Kamis, 23 Juli 2015

Hal-hal Kecil Yang Membahagiakan #01 : Diingat Teman Lama

Suara takbir berkumandang nyaring lewat pengeras suara mesjid. Aku, suami dan kerabat lainnya berduyun-duyun menuju tempat sholat Ied diadakan. Berlebaran di kota ini adalah yang kedua kali aku jalani. Tidak seperti keluarga lainnya yang berlebaran di kampung halaman mereka, aku cukup puas dengan merayakan hari kemenangan ini di kota perantauan ini. Untungnya ada teknologi yang mampu mendekatkan aku dengan saudara-saudara lainnya sehingga hati ini tidak merasa kesepian meskipun jauh dari sanak keluarga.

Usai menunaikan sholat Ied dan bersalam-salaman dengan jamaah lainnya, aku menuju tempat parkir. Rupanya suami sudah duluan menunggu disana. Terlihat dia sedang berbincang dengan beberapa kenalannya. Aku menghampiri mereka, lalu seperti biasa bersalaman dan saling memaafkan, setelah itu masing-masing kami membubarkan diri lalu naik ke kendaraan masing-masing.

Belum lagi sampai ke gerbang mesjid, aku melihat sesosok laki-laki memakai baju koko berwarna putih. Wajahnya sangat familiar, karena dia adalah satu dari lima sahabat saat SMU dulu. Saking akrabnya kami, masing-masing kami memiliki panggilan akrab satu sama lain. Namun sayangnya komunikasi kami terputus setelah lulus sekolah. Hingga saat ini tidak kurang lima belas tahun sudah kami tidak bertemu. Namun itu tidak membuat aku sama sekali melupakannya. Dan harapanku tentu saja, dia pun sama.

Karena rasa rindu yang begitu besar akibat lama tidak berjumpa, aku meminta suami menghentikan motor, lalu turun dan berlari mendekatinya.

"Mex !" panggilku. Dia bergeming, tanpa menoleh. Ah, mungkin dia ga dengar, bisikku dalam hati. Aku kembali memanggilnya, kali ini dengan suara lebih keras. Tapi tetap sama, dia tidak merespon.

"Mecky !" teriakku lagi. Kali ini dengan menyebut nama aslinya. Dan berhasil, dia menoleh, mencari asal suara yang memanggilnya. Dan dia melihatku, berjarak dua meter di sampingnya.

Dia tertegun, memorinya berusaha mengingat. Senyum itu mengembang, lalu bergegas menghampiriku.

"Ya, Tuhan. Mami ? Apa kabar ?" tanyanya dengan mata berkaca-kaca.

Aku sangat terharu, setelah lima belas tahun tidak bertemu, tidak saling bercakap, dia sahabatku masih ingat nama panggilanku saat kami masih bersama dulu.

Indahnya persahabatan.

***
Mungkin ini adalah hal kecil, yang bisa saja tidak terpikirkan atau mungkin saja kurang diperhatikan. Namun mengingat nama sahabat - terutama nama panggilan akrabnya - yang sekian lama tidak berjumpa ternyata mampu memberikan rasa bahagia yang luar biasa.

Terutama bagi orang-orang yang berada di perantauan yang jauh dari sanak saudara yang mengenal mereka dengan baik, bertemu dengan seseorang yang mengingat sapaan akrabmu adalah bagaikan oase di padang pasir.

Menyejukkan.

~ Salam Sahabat Selamanya ~




4 komentar:

  1. Seneng banget kalo teman lama masih ingat kita...

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener mas, seneng banget, sampai-sampai menitikkan air mata karena haru.. hihii *lebay*

      Hapus
  2. Saya orangnya sering lupa wajah, tapi inget nama....jd klo sama tmn lama....klo nggak disapa duluan....mending diam dulu....takut salah orang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo aku lain lagi mbak, wajahnya ingat, cuma namanya yang samar2, biasanya menjelang memori refresh, aku ajak dia ngobrol seputar sekolah dulu.. hehehe

      Hapus


Terimakasih telah berkunjung ^.^
Tinggalkan komentar ya, biar kita saling kenal