Monday, April 13, 2015

Tetangga Urang Awak

Indonesia itu negara yang sangat kaya budaya dan bahasa. Setuju ? Ya. Tidak bisa dipungkiri keragaman budaya dan bahasa di negeri ini adalah satu terbanyak di dunia sehingga pantas disebut sebagai negara multi etnis. Dari Sabang sampai Merauke, dari Nias hingga pulau Rote. Sebut saja apa sih yang ga ada di negeri ini ? Hoho.. complete deh.

Aku pernah satu kosan sama teman-teman dari suku Batak selama lima tahun, berbaur sama mereka dan sehari-hari udah biasa mendengar mereka berkomunikasi satu sama lain. Tapi malangnya, selama kurang lebih lima tahun itu sama sekali aku tidak bisa mengerti kata-kata yang mereka ucapkan selain kata "olo (ya/benar)" O_o. Begitu juga dengan bahasa Jawa, satu kantor dengan rekan kerja yang rata-rata orang Jawa, tidak juga membuatku memahami bahasa mereka dengan baik. Aduuhh piye iki ? Sementara mereka justru sangat lancar berkomunikasi dengan ku dengan bahasa Minang. Ga adil banget kan ? *huft* Enakan di mereka donk bisa ngerumpiin akyu dengan bebas ? hehe *becanda*

Pernahlah aku curhat sama salah satu teman di kost-an dulu, kenapa ya kok aku susah banget memahami bahasanya, sedangkan dia rasanya cepat sekali bisa berbahasa Minang. Trus dia bilang gini "ya iyalah.. bahasa minang kan ga perlu dihapal Mer, lha cuma berubah bunyi doang"

Mendengar jawaban dari temanku itu, aku baru nyadar *toeeengg !* Ternyata dari sekian banyak bahasa daerah di negeri ini, bahasa Minang memang yang paling mudah untuk di mengerti dan dipelajari. Berbeda dengan bahasa daerah lainnya yang bunyi, pengucapan dan penulisannya berbeda jauh dengan bahasa Indonesia, bahasa Minang justru sebaliknya. Mungkin boleh di bilang 90% dari bahasa Minang adalah bahasa Indonesia yang berubah bunyi. Bener ga sih ? Yuk.. Mari kita buktikan sama-sama :)



Keterangan
Bhs Indonesia
Bhs Minang
Akhiran “ur” berubah bunyi menjadi “ua”
Tidur
Tidua

Sumur
Sumua

Umur
Umua

Kumur
Kumua



Awalan “e” berubah bunyi menjadi “a”
Penat
Panek
Akhiran “at” berubah bunyi menjadi “ek”
Sengat
Sangek
Akhiran “as” berubah bunyi menjadi “eh”
Lebat
Labek

Berat
Barek

Beras
Bareh

Keras
Kareh

Tunas
Tuneh



Awalan “e” berubah bunyi menjadi “a”
Sembab
Sambok
Akhiran “ab” berubah bunyi menjadi “ok”
Lembab
Lambok






Awalan “e” berubah bunyi menjadi “a”
Anjing
Anjiang
Akhiran “ing” menjadi “iang”
Kering
Kariang

Empiang
Ampiang

Keling
Kaliang

Banting
Bantiang



Akhiran “a” menjadi “o”
Iya
Iyo

Sama
Samo

Lama
Mata
Telinga
Lamo
Mato
Talingo



Akhiran “ir” menjadi “ia”
Pasir
Pasia

Hilir
Hilia

Kusir
Kusia

Bibir
Bibia



Akhiran “ut”dan “up” menjadi “uik”
Takut
Takuik

Laut
Lauik

Kentut
Kantuik

Perut
Paruik

Belut
Baluik

Tutup
Tutuik

Katup
Katuik

Sebut
Sabuik



Akhiran “uk” menjadi “uak”
Batuk
Batuak

Buruk
Buruak

Beruk
Baruak



 
Tuh.. benerkan yang aku bilang ^o^. Hayoo.. sekarang pasti lagi nyoba-nyoba sendiri kan ? *kedip-kedip*

Gimana ? Teman-teman udah bisa ?
Aku tantangin deh, coba artiin kalimat berikut dengan gaya bahasa masing-masing. 
  1. Antah bilo nyo ka pai, dari tadi baputa-puta sajo di laman rumah. Sia lah yang di nanti nyo lai tu ? jadi sakik kapalo ambo di bueknyo.
  2. Manga pulo waang nan ribuik, kalau sakik kapalo ang, pai minum ubek, habis tu lalok, jan liek-liek den
  3. Iyo lah, tasarah waang jo lah. Aden lalok dulu.
Jawabnya boleh di komentar atau di twitter. Terserah aja yang mana suka, yang pasti 3 (tiga) jawaban tercepat yang paling benar dapat pulsa @10.000,-

Aku tunggu jawabannya ya, terimakasih ^.^







0 comments:

Post a Comment


Terimakasih telah berkunjung ^.^
Tinggalkan komentar ya, biar kita saling kenal