Friday, October 23, 2015

Mari Cintai Bahasa Indonesia Sebagai Jati Diri Bangsa

Sumber
Deuh, judulnya itu, berasa seperti di ruang kuliah yak .. hihi ..

Sesuai tema hari ini, #Jum'at-Literasi, aku akan berbagi tentang dunia keaksaraan ini. Secara sederhana, Literasi itu berarti kemampuan membaca dan menulis atau melek aksara. Adapun kegiatan berupa membaca dan menulis itu tidak akan pernah bisa dipisahkan dengan yang namanya bahasa.

Nah, sehubungan dengan peringatan Sumpah Pemuda yang akan jatuh pada tanggal 28 Oktober nanti, boleh dong ... aku mengajak Sobat Jeoja sekalian untuk lebih mencintai Bahasa Indonesia Sebagai Jati Diri Bangsa.


Sebagaimana yang tertuang didalam butir-butir Sumpah Pemuda itu yang salah satunya berbunyi, "Berbahasa satu, Bahasa Indonesia". Sangat jelas, kan ? Bahasa kita adalah Bahasa Indonesia, bukan bahasa Inggris, bukan bahasa Korea, juga bukan bahasa daerah. Apalagi bahasa campur sari, setengah Indo setengahnya lagi Londo.


Understand kan what I maksud ? *geleng-geleng*
Beneran, suer loe ? *bengong*
What happend ini teh ? * -____-*
Okay, kalo gitu loe-gue end. *uuups*

Dan bukan pula bahasa alay, yang penulisannya bercampur angka dengan huruf, dan penerapan tanda baca yang sering tidak pada tempatnya.
4ku ud4h 81L4n6k4n,, j6n NuL!5 53prt! !n!,, 4ku 83n3R2 64 n63Rt! Lh0  !!!!

Tuh, kan, seperti yang kita lihat bersama, sampai detik ini penggunaan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar itu kebanyakan hanya berada di lembaran-lembaran tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia. Dalam kehidupan sehari-hari ketika berkomunikasi dengan orang-orang dilingkungan sekitar, kita lebih banyak menggunakan bahasa daerah dan bahasa pergaulan. Ngaku aja deh, aku benar kan ? Karena aku sendiri adalah salah satunya dari sekian banyak orang itu. 

Menggunakan bahasa daerah untuk sehari-hari sebenarnya sih tidak masalah ya, karena bahasa daerah itu sendiri adalah warisan budaya nasional kita yang patut kita lestarikan. Dan biasanya berkomunikasi dengan menggunakan bahasa daerah ini membuat kita bisa lebih akrab antara satu dengan yang lainnya. Contohnya saja ketika aku sedang berkunjung ke Jakarta beberapa bulan yang lalu. Perjalanan yang awalnya terasa panjang dan membosankan itu jadi terasa singkat dan menyenangkan berkat kehadiran seorang kenalan yang juga menguasai bahasa daerah yang aku kuasai.

Namun, ketika kita berada didalam sebuah forum atau komunitas yang di dalamnya berada banyak orang dari berbagai suku yang tentu saja berbeda bahasa dan adat istiadatnya. Alangkah bijaksananya jika kita menggunakan Bahasa Indonesia yang bisa dimengerti oleh semua orang. Baik itu untuk mengemukakan pendapat atau pun untuk berkomentar atas pendapat orang lain. Selain mudah dimengerti dengan menggunakan Bahasa Indonesia itu secara tidak langsung kita telah menghindari terjadinya salah paham dan miskomunikasi. Dengan begitu, tidak akan ada lagi orang yang menyimpan prasangka atas apa yang kita bicarakan karena semua jelas dan transparan.


Manfaat Berbahasa Indonesia yang baik bagi blogger.

Seiring makin berkembangnya dunia blog di Indonesia membuat semakin banyak blogger-blogger asal tanah air dikenal oleh mereka-mereka yang berada di luar negeri. Secara tidak langsung para blogger ini telah menjadi duta bahasa Indonesia lewat tulisan-tulisan yang ada di blognya. Apa lagi jika blog tersebut memiliki cara penulisan yang khas, dan enak di baca, maka mereka akan mampir lagi dan lagi ke blog yang sama. Sekalipun bule-bule itu tidak mengerti Bahasa Indonesia, tetapi berkat adanya Google Translator tentu bukan halangan lagi bagi mereka untuk menjelajah blog-blog di Indonesia. Meskipun tidak 100% akurat, namun sedikit banyaknya hasil terjemahan dari Google Translator tersebut akan membantu mereka untuk memahami apa yang mereka baca.

Akan tetapi, Google Translator ini hanya bisa berkerja dengan baik pada Bahasa Indonesia yang ditulis sesuai dengan EYD yang baik dan benar. Jadi untuk bahasa-bahasa yang tidak baku alias bahasa gaul tadi jelas tidak akan tertranslate dengan benar oleh Google Translator, sehingga tidak akan bisa dipahami oleh bule yang mampir ke blog kita.

Selain itu, penggunaan Bahasa Indonesia sesuai EYD juga bisa berpengaruh pada optimasi SEO on page blog kita, sebab ini erat kaitannya dengan penulisan keyword. Semakin relevan isi artikel kita dengan keyword  yang dibidik maka makin besar pula peluang artikel kita terindex di hasil pencarian teratas mesin pencari Google.

Akan tetapi jika artikel kita ditulis dengan memakai bahasa yang tidak sesuai EYD, maka relevansi konten blog kita di mata Google bisa menurun dan dampaknya bukan tidak mungkin ranking website/blog kita juga ikut turun.

*lagak loe ngasih teori,, emangnya blog loe udah terindex Google, Mer ?* 
Belum sih ... *langsung umpetin widget PR*
 
Jadi, sebagai warga negara Indonesia yang baik, mari kita cintai Bahasa Indonesia.
Karena memang tidak ada ruginya, kan ?











0 comments:

Post a Comment


Terimakasih telah berkunjung ^.^
Tinggalkan komentar ya, biar kita saling kenal