Tuesday, September 8, 2015

Kalo ada yang bilang kulit adalah bagian yang berharga dari tubuh kita, kamu pada setuju ga ?
Kalo aku setujunya pake buanget. Karena menurut aku, kulit itu adalah salah satu jendela untuk melihat kesehatan seseorang lebih jauh lagi.

Mengapa begitu ?

Haseeekk .. dari dulu aku paling suka kalo ada orang yang melontarkan pertanyaan ini ketika aku sedang membahas sesuatu. Karena ini menandakan dia tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang apa yang aku jelaskan. Ok, fix.

Back to the topic ya, mengapa kulit itu aku sebut sebagai salah satu jendela untuk melihat kesehatan seseorang ?

Ini ada alasannya, berdasarkan pengalaman pribadi aku beberapa tahun yang lalu.

Ceritanya begini. Aku tuh pada dasarnya adalah pemilik kulit berminyak. Makanya paling gerah kalo udah siang hari, karena bedak yang aku pake rata di pagi hari jadi numpuk sana-sini hingga membuat aku nampak nyaris seperti badut. Dan aku sangat tidak suka itu. Sangat-sangat tidak suka. Jadi agar hal ini ga kejadian, aku selalu hindari kegiatan outdoor.

Singkat cerita, suatu siang aku mendapati kulitku mulus dan bedak rapi jali, padahal aku sedang berada di lapangan di bawah terik matahari siang itu. Kaget plus bahagia. Itulah yang aku rasa saat itu.
Tapi, kebahagiaan aku itu ga berlangsung lama, karena keesokan harinya aku demam tinggi dan harus di opname akibat dehidrasi. Ga nyangka banget kan ? Seandainya saat itu aku bisa membaca tanda-tanda yang diberikan kulitku sendiri, mungkin tidak akan begitu kejadiannya, karena aku bisa antisipasi dengan memperbanyak minum air putih.

Ok, itu pelajaran berharga yang ga akan pernah aku lupa seumur hidup.

Kulit dan Sinar Matahari

Udah tau banget lah ya, kulit dan sinar matahari itu dibilang teman bukan, musuh juga bukan. Kulit dan sinar matahari itu bisa berteman dibawah pukul 9 pagi dan akan menjadi musuh diatas pukul 11 siang. Maka dari itu banyak sekali lotion-lotion kulit yang menawarkan perlindungan terhadap sinar matahari ini. Selain itu juga sangat tidak dianjurkan berada dibawah paparan sinar matahari langsung dalam jangka waktu yang lama, karena bisa menyebabkan kerusakan pada jaringan terluar kulit.

*Bahasa lainnya, ntar loe bisa gosong lhoooo .. hehe*


Kenali Kulitmu

Bagi sebagian orang, perawatan kulit itu dilakukan dalam banyak cara. Mulai dari mikrodermabrasi, penggunaan alat laser atau ipl, penotokan titik-titik pada wajah, lifting, tanam benang, akupunktur dan lain-lain. Juga dengan memberikan vitamin pada kulit (seperti pengolesan pelembab, serum, body scrub dan lain sebagainya). Pemilihan jenis perawatan dan kosmetik untuk kulit pun tidak bisa sembarangan, harus sesuai dengan jenis dan kondisi kulit kita. Ada baiknya untuk dikonsultasikan kepada dokter, terutama bagi kamu yang memiliki kulit sensitif.


Akan tetapi, setelah melakukan perawatan sebanyak itu apakah yakin kulit kita sehat dan tidak bermasalah ?

Untuk mengetahuinya sebenarnya mudah, cukup dengan bicara lalu tanyakan 7 hal ini pada kulitmu :

1. Hai Kulit, apakah kamu memiliki garis halus ?

Garis halus atau biasa disebut fine line terjadi pada bagian permukaan kulit, sehingga cenderung hilang saat kulit direnggangkan. Fine line merupakan awal dari munculnya kerutan. Kulit yang sehat, tidak memiliki fine line, baik yang terlihat ataupun tidak terlalu jelas terlihat.

Penyebab munculnya gejala awal keriput ini bermacam-macam, salah satunya adalah faktor genetik. Namun pola hidup yang tidak sehat, paparan sinar matahari langsung dan juga penggunaan kosmetik yang tidak tepat juga adalah salah satu faktor yang dapat memicu munculnya keriput ini.

2. Bagaimana teksturmu ?

Kulit sehat memiliki tekstur yang halus. Tidak masalah apa warna asli kulitnya, selama teksturnya halus, berarti kulit tersebut sudah selangkah lebih sehat dibanding kulit yang teksturnya kasar. Kulit yang sehat tentu masih kencang dan tidak menggelambir. Elastisitas kulit akan terjaga baik jika kita rajin merawat kulit.

Kulit kasar ini bisa dicegah dengan mengkonsumsi buah dan sayur secara rutin terutama yang mengandung vitamin B2 dan E. Kemudian mengkonsumsi air putih minimal 8 gelas sehari dan juga selalu menggunakan sunblock ketika sedang berada di luar ruangan.

3. Apa warnamu hari ini ?

Kulit yang sehat tidak rusak karena sinar matahari sehingga memiliki warna yang cerah. Kulit yang cerah tidak selalu berarti putih. Kulit cerah berarti, kulitmu tidak menjadi gelap karena rusak oleh sinar matahari. Biasanya, kulit di bagian yang selalu tertutup bisa jadi standar dalam menentukan, sampai seberapa cerah kulit yang bisa kita miliki.

Untuk kulit sehat, jika kita cek daerah seperti batas dimana lengan tertutup baju atau tidak, maka tidak ada belang. Begitu juga area seperti pada lengan bagian dalam dan luar yang sewarna, serta kulit badan dan wajah yang tidak terlalu berbeda jauh warnanya.

Saat kulit tidak terawat, sel kulit mati akan menumpuk sehingga menyebabkan kulitmu terlihat kusam dan tidak bercahaya. Kulit yang sehat adalah kulit yang terawat, makanya salah satu tanda kulit sehat adalah kulit yang nampak bercahaya.


4. Apakah kau cukup lembab ?

Maksudnya, kulit tidak terlalu kering atau tidak terlalu berminyak. Untuk mengetahui kulit kita kering atau tidak, coba goreskan kulit dengan kuku. Jika garis putih terlihat dengan jelas pada kulit, maka kulit kita tergolong kering.

5. Kamu 'makan' apa hari ini ?

Kulit juga butuh nutrisi. Jika nutrisi yang didapat kulit kita seimbang dan tepat, maka kulit kita tentu akan memancarkan keindahan yang dimilikinya. Untuk memenuhi nutrisi yang dibutuhkan kulit, kita dapat mengonsumsi makanan sehat seperti sayur dan buah, minum suplemen jika perlu, hingga memakai pelembab.

6. Apakah kamu cukup lentur ?

Kulit yang sehat dan terhidrasi dengan baik akan memancarkan kemilau alami, membuat pemiliknya nampak muda. Selain itu, saat disentuh dengan tangan, kulit terasa lembut. Sedangkan yang dimaksud kulit tetap lentur adalah kulit yang masih fleksibel. Untuk mengetahuinya, coba cubit kulit kita. Kulit sehat yang masih lentur dan fleksibel akan segera kembali ke bentuk semula setelah dicubit.

7. Apakah ada efek Sinar UV ?

Seperti yang kita ketahui, sinar UV A dan B punya efek buruk bagi kulit kita. Kedua sinar UV ini dapat membakar lapisan luar kulit sampai membuat kulit menjadi kemerahan, belang (karena pigmentasi yang tidak teratur dan merata), warna kulit menjadi lebih gelap, kulit menjadi keriput, dan lain-lain. Nah, kulit yang sehat tentunya terhindar dari efek-efek buruk yang disebabkan sinar UV A dan B.


Gimana ?
Ga susahkan ya ? Ga lah, tinggal tanya dan amati aja kok susah. Ayo kita kenali kulit kita lebih dalam. Kan ada pepatah, tak kenal maka tak sayang. Nah, gimana kita mo sayang sama kulit kita kalo kita sendiri ga mengenalnya dengan baik.

Ok ?
Udah bicara dengan kulitmu hari ini ?

2 komentar

Sekarang jarang banget nih bicara ma kulit, mudah2an kulitku ngga ngambek yak. Padahal jaman SMA duu rajiin banget maskeran, luluran, bersihin muka, dll

REPLY

Asyeek.. mak irit mampir ni,, bnr mak skrg jarang banget ngobrol ma kulit,, ada tips iritnya ga mak?

REPLY


Terimakasih telah berkunjung ^.^
Tinggalkan komentar ya, biar kita saling kenal

Meirida.my.id . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | for Meirida.my.id