus Korea yang bernama Park Kwan Soo. Padahal sebelumnya Raniya telah berjasa menjadi penerjemah dalam transaksi yang ia lakukan. Tetapi justru itulah alasan Park Kwan Soo menghabisinya. Raniya secara tidak langsung telah menjadi saksi dari sebuah transaski rahasia.

    Kematian Raniya pun menjadi malapetaka untuk Je Ha. Dia dituduh membunuh Raniya, dan akibatnya Je Ha pun menjadi tersangka. Tidak terima dengan tuduhan yang dialamatkan kepadanya, Je Ha pun melarikan diri ketika ditangkap. Pelariannya membawa dirinya ke Spanyol.

    Di Spanyol, Je Ha bertemu dengan Anna yang juga sedang berusaha melarikan diri dari sekapan orang-orang suruhan ibu tirinya. Dia pun terlibat perkelahian dengan orang-orang yang mengejar Anna. Tetapi begitu mengetahui bahwa orang-orang yang mengejar Anna adalah petugas kepolisian, Je Ha pun mengurungkan niat dan melanjutkan perjalanannya ke bandara untuk kembali ke Korea.

    Anna "Barcelona Angel", yang rapuh dan naif diperan dengan baik oleh Yoona SNSD


    Setelah kembali ke Korea, Je Ha berusaha menjalani hidupnya sebagai warga sipil biasa. Dia pun berkerja sebagai buruh kasar di perusahaan periklanan. Suatu malam, manager tempatnya berkerja menelpon dan memerintahkan Je Ha untuk memperbaiki baliho yang ikatannya kendor. Baliho itu adalah milik anggota parlemen yang sedang digadang-gadang bakal menjadi calon presiden bernama Jang Se Joon, yang juga merupakan ayah kandung Anna. Jang Se Joon ini sebenarnya adalah seorang anggota parlemen yang korup, tapi kepiawaian istrinya yaitu Choi Yoo Jin yang selalu berhasil menutupi semua skandal yang ia lakukan maka pencitraannya selalu baik.

    Ketika Je Ha sedang memperbaiki baliho tersebut, ternyata pada salah satu kamar yang berada tepat dibelakang baliho, Jang Se Joon sedang melakukan affair dengan salah satu wanita, dan tanpa sengaja Je Ha melihatnya. Dalam waktu yang sama beberapa orang penyusup memasuki gedung, dengan niat menjebak Jang Se Joon denan sebuah skandal. Dan bisa dipastikan wanita yang ada bersama Jang Se Joon saat itu adalah bagian dari komplotan itu.

    Penyusup yang masuk ke gedung itu mendapat perlawanan dari pengawal-pengawal yang bertugas. Sayangnya penyusup lebih tangguh, dan para pengawal pun mulai terdesak. Je Ha yang menyaksikan perkelahian itu dari balik jendela awalnya tidak peduli dengan semua itu, tetapi begitu ia melihat seorang ibu-ibu tua yang bertugas sebagai petugas kebersihan turut menjadi korban Je Ha pun tidak bisa lagi tinggal diam. Dengan skill yang ia miliki Je Ha pun berhasil menerjang kaca tebal didepannya dan masuk ke gedung itu dan langsung bertarung dengan para penyusup itu.

    Dengan terlibatnya Je Ha dalam pertarungan itu keadaan pun berubah. Para penyusup terdesak, dan upaya mereka untuk menjebak Jang Se Joon pun gagal. Dalam suasana crowded itu, Je Ha pun pergi meninggalkan lokasi.

    Tetapi pihak JSS terutama Choi Yoo Jin tidak tinggal diam dengan adanya kejadian itu. Terlebih lagi setelah Jang Se Joon melaporkan bahwa pekerja reklame itu sempat melihat wajahnya. Kekhawatiran akan pencitraan yang selama ini mereka bentuk tercemar, Choi Yoo Jin pun menginstruksikan semua bawahannya untuk menemukan Je Ha, dan tentu saja itu bukan hal yang sulit untuk organisasi sekelas JSS. Mereka berhasil menemukan tempat tinggal Je Ha.

    Ratu jahat yang pada detik-detik terakhir kehidupannya berhasil menarik simpati penonton. Good job Yoona Sunbae !


    Ketika para agen JSS pergi ke tempat Je Ha, di kantor JSS sendiri sedang dilakukan analisa mendalam atas kejadian tersebut. Dan salah satu petinggi JSS yaitu Chief Joo mengenali Je Ha dari rekaman CCTV. Dia mengatakan Je Ha adalah salah satu anggota pasukan khusus yang pernah ia latih. Dan Chief Joo pun mengingatkan direktur JSS untuk menghentikan pencarian JSS karena Je Ha bukanlah tandingan mereka. Tapi direktur yang tidak mengenal siapa itu Je Ha tentu saja menolah saran Chief Joo. Dan benar juga, semua agen yang datang mencari Je Ha gagal melumpuhkannya.

    Merasa dirinya tidak lagi aman, Je Ha pun memutuskan untuk meninggalkan tempat persembunyiannya. Dalam pelariannya itu, dia bertemu dengan pasangan suami istri tua yang barus saja pulang dari peringatan kematian anaknya. Je Ha membantu mobil mereka yang sedang mogok. Atas jasanya itu, Je Ha pun diizinkan menginap di rumah mereka.

    Keesokan harinya, ketika Je Ha keluar untuk membeli pisau mesin rumput, orang-orang suruhan Choi Yoo Ji menemukan keberadaan Je Ha, dan mengancam pasangan suami istri tua itu dan nyaris saja membunuh mereka. Melihat tindakan brutal yang mereka lakukan, Je Ha pun tidak mau lagi berdia diri. Setelah melumpuhkan orang suruhan itu, Je Ha pun kembali ke Seoul dan menemui Cho Yoo Jin.

    Di hari yang sama, Anna yang tadinya kabur pun berhasil ditangkap kembali, dan oleh Choi Yoo Jin dibawa kembali ke Korea.

    Yoo Jin adalah wanita dengan karakter yang sangat kuat, dia cerdas dan juga licik. Dia paling lihai memanfaatkan sisi lemah lawan-lawannya. Mendengar ancaman Je Ha dia tidak gentar, dan justru memerintahkan semua bawahannya untuk menghabisi Je Ha.

    Tapi Yoo Jin juga salah, karena telah meremehkan Je Ha. Meski tidak mudah Je Ha berhasil meloloskan diri dan kembali muncul dihadapan Yoo Jin, dan kali ini dengan senjata di tangannya. Ketika Je Ha menodongkan senjata ke kepala Yoo Jin, Anna keluar dari kamarnya dan melihat semua itu dan langsung berteriak, "Tembak ! Tembak dia !"

    Je Ha menoleh ke asal suara dan sangat kaget ketika mengenali Anna.

    Bagaimana kisah mereka selanjutnya ?
    Apa yang membuat Je Ha akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan JSS ?
    Mengapa Choi Yoo Jin memperlakukan Anna begitu kejam ?
    Siapakah yang berada di balik kematian ibu kandung Anna ?
    Berhasilkan Je Ha membalaskan dendamnya kepada pembunuh Raniya ?

    Gimana, gais ? Penasaran ga dengan semua pertanyaan itu ?
    Kalo iya, aku saranin untuk kamu agar menonton drama ini. Aku jamin kamu bakal puas banget dengan semua hal yang ada di drama ini.

    Menurut kaca mata aku nih ya, The K2 ini menyajikan drama action yang bukan hanya sekedar action. Ada beberapa poin yang membuat aku jatuh cinta dengan drama ini. Pengen tau apa saja ? Yuk, check this out !

    1. Adegan laga yang indah

    Nah, lho.. bingung nggak lu ? Haha.. Tapi ini beneran lho. Di drama ini kamu bakal melihat adegan laga yang sangat indah dari Ji Chang Wook. Karena adegan laga ini memuat beberapa unsur bela diri yang ada, mulai dari karate, taekwondo, bahkan teknik-teknik beladiri dari Rusia, Jepang dan Brazil. Untuk memberikan kepuasan kepada penonton, sutradara pun berusaha menyajikan adegan laga tanpa putus dengan melibatkan 100 kamera yang bisa berputar 360 derajat. Wow.. fantastis banget kaan ?

    Ini adalah salah satu faktor yang selalu membuat aku jatuh cinta dengan drama Korea. Orang-orang dibalik layar drama itu memperlakukan drama mereka seperti film. Mulai dari hunting lokasi hingga dengan peralatan syuting, semua dibuat semaksimal mungkin demi kualitas tayang yang mereka sajikan. Salut deh buat mereka.

    2. Value of life, "How to be a real man"

    Drama The K2 ini genrenya memang action, thriller dan politik. Tapi ada satu nilai kehidupan yang aku tarik dari drama ini, yaitu tentang pria sejati.

    Sejatinya seorang pria itu adalah pengayom bagi orang-orang disekitarnya. Satu kesalahan yang ia perbuat terhadap wanita di masa lalunya, maka hal itu akan tetap mengiringi kehidupannya sampai kapan pun. Dan disitulah dituntut tanggung jawabnya, dan keberaniannya untuk mengakui kesalahannya. Pria sejati tidak akan bersembunyi dibalik pencitraannya dengan mengorbankan orang-orang yang mencintainya. Seharusnya dia adalah orang pertama yang akan maju ketika orang-orang yang mencintainya berada dalam bahaya.

    Jang Se Joon ini adalah contoh yang buruk untuk seorang laki-laki. Dia adalah seorang laki-laki egois dan ambisius. Demi kekuasaan, dia menutup mata atas perlakuan Yoo Jin terhadap Anna. Meskipun berulang kali dia mengatakan bahwa keinginannya menjadi presiden adalah demi melindungi Anna, tetapi sebenarnya itu hanyalah ambisinya semata. Karena kenyataannya, selama 14 tahun dia tega menyembunyikan identitas anaknya agar citranya yang baik tidak tercemar karena masa lalunya.

    Bahkan ketika rahasia itu terbongkar, dia masih saja mengutamakan pencitraannya dengan memutar balikkan fakta, dengan mengatakan bahwa ibu kandung Anna telah memerasnya. Anna adalah sebuah kesalahan dari masa mudanya yang bergejolak. Isshh.. gila ya nih orang, teganya berbuat itu kepada anak sendiri.

    Ketidak adilan seorang ayah terhadap anak-anaknya juga sangat mempengaruhi hubungan persaudaraan dalam satu keluarga. Itu juga terjadi pada Yoo Jin tumbuh menjadi pribadi yang dingin, kejam dan juga ambisius. Belajar dari ayahnya yang menutupi kesalahan dengan kekerasan, dan dia pun melakukan hal yang sama terhadap orang-orang disekitarnya.

    Jadi kamu para lelaki aku rekomendasiin banget untuk nonton drama ini. Karena di drama ini kamu secara tidak langsung akan belajar tentang tanggung jawab menjadi seorang laki-laki sejati.

    3. Kecanggihan teknologi yang ditonjolkan dengan unik.

    Ingat kisah ratu jahat dalam cerita Putri Salju, ga, gais ? Dalam cerita itu disebutkan bahwa ratu jahat itu memiliki cermin sakti yang bisa menjawab pertanyaan ratu. "Cermin di dinding, katakan padaku, siapa yang tercantik di dunia ini ?"

    Nah.. dalam drama The K2 ini kesaktian cermin itu juga diadopsi menjadi sebuah mesin data super canggih dan oleh Yoo Jin dipanggil "Cermin".

    Cermin ini adalah sebuah komputer dengan database terlengkap dan juga tercanggih. Dia telah disetting untuk menampilkan semua instruksi yang diberi lewat suara, dan tentu saja hanya suara Yoo Jin yang di otorisasi. Cermin ini berada di lantai sembilan gedung JSS. Tetapi tentu saja bukan lantan sembilan normal pada gedung kebanyakan. Karena ketika lift itu berhasil diakses, maka dia bukan bergera naik, tapi justru sebaliknya turun ke bawah tanah. Cloud Nine. Itulah nama ruangan tempat Cermin berada. Dan semua anggota JSS mempercayai bahwa orang-orang yang berhasil masuk ke Cloud Nine adalah orang-orang pilihan yang dipercayai oleh Yoo Jin. Dan Je Ha pun berhasil menjadi salah satu anggota Cloud Nine. Bahkan oleh Yoo Jin, Je Ha diberi otoritas untuk mengakses Cermin.

    Hhmm.. kadang-kadang aku sempat bingung melihat perlakuan Yoo Jin ini kepada Je Ha. Seperti perhatian kekasih, tapi kadang-kadang seperti perhatian seorang ibu kepada anaknya. Ambigu banget. Tapi yang pasti, Je Ha ini sangat diistimewakan oleh Yoo Jin.

    4. Scene romantis yang unik

    Ahhaayy.. apalah artinya drama Korea kalo ga ada adegan romantisnya. Seperti film India dengan nyanyian, maka drama Korea adalah dengan adegan kissingnya. Beda drama beda pula cara penyajiannya, sehingga berhasil membuat penonton jadi baper berkepanjangan. Hahaha... 

    Di drama-drama sebelumnya kita udah pernah liat "cappucino kiss" di Secret Garden, ada "wine kiss" di Descendants of the Sun, trus ada "umbrella kiss" di Playfull Kiss, dan ada juga "upstairs kiss" di Live Within.

    Nah, The K2 juga ga mau ketinggalan nih gais. Mereka pun bikin adegan kiss versi mereka yaitu "under the blangket kiss". Ini ada di episode 10. Ceritanya Je Ha membawa Anna kembali ke rumah persembunyian. Jadi ketika mo turun dari mobil Anna ketakutan karena cahaya matahari yang terlalu menyilaukan matanya. Oh ya, Anna ini mengidap sindrom panik yang tidak bisa berhadapan dengan cahaya terang. Trus, Je Ha mengambil kain mirip-mirip selimut gitu, trus menutupi kepala mereka berdua lalu berjalan menuju rumah. Sepanjang jalan, mereka tanya jawab.

    J : bagaimana, kau tidak apa-apa ?
    A : ya, aku baik-baik saja
    J : lalu ... apa kau takut ?
    A : ya

    Saat ini mereka udah pandang-pandangan dengan hati yang tidak menentu, dan Je Ha kayaknya udah pengen banget nyiumin Anna.

    J : apa kau lapar ?

    Ampuunnn.. Je Haaa.. kok bisa-bisanya nanyain Anna laper ato nggak ? hahaha

    A : ha ? aku ? ti..ti..dak. Ini hanya karena aku syok

    Haha.. kasihan Anna, padahal kayaknya dia udah pengen juga tuh.

    J : oke, lalu apa kau mau aku buatkan ramen untukmu ?
    A : tidak, aku baik-baik aja.

    Please deh Je Ha, Anna nggak mau ramen, dia mau yang laiinn.. gitu aja kok ga peka sih ? Hihihi

    J : kenapa perutmu keroncongan jika kau baik-baik aja ?
    A : mmm.. ti..tidak. Sudah kubilang tidak

    OMG.. Je Ha.. perlu ya ngebahas perut keroncongan gitu ?? Anna kan jadi malu.

    J : bagaimana perasaanmu ? Sudah lebih baik sekarang ?
    A : mm.. aku.. sedikit takut.

    Mereka saling pandang lagi, dan debaran jantung mereka udah kepancar jelas di mata masing-masing, tapi obrolan berikutnya masih juga membahas makanan. *failed* lol

    J : sepertinya kita sudah sampai
    A : sudah sampai ?

    Dengan nada ga rela, hahaha.. Anna pengennya lama-lama aja tuh di bawah selimut sama Je Ha.

    J : ya, sudah sampai. mmm.. bagaimana perasaanmu ? apa masih takut ?
    A : (ga langsung jawab, memandangi Je Ha dengan tatapan yang bisa diartikan, haha) ya.. aku takut

    Mereka saling pandang lagi, dan kali ini cukup lama sampai-sampai helaan nafas mereka masing-masing terdengar, trus muka Je Ha mendekat pelan, dan duerrrr... finally they kissed. Hahaha.. Je Ha.. Je Ha mo ngekiss aja kok pake modus gitu sih ?

    Good job untuk mereka berdua, kemistrinya dapet, dan berhasil membuat penonton baper tak berkesudahan.

    Adegan roman yang sederhana, tapi berhasil bikin penonton baper


    Nah.. itu dia review singkat aku tentang drama The K2.
    Semoga yang belum nonton jadi tertarik dan jadi pengen nonton.

    Satu quote yang paling berkesan bagi aku dalam drama ini adalah kata-kata dari Je Ha beberapa sat sebelum meninggalkan Cloud Nine.

    Ini ada di episode 15, menegangkan banget, karena Je Ha baru saja lepas dari masa kritis paska operasi, tiba-tiba Ketua Choi adiknya Yoo Jin datang dengan bom di tangannya. Berkerjasama dengan parlemen Park Kwan Soo, dia mengancam meminta kartu memori yang berisikan data skandal Kumar-gate, dan juga meminta agar Yoo Jin menyerahkan Cloud Nine kepada Ketua Choi.

    Kartu memori itu hanya Je Ha yang tahu keberadaannya, karena itulah Je Ha pergi untuk mengambilnya. Beberapa saat sebelum pergi Je Ha berkata kepada Yoo Jin.

    "Jadi, selama kau adalah penyihir yang menguasai Cloud Nine, kau akan jadi budaknya."

    Setuju banget dengan kalimat ini. Memang ya kekayaan dan kekuasaan yang dimiliki seseorang sering sekali membuat orang-orang itu lupa diri. Sehingga demi melindungi kekayaan dan kekuasaaannya itu orang tersebut menghalalkan segala cara sehingga tanpa sadar dirinya telah diperbudak oleh kekayaan dan kekuasaan yang dimilikinya. Semoga kita dijauhkan dari itu semua yaaa.

    Trus, satu lagi kalimat yang juga sangat aku sukai dalam drama ini adalah ketika Je Ha ingin mengungkapkan isi dari kartu memori itu namun dihalangi oleh Chief Joo, dan Je Ha pun berkata, "Kau mengatakan bahwa orang-orang ini cukup tangguh ketika aku pertama kali bergabung di JSS. Dan mereka pasti mendapatkan kursi kepresidenan. Tapi lihat, kau, Chief ... membuang sisa-sisa terakhir dari moralitas yang tersisa untuknya."

    Kata-kata Je Ha ini semacam reminder yang sangat pas bagi orang-orang yang saat ini berada dilingkungan calon-calon pemimpin negeri ini. Terkadang demi kesuksesan kandidat itu orang-orang yang disekitarnya menutup mata atas ketidak adilan yang terjadi disekitarnya. Mereka abaikan hati nurani, mereka abaikan moralitas hanya demi jabatan dan kekuasaan yang diiming-imingi kepada mereka. Ironis banget, kan ?

    Dan masih banyak lagi nilai-nilai moral yang bisa dipetik dari drama ini, dan aku ga kuat kalo harus menuliskannya semuanya. Yang pasti kamu harus tonton drama ini, dan yuk kita rasakan energi positif dari seorang Kim Je Ha.

    Sampai jumpa dipostingan berikutnya..