Saturday, March 14, 2015


Tiga bulan yang lalu kami mendapatkan anggota keluarga baru, dua ekor Puppy yang sangat mungil, warnanya hitam dan matanya masih tertutup. Perkiraanku kedua puppy itu masih berusia satu minggu. Papa bilang dia membawanya dari kebun samping rumah. Karena hujan lebat beberapa hari terakhir, sebuah lubang ditanah yang menjadi tempat tinggal mereka terendam air, sehingga bayi-bayi mungil itu nyaris mati tak bisa bernafas. Semula mereka ada empat, namun yang dua telah dibawa oleh induknya ketempat lain, sedangkan yang duanya tinggal. Kami yakin jika Papa tak segera mengambil mereka dari lubang itu, mungkin nyawa mereka tidak tertolong lagi.


Gambar : pixabay.com
Sebenarnya aku pribadi tidak terlalu suka dengan anjing, meskipun aku senang melihat tingkah polah dan kelucuan mereka, tapi untuk bersentuhan secara langsung dengan mereka aku masih keberatan. Mungkin karena label najis berat yang menempel pada mereka membuat aku memilih untuk tidak berdekatan dengan mereka.

Tapi setelah berhadapan dengan dua bayi mungil yang masih sangat membutuhkan kehangatan ibunya yang sekarang entah kemana itu, semua keberatanku diatas raib tak bersisa. Terlebih lagi ketika mendengar suara mereka yang merengek parau mencari-cari susu ibunya, tak pelak mataku berkaca-kaca dibuatnya. Naluri keibuanku pun mencuat, aku tak peduli lagi dengan label najis berat yang melekat pada mereka, toh nantinya aku bisa bersuci kembali, tapi jika aku mengabaikan mereka berarti aku telah mengabaikan nyawa yang mungkin Allah titipkan kepada kami.

Aku segera beranjak kedalam rumah, meminta suami agar pergi membelikan susu bayi untuk mereka. Gayung bersambut, ternyata suami juga berniat sama. Dia memang hendak pergi membeli susu bayi untuk kedua puppy tersebut. Jelang 15 menit kemudian, suamiku kembali dengan membawa sekotak susu bayi berikut dotnya.

Image result for gambar bayi anjing warna hitam
Gambar : onthespot7langka.blogspot.com
Dengan perlahan aku mengangkat puppy yang satu, dan memasukkan dot itu kemulutnya. Karena tidak terbiasa dengan dot yang jelas-jelas pasti berbeda dengan puting induknya, puppy satu kesulitan untuk menghisap susu yang ada didalam dot. Begitu juga dengan puppy yang satunya lagi, dia juga kesulitan menyusu dengan dot. Aku dan suami mulai bingung, karena kami khawatir jika susu ini tidak segera mereka minum mereka bisa kelaparan.

Oh.. mungkin kepala dotnya terlalu besar ni Nda, makanya mereka kesulitan, kata suamiku. Perhatianku pun tertuju kepada kepala dot yang ternyata masih terlalu besar untuk ukuran mulut mereka yang mungil.  

Ya udah, ayah pergi beli lagi ya, cari yang ukuran lebih kecil. Setelah berkata begitu suamiku pun langsung pergi dengan motor kesayangannya ke minimarket terdekat. Tidak lama kemudian dia kembali dengan membawa dot baru yang bentuknya pipih *ternyata ada ya dot yang bentuknya gini ?* hihi.. aku katrok habis ternyata.

Dan emang bener pilihan suamiku, dengan kepala dot yang baru ini si Puppy mungil pun bisa menghabiskan susu mereka dalam sekejab.

Ternyata pertumbuhan puppy itu sangat pesat ya .. dalam waktu sebulan mereka bisa berjalan meskipun masih setengah mabok. Tapi itu menggemaskan sekali. Semenjak ada mereka, kami mendapat kegiatan baru. Jadi masing-masing kami mendapatkan jadwal tugas memberi susu mereka. Karena aku dan suami berkerja dari pagi sampai sore, jadilah kami kebagian tugas pada jam makan malam.

Dog, Animal, Tired, Sleepy, Cute, Sweet
Gambar : pixabay.com
Kedua puppy yang sama-sama berwarna hitam ini semakin besar semakin berbeda. Ternyata yang satu ujung ekornya berwarna putih, sedangkan yang satu lagi kakinya berwarna putih. Jadi kalau diperhatikan dari jauh dia seperti memakai sepatu. Hmmm soo cute.. Dan mereka pun kami kasih nama, yang ujung ekornya putih kami beri nama Itam, karena rambut dibadannya yang berwarna hitam pekat. Sementara yang kakinya ber'sepatu' putih kami namai Mopi, badannya memang hitam juga tapi sedikit lebih kecoklatan.

So.. welcome home my puppies.. we luph you so much..


Terimakasih telah berkunjung ^.^
Tinggalkan komentar ya, biar kita saling kenal

Meirida.my.id . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | for Meirida.my.id