Senin, 18 Mei 2015

Pengaruh Utang terhadap Psikologis Manusia

Utang adalah sesuatu yang dipinjam. Bisa berupa barang, uang bahkan waktu. Ya, waktu juga bisa menjadi utang, terutama bagi orang tua terhadap anaknya. Adalah hak anak untuk memiliki sebagian waktu orangtuanya untuk mendapatkan perhatian dan kasih sayang. Namun ketika waktu orangtua lebih banyak tersita oleh perkerjaan sehingga waktu yang seharusnya adalah hak anak maka orang tua tersebut telah berhutang waktu kebersamaan dengan anak. Nah bagi orang tua yang bijak, untuk mensiasati ini biasanya membayar utang waktu tersebut ketika weekend.

Sekarang, berbicara soal utang dalam bentuk barang berupa uang, tanah, rumah, kendaraan dan lain sebagainya, ada satu hal yang bisa disepakati bersama yaitu "Apapun alasannya, keberadaan utang itu menyengsarakan".

Mengapa saya bisa berkata seperti itu? Karena dari hasil pengamatan terhadap pelaku hutang, dan juga berdasarkan pengalaman pribadi, sungguh hutang ini merupakan malapetaka. Bahkan dalam sebuah hadist di sebutkan Rasulullah pernah berkata hutang merupakan penyebab kesedihan dimalam hari dan kehinaan disiang hari. Hutang juga bisa membahayakan akhlak, sebagaimana sabda Rasulullah yang artinya “Sesungguhnya seseorang apabila berhutang, maka dia sering berkata lantas berdusta, dan berjanji lantas memungkiri.” (HR. Bukhari).

Seperti yang pernah saya ceritakan di sini, sini, dan sini. Banyak amat yaaa  O.O
Yup.. saya adalah salah satu saksi hidup dari perkara yang namanya utang. Jadi yang punya niat untuk berutang silahkan berguru sama saya. Hehe.. gak ding.. maksud saya silahkan baca sejarah saya di tiga posting itu. Semoga bisa merubah pikiran anda sehingga terhindar dari yang namanya utang. Saya berani bersumpah, utang itu menyengsarakan banget.

Mau tau gak hal-hal buruk apa yang saya alami akibat utang ini ? Yuk cek dimari  :
  1. Ga bisa tidur nyenyak
  2. Jadi sering berbohong
  3. Diremehkan orang lain
  4. Ga bisa belanja dengan bebas
  5. Merasa was-was
  6. Putusnya jalinan pertemanan, persahabatan bahkan persaudaraan
  7. Terjebak dalam perasaan menyesal yang mendalam.
  8. Kehilangan kepercayaan dari orang-orang terdekat.
  9. Merasa rendah diri
  10. de-el-el
  11. de-el-el
Nah..  ga enak banget kan ? Nyiksa banget kan ?
Yuk teman-teman, sebisa mungkin ayo jauhkan diri dari yang namanya utang.
Percayalah, aku adalah pelaku sekaligus korban dari si utang ini. Dan aku sungguh sangat menyesalinya seumur hidup.





4 komentar:

  1. duhhhh aku punya hutang mak karena menyekolahkan SK ke tempat yang lebih baik haha, kalo gak gitu rumahnya gak kebangun-bangun deh hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. wahh .. kalo utang yang gituan mah ga bikin puyeng maakk.. anggap aja bayar kontrakan tiap bulan.. hehe

      Hapus
  2. bener, utang itu menyengsarakan...
    enak sih berhutang, tapi gak bisa tidur gara2 mikirinnya hahhaa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul banget mak, makenya sih enak, giliran mau bayarnya itu yang bikin nyesek.. hahaha

      Hapus


Terimakasih telah berkunjung ^.^
Tinggalkan komentar ya, biar kita saling kenal