Tuesday, April 21, 2015

Ingin Hidup Tenang ? Jauhi BPJS



BPJS atau Badan Penyelenggara Jaminan Sosial merupakan lembaga yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan sosial di Indonesia menurut Undang-undang Nomor 40 Tahun 2004 dan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2011. Sesuai Undang-undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, BPJS merupakan badan hukum nirlaba. Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2011, BPJS akan menggantikan sejumlah lembaga jaminan sosial yang ada di Indonesia yaitu lembaga asuransi jaminan kesehatan PT Askes Indonesia menjadi BPJS Kesehatan dan lembaga jaminan sosial ketenaga kerjaan PT Jamsostek menjadi BPJS Ketenagakerjaan. Transformasi PT Askes dan PT Jamsostek menjadi BPJS dilakukan secara bertahap. Pada awal 2014, PT Askes akan menjadi BPJS Kesehatan, selanjutnya pada 2015 giliran PT Jamsostek menjadi BPJS Ketenagakerjaan. (Sumber)


Jadi apa donk hubungannya dengan judul yang ada di atas ? Hm.. tenang. BPJS yang saya maksud disini adalah sebuah akronim dari Budget Pas-pasan Jiwa Sosialita a.k.a Buibu Pas-pasan Jiwa Sosialita. Ini adalah sebuah fenomena dimana gengsi mengalahkan akal sehat, sehingga menggunakan budget yang telah disediakan untuk keperluan rutin semata-mata demi memuaskan jiwa yang tidak mau di bilang ketinggalan.


Meskipun banyak kasus yang terjadi di sekitar saya, tapi saya tidak akan membahas mereka. Karena saya ingat pesan nenek, “hati-hati ketika menunjuk orang lain, ingat ketika satu jarimu menunjuk orang lain, empat jari lainnya sedang menunjuk dirimu sendiri”. Top banget dah si nenek.


Jadi saya akan cerita pengalaman pribadi saja. Ceritanya saya sendiri beberapa kali sempat tergelincir trus nyemplung ke kolam BPJS ini, sehingga nekad menggunakan budget rumah tangga untuk memuaskan jiwa sosialita. Awalnya oke, saya have fun karena bisa menikmati apa saja yang sedang trend saat itu. Mulai dari gadget hingga sepatu. Dengan pongah saya berlenggang lenggok keluar rumah dengan semua atribut branded menempel di badan. Saya terlena dengan pujian orang yang bilang keren, beken, modis dan lain-lain sebagainya. Akan tetapi semua itu sebenarnya semu, hanya sementara saja. Karena begitu waktu giliran untuk menunaikan kewajiban tiba saya panik karena tidak ada lagi uang yang tersisa, lalu mulai kasak-kusuk mencari PILU alias Pinjaman Lunak. Nah.. ga enak banget kan ? Kalau udah begitu bisa dipastikan hari-hari saya lalui dengan gelisah. Jantung ga lagi berdetak dengan normal. Hidup saya tak lagi bisa tenang karena di hantui rasa bersalah. Tiap malamnya saya ga bisa tidur karena takut ketahuan suami. Satu-satunya solusi adalah melelang kembali semua pernak-pernik branded tadi secepatnya. Kalo udah begini, saya untung atau rugi ? Sudah pasti rugikan ? Sejak itu saya kapok se kapok-kapoknya dengan BPJS.


Apakah ini terjadi hanya pada ibu-ibu saja ? Bagaimana dengan para bapak ? Saya berpendapat hal ini bisa terjadi pada siapa saja. Alasannya hanya satu yaitu gaya hidup yang tergiur dengan gaya hidup orang lain, tapi ga sadar dengan kondisi dompet yang jelas-jelas berbeda ukuran dan isinya. Memang sangat benarlah agama yang mengajarkan hidup sederhana itu jauh lebih baik. Tidak perlu mewah, yang penting ada.

0 comments:

Post a Comment


Terimakasih telah berkunjung ^.^
Tinggalkan komentar ya, biar kita saling kenal